
Pagi harinya ketika James bangun , James memandangi wajah istri kecilnya yang sangat disukainya itu.
"Pagi sayang" , ucap James sambil mencium kening Angelica.
James turun perlahan dari kasurnya dan seperti biasa dia membuka bajunya dan sudah siap untuk melemparkannya ke sembarangan arah.
"Rak baju kotor sudah ada disediakan di depan kamar mandi sayang".
Mendengar suara istrinya , James pun langsung membalikkan tubuhnya.
"Kenapa disaat aku mau melempar baju aku , kamu terbangun" , ucap James.
"Tandanya kamu harus mulai tau sekarang masukin baju kotor dimana" , ucap Angelica.
"Tapi kan nanti juga ada yang beresin" , jawab James.
"Yang beresin itu aku lho sayang , bukan mba Ida dan mba Tuti. Masa kamu suruh aku membereskan semuanya. Aku juga beresin kamar lho sayang. Sekarang aja perut aku masih sakit , kamu tega melihat aku yang masih sakit ini harus membersihkan semuanya" , ucap Angelica dengan manja.
James pun berjalan mendekati istri kecilnya.
"Masih sakit perutnya sayang?" , ucap James sambil menyentuh perut Angelica dengan lembut.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah , kalau gitu kamu istirahat saja ya di rumah hari ini" , ucap James sambil mencium bibir istri kecilnya yang sudah menjadi candunya itu.
"Iya sayang" , ucap Angelica.
James kembali berjalan menuju ke kamar mandi sambil membuka celananya.
"Bajunya jangan lupa dimasukin ke keranjang ya sayang" , ucap Angelica.
"Baiklah" , jawab James dengan terpaksa.
Angelica turun dari kasur , berjalan menuju ke wardrobe room dan mengambilkan baju kerja untuk suaminya , menggantungkan hanger nya di pegangan lemari baju , lalu Angelica berjalan ke kamarnya dan membereskan tempat tidurnya.
James yang sudah selesai mandi....
"Kamu kan lagi sakit perut sayang , kenapa kamu beberes?" , ucap James.
"Biar kelihatan rapi saja" , jawab Angelica.
"Harusnya gak usah di beresin sayang , nanti kan kamu masih istirahat juga" , ucap James sambil terus berjalan menuju ke wardrobe room.
"Nanti kalau aku mau tidur kan tinggal tidur lagi aja" , jawab Angelica.
James yang sudah sampai disana , langsung tersenyum begitu melihat baju kerjanya sudah tersedia disana.
"Beruntung banget punya istri , setiap hari di urus" , ucap James sambil tersenyum dan menggunakan baju kerjanya disana.
Tidak lama Angelica berjalan masuk ke dalam ruangan wardrobe room dan membantu mengancingkan kemeja James.
"Sayang , nanti kamu pulang jam berapa?" , tanya Angelica.
"Kayaknya jam 5 aku sudah bisa pulang" , jawab James.
"Makan siang kamu pulang gak?" , tanya Angelica.
__ADS_1
"Belum tau sayang , kayaknya nanti aku makan diluar saja ya" , ucap James.
"Masa kamu sudah punya istri tapi makan siang sendiri diluar" , ucap Angelica.
"Bukannya aku gak mau pulang , tapi aku sibuk pastinya. Kerjaan aku sudah menumpuk , sayangku" , ucap James sambil menyentuh wajah istri kecilnya dengan kedua tangannya.
"Baiklah , nanti aku bawakan makan siang ke kantor kamu ya" , ucap Angelica setelah selesai memasangkan kancing terakhir.
"Kalau gitu aku sangat senang sekali sayang" , ucap James sambil tersenyum.
Angelica dan James berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
"Pa , ma" , sapa Angelica dan James.
"Iya nak , ayo sarapan bersama" , ucap Antonio dan Sandra yang sedang menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Iya ma" , jawab James sambil duduk di kursi.
Angelica mengambilkan bihun goreng untuk suaminya.
"Kamu mau telur gak sayang?" , tanya Angelica.
"Boleh" , jawab James.
Angelica meletakkan piring yang sudah berisi makanan itu di depan James.
"Kamu mau minum apa sayang?" , tanya Angelica.
"Teh manis hangat saja" , jawab James.
Angelica berjalan menuju ke dapur dan mengambil gelas di dalam lemari.
