
"Sayang , kamar kita sudah selesai direnovasi dan hasilnya bagus sekali" , ucap James sambil memeluk tubuh istrinya di atas kasur.
"Aku gak mau pindah sayang. Aku masih mau tetap tinggal disini" , jawab Angelica.
"Kamu pasti gak mau papa sendirian kan di rumah , kalau gitu kita pindahnya setelah mama pulang dari Singapura ya" , ucap James dengan lembut.
"Aku gak mau pindah. Aku mau disini aja" , jawab Angelica.
"Tapi kamar kita sudah dibuat sesuai keinginan kamu. Mama dan papa juga selalu menanyakan kapan kita akan pindah ke sana" , ucap James.
"Kenapa kita harus tinggal di rumah kamu? Bukankah sama saja kalau kita tinggal disini , yang penting kamu dan aku tetap bersama kan" , ucap Angelica.
"Iya sayang , itu benar. Tapi , aku anak lelaki dan sudah seharusnya aku tinggal di rumah aku bersama dengan istri aku" , ucap James.
Angelica hanya diam dan tidak menjawab lagi perkataan dari suaminya.
"Aku tau , kamu pasti sangat khawatir kan kalau nanti tinggal disana kamu akan merasa gak nyaman" , ucap James.
Angelica menganggukkan kepalanya.
"Kamu tenang saja sayang , aku sudah memberitahukan semua kebiasaan kamu kepada mama , jadi selama kita tinggal disana nanti , kamu bisa melakukan apapun sesuai keinginan kamu" , ucap James.
"Aku pasti tetap akan merasa canggung" , ucap Angelica dengan nada suara yang kecil.
James mengeratkan pelukan di tubuh istri kecilnya.
"Kamu tenang saja sayang , mama dan papa itu sangat menyayangi kamu. Kamu juga dirumah cuma pagi dan malam saja kan" , ucap James dengan lembut.
Akhirnya Angelica sudah tidak bisa menolak lagi dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah , nanti setelah mama pulang dari Singapura , kita mulai bereskan barang-barang untuk pindah ya" , ucap James sambil mencium kening istri kecilnya.
"Iya sayang" , jawab Angelica dengan lemas.
********
Di Singapura....
"Ma , bisa gak jangan pulang dulu. Aku masih mau di temani sama mama disini" , ucap Alvaro dengan manja.
__ADS_1
"Gak bisa sayang , kan mama sudah janji sama papa , akan pulang hari minggu ini" , jawab Sandra.
"Tapi kenapa terlalu sebentar ma , gak berasa beberapa hari lagi mama sudah mau pulang dan aku tinggal sendirian disini" , ucap Alvaro sambil menundukkan wajahnya.
"Kamu kan mau sekolah disini nak. Jadi kamu harus bisa mandiri ya. Mama juga harus membantu di toko opa kan" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro.
"Ya sudah , ayo kita keluar buat jalan-jalan dan cari makanan yang enak" , ucap Sandra.
"Iya ma , aku mau makan yang banyak lagi ya" , jawab Alvaro dengan penuh semangat.
"Boleh sayang" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Sandra dan Alvaro keluar siang itu untuk mengelilingi kota Singapura. Sudah mau pulang ke kota A , seperti biasa Sandra akan membeli banyak oleh-oleh yang akan dibagikan kepada orang tuanya dan mertuanya. Ditambah sekarang juga dia sudah memiliki besan , jadi Sandra pun belanja lebih banyak dari biasanya.
"Ma......sudah cukup belanjanya. Tangan aku sudah gak sanggup untuk mengangkat semua barang-barang ini. Apalagi kalau nanti kita pulangnya jalan kaki ke apartemen....Gak kuat ma..." , rengek Alvaro.
"Iya sayang , nanti kita pulangnya naik cab aja ya. Jadi kamu gak perlu mengangkat semuanya sampai ke apartemen. Sekarang kita makan dulu ya. Kamu mau makan apa?" , ucap Sandra dengan lembut.
"Mau dimsum saja ma" , ucap Alvaro.
