Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 24 Mami Ratna


__ADS_3

Engkau sungguh pengasih , penayang, penyejuk hati, pelipur lara.


Aku bangga memilikinya, aku bangga menjadi bagian darimu tak akan pernah menyesal mengenal sosokmu. Yang aku sesali adalah waktu, waktu terlalu singkat yang sudah ditakdirkan untuk kebersamaan kita.


Sampai Dimansion.


Bian melihat Lian duduk dikursi taman, kepala Nayra bersandar dipundak sebelah kiri Lian.


Mereka tidak menyadari jika Bian berada tidak jauh dari mereka, Lian dan Nayra memunggungi Bian.


"Kenapa setiap kakak datang wajahnya selalu sedih. Hemm?"


Tanya Lian pada adik cantik nya iti.


"Nayra pengen kesurga kak! Nay kangen papa, mama lirih Nayra sedih"


"Ssssstttt.


Ada kakak di sini. Kedua orang tua ku, anggap saja orang tua mi juga."


Nayra mengangkat kepalanya, melihat raut wajah Lian.


"Apa orang tua kakak menyukai ku?"


Tanya Nayra penuh harap


"Tentu saja. Aku sudah cerita pada mereka, bahwa aku punya adik yang sangat cantik."


Lian mengelus kepala Nayra dengan sayang.


"Terima kasih kakak baik. Nay sayang kakak."


Nayra menyelusupkan kepala nya dalam pelukan Lian.


Lian gemas melihat tingkah manja adik nya itu. Lian senang Nayra bernama ria pada nya, se akan Nayra admaja hidup kembali dalam hidup nya.


Betapa mereka tidak tau, bila Nayra sudrajat istrinya Bian adalah Nayra admaja yang sangat mereka sayang, Nayra yang amat mereka cintai.


"Sebentar, kita vc sama mami!"


lian merogoh ponsel di saku jas kerja nya.


Lian melakukan panggilan Video pada maminya.


Panggilan terhubung, terlihat disana wajah ratna tersenyum melambaikan tangan.


"Hai mam. Apa kabar?"


Lian tersenyum hangat pada mami nya itu.


"Baik sayang"


sambut ratna ramah pada anak semata wayang nya itu.


"Mam, ini adik cantik ku yang sering Lian ceritaan sama mama."


"Benarkah? wah, kamu cantik sekali sayang."


"Terima kasih tante. Tante juga cantik sambut nayra tersenyum"


"Jangan panggil tante dong, panggil mami" potong ratna cepat.


"Mulai sekarang panggil mami seperti Lian memanggil mami"


"Benarkah?" Tanya Nayra mastikan


Ratna terlihat mengangguk di dalam ponsel,


Nayra menangis.


Betapa bahagia nya dia diterima dengan hangat, selama ini Nayra dibesarkan oleh kakeknya.


Nayra tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu setelah kematian kedua orang tua nya.

__ADS_1


Mereka berbincang sekitar 30 menit, Ratna terbahak - bahak mendengar cerita Nayra. Bukan cerita nya yang menarik namun ekspresi Nayra itulah yang membuat terlihat lucu di mata Ratna.


"Ya sudah, lain waktu kita lanjut ngobrol nya sayang, Lian saat mama tiba di tanah air bawa nayra ke rumah nak" Pinta nya pada putra nya.


Lian mengangguk sambil mengangkat jari jempol nya.


"Memang nya mami dimana?"


tanya Nayra polos


"Mami di Prancis sayang."


"Wah senang nya, pasti mami sudah melihat istana Disney disana."


Ratna tersenyum lucu melihat tingkah Nayra yang seperti anak kecil.


"Mami tutup telepon nya ya sayang, byyy. "


Sambil melambaikan tangan nya.


Panggilan terputus.


Lian masih membicarakan kehidupan mami nya di luar negri.


Bian yang sedari tadi berdiri mendengar semua perbincangan mereka.


"Cih, berani nya mereka berdua mengabaikan ku! Awas saja."


Bian pergi meninggalkan Nayra dan Lian menuju kamarnya.


"Nay, masuk gih, sudah mulai senja. kakak juga harus segera pulang. Tapi maaf, besok kakak belum sempat berkunjung, besok kakak sibuk."


Nayra tersenyum.


"Terima kasih kakak baik, Nay sayang kakak."


Memeluk Lian dengan sayang.


Ceklek... Pintu terbuka


Nayra masuk dengan wajah berbinar, senyum masih menghias wajah cantik nya, tapi tak lama senyum itu hilang entah kemana. Saat melihat Bian bersandar di dasboard ranjang.


