Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 63 Proses pemulihan


__ADS_3

"Stop."


Semua diam membisu, setelah mendengar pak dokter menghentikan perdebatan mereka.


"Mohon maaf sebelum nya, bila bapa ibu tidak dapat menjaga ke tentraman dengan berat hati saya akan mengambil tindakan."


Semua diam membisu, takut mendapat penolakan dari pihak dokter membuat hati mereka resah.


"Maaf kan atas kelakuan keluarga saya dokter, mereka semua terlalu menyayangi adik ku ini" ujar Lian berusaha menahan senyum akibat sikap posesif orang tua nya.


"Sebaik nya anda saja tuan Lian yang menjaga hari ini, nanti malam boleh berganti dengan siapa saja. Tidak akan menerima yang membuat suasana jadi gaduh." Ujar dokter sambil melirik mami Ratna.


"Mengapa dokter melihat ku? Maksud dokter saya yang membuat gaduh?" Tak terima karena dokter melirik diri nya saat mengatakan gaduh.


"Tolong di jaga kenyamanan pasien bapak ibu. Mari saling memahami, kami hanya ingin yang terbaik demi kesembuhan pasien. Permisi." Dokter Juan meninggalkan keluarga gaduh dengan senyum tertahan, menurut nya keluarga itu sangat unik.


Dokter juan beralih masuk dalam ruang inap Bian. Melihat sekretaris Kevin dengan setia mendampingi tuan nya sebelum operasi di langsung kan.


"Bagaimana keadaan mu Bian?" Tanya nya dengan ramah, semenjak mengetahui keadaan yang sebenar nya, mereka menjadi akrab seperti sahabat lama.


"Lebih baik dari sebelum nya dokter. Masih terasa sakit, tapi tidak separah kemaren dok."


"Saya cek dulu ya." Juan melakukan serangkaian test terhadap Bian.


"Semua nya normal, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Seperti nya sekretaris Kevin sangat telaten merawat mu.


Kevin setelah Bian keluar dari rumah sakit, minta lah saham pada nya" canda nya dengan santai.


"Dokter bagaimana kondisi Nayra? Operasi nya berjalan lancar kan?"


Juan tersenyum, "Lancar. tenang saja."


"Apa saya bisa menjenguk nya dokter?"


"Jangan sekarang. Pulih kan dulu kondisi mu sebelum menjenguk nya. Istri mu saat ini di dampingi keluarga mu, sedang diri mu hanya di dampingi sekretaris mu."


Bian hanya mengangguk lesu. "Kapan saya bisa pulang dokter?" Tanya nya penuh harap


"Istirahat lah selama seminggu ke depan. Jangan terlalu banyak gerak, jika ingin kondisi mu cepat pulih."

__ADS_1


"Terima kasih dokter" ujar Bian lemah


Dokter Juan pergi setelah memastikan keadaan pasien nya baik - baik saja. Ia kembali berkeliling untuk memastikan keadaan pasien yang lain.


Malam ini Nayra di temani oleh Lian, keputusan akhir, Lian lah yang menemani Nayra hingga esok pagi. Dengan berat hati para orang tua meninggal kan Nayra, hingga esok pagi mereka kembali berkunjung.


"Nay, bila kamu sudah pulih. Aku akan membawa mu ke makam main tim zone" ujar Lian polos


"Buat apa ke tim zone kak. aku bukan anak kecil lagi." tolak nya cemberut.


"Pokok nya kamu harus ikut aku ke tim zone, Aku harus membawa adik kecil ku bermain di time zone."


"Tidak. Nay malu kak. Nay bukan anak kecil lagi. Nay sudah dewasa. Bahkan sudah menikah."


"Hemm. Menikah? Lalu dimana suami mu? Owh. Pasti suami mu sedang bersama gadis lain. Gadis cantik yang dapat membuat nya jatuh cinta. Sayang sekali, aku punya adik jelek" gumam nya pura - pura sedih.


"Kakak, aku tidak jelek, aku cantik" tegas Nayra yang sedari kecil sangat suka di sebut cantik dan paling benci jika di katakan jelek.


"Kamu itu jelek Nay. Jangan terlalu percaya diri. Bukti nya Bian tidak mencintai mu."


