Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 24


__ADS_3

James yang sudah selesai meeting siang itu , langsung bersiap-siap untuk pergi. Ketika James mau keluar dari kantor , terlihat Chintya disana.


"Kamu ngapain ke kantor aku?" , tanya James sambil mengerutkan keningnya.


"Aku mau bertemu dengan kamu , untuk membahas masalah kemaren yang tertunda" , ucap Chintya.


"Bukankah sudah aku serahkan kepada Susan asisten aku" , jawab James.


"Tapi aku mau membahasnya langsung dengan kamu" , jawab Chintya dengan suara manjanya.


"Aku gak ada waktu sekarang , nanti asisten aku akan mengatur waktu meeting dengan kamu" , jawab James dengan dingin.


"Kamu mau kemana buru-buru jam segini?" , ucap Chintya.


"Bukan urusan kamu" , jawab James sambil terus berjalan meninggalkan Chintya di depan kantornya.


James berjalan dengan cepat menuju ke mobilnya dan menjalankannya menuju ke mall , untuk bertemu dengan istri kecil tercintanya.


Di mall....


Angelica yang sedang berjalan-jalan dengan adik kembarnya , melihat Caroline kakak iparnya yang sedang berada di toko perlengkapan bayi.


Angelica pun berjalan memasuki toko perlengkapan bayi dan menyapa kakak iparnya.


"Kak" , sapa Angelica.


Alvaro yang sudah mengenal Caroline pun menyapanya.


"Iya" , jawab Caroline.


"Kakak sedang membeli keperluan bayi ya" , ucap Angelica.


"Iya Angelica , gak lama lagi kakak akan melahirkan. Jadi kakak sudah harus mempersiapkannya dari sekarang" , ucap Caroline.


"Kakak datang kesini sendiri?" , tanya Angelica.


"Iya" , jawab Caroline.


"Apa kakak mau makan siang bersama dengan aku , adik aku dan James?" , tanya Angelica.


"Gak usah Angelica , kakak juga sebentar lagi sudah mau pulang" , jawab Caroline.


Alvaro hanya diam saja melihat Angelica mengobrol dengan saudara iparnya.


Tidak lama , James yang sudah sampai di parkiran mall pun menelpon istri kecil tercintanya.


Angelica yang mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambilnya dari tas dan dia pun tersenyum , melihat nama suami tercintanya tertera di layar ponselnya.


"Halo sayang" , jawab Angelica.


"Halo sayang , aku sudah sampai di mall. Kamu dimana?" , tanya James.


"Aku sedang di toko perlengkapan bayi" , jawab Angelica.


"Ngapain kamu kesana? Apa kamu sudah gak sabar untuk mempunyai anak?" , goda James.


"Bukan begitu sayang. Aku bertemu dengan kak Caroline disini" , jawab Angelica.


"Oh , ada kakak juga disana. Kalau gitu aku kesana sekarang ya" , jawab James.


"Iya sayang" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


"James sudah sampai ya?" , tanya Caroline yang sudah mendengar percakapan Angelica.


"Iya kak , sekarang dia sedang menuju kesini" , jawab Angelica.


"Kalau gitu kakak mau bayar belanjaan kakak dulu ya. Setelah ini kakak sudah harus langsung pulang" , ucap Caroline.


"Kita makan siang bersama dulu aja kak. Kenapa kakak buru-buru ingin pulang? Apakah kakak ada pekerjaan dirumah?" , tanya Angelica.


"Gak ada sih" , jawab Caroline yang sebenarnya gak enak dengan adik iparnya.


"Kalau gitu kita makan dulu ya kak. Aku kan belum ngobrol juga sama kakak sejak kita bertemu di hari pernikahan aku dan James" , ucap Angelica.


"Terima aja ajakan Angelica kak , kalau gak... nanti istri kecilku ini bisa ngambek lho" , ucap James yang sudah sampai disana dan mendengar perkataan istrinya.


"Baiklah , tapi kakak bayar belanjaan kakak dulu ya" , ucap Caroline sambil berjalan menuju ke kasir.


"Biar aku yang bayar aja kak" , ucap James sambil mengikuti kakaknya berjalan menuju ke kasir.


"Jangan James , kamu kan sudah menikah. Uang kamu , kamu simpan saja buat kalian nanti" , ucap Caroline.


"Kakak jangan khawatir , aku bisa kok mengatur keuangan aku sendiri. Lagi pula Angelica juga pasti gak mempermasalahkan aku membayarkan belanjaan kakak" , ucap James sambil memberikan kartunya kepada petugas kasir.