"James mau teh manis hangat mba" , jawab Angelica.
"Sini mba buatin , ini air jahe sudah mba buatin. Nanti diminum ya , biar perutnya gak sakit" , ucap mba Tuti yang sudah tau kebiasaan Angelica saat datang bulan.
"Iya mba" , jawab Angelica sambil menunggu mba Tuti selesai membuatkan teh manis hangat.
Tidak lama Angelica sudah keluar dari dapur dan membawa dua gelas di tangannya.
"Itu air jahe lagi sayang?" , tanya James.
"Iya sayang , mba Tuti sudah buatin untuk aku" , jawab Angelica sambil meletakkan gelasnya di meja.
James pun menganggukkan kepalanya.
"Adek gak sarapan ma?" , tanya Angelica yang gak melihat Alvaro disana.
"Adek belum bangun nak" , jawab Sandra.
"Bukankah dia sudah ikut mama untuk kerja di toko opa Surya" , ucap Angelica.
"Kamu tau sendiri kan adek itu anaknya mood mood-an" , ucap Sandra sambil memakan makanannya.
"Iya ma" , jawab Angelica sambil memakan makanannya juga.
Selesai sarapan bersama , Antonio dan Sandra pergi dengan mobil masing-masing setelah saling berciuman sebelum pergi.
__ADS_1
James juga mencium bibir Angelica sebelum dia masuk ke dalam mobil baru yang di berikan oleh opa Surya untuk mereka.
"Aku pergi dulu ya sayang , aku tunggu kamu di kantor nanti siang" , ucap James setelah melepaskan bibirnya.
"Iya sayang , hati-hati di jalan ya" , jawab Angelica sambil tersenyum.
James pun menganggukkan kepalanya sambil masuk ke dalam mobil.
Angelica masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil yang dibawa oleh James telah keluar dari pagar rumah.
"Kak , kemana semua orang?" , tanya Alvaro.
"Papa dan mama sudah pergi dek , James juga sudah pergi" , jawab Angelica.
"Tumben kakak masih pakai piyama , biasanya sudah rapi mau ikut papa ke All Star Hotel" , jawab Alvaro.
"Hari ini kakak gak ikut papa" , jawab Angelica.
"Kenapa kak? Gak biasanya" , ucap Alvaro sambil mengambil bihun goreng yang ada di meja.
"Kakak lagi datang bulan" , jawab Angelica.
"Oh" , jawab Alvaro sambil mengambil 2 telur mata sapi dan memasukkannya ke dalam piringnya.
Angelica berjalan menuju ke dapur.
"Mba , nanti tolong siapin makan siang buat James ya" , ucap Angelica.
"Mau dibawain ke kantor tuan James ya non" , ucap mba Tuti sambil tersenyum.
"Iya mba" , jawab Angelica.
"Baiklah , nanti mba siapin ya" , ucap mba Tuti.
"Iya mba , terima kasih ya" , ucap Angelica sambil berjalan keluar dari dapur dan menuju ke kamarnya.
Alvaro merasa kesepian makan sendiri di meja makan.
"Biasanya juga kakak selalu menemani aku makan. Sejak menikah kakak sudah gak menemani aku lagi" , ucap Alvaro sambil menusukkan garpu di tengah telor mata sapinya.
Mba Ida yang baru masuk setelah membersihkan halaman di depan.
"Makan sendiri tuan kecil?" , tanya mba Ida.
"Iya mba , memangnya mba Ida mau menemani aku" , ucap Alvaro.
"Gak tuan kecil , kerjaan mba masih banyak" , jawab mba Ida.
"Kalau gitu jangan nanya-nanya dong" , ucap Alvaro dengan kesal.
"Iya tuan kecil , maaf ya" , ucap mba Ida yang langsung masuk ke dapur.
"Tuti , tuan kecil lagi ngapain?" , tanya mba Ida.
"Gak tau , memangnya tuan kecil Alvaro sudah bangun?" , ucap Tuti yang dari tadi bekerja di dapur.
"Sudah , lagi makan sendiri. Tapi kayaknya lagi gak baik mood nya" , ucap mba Ida.
__ADS_1
"Oh , biarkan saja mba" , ucap mba Tuti.
"Iya" , jawab mba Ida sambil berjalan ke belakang.