
Satu minggu kemudian.
bian berangakat menggunakan zet pribadi milik keluarganya.
bian diantar santi, baskoro, kevin kebandara.
"hati - hati disana kabari mommy kalau sudah sampai"
bian mengangguk. sambil memeluk kedua orang tuanya. tidak lupa bian mencium kening mommy nya.
santi melambaikan tanganya setelah anaknya berangkat.
santi berkaca kaca melihat kepergian putra semata wayangnya itu.
"tidak usah ditangisi, putra kita hanya seminggu disana mom"
santi memeluk suaminya, menumpahkan kesedihanya ditinggal sang putra.
kevin mengendarai mobil untuk mengantarkan nyonya besar ke mansion baskoro.
sedang baskoro melanjutkan aktivitasnya keperusahaan.
"terima kasih kevin"
"sama - sama nyonya"
kevin melajukan mobil nya menuju perusahaan, menggantikan sang CEO untuk sementara.
namun siapa sangka, setelah masalah perusahaan selesai bian bukanya pulang ketanah air, bian lebih memilih memimpin diperusahaan yang ada disana.
bian tidak kuat menjalani harinya dimansion utama, yang mengingatkan setiap moment bersama nayra.
berulang kali santi bahkan baskoro meminta bian pulang, namun bian tetap panda pilihanya.
bahkan lian juga sudah membujuk saudaranya itu agar segera kembali ke tanah air.
namun bian malah menitifkan kedua orang tuanya untuk dijaga oleh lian.
"dasar saudara laknat. keras kepala. beehati batu"
segala umpatan lian berikan pada bian saudaranya itu.
***
ditempat lain, nayra menjalani hari nya dengan bahagia.
nayra membawa keu kesukaan kakeknya itu.
"kakek, nayra pulang"
"eh, cucu kakek sudah pulang. sini sayang duduk dekat kakek"
nayra mendekat ke kakeknya.
"kek, nay membawa kue kesukaan kakek"
nayra membuka kotak kue yang dibelinya kemudian diberikan pada kakeknya.
mereka menikmati kue dengan tawa bahagia.
"sudah sana mandi, anak gadis tidak baik mandi terlalu lama"
"OK kakek ku sayang"
nayra beranjak menuju ruang belakang untuk membersihkan diri.
rumah yang ditempati nayra dan kakeknya sangat sederhana, tetdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang tamu.
walau hidup sederhana tapi nayra selalu bahagia menikmati harinya bersama kakeknya.
**
esok harinya seperti biasa nayra melakukan aktivitasnya dirumah makan sederhana yang ada didesanya. nayra berjalan menyusururi jalanan menuju tempatnya bekerja.
nayra sebagai kokki di rumah makan itu, lebih tepatnya tukan masak dirumah makan sederhana.
tempat itu selalu ramai dikunjungi oleh karyawan pabrik yang ada didesa itu.
nayra sangat cantik parasnya, begitu juga dengan hati nya.
lembut selembut sutra.
nayra bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan kakek kesayanganya itu.
dirumah kakek idris.
"heh, tua bangka. dimana cucu cantikmu itu?"
"ada apa kau mencari cucuku?"
"katakan saja dimana cucu cantikmu?"
"nayra masih bekerja"
"baiklah, besok aku datang kembali. katakan pada cucu cantikmu itu agar besok tidak bekerja, karena aku akan kembali"
__ADS_1
bondan pergi meninggalkan idris yang kebingungan karena mencari keberadaan cucunya.
"buat apa dia mencari nayra? apa nayra ada masalah dengan orang kaya sombong itu" hujan kakek iris.
idris menutup pintu rumahnya kembali.
malam harinya idris menceritakan kejadian tadi siang dirumahnya.
"nayra tidak ada masalah sama juragan bondan kek. kakek tenang saja, nay cinta damai kok" ucap nya tersenyum menenangkan sang kakek.
esok hari nya, nayra berangkat bekerja seperti biasa.
bondan datang menghampiri rumah kakek idris dengan membawa orang kepercayaan.
"heh, pak tua. panggilkan cucu cantikmu" perintah bondan.
"ada apa kau mencari cucuku?
nayra tidak ada dirumah"
"kurang ajar, bukankah aku sudah bilang padamu agar cucumu tidak berkeliaran"
bondan meminta anak buahnya pergi mencari nayra disetiap sudut rumah.
"tidak ada bos" lapor anak buah nya.
"brengsek. dasar lelaki tua"
bondan mendorong idris hingga jatuh.
"bereskan pak tua itu"
perintah bondan pada anak buahnya.
anak buah bondan memukuli kakek idris, dihajarnya hingga babak belur.
"ingat. besok aku kembali lagi"
bondan mencekik leher kakek idris hingga kakek idris mengeluarkan air mata, didorongnya kakek idriss hingga jatuh tersungkur dilantai.
bondan pergi meninggalkan kakek idris yang sudah pingsan.
malam harinya.
nayra pulang larut hari ini karena rumah makan sederhana mendapat orderan catering yang banyak.
nayra pulang dengan wajah berbinar, karena mendapat bonus banyak dari bos nya.
seperti biasa nayra akan memanggil kakek nya saat tiba dirumah.
serunya dengan bahagia membawa tentengan makanan dikantong plastik.
nayra membuka pintu rumah nya.