"Terima kasih ya dek" , ucap Caroline.


"Iya kak" , jawab James sambil tersenyum.


Selesai melakukan transaksi , James , Angelica , Alvaro dan Caroline berjalan bersama menuju ke restoran Jepang.


Alvaro langsung dengan semangat memesan makanan yang banyak.


"Jangan pesan banyak-banyak dek , nanti gak habis" , ucap Angelica.


"Tapi aku pengen ini , ini dan ini" , tunjuk Alvaro.


"Iya , kan aku punya kartu dari papa" , ucap Alvaro sambil tersenyum.


Caroline hanya melihat bagaimana keluarga saudara iparnya itu. Pastinya juga membuatnya iri juga sedih. Dulu dia bisa seperti itu juga , tapi setelah menikah...semuanya berubah 360 derajat.


"Bagaimana keadaan kakak sekarang?" , tanya James yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya.


"Kakak baik-baik saja dek" , jawab Caroline.


"Untuk persalinan nanti , apakah kakak sudah menyediakan biayanya?" , tanya James.


"Sudah dek" , jawab Caroline dengan ragu-ragu.


"Kak , kalau kakak ada masalah , jangan diam saja. Katakan sama aku , siapa tau aku bisa bantu" , ucap James.


"Tapi kakak beneran gak ada masalah dek" , jawab Caroline.


"Baiklah kak" , jawab James.


Tidak lama pelayan disana membawakan semua pesanan makanan mereka dan menghidangkannya di atas meja.


Angelica langsung menggelengkan kepala melihat meja yang sudah penuh dengan makanan.


Alvaro langsung tersenyum bahagia melihat makanan kesukaannya sudah tertata rapi disana.


"Ayo dimakan kak. Pilih aja yang kakak suka" , ucap Angelica.


"Iya Angelica" , jawab Caroline.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama sambil mengobrol santai.


Sampai James , Angelica dan Caroline sudah selesai makan dan tinggallah Alvaro yang masih berjuang untuk menghabiskan makanan yang sudah di pesannya.


"Nanti kakak pulang sama siapa?" , tanya James.


"Nanti kakak naik taksi aja dek" , jawab Caroline.


"Mobil kakak kemana?" , tanya James.


"Dipakai sama Harry untuk kerja" , jawab Caroline.


"Bukankah dulu kak Harry punya mobil sendiri" , ucap James.


"Sudah dijual dek , karena dia buat bisnis baru" , ucap Caroline.


"Memangnya kakak ipar bisnis apa lagi?" , tanya James.


"Bisnis madu" , jawab Caroline.


"Bisnisnya maju gak kak?" , tanya Angelica.


"Gak tau Angelica. Kakak gak pernah ikut campur dalam urusan bisnisnya" , ucap Caroline.


"Kakak ipar punya madu , madu apa kak? Kalau madu asli bisa dimasukkan ke hotel aku" , ucap Angelica.


"Nanti ya kakak coba tanyakan dulu dengan Harry" , jawab Caroline.


"Iya kak , nanti kabari saja ya. Siapa tau kan kita bisa bekerja sama" , ucap Angelica.


"Iya" , jawab Caroline.


"Kalau gitu kakak pulang sama aku saja , aku juga sudah mau kembali ke kantor" , ucap James.


"Baiklah dek" , jawab Caroline.


"Aku pergi dulu ya sayang" , ucap James sambil mengecup kening istri kecil tercintanya.


"Iya sayang" , jawab Angelica sambil tersenyum.


"Angelica gak pulang dengan kita?" , tanya Caroline.


"Gak kak , aku masih mau menemani adik kembar aku jalan-jalan disini" , jawab Angelica.


"Nanti Angelica pulangnya sama siapa?" , tanya Caroline.


"Aku ada sopir pribadi kak" , jawab Angelica.


"Baiklah , kalau gitu kakak pulang dulu ya" , ucap Caroline.


"Iya kak" , jawab Angelica sambil tersenyum.


James dan kakaknya Caroline , berjalan bersama keluar dari restoran menuju ke parkiran mobil.


"Kak , kayaknya saudara kak James berbeda ya" , ucap Alvaro yang masih mengunyah makanannya.


"Berbeda gimana?" , tanya Angelica.


"Ya gayanya gak seperti orang kaya" , ucap Alvaro.


"Jangan ngomong gitu dek. Gak boleh kata papa dan mama" , ucap Angelica.

__ADS_1


"Iya kak" , jawab Alvaro sambil terus memakan makanannya.


__ADS_2