Alvaro dan Sandra berjalan bersama sambil membawa paper bag yang banyak di kedua tangan mereka sampai ke restoran.
Begitu duduk di kursi kosong yang ada di restoran , Alvaro langsung meletakkan semua barang belanjaan mamanya di kursi yang kosong disana dan dia pun duduk sambil menghela nafasnya.
"Capek banget sayang?" , tanya Sandra sambil melihat anaknya.
"Iya ma....tangan aku aja sudah pegal banget nih" , jawab Alvaro.
"Ya sudah , sekarang kamu mau pesan apa? Kamu boleh pesan apa aja yang kamu mau" , ucap Sandra.
Alvaro yang merasa lelah dan lesu , langsung bersemangat melihat menu makanan yang ada disana. Setelah beberapa saat , Alvaro langsung memesan makanan yang dia inginkan.
Tidak berapa lama , pelayan disana mulai menghidangkan banyak makanan di atas meja mereka. Sandra sudah tidak terkejut lagi melihat banyaknya makanan yang di pesan oleh anaknya.
Pengunjung restoran yang sedang makan di dekat meja mereka yang terkejut melihat banyaknya makanan dan yang makan hanyalah dua orang saja.
"Ini pasti di habiskan semua kan sayang" , ucap Sandra kepada anaknya.
__ADS_1
"Iya ma , aku kan sudah lapar sekali" , ucap Alvaro yang langsung mengambil salah satu makanan yang dipesannya dan mulai memakannya.
Sandra hanya tersenyum melihat anak manjanya itu sambil memakan makanan yang di pesannya tadi.
Seperti biasa dan sudah pasti bisa di tebak , saat makanan sudah mulai tinggal sedikit , Alvaro sudah mulai tidak sanggup untuk memakannya lagi.
"Ayo sayang , itu masih ada 5 macam dimsum yang kamu pesan tadi lho" , ucap Sandra yang melihat anaknya sudah duduk dengan punggung yang disandarkan di kursi sambil memegang perutnya yang sudah sangat kekenyangan itu.
"Gak sanggup lagi ma , gak sanggup" , ucap Alvaro.
Sandra hanya tersenyum sambil memanggil salah satu pelayan di restoran.
"Tolong yang ini dibungkus ya" , ucap Sandra.
"Baik nyonya" , ucap pelayan tersebut sambil membawa makanan itu.
"Nanti kalau kamu sendirian disini , jangan pesan makanan sampai sebanyak ini ya nak. Sayang kan kalau nanti gak habis" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro yang mulai sedih , mengingat gak lama lagi dia akan tinggal sendiri disana.
Setelah pelayan membawakan makanan yang sudah di bungkus , Sandra membayar semua makanan mereka dan dia pun mulai menelpon cab untuk menjemput mereka di restoran.
Tidak butuh waktu lama , cab yang di pesan oleh Sandra telah sampai di depan restoran.
"Ayo sayang , kita pulang lagi" , ucap Sandra sambil mengangkat beberapa belanjaannya.
"Iya ma" , jawab Alvaro sambil mengangkat semua belanjaan mamanya tadi.
Sandra dan Alvaro berjalan bersama keluar dari restoran dan memasukkan semua barang-barang mereka di bagasi cab.
Apartemen mereka yang dekat dari sana , membuat cab cepat sampai ke tujuan. Sampai di lobby apartemen , Sandra membayar sesuai dengan argo yang tertera disana , setelah itu mereka mengambil semua barang-barang mereka dan berjalan menuju ke unit apartemen mereka.
Sampai di apartemen , Alvaro langsung meletakkan semua barang belanjaan mamanya di lantai yang ada di ruang tamu dan duduk di sofa yang ada disana.
"Anak manja mama kecapean ya sehari ini bantuin mama angkatin barang" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya ma. Kenapa mama membeli oleh-oleh sebanyak itu?" , ucap Alvaro.
"Keluarga kita kan keluarga besar sayang" , ucap Sandra sambil mengumpulkan semua barang-barangnya dan meletakkannya di satu tempat.
__ADS_1