
Pertama kalinya Antonio bangun dan tidak ada istri tercintanya disana. "Gak ada kamu sehari aja , aku kangen banget sama kamu sayang. Kenapa aku harus sendirian selama seminggu ini?" , gumam Antonio.
Antonio bangun dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah dia selesai dan rapi dengan baju kerjanya , Antonio berjalan turun ke bawah.
"Pagi pa" , ucap James dan Angelica. Saat itu Angelica sedang menyiapkan sarapan buat suami dan papanya.
"Pagi" , jawab Antonio yang tidak terlalu bersemangat pagi itu. Tidak adanya bidadari cantiknya , membuat Antonio menjadi kehilangan separuh nyawanya.
Angelica yang biasanya melihat papanya seperti itu ketika mamanya sakit , sekarang Angelica melihat lagi papanya seperti itu , karena mamanya sedang pergi menemani Alvaro.
"Sayang , nanti siang kita makan di restoran All Star Hotel ya" , ucap Angelica kepada suaminya.
"Iya sayang , nanti setelah aku melihat pembangunan hotel di waterboom , aku langsung ke All Star Hotel" , jawab James.
"Nanti aku juga mau ke lokasi pembangunan All Star Hotel disana" , ucap Angelica.
"Kita pergi bersama saja nak , nanti papa juga mau kesana melihat proses pembangunannya" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Setelah itu Antonio makan bersama dengan anak dan menantunya pagi itu. Sampai selesai makan...
"Nanti kita ketemu di lokasi pembangunan ya" , ucap James sambil mencium kening istri kecilnya.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Aku pergi dulu ya pa" , ucap James kepada papa mertuanya yang sudah duduk di dalam mobil.
"Iya James" , jawab Antonio.
Karena nanti mau pergi ke lokasi pembangun bersama dengan papanya , Angelica memutuskan untuk ikut dengan mobil papanya. Selain itu dia juga ingin menemani papanya mengobrol , karena Angelica merasa sedih melihat papanya yang tidak bersemangat itu.
"Mama pasti sedang bersenang-senang dengan Alvaro" , ucap Antonio sambil membawa mobilnya.
"Gak juga pa , mama pasti juga memikirkan papa disana" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Tapi mama kenapa belum menelpon papa dari tadi?" , ucap Antonio.
"Mungkin mama lagi mengurus adek disana pa. Papa kan tau sendiri kalau adek itu agak merepotkan" , ucap Angelica.
"Kenapa papa bisa membuat anak seperti Alvaro?" , ucap Antonio.
Angelica hanya terkekeh mendengar perkataan papanya.
********
__ADS_1
Di Singapura , Sandra dan Alvaro keluar bersama mencari sarapan pagi.
"Sayang , apartemen disini sudah enak kan. Mau pergi cari makanan juga semuanya dekat" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro.
Sandra dan Alvaro masuk ke salah satu tempat yang menjual sarapan pagi disana. Sambil menunggu pesanan mereka , Sandra mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama suaminya disana.
Antonio yang baru sampai di dalam ruangan kerjanya , mendengarkan suara ponselnya berbunyi dan dia pun langsung tersenyum begitu melihat nama bidadari cantiknya yang tertera disana.
"Halo sayang , aku sangat merindukan kamu" , ucap Antonio.
"Halo hubby , aku juga sangat merindukan hubby. Hubby sudah sarapan kan?" , ucap Sandra.
"Sudah sayang , tapi tetap saja hidup aku kurang tanpa kamu" , ucap Antonio.
"Sabar ya hubby , aku juga gak lama kok disini. Minggu besok aku juga sudah pulang" , jawab Sandra.
"Baru satu hari saja kamu pergi , aku tuh sudah merasa kesepian banget sayang. Apalagi kalau aku harus menunggu selama seminggu. Menahan rindu ini sangat berat sayang" , ucap Antonio.
