Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 57


__ADS_3

Hari berlalu minggu bahkan bulan pun berlalu, sudah sebulan Bian menfokuskan diri untuk mengurusi urusan kantor. Bian sengaja mengambil langkah agar diri nya dapat mengalihkan pikiran dari Nayra. Bian minta dokter juan agar terus mantau kesehatan nya dan juga Nayra.


Bian akan mendonorkan ginjal nya pada Nayra saat kondisi fisik nya sehat 100% .Bian menyodorkan diri untuk donor ginjal pada Nayra sebulan lalu, Bian dan Baskoro dapat mendonorkan ginjal nya pada Nayra namun sebab Baskoro mengusap hipertensi hingga dokter meminta pendonor lain. Bian lah yang tepat mendonorkan ginjal pada Nayra namun harus menunggu sedikit lebih lama akibat Bian yang kerap mengkonsumsi alkohol. Bian harus mengikuti beberapa syarat untuk menghilangkan beberapa zat alkohol pada tubuh sebelum mendonorkan ginjal pada Nayra. Hingga kini Bian kerap konsultasi dengan dokter juan pasca proses pendonor ginjal nya buat gadis yang kerap ia sakiti.


Ia berharap dalam minggu ini diri nya dinyatakan bersih. Berharap segera menyembuhkan Nayra dari sakit yang diderita.


Hari ini Bian hendak pergi mengunjungi Nayra ke rumah Abi, sebelum itu dirinya mampir ke supermarket yang tidak begitu jauh dari rumah Lian membeli beberapa coklat yang Nayra sukai saat mereka masih kecil. Tak sengaja tanpa janji Bian melihat Nayra sedang makan bakso di pinggir jalan dekat supermarket tersebut. Bian khawatir jika Nayra bisa sakit saat salah makan. Diri nya mengetahui dari penjelasan dokter Juan bila Nayra tidak di ijinkan untuk makan sembarangan guna demi kesehatan rahim Nayra yang masih belum pulih sentuh nya.


"Dasar nakal, tidak bisakah diri nya tahan selera untuk sementara waktu! Lian juga bagaimana sih! Apa Lian tidak mengawasi pola makan Nayra dengan baik" gerutu nya.


Bian turun dari mobil menghampiri Nayra sedang melahap bakso yang ia sukai kali ini.


"Sedang apa kau disini? "


Nayra menoleh dan_ Deg. Tangan gadis itu gemetar sendok yang ia gunakan makan bakso berdenting saat melihat monster di hadapan nya. Bian dapat melihat ketakutan gadis itu, wajah pucat serta tubuh bergetar hebat kentara jelas dimana Bian.


Napas gadis itu sesak. Tak tau harus berbuat apa saking takut melihat monster berwujud manusia. Nayra berdiri hendak melangkah pergi mami Bian mencegah dengan mencekal tangan gadis itu.


"Tunggu Nay, jangan menghindari ku! Apa kau sudah melupakan ku. Jangan mengabaikan ku Nay. Pelas" pinta nya dengan memohon. Nayra menepis tangan Bian segera berlari meninggalkan pria kejam itu, Bian yang tak ingin kehilangan Nayra mengejar gadis itu membekap gadis itu dari belakang. Nayra menjerit histeris, menangis minta tolong hingga Nayra pingsan. Bian bawa Nayra pulang ke rumah Abi.


"Apa yang kau lakukan pada putriku" cecar Ratna saat melihat Bianenggendong Nayra sedang pingsan.


Tante tolong beri tahu dimana kamar Nayra, Nay ketiduran tante bohong nya.


Ratna yang kesal terpaksa menuruti permintaan pria kejam yang sudah sempat ia anggap sebagai putra.


"Sekarang Nayra sudah tidur dengan tenang, pergi lah sebelum Nayra melihat mu! Pasti putri ku histeris saat melihat wajah jelek mu disini" ejek Ratna


"Tidak mungkin tante, bahkan tadi kami berbincang bersama. Nayra sudah memaafkan ku. Nayra bilang akan pulang bersama ku lalu memperbaiki hubungan kami" bohong nya pada Ratna.


