Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 10 Kembali ke Ibu kota


__ADS_3

Saat ini nayra sudah berada dikamar kost aida.


aida menjemput nayra kepelabuhan, aida tidak menyangka kalau nayra sangatlah cantik. tidak seperti gadis desa yang nayra ceritakan.


aida dan nayra berbincang, mereka berbagi pengalaman hidup.


aida berasal dari kota J kampung halaman kakek nayra.


nayra ingin berjiarah kemakam orang tuanya namun nayra tidak tau dimana tempatnya.


nayra berusaha mengingat masa kecilnya, namun nayra tetap tidak tau siapa nama mommy dan daddy nya yang baik hati itu.


nayra juga berusaha mengingat siapa nama kakak tampan nya itu.


kakak yang memberinya banyak cinta. sekuat tenaga nay berusaha untuk mengingat nya namun tetap gagal.


"andai dulu usiaku sudah 10 tahun, pasti aku bisa mengingat semuanya"


nayra menggeleng kepala, menyerah akan hal itu.


"nayra, yuk istirahat. tidak apa kan walau sempit?"


"tak masalah aida. tempatmu bagus kok"


mereka tidur bersama dikasur yang sempit, aida seorang karyawan di salah satu cafe di ibu kota. aida sama seperti nayra hanya lulusan SMA. aida mengadu nasib dari kota J untuk mengais rejeki yang akhirnya dipertemukan lewat medsos.


sesama berasal dari desa nayra dan aida tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi antara mereka.


"nayra apa rencanamu selanjutnya"


"aku tidak tau da, aku juga tidak tau alamat mommy dan danddy ku"


"lalu apa yang harus kau lakukan jika tidak tau alamat keluarga mu?"


"sepertinya aku harus mendapatkan pekerjaan sembari mencari keluargaku da"


"baik lah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, aku akan mendukungmu. besok aku coba tanya ke manejer cafe tempat ku bekerja, siapa tau masih butuh pelayan"


"terima kasih da"


"mari kita tidur"


nayra mengangguk. mereka berdua tidur terlelap untuk mengembalikan energi yang sudah hilang hari ini.


pagi hari telah tiba, nayra bersiap untuk mencari pekerjaan. sedang aida bersiap untuk kembali bekerja.


"nay semangat ya. semoga hari ini kau sudah dapat pekerjaan"


nayra tersenyum. mereka berpelukan lalu melangkah dengan tujuan masing - masing.


nayra berjalan menyusuri trotoar. nayra mengunjungi setiap perusahaan namun untuk karyawan perusahaan sangatlah sulit dengan bermodalkan ijazah SMA.


nayra juga melamar kerja kerestoran hingga cafe yang dia kunjungi, namun semua yang dilamar nayra sedang tidak membutuhkan karyawan.


nayra duduk dihalte bis, memijat kakinya yang lelah berjalan.


"huh, panas banget ya Allah" keluh nayra.


nayra melihat ada mall yang tidak begitu jauh dari halte bis. nayra berjalan menuju mall untuk numpang ngadem sebentar saja.


nayra berkeliling mall, melihat betapa luasnya mall tersebut.


tidak sengaja nayra melihat toko ponsel yang menarik perhatianya.


nayra menghampiri toko ponsel tersebut. ya, yang membuat nayra tertarik dikarenakan di intalase toko ponsel tersebut bertuliskan Menerima Karyawan.


"permisi mbak"


pelayan toko melihat nayra dengan tersenyum.


"ada yang bisa dibantu bu"


tanya pelayan toko tersenyum ramah.


"apa ibu mau beli ponsel" tanya nya lagi.


nayra menggeleng kepala.


"saya mau melamar kerja mbak"


sambil menunjuk arah tempelan pengumuman.


"oh, silahkan masuk. bos ada didalam"


nayra mengangguk lalu masuk kedalam toko ponsel itu menghampiri sang bos.


akhirnya nayra diterima bekerja ditoko ponsel yang ada di mall tersebut.

__ADS_1


nayra berjalan pulang menaiki bis. sepanjang perjalanan nayra tersenyum karena telah mendapatkan pekerjaan.


**


dikamar kost.


"nay maaf ya, ditempat kerjaku sedang tidak menerima karyawan"


aida murung karena tidak bisa membantu teman baru nya itu.


nayra tersenyum


"tidak apa da, akau sudah dapat kerja"


"benarkah"


"nayra mengangguk"


"oh, syukurlah. aku senang nay. kamu dapat kerja dimana nay?" tanya aida.


"toko ponsel di mal bintaro.


masuk kerjanya dari jam 9 pagi hingga malam.


gajinya juga lumayan da, lebih besar dari gajiku didesa"


mereka berdua bahagia karena nayra sudah punya pekerjaan.


satu bulan berlalu, nayra dan aida makin dekat.


nayra menikmati harinya dengan ceria.


hari ini nayra mendapat gaji pertamanya, nayra membeli dua bungkus makanan lezat dari mall.