"kenapa gelap" gumam nya pelan.
ceklek. nayra menghidupkan lampu, seketika makanan yang dibawa nayra jatuh dilantai.
mendapati kakeknya tak sadarkan diri membuatnya histeris.
nayra menangisi kakek nya.
"bangun kek, jangan tinggalkan nayra sendiri.
kakek bangun" nayra meletakkan kepala kakeknya dipangkuanya.
huhuhuu...
nayra menangis dengan kencang.
idris membuka matanya. dibelainya wajah cantik cucunya.
"apa yang terjadi kek?
apa ada maling yang masuk rumah kita"
tanya nayra sambil menangis.
melihat tubuh kakenya yang bersimpu darah, bahkan leher kakek nya membiru.
"maafkan kakek nak, sepertinya kakek akan menyusul nenek dan kedua orang tuamu"
nayra menggeleng cepat.
"tidak kek, jangan katakan itu"
"maafkan kakek nayra cucuku"
nayra tetap menggeleng.
"nayra akan membawa kakek kerumah sakit sekarang"
nayra hendak berdiri namun idris menahanya.
"kakek sudah tidak kuat.
__ADS_1
dengarkan kakek. pergilah dari desa ini.
tinggalkan tempat ini nay, kau sudah tidak aman disini. bondan mencarimu ingin menjadikanmu istrinya yang ke empat.
berjanjilah pada kakek, kau akan pergi dari desa ini"
nayra menangis mendengarkan permintaan kakeknya itu. bagaimana bisa nayra meninggalkan kakeknya sendiri didesa ini, siapa yang akan mengurusnya nanti. nay terus menangis.
"pergilah nak, cari sahabat papamu itu.
ceritakan apa yang terjadi. mereka pasti akan menolongmu"
setelah mengatakan itu kakek idris menghembuskan napas terakhirnya.
"KAKEKKKKKKKK!!"
nayra berteriak histeris, para tetangganya datang menghampiri nayra.
malam telah berlalu, pagi telah menyambut sinar mentari yang menyinari bumi.
cuaca hari ini sangat cerah berbeda dengan suasana hati nayra yang tidak secerah sang mentari.
hari ini jasad kakek idris dimakankam dipemakaman umum didesa itu.
para warga sudah berpulangan namun nayra masih setia menemani kakeknya walau hari sudah menjelang sore.
bondan datang menghampiri nayra dimakam idris.
"hallo cantik, sebentar lagi kau akan jadi milikku. besok kita akan menikah, tunggu aku dirumahmu sayang"
bondan mencolek dagu nayra lalu pergi meninggalkan nayra yang ketakutan.
nayra ingat dengan pesan kakeknya, mengatakan bondam akan mempersunting menjadi istri ke empat.
nayra juga ingat pesan kakeknya pergi meninggalkan desa menemui sahabat orang tuanya.
"nayra pamit ya kek, bila waktunya tiba nay akan mengunjungi kakek"
nayra bergegas pergi kerumah kakek idris.
nayra membereskan kopernya, tak lupa nayra mengambil kotak berharga miliknya. kotak itu berisi kalung pemberian bian dimasa lalu.
nayra menitipkan kunci rumah pada tetangganya.
nayra menitipkan rumah itu agar dirawat oleh tetangganya.
nayra pergi menuju rumah makan sederhana, nayra menceritakan semua yang terjadi pada kakeknya.
nayra juga pamit akan ke ibu kota.
pemilik rumah makan sederhana memberi sisa gaji nayra lalu mengijinkan nayra menginap ditempat itu menunggu esok hari sebelum berangkat ke ibu kota.
malam harinya nayra tidak bisa tidur.
dia akan tinggal dimana jika harus ke ibu kota.
sedangkan nayra sudah lupa nama dan wajah sahabat ayahnya itu.
nayra hanya ingat sosok anak lelaki yang sering muncul dalam mimpinya. sosok yang memberinya kalung cantik yang pernah menciumnya, nayra juga ingat akan janji menikahinya. tapi nayra tidak bisa mengingat dengan jelas.
bagaimana bisa ingat kejadiannya saat usianya lima tahun.
nayra termenung memikirkan nasibnya.
tiba saja pendeknya berdering.
"hai, kenapa belum tidur. tumben"
seorang teman yang sering tukar kabar.
teman medsos tepatnya.
nayra sering chat dengan aida teman fb nya. mereka tidak saling mengenal hanya saja sering komentar status dan chat secara pribadi.
nayra menceritakan hal buruk yang menimpanya hingga aida menawarkan tempat tinggal di kamar kos nya.
awalnya nayra ragu, akan tetapi karena tidak ada pilihan akhirnya nayra memutuskan menerima tawaran aida.
pukul 07 pagi nayra sudah berada dipelabuhan. nayra memberikan tiket pada petugas. nayra masuk kedalaman kapal tersebut.
sementara bondam mencari nayra kesekeliling desa, memeriksa setiap rumah warga.
bahkan bondan pergi mencari nayra ke rumah makan sederhana.
namun pemilik rumah makan itu menjawab tidak tau.
bondan marah, gagal sudah rencananya untuk memper istri gadis cantik kembang desa tersebut.
Bersambung!!
hai teman. kisah cinta matra nayra akan tayang setiap hari.
ikuti terus kelanjutan ceritanya yah.
Terima kasih.
__ADS_1