
Pagi itu Harry mulai bersiap-siap untuk pergi ke All Star Hotel menemui Angelica.
"Pagi pak , mau bertemu dengan nona Angelica" , ucap Erik yang sudah mengenali Harry.
"Iya benar" , jawab Harry.
Seperti kemaren Erik mengantarkan Harry sampai ke lantai ruangan bos Antonio.
Harry berjalan sendiri sampai di depan ruangan Antonio.
Ketika Harry ingin mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu , Susi langsung menghentikannya.
"Maaf tuan , tuan mau mencari tuan Antonio atau nona kecil Angelica?" , tanya Susi.
"Saya mau mencari Angelica , disini kan ruangannya" , ucap Harry.
"Maaf tuan , nona kecil Angelica sudah memiliki ruangan kerja sendiri dan sekarang ruangannya ada di sebelah sana" , ucap Susi sambil menunjukkan jarinya ke arah ruangan kerja Angelica.
"Baiklah" , jawab Harry dengan santai sambil berjalan menuju ke ruangan yang ditunjukkan oleh Susi.
Sampai di depan ruangan Angelica , Harry langsung mengetuk pintu yang ada di sana.
Angelica yang masih telponan dengan suaminya untuk menceritakan tentang ruangan kerja barunya , pagi itu.....
"Sayang , sudah dulu ya. Ada yang ketuk pintu aku" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang , nanti siang aku ke sana ya" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
.
.
"Iya , masuk" , jawab Angelica setelah meletakkan ponselnya di atas meja.
Harry membuka gagang pintu dan berjalan masuk ke dalam.
"Kenapa lama sekali membiarkan kakak masuk?" , ucap Harry.
"Maaf kak , tadi aku sedang menelpon" , jawab Angelica.
"Oh , kakak kirain kamu sengaja membiarkan kakak menunggu lebih lama di luar" , jawab Harry sambil duduk di kursi kosong yang ada di depan meja kerja Angelica.
Deg...Angelica langsung merasakan perasaan yang gak enak.
"Kalau aku tau kakak ipar yang datang , gak mungkin juga aku membiarkan kakak menunggu lama diluar" , jawab Angelica sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya sudah , gak apa-apa. Yang penting sekarang kakak sudah bawa madunya. Kamu mau pesan berapa banyak?" , tanya Harry sambil memberikan beberapa botol madu yang sudah dibawanya kepada Angelica.
"Aku kasih jawabannya besok ya kak" , ucap Angelica.
Harry langsung mengerutkan keningnya.
"Kenapa harus besok? Kenapa gak hari ini saja?" , ucap Harry.
"Karena aku harus bertanya dulu dengan bagian dapur" , jawab Angelica.
"Kamu kan bisa memanggil mereka sekarang? Jadi aku gak perlu menunggu lebih lama lagi" , ucap Harry.
Melihat Harry yang sangat memaksa , akhirnya Angelica mengangkat ganggang telpon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang ada disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo".
"Halo mba Susi , tolong panggilkan bu Kris bagian bahan makanan ke ruangan aku ya" , ucap Angelica.
"Baik nona kecil" , jawab Susi.
Angelica melihat-lihat botol madu yang ada di mejanya sambil menunggu bu Kris datang ke ruangannya.
Dari beberapa botol yang terlihat disana , Angelica sangat heran..."Kenapa warna madunya antara botol yang satu dan botol yang lainnya memiliki warna yang berbeda?" , ucap Angelica dalam hatinya sambil mencium satu per satu bau madu tersebut.
Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu Angelica.
"Masuk" , jawab Angelica dari dalam.
"Permisi nona kecil" , ucap Bu Kris dengan sopan sambil berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Angelica.
"Iya Bu , saya meminta ibu datang ke sini untuk melihat...Apakah madu ini bisa digunakan di restoran hotel kita?" , ucap Angelica.
Bu Kris berdiri di dekat meja dan melihat madunya satu persatu.
Bu Kris mencoba untuk meletakkan madu di jempolnya , terlihat madunya menetes.
"Ini bukan madu murni nona , ada campuran gulanya" , ucap Bu Kris.
