Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 49 Hancur hatiku Nayra


__ADS_3

"Om bawa Nayra pergi jauh. Nay takut pada mereka om."


"Tenang sayang. Om selalu melindungi mu."


"Sayang, jangan cemas. om Abi sama mami Ratna akan selalu menjaga mu.


Mami ngambek jadi nya. Kenapa om Abi kamu kenal sedang tante tidak. Kesal deh" Ratna pura - pura kesal berusaha menenangkan keadaan.


"Om Abi sahabat papa saya. Kakek bilang Nay harus mencari om Abi."


"Kakek" ucap mereka berempat kompak. Nay mengangguk kepala.


"Biarkan Nayra istirahat." Ujar nya, Lian tak mengijinkan siapa pun yang membuat adik kesayangan nya lelah.


"Istirahat lah. Aku akan menjaga mu disini." Tutur Lian membelai tangan adik nya.


"Kakak baik. Haus" lirih nya lemah. Lian mengambil Air minum membantu Nayra minum menggunakan sedotan minum.


"Mam, Pap om. Pulang lah. Biar kan Lian yang menjaga Nayra malam ini!" Seru nya


"Tidak Lian. Mami akan menjaga Nayra"


"Mam. Pelas, Besok saja Mami besuk Nayra."


"Sebaik nya mami istirahat di rumah, besok kita kembali saat Lian bekerja." Tutur Abi menenangkan Istri nya.


"Baik lah mami ngalah, Sayang besok mami datang lagi. Jangan Pikirkan yang tidak penting, jika sudah sehat Kamu harus tinggal sama mami, Papi dan juga Lian." Ratna tersenyum senang membayangkan Nayra tinggal bersama nya.


Baskoro hanya diam membisu. "Bas ayo kita pulang." Ucap Abi membuyarkan ke biaya Baskoro.


Bian pergi menghindar melihat keluarga nya akan keluar..


"Kakak baik, om Abi Papi nya kakak baik?"


Lian tersenyum mengangguk.


"Benarkah?" Tanya nya memastikan. Lagi - lagi Lian mengangguk.


"Istirahatlah. Kamu pasti sehat, kakak tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti adik ku yang cantik ini."


Lagi - lagi Nayra menangis.

__ADS_1


"Hei, kenapa menangis?"


"Jadi kakak baik, anak nya om Abi? Kakak baik itu kakak yang Nay cari selama ini kak."


Huhuhuuuuuu. Semakin meleceh hati Nayra.


"Sttt. Istirahatlah. Jangan bersedih" Lian mendekap Nayra hingga Nayra terlelap.


Lian melepas dekapan nya meragukan selimut menutupi tubuh Nayra hingga dada.


"Tidurlah yang nyenyak, aku cari makan sebentar." Ucapan nya pada Nayra yang terlelap.


Meninggalkan Nayra seorang diri menuju kantin rumah sakit. Bian melihat ada kesempatan menyusup saat Lian pergi menuju rumah sakit.


"Hai Nayra cantik. Kamu suka kan di panggil cantik! Maaf kan aku, aku tidak mengenali mu. Kau tau aku sangat menyesal atas semua yang terjadi. Mau kau memaafkan ku? Pukul aku, hukum aku untuk membalaskan rasa sakit hati mu padaku. Maafkan aku sayang. Aku mencintai mu dari 18 tahun yang lalu hingga sekarang."


Bian mencium kening Nayra lama hingga pergi sebelum kemunculan Lian.


"Kenapa aku seperti pencuri menemui istri ku sendiri? Ah sial." Umpat nya kesal masih bersembunyi di balik pohon.


Sepanjang malam Lian menemani Nayra di rumah sakit Lian tidur si sopa ruangan Nayra. Sedang Briyan tidur di kursi koridor rumah sakit.


Jika mental seseorang terguncang akan terasa sulit melakukan pendekatan, baik nya tidak merusak mental seseorang karena akan berimbas di masa depan.


Baru saja hati Baskoro senang mengetahui bila Nayra putri sahabat nya, yang selalu ia lindungi dari istri dan anak nya. Bari saja hati nya tenang mendapati Nayra si temukan. Tetapi fakta membuat hati nya sakit, perih bagai di tusuk belati tajam di taburi garam serta jeruk nipis.


