
Caroline akhirnya sampai juga di rumah orang tuanya.
Begitu mendengar ada suara mobil di depan rumah , mama Heny langsung berdiri dan membuka pintu rumahnya.
"Akhirnya kalian sampai juga di sini" , ucap mama Heny sambil tersenyum dan mengambil Kania dari tangan Caroline.
"Mama pasti tau aku mau pulang dari Tari ya" , ucap Caroline sambil melihat ke asisten rumah tangganya.
Tari hanya bisa menundukkan kepalanya dan gak berani melihat ke arah Caroline.
"Ah sudahlah , gak usah di permasalahkan , yang penting sekarang kalian sudah di sini. Tari , kamu cepet masukin semua barang-barang ke dalam rumah" , ucap mama Heny.
"Baik nyonya" , jawab Tari sambil langsung memasukkan barang-barang yang sudah di turunkan oleh sopir taksi ke dalam rumah mama Heny.
"Anak kamu sudah sehat?" , tanya mama Heny sambil berjalan masuk ke rumah.
"Sudah ma" , jawab Caroline.
.
.
"Pa" , sapa Caroline begitu masuk ke dalam rumah.
"Iya nak. Suami kamu mana?" , tanya papa Fredy.
"Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan dia pa" , jawab Caroline dengan mantap.
"Apa papa gak salah dengar?" , tanya papa Fredy yang dulu anaknya gak mau pisah dengan Hary , sekarang mengatakan akan bercerai.
"Iya pa. Aku sudah gak tahan dengan sikap Hary selama ini" , jawab Caroline.
"Baguslah nak , akhirnya kamu membuka mata kamu juga. Kamu tenang saja , papa akan membantu kamu untuk mengurus masalah perceraian ini" , ucap papa Fredy.
"Terima kasih pa" , jawab Caroline.
"Maaf nyonya , barang-barangnya mau di letakin di mana ya?" , tanya Tari yang sudah selesai memasukkan semua koper dan barang-barang ke dalam rumah.
"Di lantai 2 , kamar paling ujung sebelah kanan" , ucap mama Heny.
"Baik nyonya" , jawab Tari.
"Siti...Siti..." , panggil mama Heny.
"Iya nyonya" , jawab Siti sambil berjalan menuruni anak tangga ke bawah.
"Kamu sudah selesai membersihkan kamar Caroline?" , tanya mama Heny.
"Sudah nyonya" , jawab Siti.
"Kalau gitu kamu bantu Tari untuk membawa semua barang-barang ini ke kamar Caroline" , ucap mama Heny.
"Baik nyonya" , jawab Siti.
__ADS_1
Caroline duduk bersama papa dan mama nya di ruang tamu. Mereka mengobrol sambil menunggu Siti dan Tari yang selesai meletakkan barang-barang di kamar Caroline.
********
Hary yang sudah terbangun dari tidurnya , berjalan menuju ke meja makan , untuk melihat ada makanan apa di sana. Kebetulan perutnya juga sangat lapar pada saat itu.
Begitu sampai di meja makan , betapa terkejutnya Hary.
"Kenapa tidak ada satu pun makanan di sini? Biasanya juga sudah ada makanan jam segini" , ucap Hary sambil melihat meja yang kosong.
"Tari...Kamu gak memasak hari ini?" , teriak Hary.
Sejenak hanya keheningan yang ada di sana. Hary pun mulai teriak lagi memanggil Tari. Tetap tidak ada suara di sana.
Hary yang mulai kesal , mencoba untuk memanggil istrinya.
"Sayang...sayang..."
Tetap tidak ada suara di sana.
Hary langsung berjalan menaiki anak tangga dengan cepat dan memasuki kamarnya.
Hary pun terkejut begitu melihat kamar yang kosong , tidak ada Caroline dan anaknya di sana.
"Pergi kemana mereka?" , gumam Hary sambil berjalan keluar dari kamar.
"Ya sudahlah , paling juga sebentar lagi pulang. Aku cari makan di luar saja" , ucap Hary.
Hary mengambil kunci mobil yang di letakkan nya di atas meja dan keluar dari rumah.
********
"Apa hari ini menyenangkan sayang?" , ucap James sambil mengecup ringan bibir mungil istri kecilnya.