Terlihat bian sibuk dengan ponsel nya, Bian terlihat sudah mandi dengan pakaian santi rumah.


"Lusa daddy mommy balik, jangan ngadu yang tidak penting, jangan buat ulah."


"Ia tuan," jawab Nayra pelan.


"Pergilah mandi" perintah Bian.


Nayra pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


30 menit berlalu, Nayra sudah rapi dengan pakaian rumah nya. Bian menghampiri Nayra yang duduk disopa kebanggaan nya.


"Ayo kita makan malam bersama,"


tanpa menunggu jawaban Nayra, Bian langsung saja menarik tangan Nayra keluar kamar, mereka menuruni tangga bersama. Mbak nur dan para maid yang lain heran sekaligus bingung.


Mbok Nur hanya berharap semoga nyonya muda nya itu selalu dilindungi oleh yang kuasa.


Bian dan Nayra makan bersama, mereka makan dengan keheningan hanya suara sendok yang berdenting yang terdengar.


"Minggu depan kita pindah tempat tinggal, sudah sangat lama kita numpang dirumah daddy."


Bian membuka pembicaraan mereka sambil makan.


Deg.


Jantung Nayra berdetak cepat, wajah nya pucat pasi.


Bian melihat itu langsung menyela.


"Tidak usah takut, kau pasti tidak akan mati kelaparan disana.

__ADS_1


Aku akan meberimu uang, kau bisa membeli makanan sepuasmu."


Nayra lega, setelah mendengar bahwa diri nya tidak akan kelaparan seperti sebelum nya.


"habiskan makananmu, seperti nya badan mu terlalu kurus. Jelek" ejek Bian


Nayra hanya mengangguk..


Bian sudah selesai dengan makan nya sedang nayra masih menikmati makanan nya.


Bian menunggui Nayra selesai makan hingga Nayra heran dengan perubahan sikap sang monster.


"Kenapa monster itu melihatku sedari tadi!" batin Nayra


"Jangan mengumpatku. kau pasti mengatai ku kan? " Tanya bian


Uhuk, Uhuk, Nayra batuk.


Kaget akan pertanyaan Bian.


Bian menyodorkan segelas air kepada Nayra.


"Bagaimana tuan bisa tau? " Tanya nayra


"Tau apa? " Tanya Bian bingung.


"Bagaimana tuan bisa tau kalau Nayra ngatai tuan dalam hatiku?" Tanya Nayra polos


"Oh, jadi kau mengataiku Hah. Kau memaki ku juga hah? "


Nayra langsung geleng kepala, takut tuan nya marah lalu memukul nya.


"Cepat habiskan makanan mu Perintah Bian"


Tanpa Nayra sadari sudut bibir Bian tersenyum kecil, merasa lucu dengan kepolisian istri nya.


Nayra mengangguk saja.


Setelah selesai makan malam, mereka berdua duduk di ruang keluarga menonton televisi.


Nayra bingung dengan perubahan sikap suami nya itu.


"Ada apa dengan nya? Mungkin dia kesambet setan? Tidak mungkin monster berubah drastis seperti dia"


monolog Nayra dalam hatinya.


Bian terus mengarahkan pandangan nya pada televisi, Bian tau Nayra memperhatikan nya. Namun bian mengabaikan nya.


"Tuan saya ngantuk. Apa saya boleh tidur duluan?"


Nayra bertanya harap cemas.


Bian mengangguk kepala tanpa mengalihkan perhatian nya yang tertuju pada layar televisi.


Nayra pergi meninggalkan suami monster nya itu menuju kamar tidur, sampai ditempat Nayra langsung terlelap saat meletakkan tubuh nya disopa kebanggaan nya itu.


Sementara bian pergi menuju ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaan nya. Bian melihat file berkas yang tergerak di atas meja kerja nya. Bian meraih file tersebut lalu membuka nya. Nayra melihat berkas itu adalah fiel yang ia bawa dari kantor untuk segera Bian pelajari.


"Aku tidak menyangka ternyata om pandi orang yang sangat kaya." Gumam nya.


Bian mengetik nama Pandi admaja di ponsel nya, muncul lah berbagai macam spekulasi berita tentang pandi.


Berita tentang kematian nya serta hilangnya putri Pandi saat itu.


Bersambung!


Kisah cinta Nayra akan tayang setiap hari


Ikuti terus kelanjutan ceritanya yah.


Jangan lupa like, vote dan koment


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2