
Tibalah saatnya operasi pemasangan ring jantung papa Chandra. Alvaro tidak ada di rumah sakit saat itu , karena dia tidak bisa meninggalkan pelajarannya.
Angelica yang sudah mengetahui kalau opa Chandra akan melakukan operasi pagi itu , terus memanjatkan doa di dalam hatinya sambil mendengarkan dosen mengajar di sana.
Sampai Gabriela yang duduk di sebelah Angelica ingin meminjam pulpen , karena pulpennya macet. Gak di dengar oleh Angelica , meskipun sudah berkali-kali Gabriela memanggilnya dengan pelan.
Akhirnya Gabriela menyentuh tangan Angelica...
Angelica pun langsung terkejut...
"Aduh... Kenapa Gabriela?" , ucap Angelica sambil memegang dadanya.
"Aku mau meminjam pulpen kamu. Kamu kenapa? Tumben di panggil dari tadi gak dengar" , ucap Gabriela.
"Aku kepikiran opa aku yang sedang menjalankan operasi pemasangan ring jantung di Singapura" , jawab Angelica.
"Oh , pantesan kamu beda banget hari ini. Semoga operasinya berjalan dengan lancar ya" , ucap Gabriela.
"Iya , terima kasih" , ucap Angelica sambil memberikan salah satu pulpennya kepada Gabriela.
"Sama-sama" , jawab Gabriela sambil mengambil pulpen.
Setelah itu Angelica dan Gabriela mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan di sana , sampai akhirnya bel tanda pelajaran telah berakhir berbunyi.
Semua mahasiswa pun langsung memasukkan buku mereka ke dalam tas dan berjalan keluar dari kelas.
Sebagian mahasiswa ada yang merencanakan jalan-jalan atau nongkrong dengan teman-teman yang lain. Ada juga yang pergi pacaran dengan pasangannya.
Angelica yang tidak pernah mengikuti setiap ajakan dari teman satu kelasnya , karena dia selalu pergi ke All Star Hotel setelah selesai jam pelajaran , untuk melihat kerjaannya.
Sampai di dalam mobil , Angelica langsung menyentuh nama mamanya di layar ponselnya , tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo sayang" , jawab Sandra.
"Halo ma , bagaimana dengan operasi opa?" , tanya Angelica.
"Berjalan dengan lancar nak , sekarang opa sudah di kamar perawatan. Besok juga sudah boleh pulang" , jawab Sandra.
"Bagus dong ma. Berarti gak lama lagi mama , papa , opa dan oma sudah bisa pulang ke sini ya" , ucap Angelica.
"Belum nak , opa masih harus melakukan pemeriksaan rutin dulu di sini setelah keluar dari rumah sakit" , jawab Sandra.
"Baiklah ma. Sampaikan salam aku buat opa , oma dan papa ya. Semoga opa cepat pulih dan bisa pulang lagi ke sini" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , ucap Sandra.
Angelica memutuskan sambungan panggilan telponnya dan meletakkan ponselnya ke dalam tas.
Tidak lama , mobil yang di bawa oleh pak Dedi telah sampai di depan lobby All Star Hotel.
Angelica turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam hotel.
"Selamat siang nona kecil" , ucap semua karyawan yang melihat Angelica.
"Siang" , jawab Angelica sambil tersenyum ramah.
Begitu Angelica berjalan menuju ke ruangannya , terlihat Robi yang sudah berdiri di sana menunggunya.
__ADS_1
"Nona kecil" , ucap Robi.
"Iya uncle. Apa uncle mencari aku?" , tanya Angelica.
"Iya nona kecil , ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani" , ucap Robi.
"Baiklah uncle , ke ruangan aku saja ya" , ucap Angelica.
Robi pun menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama dengan Angelica menuju ke ruang kerjanya.
"Tuan besar bagaimana keadaannya?" , tanya Robi.
"Opa sudah selesai menjalani operasi , tadi kata mama operasinya berjalan dengan lancar" , jawab Angelica sambil melihat dokumen yang di bawa oleh Robi.
"Syukurlah , semoga tuan besar cepat pulih ya" , ucap Robi.
"Iya , terima kasih uncle" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Iya , sama-sama" , jawab Robi.
Setelah selesai membaca semua dokumen yang dibawa oleh Robi , Angelica pun menandatangani nya.