"Bian mencintai ku, minggu lalu Bian minta maaf, lalu mengatakan mencintai ku." Ucap nya tanpa sadar.


"Bian mengatakan cinta pada ku kak. Tapi aku tidak mencintai nya. Aku mencintai kakak tampan" lirih nya pelan.


"Tidur lah, setelah kamu pulih, kita akan menemui kakak tampan mu, tapi jangan lupakan aku setelah bertemu dengan sibrengsek itu" ujar Lian cemberut.


"Tidak akan" jawab Nayra cepat.


Setelah memastikan Nayra terlelap, Lian pergi mencari kopi panas di kantin rumah sakit, Lian melihat Kevin sekretaris Bian juga sedang membeli kopi panas.


"Sedang apa kau di tempat ini Vin! Siapa yang sakit?"


Kevin gelagapan, sekretaris itu salah tingkah, tak tau harus menjawab apa.


"Sa-saya. Saya sedang membeli kopi panas tuan" jawab nya spontan.


Lian memukul kepala Kevin. "Aku juga tau bila kau sedang membeli kopi panas. Sedang apa kau berada di lingkungan rumah sakit ini? Jangan bilang, Bian meminta mu memantau Nayra. Awas saja kalau itu sebenar nya yang kau lakukan. Katakan pada tuan mu, datang dan lihat sendiri kondisi Nayra seperti apa."


"Maaf tuan, tapi saya sedang tidak memantau nona Nayra, saya sedang menjenguk teman saya" jawab nya jujur.

__ADS_1


"Teman siapa? Bahkan kau tidak punya waktu untuk bergaul dengan siapa pun kecuali tuan mu. Jangan membohongi ku Kevin, katakan apa yang kau lakukan disini?"


"Tapi saya tidak berbohong tuan Lian, saya sedang menjenguk teman saya yang sedang sakit, saya menemani nya karena keluarga nya tidak datang menemani malam ini."


"Baik lah, aku percaya pada mu malam ini. Tapi ingat hanya malam ini."


Lian pergi begitu saja setelah mendapat kan kopi panas yang ia butuh kan.


"Huh, untung saja tidak ketahuan. Bisa - bisa kepalaku pisah dari tubuh ku oleh tuan Bian" lirih nya pelan.


"Belum tidur sekretaris Vin" tanya dokter Juan yang baru saja selesai patroli pasien.


"Belum dokter, saya sedang memesan kopi panas"


"Saya juga sedang mengambil kopi pesanan saya. Kalau begitu saya duluan sekretaris Kevin" pamit juan berlalu.


"Huh, aku sedari tadi yang ngantri malah mereka yang dapat duluan" omel nya kesal.


Kevin, berusaha mengintip kamar inap Nayra atas permintaan tuan nya, namun tidak berhasil. Kamar inap Nayra tertutup rapat. Diri nya tak membawa kabar apa pun.


Laporan tidak ada terbaru yang di dapat malam ini.


"Maaf, tuan. Saya tidak bisa menerobos masuk. Tuan Lian selalu berada dalam kamar nona. Saya tidak punya kesempatan untuk melihat kondisi nona Nayra."


"Istirahat lah Kevin, besok saja lakukan.Cukup untuk malam ini, kau pasti lelah melakukan semua ini. Harus bekerja di perusahaan dan harus pula menemani ku di malam hari."


"Semoga anda cepat sembuh tuan, saya berharap anda bersama nona Nayra pulih secepat nya dan berkumpul kembali."


"Terima kasih Kevin. Selamat malam."


Kedua nya mengambil posisi untuk beristirahat.


"Enak sekali jadi diri mu tuan, akan tetapi walau pun begitu, aku tidak mau menjadi tuan. Pria pemaksa, kasar dan tidak punya hati. Semoga saja anda tidak pura - pura saat ini tuan. Pengorbanan tuan sudah sangat jauh untuk nona."


Bersambung.


Hai teman. Terima kasih untuk tetap setia mengikuti Kisah Cinta Nayra.


Mohon dukungan ya teman. Like vote jaket biru.

__ADS_1


Salam sehat untuk kita semua.


__ADS_2