
Sehari berlalu begitu saja, tak ada yang special bagi Bian. Tak jadi ke kantor, tak berani menampakkan diri pada pada Nayra yang tinggal se atap dengan nya, sungguh keadaan ini membuat nya tertekan.
Mengurung diri dalam kamar adalah pilihan satu - satu nya untuk Bian.
Waktu berlanjut hingga malam, penghuni rumah masih merasa canggung satu sama lain.
Tidak membicarakan hal basi - basi sebagai pembuka obrolan.
Nayra merasa asing dengan kondisi kediaman Baskoro. Ingin diri nya segera kembali pada mami Ratna yang mengerti akan kondiri hati.
Disinilah mereka saat ini, makan malam bersama kecuali Bian. Tak berani menampakkan diri di jadapan gadis yang pernah ia tekan mental nya dengan sangat kejam.
"Nay, selesai makan jangan lupa minum obat nak. Mommy ingin sekali membawa mu belanja, mommy dari dulu ingin berbelanja menghabiskan waktu bersama anak gadis mommy."
"Ia mom." Jawab Nayra singkat.
Mommy boleh bawa Nayra kemana saja, tapi setelah putri kita sehat betul mom" ujar Baskoro.
"Nay, ingin kemana sayang? Mau liburan ke luar negeri bersama mommy?" tanya Santi penuh harap.
Nay geleng kepala. "Mami Ratna sudah janji mau bawa Nayra bertemu keluarga Nay yang lain."
"Maksud nya keluarga yang lain bagaimana nak?" Tanya Santi lagi.
"Dulu Nayra punya keluarga, tapi Nay lupa dengan mereka."
"Dulu sekali, saat usia Nay mendekati 5 tahun, papa mama nitipin Nayra pada keluarga mommy daddy. Nay ingin bertemu mereka. Nay memiliki mommy dan daddy yang begitu sayang sama Nayra."
Deg.. Santi dan Baskoro saling pandang, mereka paham apa yang di bicarakan oleh gadis itu.
"Kau mau bertemu mereka nak?"
Nayra mengangguk
"Mengapa kau ingin bertemu mereka?"
"Karena mereka keluarga ku mom. Papa pernah bilang, mereka adalah keluarga Nayra. Kakek juga bilang begitu. Kakek memintaku mencari keluarga sendiri sebelum kakek idris meninggal"
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu tinggal sama kakek mu?"
"Ia mom."
"Mengapa kau tidak langsung mencari keluarga mu sejak dulu nak?" Tanya mommy Santi lagi, wanita paru baya itu semakin tertarik dengan Kisah Nayra.
"Karena Nay lupa sama mereka, Nay tidak tau siapa nama mommy dan daddy. Nay cuman tau kakak tampan. Nay hanya memiliki poto Papi Abi. Kakek bilang Nay harus mencari Papi Abi."
"Astaga nak. Maaf kan mommy. Bahkan beribu kali mommy minta maaf, mungkin tidak sebanding dengan apa yang kamu rasakan nak."
Nayra bingung melihat reaksi Santi. Terlihat raut wajah sedih yang di tampilkan wanita paru baya itu.
"Mommy mengapa menangis? Nay menyakiti mommy?"
"Tidak nak, bahkan mommy yang sudah menyakiti mu."
"Mommy, bisa kah Nayra kembali di rumah Mami Ratna. Nay kangen mami Ratna" lirih nya pelan.
"Kenapa Nay, kamu tidak betah disini nak? Baru sehari tinggal di rumah daddy, kamu sudah minta pulang." Ujar Baskoro sedih
Nayra diam. diri nya merasa bersalah telah mengatakan hal yang membuat Baskoro sedih. Namun ia juga tak dapat memungkiri bila hati nya lebih nyaman tinggal di rumah mami Ratna.
"Besok Daddy, akan meminta Lian untuk tinggal disini bersama kita."
"Benarkah?" Wajah Nayra berbinar. Gadis sangat senang bila Lian ikut bersama nya. Nayra merasa aman saat berada si dekat Lian.