Sakit sangat amat terasa SAKIT. Orang yang di sayang, yang selalu mengganggu ketenangan jiwa raga sejak 18 tahun lalu menolak kehadiran nya saat ini.


Meratapi kesedihan yang teramat dalam membuat jiwa Baskoro terguncang. Santi melihat suami nya menangis, seakan terganggu dengan isak ke piluan Baskoro yang hendak tidur.


"Daddy bisa diam tidak, bising dad. Mommy mau istirahat." Ucap nya kesal


"Apa mommy benar - benar menyayangi Nayra putri Pandi?" Tanya Baskoro yang membelakangi istri nya.


"Tentu saja."Jawab nya cepat


"Jika seandai nya putri Pandi masih hidup apa yang mommy lakukan?"


"Tentu saja membawa nya ke rumah kita, menjadikan nya menantu kita. Bukan kah Bian sangat mencintai putri Pandi?"


"Lalu bagaimana dengan Nayra menantu kita?" Tanya Baskoro

__ADS_1


"Buat apa daddy memikirkan gadis tidak tau diri itu!"


"Jika seandai nya Nayra menantu kita putri Pandi apa yang mommy lakukan?" Tanya nya berbalik badan menatap wajah istri nya.


"Itu tidak mungkin dad. Jangan sama kan Nayra putri kita dengan gadis tak tau diri itu" kilah nya marah


"Mom, jawab saja. Apa yang mommy lakukan jika Nayra menantu kita ternyata putri Pandi sahabat aku mom?"


"Mommy. Mommy" santi gugur terbata. "Sudah lah daddy, Nayra sudah tenang di surga."


"Apa mommy tau Nayra menantu kita ternyata putri nya Pandi?" Tanya nya dengan lesu, air mata mengalir seakan sakit mengatakan kebenaran pada istri nya.


"Jangan bercanda dad. Lebih baik daddy tidur, tenanglah pikiran daddy."


"Daddy serius mom. Apa mommy tau Nayra takut pada daddy, Nayra tak ingin melihat daddy mom. Mommy tau, Nayra mengenal Abi mom. Nayra mengenal nya.


Abi. Abi sangat beruntung mom."Hiks, hiks.


Baskoro menangis menumpahkan isi hati nya.


"Nayra mengenal Abi sebagai sahabat papa nya, tapi Nayra tidak mengenal daddy mom."


Baskoro mengambil ponsel Nayra memperlihatkan pada Santi.


"Ini. Ini ponsel Nayra yang mommy rusak saat Nayra karyawan elektronik di mal, mommy ingat? Apa mommy tau dalam ponsel ini betapa banyak potong Nayra saat kecil bersama Pandi Cindi ayah nya Pandi. Lihat mom, lihat lah." Memberikan ponsel itu pada Santi.


Deg.. Jantung Santi berdetak hebat, nafas nya naik turun tetasa sesak di dada. Air mata Santi mengalir tanpa di undang.


"Cindi, Pandi. Lirih Santi. Dad, bagaimana ini dad. Dimana Nayra? Dimana putri mommy dad, mommy mau ketemu, ayo bawa mommy ke Nayra dad." Pinta nya menangis pilu.


Baskoro tersenyum sinis. "Putri?" Tanya nya pada Santi. "Apa mommy yakin Nayra mau jadi putri mommy, bahkan melihat daddy saja Nayra ketakutan mom. Apa yang mommy harap kan. Hah?" Bentak nya dengan suara tinggi.


"Maafkan mommy dad. Maafkan mommy."


"Cihh. Maaf, bahkan setelah apa yang mommy lakukan mommy masih berharap Nayra jadi putri mommy? Jangan mimpi mom!"


"Jika saja Nayra bukan putri pandi! Apa mommy mau mengakui Nayra sebagai putri mu mom? Daddy rasa tidak setelah mengetahui jawaban mommy tadi. Mengatakan Nayra anak tak tau diri."


Duarrtt. Bagai di sambar petir di siang bolong tanpa angin hujan badai awan Santi seakan termakan akan ucapan nya yang menolak keras kehadiran Nayra. Nayra menantu nya yang disebut tidak tau diri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2