"nayra pulang teriaknya"


ceklek, pintu terbuka tampaklah aida yang membuka pintu untuk sahabatnya dengan tersenyum.


"aku bawa makanan lezat, kau pasti belum makankan?"


aida mengangguk. mereka menikmati makanan yang begitu lezat menurut mereka.


***


tiga tahun berlalu, waktu begitu singkat berjalan begitu saja.


tanpa harus direncanakan namun yang kuasa sudah menentukan garis hidup setiap manusia.


jika Tuhan sudah berkehendak siapa yang bisa menentangnya?


seorang pria dewasa duduk di loby bandara menunggu kevin.


wajahnya tampan, namun akan terlihat lebih tampan jika tersenyu sedikit saja. wajahnya dingin sedingin kutup utara, namun pria tersebut akan hangat kepada orang yang dikasihinya.


"hai bro. lama menunggu? sorry"


lian merasa bersalah karena membiarkan saudaranya itu menunggu terlalu lama. ya, mereka menganggap jika mereka bersaudara.


bian melihat kearah suara yang tidak asing ditelinganya. bian menaikkan alisnya.


"kemana kevin. kenapa kau yang menjemputku.


dan kenapa kau lama sekali?"


"sorry bro. santai bro, jangan ngegas"


lian menggerek koper bian dimasukkanya kedalam bagasi.


"yuk berangkat" ajak lian.


"kemana kevin" tanya bian saat mobil sedang melaju.


"kevin sibuk, semenjak kau pergi kevin bahkan tidak pernah libur"


"kenapa kau telat"


"aku habis meeting, om baskoro memintaku menjemputmu karena om bas juga sedang meeting"


bian hanya cuek saja.


"huhh, alasan kesal bian"


sampainya dimansion.


bian melihat mommy nya sedang menata bunga di ruang tamu, lalu menghampirinya.


"katanya mommy sakit, maksa bian pulang"

__ADS_1


eh, anak mommy yang tampan"


santi mengangkat tanganya hendak mencium bian, namun bian menghindar.


"sssitttt. mommy bian sudah dewasa jangan coba menciumku lagi"


bian kesal akan tindakan mommy nya.


"memangnya kenapa kalau mommy cium anak mommy?"


"sekarang katakan, kenapa mommy bohong.


kenapa mommy bilang sakit"


"dasar anak nakal, jadi mommy harus sakit dulu baru kau mau pulang. hah?"


lian hanya geleng kepala melihat ibu dan anak itu berdebat.


"tapi mommy tidak harus berbohong"


"kalau mommy tidak berbohong, kau pasti tidak akan pulang"


santi kesal akan sikap putranya itu.


"sudahlah mommy menyebalkan"


bian pergi meninggalkan santi dan lian diruang tamu.


"apa katamu, mommy menyebalkan. lalu kau apa?"


teriak santi yang kesal melihat anaknya yang pergi begitu saja.


"kau nasehati saudaramu itu lian, jangan keras kepala"


lian hanya garuk kepala dengan omelan santi.


"tante lian balik kekantor ya"


lian mencium pipi santi lalu beranjak menuju perusahaanya.


"dasar kau anak nakal bian, lian saja yang bukan anak mommy mencium mommy. tapi kau yang mommy lahirin bahkan tidak bisa mommy sentuh. awas kau bian"


santi mengomel sendiri sangkin kesalnya.


malam hari dimeja makan.


"bagaimana perjalananmu disana boy. apa menyenangkan?" tanya baskoro


"biasa saja dad"


"kau sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan"


"dad, aku dijerman juga bekerja diperusahaan kita. bukan liburan daddy"


"tapi disana sudah ada yang mengurusnya. kasihan kevin harus kerja hingga larut setiap hari"


"itu resikonya" ucap bian cuek.


"bahkan kevin tidak pernah libur selama tiga tahun boy"


"itu pilihanya. tidak ada yang larang kevin libur"


baskoro hanya geleng kepala akan sikap putranya itu.


"bian mengertilah akan kondisi orang lain"


santi angkat bicara kesal akan setiap jawaban putranya itu.


"hemm" jawab bian dingin.


selesai makan malam mereka langsung beranjak kamar pribadinya.


bian melihat boneka hijau yang masih tersimpan rapi ditempatnya, bian beranjak mengambil boneka itu lalu mengajaknya bicara.


"apa kabar kesayanganku. kau pasti kangen aku kan? sama, aku juga"


bian memeluk boneka itu hingga terlelap.


Bersambung!


hai guys,


Kisak cinta nayra akan tayang setiap hari


nantikan kisah selanjutnya ya.


dukung terus kisah ini.

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2