Baskoro mengangguk. "Habiskan makanan mu, Daddy akan pastikan bila Lian tinggal bersama kita."
***
Tak akan ada kebahagiaan bila hati tak tenang. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, jika jiwa kita tak tenang maka hati akan menjerit dalam batin.
Hidup Nayra sudah sangat menderita sejak kematian kedua orang tua nya. Walau kakek idris merawat nya dengan penuh kasih sayang, namun hati nya sangat merindukan kedua orang tua nya. Seorang anak kecil yang sangat butuh kasih sayang kedua orang tua nya, harus kehilangan kasih sayang itu. Sebanyak apa pun kakek idris melimpahi nya kasih sayang, tetap lah hati seorang anak akan merindukan belaian ibu dan ayah nya.
Pagi sekali keluarga Abi datang mengunjungi Mansion Baskoro. Mami Ratna protes akan tindakan Baskoro, yang menurut nya tidak masuk akal.
"Bas, apa maksud mu membawa semua anak - anak ku tinggal bersamamu?" Ratna tak terima akan perlakuan Baskoro.
__ADS_1
"Ratna, Kau sangat berisik. Sudah tua semakin cerewet. Ingat umur Ratna" ujar Baskoro kesal akan suara brisik.
"Katakan. Apa maksud mu meminta putri dan putra ku tinggal di kediaman mu. Kau jangan seenak nya saja dong."
"Astaga Ratna, Nayra dan Lian hanya tinggal sementara bersama kami, harus nya kau berterima kasih pada ku. Kau bisa menghabis kan bulan madu mu bersama Abi." Kilah Baskoro.
"Baskoro. Jangan mengalih kan pembicaraan. Kau meminta Lian tinggal di rumah mu, lalu kau membiarkan aku kesepian. Begitu?"
"Bi, plees. katakan pada Ratna, hanya beberapa hari saja. Gantian dong Bi" pinta nya mengiba
"Tidak bisa, Aku bahkan sudah membuat rencana. Nayra dan Lian akan segera di nikah kan!"
"Apa?" Kaget Lian mendengar kalimat yang di hcap kan oleh mami nya.
"Mami akan segera menikah kan kalian berdua."
"Mami, bahkan Nayra belum sah bercerai dengan Bian mam." ujar Lian
"Untuk itu, mami akan membawa Nayra mengurus perceraian yang seharus nya sudah selesai sejak kemaren."
"Nayra. Kamu mau kan menikah dengan Lian, bahkan jika kalian sudah menikah. Kau bisa bersama Lian setiap saat" ucap Ratna
Nayra diam membisu. Menunduk kepala, takut mengatakan apa yang tersulut dalam hati.
Melihat Nayra diam, Lian paham jika di hati Nayra hanya ada kakak tampan yang sering ia bicarakan. Lian hanya ingin Nayra bahagia, tak peduli dengan siapa pun gadis itu menikah.
"Ratna, jangan begitu. Nayra bahkan belum siap dengan keputusan mu. Biar kan Nayra memilih dengan siapa dia menikah. Aku tidak akan memaksa Nayra tetap bersama Bian, aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama."
Baskoro tidak akan meminta Nayra tetap menjadi mantu nya, ia bahkan sudah iklash bila suatu saat nanti Nayra bersanding dengan pria lain..
Semua orang beraktivitas sesuai porsi masing - masing.
Nayra ingin sendiri, menikmati indah nya bunga di taman.
"Andai saja mama sama papa masih ada, mungkin Nay tudak akan menjalani hidup seperti ini." Nayra bermonolog sendiri, mengungkap kan isa hati pada bunga bermekaran.
"Hai bunga, kalian sangat indah. Terima kasih sudah menampakkan ke indahan mu hari ini untukku. Apa kalian tau, jika aku merasa bimbang sekarang.?"
__ADS_1
"Aku ingin kembali bersama mami Ratna, tapi hati ku ragu untuk kembali. Nay sayang mami Ratna, tapi Nay tidak mau menikah dengan kakak baik. Jika Nay menikah dengan pria lain, kakak tampan pasti mengomeliku."
Bersambung.