
Bintaro company.
tok, tok, suara ketukan pintu.
"masuk"
fani masuk dan membacakan jadwal bian hari ini.
"panggilkan kevin" perintahnya pada fani.
"baik tuan" fani beranjak keluar.
kevin masuk saja tanpa mengetok pintu.
"ada apa tuan?"
"sekretaris baru? yang kemaren mana?"
kevin menoleh keluar karena pintu ruangan tidak ditutup kevin, melihat fani yang sudah berkutat di meja kerjanya.
"resaing melahirkan tuan"
"jadi dia sudah menikah?"
kevin mengangguk.
"ya sudah kembali bekerja"
kevin keluar dari ruangan bian. kevin kesal karena menganggu aktivitas hanya untuk hal spele.
"dasar tuan tidak ada ahklak. dia pikir aku bersantai diruanganku.
memanggilku hanya soal sekretaris yang sudah berbeda. sial" umpatnya.
bian memasuki ruang meeting untuk melakukan observasi.
setiap dewan direksi dituntut untuk menjabarkan hasil kerja mereka dalam kurun 3 bulan terakhir.
selesai meeting bian dan kevin pergi untuk makan siang direstoran jepang.
"tuan, apa anda perlu sesuatu?"
"tidak, habiskan saja makananmu. setelah ini kembali kekantor"
berbicara dengan wajah dingin nya yang menyebalkan.
"lakukan segera audit pada tim marketing, pergerakan mereka sangat lambat"
ucap bian.
"baik tuan"
ditempat lain. di mal bintaro.
baskoro sedang meeting dengan manager mall tersebut. guna membicarakan penambahan gedung yang akan dijadikan butik.
banyak para desainer yang menawarkan akan membuka butik di mall bintaro.
baskoro menyambut usulan dari manager mall itu. selesai meeting baskoro beranjak meninggalkan tempat itu.
berjalan memasuki lift menyusuri lorong yang menhantarnya menuju parkir.
namun baskoro memencet tombol lift lantai tiga, entah perasaan apa yang membawanya ketempat itu.
baskoro menyisir setiap toko yang ada dilantai tiga. baskoro berhenti sejenak saat ia melihat sosok gadis yang mengingatkanya akan putri sahabatnya yang sudah seperti putrinya sendiri.
baskoro mendekat ke toko tersebut.
hidup memang penuh misteri, siapa sangka hati kecilnya membawa seorang yang bukan dikenal menghampiri gadis biasa.
apa yang bisa dilakukan untuk menolak hati kecil ini. tidak mudah melawan perasaan, perasaan dapat menyiksa seseorang dengan sendirinya yang akan membawa dalam kehancuran. gelisah, galau, sedih semua itu akar dari perasaan yang tidak baik - baik saja.
"permisi. ada yang bisa dibantu tuan?"
nayra melambaikan tanganya saat melihat baskoro yang melamun.
"apa anda sedang mencari ponsel?
silahkan tuan, kami punya produk baru.
bisa tuan lihat yang ini siapa tau tuan berminat"
nayra menjelaskan segala kelebihan ponsel yang ada di intalase itu. nayra tersenyum ramah menyambut para pembeli. seperti biasa layaknya seorang pelayan toko, jika tidak ramah mana ada orang yang beli!
"saya mau yang ini"
baskoro memilih salah satu ponsel terbaik di toko itu.
"nayra, aku istirahat duluan ya. nanti kita gantian jaga. aku makan duluan, tidak sempat sarapan pagi tadi"
sahut teman nayra yang ijin duluan makan siang.
"oh ia mbak. silahkan" jawab nayra tersenyum.
Deg.
jantung baskoro berdetak kencang, sekian lama dia berusaha mengubur nama itu namun hari ini baskoro harus mendengar nama itu lagi.
__ADS_1
"na nay nayra. namamu nayra nak?"
tanya baskoro dengan gugup.
"ia tuan" jawab nayra tersenyum
"na nama ayahmu siapa nak?"
"idris sudrajat tuan" jawab nayra.
sejak kejadian 18 tahun lalu saat kebahagiaan keluarganya terenggut, idris mengatakan bahwa nama ayah nayla idris sudrajat bukan lagi pandi admaja. ini rahasia antara nayra dan kakeknya demi keselamatan cucunya itu.
seketika baskoro lemas. dia berharap nama ayah dari gadis cantik yang ada dihadapanya ini pandi admaja.
baskoro tidak hilang semangat baskoro kembali mengorek identitas nayra.
"kamu berasal dari kota mana nak?"
"kota K tuan"
huhh, makin lekaslah baskoro. berharap nayra berasal dari kota J namun nyatanya tidak.
"apa ponselnya jadi tuan"
"ya, bungkus saja"
nayra memasukkan ponsel tersebut dalam pamer bag mini.
"ini tuan ponselnya. selamat memakai dan terima kasih"
ucapnya sambil mengangkat kedua tanganya di depan dadanya.
Mansion baskoro.
baskoro melamumun dibalkon kamarnya.
baskoro masih memikirkan gadis yang ia temui di mall bintaro.
persahabatan yang sudah terjalin sangat lama mengukir kasih yang begitu kuat. namun siapa sangka jika sahabat yang sangat kita kasihi pergi dengan mengukir luka yang teramat dalam. luka dengan perasaan bersalah yang tidak mampu menjalankan amanah untuk melindungi putri sahabatnya dengan baik.
selalu kata andai, dan andai. selalu saja berandai.