"Apanya yang menyenangkan. Gara-gara kamu , aku jadi di tegur sama dosen karena telat masuk hari ini" , jawab Angelica dengan wajah sebel.
James pun langsung mencubit dengan lembut pipi putih milik istrinya.
"Ya udah , sekarang kamu makan dulu ya sayang. Ini mama sudah menyiapkan makanan buat kamu" , ucap James sambil memberikan kotak makan kepada istri kecilnya.
"Iya sayang , kebetulan aku juga sudah lapar banget" , jawab Angelica.
"Iya , pastilah istri kecilku lapar. Kan gak makan dari pagi" , ucap James sambil tersenyum.
"Kan semua gara-gara kamu" , jawab Angelica yang masih sebel sama suaminya.
James pun langsung tersenyum sambil melihat istri kecilnya makan.
"Nanti kamu selesai kuliah jam berapa sayang?" , tanya James.
"Jam 3" , jawab Angelica sambil mengunyah makanannya.
"Aku tunggu kamu aja yah sampai selesai kuliah" , ucap James.
__ADS_1
"Bosen gak kamu. Itu lumayan lama lho" , jawab Angelica.
"Gak mungkin bosen dong , kan aku menunggu istri aku sendiri. Mau selama apapun , pasti aku tunggu" , ucap James dengan lembut.
"Memangnya kamu gak ada kerjaan hari ini?" , tanya Angelica.
"Gak ada sayang. Hari ini khusus buat istri tercinta aku" , jawab James.
"Ya sudah , nanti kamu bilang pak Dedi untuk pulang duluan yah" , ucap Angelica.
"Tenang aja sayang , aku sudah minta pak Dedi untuk pulang kok" , jawab James.
Angelica melihat ke arah luar parkiran.
"Oh iya , sudah gak ada mobil aku" , ucap Angelica sambil terkekeh.
"Iya , kan aku udah bilang hari ini waktu aku khusus untuk kamu" , ucap James sambil mengecup bibir Angelica.
"Kenapa jadi rasa ayam rendang ya sayang?" , tanya James setelah melepaskan bibirnya.
"Mama kan kasih bekalnya nasi pakai ayam rendang" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Oh iya ya. Nanti sebelum ciuman kamu minum es krim dulu ya" , ucap James menggoda istri kecilnya.
"Kenapa harus minum es krim?" , tanya Angelica sambil mengerutkan keningnya.
"Supaya nanti rasanya manis" , jawab James sambil tersenyum nakal.
"Ah , bisa aja kamu. Memangnya selama ini gak manis" , ucap Angelica.
"Manis sayang , tapi kalau di tambah es krim lebih manis lagi" , jawab James sambil menaikkan alis nya sebelah.
"Udah deh , aku sudah selesai makan nih" , ucap Angelica sambil memberikan kotak nasi yang sudah di tutupnya dengan rapi kepada suaminya.
James pun mengambil kotak makan yang sudah kosong dan memasukkannya ke dalam tas.
"Masih ada waktu berapa lama lagi sebelum kamu masuk?" , tanya James.
"Masih ada 15 menit lagi" , jawab Angelica.
"Berarti aku masih bisa memeluk tubuh istri tercinta aku selama 15 menit" , ucap James sambil meraih tubuh kecil Angelica dan membawanya ke dalam pelukannya.
Angelica pun langsung tersenyum bahagia , sambil melingkarkan tangannya di tubuh suaminya.
"Kayaknya kamu mulai sedikit gemuk ya sayang?" , ucap Angelica.
"Masa? Kayaknya biasa aja" , jawab James.
"Kamu gak ada timbang badan lagi?" , tanya Angelica sambil mendongakkan kepalanya dan melihat wajah suaminya.
"Gak pernah lagi. Buat apa aku menimbang badan aku. Aku sudah punya istri cantik ini" , jawab James sambil tersenyum.
"Kamu selalu bisa aja gombalnya yah" , ucap Angelica sambil terkekeh.
__ADS_1
"Gak apa-apa dong kalau gombal sama istri sendiri" , ucap James sambil memeluk erat tubuh istri tercintanya.