"Hari itu cepat berlalu hubby , aku juga disini menemani anak kita. Hubby sabar ya , sebentar lagi aku juga pulang" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Mama gak akan pulang. Mama akan terus menemani aku tinggal disini sampai aku selesai kuliah" , ucap Alvaro sambil mengambil sendok dan sumpit , karena mie pesanan mereka sudah tersedia di atas meja.
"Dasar anak ini" , ucap Antonio dengan nada agak kesal.
"Anak kamu tuh yang suka menculik kamu dari aku" , ucap Antonio.
"Itu anak kamu juga lho hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya sayang. Kamu sudah makan?" , tanya Antonio.
"Ini aku baru mau makan sama Alvaro" , ucap Sandra.
"Ya sudah , kamu makan dulu ya. Ingat harus sering-sering kabari aku ya , selama kamu disana" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
"Baiklah. Aku mencintai kamu sayang , sangat sangat mencintai kamu" , ucap Antonio.
"Iya hubby , aku juga sangat mencintai hubby" , ucap Sandra sambil memutuskan sambungan telponnya.
Sandra mengambil sendok dan sumpit yang ada disana.
"Sayang , kamu gak boleh ngomong seperti itu sama papa" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Biarin aja ma. Papa selalu gak bisa biarin aku bersenang-senang dulu sama mama" , jawab Alvaro.
"Mama pusing melihat kamu dan papa yang selalu saja meributkan hal kecil seperti ini" , ucap Sandra.
"Iya , harusnya kan mama milik aku. Bukan milik papa" , jawab Alvaro asal.
"Kalau gak ada papa , kamu juga gak akan lahir ke dunia ini" , jawab Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro.
Sandra makan bersama dengan anaknya sampai selesai. Selesai sarapan , Sandra membayar semua makanan mereka. Setelah itu mereka pergi ke kampus Alvaro untuk melihat apa saja yang dibutuhkan nanti ketika kuliah dimulai.
Selesai dari kampus , Sandra memutuskan untuk membeli bahan-bahan di supermarket yang terdekat disana.
"Sayang , nanti kita makan di apartemen saja ya. Mama mau membereskan barang-barang kamu" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro.
Selama di supermarket , Alvaro seperti biasa mengambil berbagai macam makanan kecil dan minuman ringan.
"Kamu ambil susu juga. Jangan terlalu banyak minum manis seperti ini" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro sambil berjalan mengambil susu cair yang tersedia di kulkas.
Ketika dilihat semuanya sudah cukup , Sandra membayar semua belanjaan mereka. Sandra dan Alvaro berjalan bersama sambil membawa plastik belanjaan mereka menuju ke apartemen.
"Ma , disini aku gak dikasih mobil dan sopir ya" , ucap Alvaro.
"Gak sayang , tempat tinggal kamu kan sangat dekat dari sini" , ucap Sandra.
"Tapi , kalau harus membawa barang sebanyak ini sambil berjalan kaki. Capek juga ma" , ucap Alvaro dengan manja.
"Makanya kamu kalau belanja yang secukupnya saja. Ini gak , belanjanya selalu banyak banget" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kan mama tau , kalau aku makannya banyak" , jawab Alvaro.
"Ya sudah , bagus dong disini. Kamu makan banyak , nanti jalan kakinya juga banyak. Jadi kan kamu gak akan gemuk" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Tapi capek ma. Kita naik taksi saja ya" , ucap Alvaro dengan wajah memelas.
"Gak sayang , itu lihat... gedung apartemennya sudah kelihatan kan" , jawab Sandra sambil menunjukkan jarinya ke arah apartemen tempat mereka tinggal.
"Dari tadi juga sudah kelihatan ma. Tapi kok gak sampai-sampai juga" , jawab Alvaro.
"Ini karena kamu masih baru disini. Nanti setelah kamu tinggal lama disini , kamu baru akan mulai terbiasa dan bisa merasakan kalau ini dekat" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Alvaro yang sudah gak bisa mengeluh lagi.