"Kamu jangan mengada-ngada , madu yang aku punya ini asli tanpa ada campuran bahan lain" , ucap Harry.
"Maaf pak , tapi saya sudah mengetes nya dan hasilnya seperti yang bapak lihat sendiri. Kalau madu asli tidak seperti itu , dia pasti tidak akan menetes" , ucap Bu Kris.
"Kamu sengaja kan ingin menjelekkan madu saya" , ucap Harry dengan emosi.
"Bukan pak , tapi memang begitu kenyataannya" , ucap Bu Kris.
__ADS_1
"Apa-apaan karyawan kamu ini? Masa dia menjelekkan madu kakak ipar" , ucap Harry sambil menunjukkan jarinya ke Bu Kris.
Mendengar kata kakak , bu Kris pun langsung menelan saliva nya dengan kasar.
"Mati aku , ternyata ini kakak iparnya nona kecil. Tau begitu , lebih baik aku berbohong saja tadi" , ucap Bu Kris dalam hatinya.
"Tenang dulu kak , semua bahan makanan yang masuk ke hotel ini , ada standarnya. Bu Kris tidak mungkin mau menjelekkan madu kakak ipar. Bu Kris hanya menilai sesuai dengan yang biasa dia lakukan selama ini" , ucap Angelica dengan tenang.
Bu Kris langsung merasa lega begitu mendengar ucapan Angelica. Tapi , berbeda dengan Harry , dia tambah tidak suka.
"Jadi , kamu tetap lebih percaya dengan karyawan kamu , dari pada kakak ipar kamu sendiri" , ucap Harry dengan penuh emosi.
"Kalau untuk standar makanan , memang Bu Kris ahlinya kak. Kalau kakak mau supaya madu kakak bisa maju , kakak coba rubah semua produk kakak. Kalau madu kakak madu murni , maka aku pasti akan mengambilnya dengan kakak" , jawab Angelica.
Harry yang masih emosi , hanya berjalan meninggalkan ruangan kerja Angelica sambil membanting pintu dengan keras.
Bukan hanya membuat Angelica dan Bu Kris yang berada di dalam terkejut , Susi dan Adel yang sedang duduk di meja mereka masing-masing pun menjadi terkejut mendengarnya.
"Kenapa tiba-tiba kakak ipar nona kecil marah-marah?" , ucap Adel.
"Gak tau" , ucap Susi yang jantungnya masih berdebar-debar dengan sangat cepat karena terkejut.
Antonio yang juga mendengar suara keras itu , berjalan keluar dari ruangannya.
"Bunyi apa yang keras tadi?" , tanya Antonio.
"Kakak ipar nona kecil keluar dengan membanting pintu" , jawab Susi.
"Apa terjadi keributan sebelumnya?" , ucap Antonio.
"Gak ada terdengar suara ribut sebelumnya pak" , jawab Susi.
"Baiklah" , jawab Antonio sambil berjalan menuju ke ruangan kerja anak perempuannya.
"Apa yang terjadi sayang?" , tanya Antonio setelah masuk ke dalam ruangan kerja anaknya.
"Itu kak Harry pa. Dia mau menjual madunya dengan hotel kita. Tapi setelah Bu Kris periksa , madunya gak murni" , ucap Angelica.
"Iya pak , madunya ada campuran gulanya" , ucap Bu Kris yang masih berada disana.
"Jadi karena itu dia marah dan membanting pintu kamu dengan kasar , sehingga membuat semua orang di lantai ini terkejut?" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
"Ya sudah , kalau madunya tidak memenuhi standar hotel kita , kamu jangan mengambilnya" , ucap Antonio.
"Iya pa , aku gak mau mengambilnya. Aku meminta dia untuk membuat madu yang murni , tapi dia malah marah sama aku" , jawab Angelica dengan raut wajah yang sedih.
__ADS_1
"Ya sudah nak , jangan dipikirkan. Kalau dia masih mempertahankan kualitas madu dia yang seperti itu , dia pasti tidak akan datang lagi kesini untuk mencari kamu" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.