Wanita paru baya memicingkan mata melihat Bian.

__ADS_1


"Tidak mungkin putri ku kembali padamu, aku tidak akan mengijinkan nya" ujar Ratna tak suka.


"Terserah tante mau bilang apa, yang jelas aku akan segera membawa istriku pulang! Tante titip istri ku untuk sementara di rumah tante." Bian tersenyum melihat wajah kesal tante Ratna.


"Santi kasih makan apa sih anak nya, tidak sopan sama orang tua" gerutu nya.


Bian masih berada dalam rumah Ratna, saat diri nya keluar dari kamar Nayra Bian menyelinap masuk kamar Nayra merebahkan tubuh nya disamping Nayra.


"Maaf kan aku sudah membuat mu takut. Tidur lah, kau pasti hanya terkejut melihat ku."


Bian dan Nayra tidur bersama, memeluk gadis itu dengan tenang hingga malam hari tiba mereka berdua masih tidur bersama.


Ratna berniat memanggil Nayra saat makan malam tiba hingga Ratna menjerit dalam kamar gadis itu. Lian serta Abi terkejut mendengar suara teriakan ratu penguasa rumah mereka berlari menghampiri kamar Nayra.


Melihat Bian dan Nayra masih terlelap tanpa terusik dengan suara teriakan Ratna membuat wanita itu geram.


"Bangun Bian, apa yang kau lakukan disini?" Amuk nya


"Kenapa aku ada disini Lian" tanya nya polos.


Nayra juga bangun, melihat Papi mami serta Lian menatap nya dengan segudang pertanyaan.


"Mengapa mami Papi dan kak Lian ada dikamar Nayra" tanya nya masih dengan wajah khas bangun tidur.


"Sayang katakan pada mami kenapa monster sialan itu bisa tidur bersama mu?"


Nayra melihat kearah telunjuk mami Ratna dan membuat Nayra sontak kaget.


Nayra bingung mengapa manusia berwujud monster bisa berada dalam kamar nya, si ranjang nya pula.


"Mam, kenapa dia ada disini" tanya nya takut?

__ADS_1


"Bukan nya kamu membawa dia dalam kamar mu Nay? " Lian memastikan sesuatu, Nay menggeleng lemah.


"Ini semua pasti akal - akal mu kan Bian. Cepat keluar dari rumah ku." Menarik telinga Bian membawa nya keluar dari kamar gadis itu.


"Om sungguh tidak habis pikir dengan mu Bian, bisa nya kau melakukan hal memalukan seperti ini. Pulang lah! Atau om perlu meminta baskoro menjemputmu? "


"Tidak om, aku akan pulang. Tapi biar kan Bian selalu bisa menemui Nayra dirumah ini." Pinta nya memelas.


"Tidak bisa" tegas mami Ratna yang kerap membuat benteng pertahanan dengan melindungi Nayra.


Bian pulang dengan wajah lesu, diri nya baru saja merasa senang saat bisa mendekap tubuh istri nya yang sudah pada tahap perceraian.


Nayra duduk di meja makan bersama keluaga baru nya, ia sempat singkat pada keluarga itu yang kesan nya diri nya membawa pria masuk kamar untuk tidur bersama.


"Nayra, jangan melalui. habis kan makan mu setelah itu minum obat, ingat selalu minum obat sayang."


Nayra mengangguk patuh lalu melahap makanan dengan tenang.


Bian sudah berada Dimansion daddy nya terlihat wajah lesu menghias wajah tampan pria monster yang di juluk Nayra.


Duduk di sopa bergabung bersama kedua orang tua nya.


"Mom. kenapa wajah ku seperti monster?" Tanya nya lirih.


Baskoro dan Santi saling pandang, heran akan pertanyaan anak nya itu.


"Maksud mu apa seperti monster nak? Mana ada manusia yang wajah nya seperti monster." Ujar Santi heran akan sikap anak nya yang menyebalkan itu.


Tapi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2