"Sudah semua ya uncle" , ucap Angelica.
"Iya , sudah nona kecil. Kalau gitu saya lanjutkan kerjaan saya lagi" , ucap Robi.
"Iya uncle" , ucap Angelica.
Robi berjalan keluar dari ruangan kerja Angelica menuju ke ruangan kerja miliknya.
********
Alvaro yang masih berada di kampus...
"Alvaro , kakak sepupu kamu cantik juga ya" , ucap Brandon.
"Cantik tapi judes" , jawab Alvaro.
"Nanti siang kamu ke rumah sakit lagi gak?" , tanya Brandon.
"Pastinya aku ke rumah sakit , kan opa aku hari ini operasinya" , jawab Alvaro.
"Aku boleh ikut lagi gak?" , tanya Brandon.
"Kamu pasti mau melihat kakak sepupu aku kan" , ucap Alvaro.
"Tau aja kamu" , jawab Brandon sambil tersenyum tipis.
"Ya sudah , nanti kalau ketika kita di sana ternyata kakak aku gak ada , jangan salahkan aku ya" , ucap Alvaro.
"Gak mungkin kan kakak kamu gak ada di saat opa kalian di operasi" , ucap Brandon.
"Ya , mana aku tau. Siapa tau dia udah pergi saat kita datang" , jawab Alvaro.
"Ya , gak apa apa deh. Kalau kakak kamu gak ada , aku melihat opa kamu saja" , ucap Brandon.
Alvaro hanya tersenyum melihat temannya ini.
__ADS_1
Tidak lama dosen pun masuk ke dalam kelas Alvaro. Alvaro dan Brandon mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh dosennya itu.
Dua jam pun berlalu...Ting...Tong....Bel tanda berakhirnya pelajaran pun telah berbunyi. Alvaro dan Brandon mulai menyandang tas ransel mereka dan berjalan bersama keluar dari kelas.
Alvaro dan Brandon melihat ada orang yang jualan makanan kecil di jalan menuju ke stasiun MRT. Mereka pun membeli makanan kecil itu dan memakannya sambil berjalan bersama.
Sampai di stasiun MRT , Alvaro melihat ada Monika di sana yang juga sedang menunggu kereta cepat itu.
"Wah...ternyata ada gadis pelukis di sini , beneran berjodoh kalian" , ucap Brandon.
"Masa cuma ketemu di sini dibilang berjodoh. Satu kota ya pasti masih bisa ketemu" , ucap Alvaro.
"Ayo sapa dia" , ucap Brandon.
Alvaro dan Brandon pun berjalan menuju ke dekat Monika.
"Monika" , panggil Alvaro dan Brandon bersamaan.
"Hi kak Alvaro , kak Brandon" , ucap Monika sambil tersenyum.
"Kamu mau kemana?" , tanya Alvaro.
"Aku mau pergi ke tempat kursus menggambar kak" , jawab Monika.
"Baiklah" , ucap Alvaro.
"Kakak baru pulang dari kampus ya" , ucap Monika yang melihat Alvaro menyandang tas ranselnya.
"Iya" , jawab Alvaro.
"Apa kamu gak mau menjenguk opa nya Alvaro yang sedang di rumah sakit?" , tanya Brandon.
"Opa kakak lagi di rawat di rumah sakit? Sakit apa?" , tanya Monika.
"Iya , operasi pemasangan ring jantung" , jawab Alvaro.
"Berarti kakak mau ke rumah sakit ya?" , tanya Monika.
"Iya , apa kamu gak mau ikut kami?" , tanya Brandon.
"Maaf kak , lain kali ya. Aku masih harus pergi kursus" , jawab Monika.
"Iya , gak apa-apa kok" , jawab Alvaro.
"Semoga opa kakak cepat pulih ya" , ucap Monika.
"Iya , terima kasih" , jawab Alvaro.
"Sama-sama kak" , ucap Monika.
Tidak lama kereta cepat itu pun tiba. Alvaro , Brandon dan Monika melangkahkan kaki mereka memasuki kereta cepat itu.
"Ternyata kita sama ya tujuannya" , ucap Brandon.
"Iya kak , cuma beda stasiun aja" , jawab Monika.
Alvaro dan Brandon hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1