Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 37 Hati yang hancur


__ADS_3

Voc Bian.


Aku tidak tahu akan keputusan ku untuk menceraikan istriku.


Awal pernikahan yang ku jalani terlewati begitu saja tanpa ada nya cinta dan kasih sayang. Aku sadar betul akan perlakuan buruk yang sudah ku perbuat pada istriku Nayra.


Nama itu mengingatkan ku akan Nayra teman kecilku yang sudah tiada.


Tidak tahu kenapa, Daddy sangat menyayangi nya. Aku bersama dengan mommy sempat beranggapan jika istriku adalah simpanan daddy. Namun perkiraan ku salah, ternyata daddy menyayangi nya layak nya seperti anak kandung daddy. Bahkan daddy beranggapan jika istriku titisan Nayra putri om Pandi.


Lian beserta kedua orang tua nya sangat menyayangi istri ku itu. Apa yang membuat mereka hingga menyayangi istriku dengan sedemikian kasih sayang.


Sempat terbaik dalam pikiranku membentuk suatu keluarga yang harmonis dengan nya. Tetapi lagi - lagi istriku membuatku semakin membenci nya.


Aku hanya akan minta maaf saat setelah bercerai dengan nya.


Aku akan melepas nya dari keluarga ku serta orang terdekat ku. Cari lah kebahagiaan mu di luar sana Nayra. Semoga kedepan nya kamu menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Maaf kan aku yang tidak dapat menerima keberadaan mu. Melihat mu, memanggil nama mu akan mengingatkan ku akan kesedihan ku terhadap gadis masa kecilku.


Bian masih setia memejamkan kan mata nya, memikirkan kata demi kata yang dilontarkan Baskoro.


Huhhh. Semoga saja keputusanku benar. Dan aku tidak akan pernah menyesal dengan pernikahan paksaan ini. Monolog Bian dengan wajah letih nya.


"Pap. Mami tidak habis pikir dengan kekejaman Bian, Mami bisa merasakan kesedihan dari gadis itu. Walau tidak memberi tahu mami tapi mami bisa merasakan kesedihan melalui sorot mata teduh nya."


Ratna mengeluh akan penderitaan Nayra.


"Kemana kita harus mencari nya mam, Bian menyembunyikan istri nya. Bersabarlah mam tidak lama lagi Bian akan menceraikan nya. Kita akan membawa Nayra tinggal bersama kita."


Abi memeluk ratna yang sudah berkaca - kaca.


Ratna mengangguk lemah dalam dekapan suaminya.


**


"Bian, pleessss. Beri tahu kami dimana Nayra! Mami sedih. Mami seakan kehilangan sesuatu dalam diri nya. tolong Bian, bantu saudara mu ini untuk menghibur mami ku."


Lian memohon pada Bian yang berkunjung di Bintaro Grup.


"Maaf kan aku Lian. Aku tetap tidak mengizinkan siapa pun bertemu dengan istriku."


"Walau mami ku yang harus menderita akan perasaan nya. Walau mami ku masuk rumah sakit karena ke egoisan mu. Apa kamu tetap membiarkan mami ku menderita?"


Maaf kan aku, apa pun yang terjadi tidak akan ada yang bisa menemui Nayra. Pergilah, tidak ada guna nya kamu disini."

__ADS_1


Tegas Bian pada Lian.


"Kau memang egois Bian. Seorang anak memohon padamu demi menolong orang tua nya. Namun hati mu sama sekali tidak terusik sedikit pun.


Bila itu mau mu baik lah. Aku tidak akan pernah menemui mu kapan pun dan apa pun yang terjadi, bahkan jika sesuatu terjadi dengan mami ku jangan pernah menghiraukan nya. Bahkan aku tidak mengizinkan mu datang ke pemakaman mami ku jika terjadi sesuatu.


Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal hubungan persaudaraan kita selesai saat ini juga."


Deg..


Bian spontan melihat wajah Lian yang marah akan kelakuan nya.


Bian takut telah menyakiti hati sahabat yang sudah seperti saudara itu.