"arggghhkk"
teriak baskoro dibalkon kamarnya.
santi menghampiri suaminya saat mendengarkan teriakan baskoro.
"kenapa dad?"
"sampai kapan mom. sampai kapan daddy akan dihantui rasa bersalah. perasaan ini tidak pernah hilang mom"
santi memeluk suami nya, menenangkan baskoro.
"sabar daddy. daddy harus berusaha menghilangkan semua rasa bersalah daddy"
"mom. daddy merasa kalau nayra putri kita masih hidup!"
"daddy pleesss, putri kita sudah tenang dad"
"tapi disini, di hati ini selalu melihat putri kita menderita. putri kita kesepian mom"
"daddy mommy juga sayang nayra, tapi mommy mohon jangan begini lagi dad.
putri kita sudah tenang bersama pandi dan cindi"
"andai saja. andai saja daddy tidak membiarkan putri kita pergi sendirian, pasti putri kita masih bersama kita mom"
"dad pleess"
"ini salah daddy mom. daddy yang salah"
bian mendengar semua pembicaraan daddy dan mommy nya tanpa mereka ketahui.
bian berniat menemui sang daddy untuk membicarakan bisnis showroom mobil mewah.
bian berniat mengembangkan hoby nya mengoleksi mobil mewah menjadi bisnis besar.
namun siapa sangka jika kedua orang tua nya juga merasa kehilangan nayra. sama seperti dirinya.
bian beranjak dari kamar orang tua nya, pergi menuju kamar pribadinya.
bian merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur kong size miliknya.
tanpa melepas jas yang melekat di tubuh bian tidak peduli.
menatap langit kamarnya melukis wajah kesayanganya, membayangkan jikala mereka berdua sedang bermain sepeda saat itu.
flesback.
"tangkap nayla kak"
"jangan kencang nay, nanti kamu jatuh"
"nay sudah bisa naik sepeda, ayo tangkap nyala tangkap nayla kak"
brugggh.
__ADS_1
"aaaaahhhhggg"
nayra jatuh dari sepeda nya.
bian mengejar nayra menghampiri kesayanganya itu.
"sakit kak"
"kan sudah aku bilang jangan kencang "
"sakit kak"
"sini aku gendong"
bian duduk berlutut membelakangi nayra, lalu nayra naik kepunggung bian.
"sudah jangan menangis. aku akan selalu melindungimu"
bian berjalan menggendong nayra dipunggungnya.
off.
bian menangis mengingat hal itu.
"nay, kau tau. andai waktu bisa diulang. aku mau kita jadi bocah kecil saja selamanya.
selalu bersama. kenapa kau jahat nay, kenapa?
kenapa kau selalu menghantuiku.
kau menyiksaku nay. sakit"
bian menangis hingga terlelap dengan pakaian kantornya.
tiga bulan kemudain.
selama tiga bulan terakhir baskoro sering menghampiri nayra.
sejak bertemu nayra baskoro mengiklaskan putri kecilnya bernama nayra pula. baskoro merasa bahwa nayra yang dia kenal sekarang adalah utusan Tuhan sebagai pengganti kekosongan hati nya.
seiring berjalanya waktu siapa sangka kalau sebenarnya nayra sudah bertemu daddy nya, bahkan baskoro juga telah bertemu putri nya.
namun takdir masih harus menguji kesabaran serta keteguhan hati mereka.
dekat tapi tidak bisa didekap.
hari ini baskoro mengajak nayra makan siang di mall bintaro yang berada dilantai lima.
"makan yang banyak nak?"
"terima kasih om" nayra tersenyum lembut.
"terima kasih sudah hadir dihidup om. om merasa seperti kembali bersama putri om yang sudah disurga. namanya nayra seperti namamu"
"kenapa bisa sama om?"
"entah lah nak, selama ini om belum pernah bertemu bernama nayra sebelum kamu.
mau kah kamu jadi anak om?"
nayra mengangguk tersenyum.
baskoro dan nayra makan bersama sambil berbincang, rona bahagia terpancar diwajah baskoro.
santi melihat suaminya sedang makan disalah satu resto yang ada di mall bintaro.
sinta menghampiri suaminya, namun sekian mendekat.
deg.
jantung santi berdetak hebat.
"jeng santi kenapa?" tanya ibu arisan teman santi.
"saya tidak apa jeng, mari kita lewat selatan, katanya arah selatan ada toko tas branded"
"benarkah" tanya ibu arisan itu memastikan
"ia loh jeng" ucap santi beralasan.
selama bersama teman arisanya itu santi tidak tenang, santi kepikiran suaminya.
"daddy makan dengan siapa? bahkan daddy bisa tertawa bahagia, kalau dirumah selalu murung. awas kau daddy beraninya daddy selingkuh dari mommy"
santi bermonolog dalam hati.
santi tidak menikmati arisan nya hari ini, pikiranya melangkah buana akan gadis kecil yang mendera pikiran.
Bersambung!!
hai teman.
Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.
mohon dukungan.
__ADS_1
Terima kasih.