Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 19 Tak akan memaafkanmu


__ADS_3

Sayang bersabarlah, kau tetap anak mama dan papa yang cantik. Kau tidak akan tergantikan dengan siapapun. Kau akan bahagia nak, mama menyayangimu.


Nayra membuka mata seakan ada bisikan memintanya bangun. Nayra menggerakkan tubuhnya namun seluruh tubuhnya sangat sakit.


Diusapnya kepalanya yang terasa basah, terdapat darah ditelapak tanyanya. Nayra duduk bersimpuh dilantai, Nayra kembali menangis mengingat kejadian mengerikan itu.


Nayra bangkit, berjalan dengan tertatih menuju sopa. Nayra mengambil buku catatan nya itu.


***


Dear diary


Kepalaku berdarah lagi


Dadaku sakit


Perutku Sakit


Keningku robek


nay bangun pukul 04 pagi, nay tidak tau pukul berapa monster itu memukulku


Kakak tampan, jika nanti kakak tampan bertemu dengan nya. kakak tampan harus memukulnya.


Pukul monster itu kak.


Kakak tampan, nay lelah, nay pengin ikut mama sama papa disurga. Apa kakak bisa membawaku ke surga?


nay tidak akan pernah memaafkan monster itu.


kakak tampan, apakah nay jahat kalau tidak bisa memaafkan monster itu.


NAYRA TIDAK AKAN MEMAAFKAN MONSTER ITU.


#Nayra Admaja#


Nayra menyimpan buku nya, kembali melanjutkan tidurnya disopa dengan memunggungi arah tempat tidur bian.


Hari minggu.


Bian bangun kesiangan dibuang kerjanya, bian beranjak menuju kamar tidurnya


Ceklek. Pintu terbuka.


Bian berjalan melihat memasuki kamarnya, dilihatnya nayra tidur membelakanginya


"Kenapa dia belum bangun" batin nya


Dilihatnya kepala nayra berdarah, bian kaget. Bian teringat peristiwa tadi malam. Bian takut Nayra meninggal. Bian beranjak keluar meminta bibi serta sopir membawa Nayra keruma sakit.


"Tuan. Apa yang terjadi dengan nyonya"


"Jatuh dikamar mandi"


Mbok nur serta sopir membopong tubuh nayra ke mobil. Dengan sigap sopir melajukan mobil dengan kencang takut sesuatu terjadi pada nyonya mudanya itu.


Dirumah sakit


Mbok nur dengan pak sopir menunggu nayra diperiksa diruang UGD


Ceklek.


Dokter kelur dengan wajah datar.


"Dokter bagaimana keadaan nyonya saya?" tanya mbok nur


"Terdapat luka dikepala pasien, kami sudah menangani nya. pasien nanti sore bisa pulang, akan tetapi apa bila pasien mengalami mual setelah melewati waktu dari 48 jam mohon pasien segera dibawa cek up. Untuk sekarang, kami belum bisa melakukan tindakan lebih."


"Terima kasih dokter." ucap mbok nur


Nayra dipindahkan ke ruangan rawat inap menunggu infus nya habis.


Mbok nur memasuki ruangan melihat nyonya nya membuka mata, lalu menghampiri nya.


"Nyonya, bagaimana perasaan nyonya? Apa nyonya mual?"


"Aku dimana mbok?"


"Rumah sakit nyonya"

__ADS_1


"Mbok, dadaku sakit." Keluh Nyara


"Nyonya pasti akan baik - baik saja"


"Nyonya makan dulu, biar mbok bantu"


Mbok nur prihatin akan keadaan nyonya muda nya itu.


Nayra mengangguk.


Dimansion.


Bian merasa frustrasi akan kecerobohan nya, bagaimana dia bisa melakukan hal itu.


Saat yang bersamaan ponsel bian berdering, menandakan pesan masuk. Dilihatnya pesan itu lalu dibacanya


Siska ( bebi kita jalan yuk!)


Me ( OK)


Bian pergi mengisi hari senggang nya bersama siska, bian bosan dirumah.


"Lebih baik aku pergi, dari pada memikirkan wanita sialan itu."


Bian mengambil kunci mobilnya. beranjak menuju garasi.


Tiiitt.


Pertanda mobil telah melaju dengan sempurna.


Siska mengajak bian ke mall Bintara.


Sepanjang perjalanan siska bergelenyut manja dipundak bian, seolah memamerkan keromantisan mereka. Siska membawa bian memasuki toko tas brandet.


"Bebi, mana yang lebih bagus? yang ini atau yang itu?"


Siska memperlihatkan berbagai macam tas kepada bian, seolah pilihan bian yang terbaik.