Lian pergi meninggalkan kantor Bian saat memutuskan tali persaudaraan mereka.


***


Hari telah berganti, minggu juga berganti dengan begitu cepat. Dari hari ke minggu hingga ke bulan telah berlalu, dua keluarga itu tetap tidak dapat menemukan keberadaan Nayra.


Baskoro dan Abi berusaha keras menemukan Nayra bahkan Lian selalu mengikuti kemana Bian pergi. Bila memang takdir sudah mempertemukan jalan nya maka saat itu tidak akan melepas permata yang selalu mereka cari.


Kini dua bulan telah berlalu, selama itu juga Bian menempatkan Nayra ditempat yang aman yang tidak diketahui oleh orang lain.


"Hari ini Bian akan ke jerman untuk urusan bisnis selama satu minggu. Selama Bian pergi kita gunakan kesempatan itu mencari keberadaan Nayra.


Kita paksa Kevin buka mulut jika perlu ancam keluarga nya."


Baskoro mengusulkan suatu rencana pada Abi dan Lian.


"Aku setuju om."


Jawab Lian cepat


"Jika sudah setuju, kita lakukan pukul 3 sore nanti setelah Bian pergi."


Ucap Baskoro.


Abi dan Lian mengangguk setuju.


Saat ini Bian berada pada pesawat zet pribadinya. Bian duduk di kursi berhadapan dengan Nayra, Bian membawa Nayra ke Jerman. Bian meminta pasukan nya yang menjaga Nayra selama dua bulan ini membawa Nayra dalam zet pribadi nya.


Tidak ada yang tau soal rencana Bian, bahkan Siska tidak tau bila Bian membopong Nayra ke Juan bersama mereka.


"Bebi kenapa gadis sialan ini ikut bersama kita?"

__ADS_1


"Duduk lah dan jangan banyak tanya."


Siska cemberut karena tidak puas dengan jawaban Bian.


"Selama berada di Jerman kau hanya perlu membereskan keperluan kami berdua, aku tidak mengizinkanmu kemana pun.


Ingat itu dan jangan membuatku marah. Apa kau paham?"


Nayra mengangguk lemah.


Bian bersama tim nya tiba di jerman saat matahari telah memancarkan sinar nya, mereka masuki rumah mewah milik Bian yang ada di Jerman.


"Bereskan semua keperluan ku dan keperluan Siska. Setelah itu siapkan makanan buat kita berdua."


Nayra mengangguk paham.


Ditempat lain Baskoro, Abi serta Lian berusaha keras mencari keberadaan Nayra. Bahkan Kevin di ancam akan keselamatan keluarga nya pun tetap tidak memberi info keberadaan Nayra.


"Saya mang tidak tau keberadaan Nyonya Nayra tuan, selama ini saya berusaha melindungi nyonya dari kekejaman tuan Bian."


Kevin menceritakan semua kelakuan buruk Bian. Kevin juga menceritakan tentang penyakit Nayra.


"Maaf tuan. Sebenarnya nyonya tidak sedang mengandung. Nyonya selama ini mengalami mual, muntah, sakit kepala akibat gejala penyakit yang di derita nya."


"Apa?"


Ratna kaget yang baru saja datang bersama Santi.


"Nayra putriku sakit.Sakit apa Kevin?"


Ratna sudah terisak mendengar fakta baru tentang Nayra yang sudah di anggap seperti putri nya sendiri.


"Kenapa kau tidak memberitahu kami Kevin!"


Lian marah akan ke bungkaman Kevin.


"Maafkan saya tuan Lian, itu semua permintaan nyonya Nayra. Waktu nyonya tidak lama lagi berada di dunia ini. Nyonya hanya ingin kita menabur bunga mawar putih di makam nya saat hari itu tiba."


Deg..


Jantung mereka semua berdetak dengan cepat, napas mereka naik turun. terkejut dengan fakta soal kehamilan Nayra mereka semakin di kejutkan dengan fakta yang lain.


Mereka semua menangis akan hidup yang di jalani Nayra.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2