"Semua bagus. Ambil semua"


"Terima kasih bebi"


Cup. siska mengecup pipi bian.


Selesai belanja, Siska mengajak Bian makan siang direstoran mewah. Tanpa bian ketahui Brahma juga makan siang ditempat itu, dari sudut pandang mata Brahma bahwa Bian sedang makan siang dengan kekasihnya. Karena sepengetahuan orang lain bian masih melajang hingga saat ini.


"Cihh, ternyata wanita murahan itu kekasihnya.


ku kira kau orang hebat bocah tengil, ternyata kau cukup bodoh dalam urusan wanita."


Brahma tersenyum mengejek.


Sore hari Nayra diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani Nayra.


"Harap jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat nona, tiga hari ke depan bila anda mengalami keluhan seperti mual, pusing mohon segera kembali ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi anda"


"Baik dokter" sambut Nayra


Mbok Nur membawa nyonya nya kembali ke mansion, saat yang bersamaan Lian berkunjung di kediaman Baskoro. Lian melihat mbok Nur dan sopir menuntun Nayra turun dari mobil, Lian mengernyitkan kedua alisnya mendapati adik kesayangan nya berjalan sambil dipapah dengan tubuh lemah. Lian menghampiri Nayra.


"Nayra, kamu kenapa? "


"Kakak baik! " seru Nayra


mata Nayra berkaca - kaca, langsung berhamburan memeluk kakak baik nya itu. Pecah sudah air mata yang berkaca - kaca itu.


"Nayra, kamu kenapa sayang? "


Nayra menggeleng dalam dekapan Lian.


Lian membiarkan Nayra memeluknya sembari menunggu keadaan Nayra tenang. Setelah merasa tenang, Lian melepas pelukan Nayra di pegang nya kedua pipi Nayra.


"Kamu kenapa Nayra? "


Nayra masih tetap bungkam dengan air mata yang mengalir deras.


"Ya sudah, kita masuk dulu."


Lian menuntun Nayra ke ruang keluarga, di letak kan nya Nayra dengan hati - hati.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan pada kakak ada apa?"


Nayra menggeleng, Nayra takut menceritakan kejadian yang sebenarnya. Takut bian memukulnya untuk yang kesekian kalinya.


"Sore begini, kakak baik mau apa?"


Tanya Nayra mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Tentu saja melihat adik cantikku."


Nayra tersenyum.


"Apa kamu tidak menganggap aku sebagai kakakmu? Kamu menutup diri dari ku Nay. Jujur pada kakak, kamu kenapa? Ada apa dengan kepalamu? Kenapa di perban seperti ini?"


Berbagai macam pertanyaan dicerca Lian pada adiknya itu.


"Nayra jatuh dikamar mandi kak!"


Nayra berbohong


Maafkan Nay kakak baik. Nay tidak mau kakak baik ribut karena Nayra."


"Lalu bian mana?"


"Mas bian tidak tau Nayra sakit kak. Mas bian ketemu klien."


"Maafkan Nayra kakak baik, jangan membenciku karena berbohong" batin nayra


"Keterlaluan kau Bian" Umpatnya kesal


"Aku harus telepon Bian, istri sakit bukan nya diurusin. Hari minggu meeting apa?"


Oceh nya sambil merogoh saku nya mengambil ponsel untuk menelepon saudara laknat nya itu.


"Tidak perlu repot - repot, aku disini. Ada apa?"


Bian nongol entah sejak kapan dan entah dari mana datangnya.


"Darimana saja kau Bian, istri sakit bukan nya diurusin"


"Ketemu Siska" Jawab Bian cuek.


"Apa? Bian kau sudah menikah"


"Lalu? "


"Bian, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau berubah?"


Bian hanya menaikkan bahunya, cuek akan hal itu.


"Bian istrimu sakit"


"Kalau sakit, bawa ke dokter"


"Lalu kenapa kau malah mengurus Siska, harusnya kau memperhatikan istrimu!"


"Ada mbok Nur yang ngurusin."


"Keterlaluan kau Bian"


marah Lian dengan mengepalkan tangan nya.


Lian membawa Nayra ke kamar tidurnya, dituntun nya Nayra hingga duduk disopa.


Nayra jangan nyetel, turut sama kakak, yuk istirahat.


Lian hendak membantu tubuh Nayra yang duduk disopa.


"Nayra istirahat disini kak"


"Kenapa? Kamu itu masih sakit! Tidur dikasur. Sini kakak bantu"


Lian kembali hendak memamah Nayra


Tapi...


Bersambung.


Kisah Cinta Nayra akan tayang setiap hari ikuti terus ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa liku vote koment


Terima kasih


__ADS_2