
Saat hari itu tiba maka akan terungkap kebenaran. Saat kebenaran teruangkap apakah sesuatu yang hilang bisa kembali?
Diperusahaan Bintaro
"Kevin katakan. Proyek apa maksudmu"
Bian langsung mencerca sekretaris sekaligus tangan kanan nya itu tentang kejanggalan yang dia temukan dari file hasil rapat kevin dengan brahma.
Kevin langsung tanggap akan maksud tuan nya itu.
"Pak brahma punya proyek yang belum selesai, pak brahma butuh dana 500 milyar untuk penyelesaian proyek tersebut"
"Apa? Proyek apa itu?"
"Saya tidak tau tuan. Info yang saya terima dari anak buah kita, proyek itu sudah ada sejak 18 tahun yang lalu"
"Apa?" Kaget bian.
"Ia tuan, Proyek itu ada disuatu pulau kota J"
"Jadi maksudmu proyek itu belum selesai sejak 18 tahun lalu"
"Tepat nya ditunda tuan, karena pemilik sebelumnya menghilang"
"Cari tau tentan proyek itu. Cari tau siapa pemilik sebelumnya. Dan cari tau kenapa situa bangka itu tidak sanggup membiayai proyek hanya dengan 500 milyar. Bukankah dia sangat kaya?"
"Baik Tuan"
Malam hari baskoro.
Baskoro menghampiri bian dibuang kerjanya.
"Bian, lusa mommy sama daddy akan keluar negri mengunjungi abi dan ratna"
"Hemm"
"Jaga putri daddy dengan baik"
"Hemm"
"Mungkin daddy sama mommy akan ke jerman setelah ketemu abi. Daddy dengar ada sedikit masalah disana"
"Hemm"
"Ingat bian, jangan sakiti putri daddy"
Baskoro pergi meninggalkan bian setelah menyampaikan perihal kepergianya.
Ceklekk. Pintu kamar terbuka, mendapati istrinya terlelap. Bian mendekat memeperhatikan nayra.
"Cantik" gumam bian pelan.
Bian beranjak keranjangnya tidur sambil memeluk boneka kesayangannya
Pagi hari dimeja makan.
"Daddy sama mommy berangkat hari ini"
baskoro memberitahukan perubahan kepergian mereka.
"Kenapa dad?"
"Abi yang minta timbal santi"
"Bian minta kevin mengurus keberangkatan daddy sama mommy hari ini"
"Baik dad"
Mereka melanjutkan acara sarapan wajib.
Berbeda dengan kevin yang sibuk mengurus keberangkatan tuan besar nya ke negri orang. Sedang tuan nya adik sarapan, kevin sibuk mengeluarkan energi serta kalori.
Baskoro serta istri, anak, mantu nya pergi menuju bandara.
"Nayra putri daddy yang cantik, baik - baik dirumah"
Nayra mengangguk dengan mata berkaca - kaca seakan berat melepas kepergian baskoro.
"Hei putri daddy jangan menangis"
Baskoro membawa Nayra dalam pelukan nya, di elus nya rambut Nayra dengan sayang
Bian memperhatikan itu, seolah kesal akan kepura - puraan nayra.
"Nay pasti merindukan daddy" ucap nya tulus
Baskoro dan santi memasuki jet pribadinya
Bian meminta kevin membawa Nayra kembali kemansion. sedang dia pergi menuju kantor.
Seharian penuh bian berkutat dimeja kerjanya menyelesaikan segala berkas yang bertumpukdimeja kerjanya.
hingga menjelang sore bian masih setia bersama kertas yang tinggal beberapa lagi.
Akhirnya bian tiba dirumah saat sudah larut, bian melihat nayra yang sedang menonton televisi sambil memegang remote. Saat mengetahui bian berada dikamar Nayra langsung menekan tombol off remote lalu beranjak kesopa untuk tidur.
Bian memperhatikan semuanya.
"Setakut itukah dia padaku" batin nya
"Siapkan air mandiku" printahnya pada nayra
"Hah?"
__ADS_1
"Kau tuli, siapkan mandianku!"
"Ba - baik tuan"
Nayra beranjak menuju kamar mandi
Nayra keluar dari kamar mandi dengan tangan bergetar.
"Su-sudah tuan"
"Siapkan pakaian gantiku"
"Baik tuan"
Bian pergi memasuki bilik mandi nya
Selesai mandi sudah tersedia pakaian bian, bahkan Nayra sudah tidur disopa kesayangan nya itu.
Bian memakai pakaian nya lalu menghampiri Nayra.
"Heh, bangun" Nayra langsung bangun.
"ia tuan"
"Kenapa kau langsung tidur?"
"Saya ngantuk tuan?"
"Mulai besok kau harus melakukan pekerjaan main yang ada dimansion ini"
"Baik tuan"
Bian beranjak menaiki kasur lembutnya
Nayra kembali melanjutkan tidurnya.
Pagi sekali nayra sudah bersiap untuk melakukan titah bian yaitu bekerja layaknya babu.
Nayra memasak nasi goreng karena menurutnya sarapan nasi goreng baik dimakan saat pagi.
Selesai dengan aktivitas memasak Nayra menata makan nya dimeja makan serta segelas susu dimeja.
Nayra menunggu kedatangan bian untuk sarapan bersama.
"Siapa yang memintaku duduk disitu. Pergi!"
"Ta - tapi tuan"
"Aku bilang pergi"
Nayra bangkit dari duduknya melangkah menuju belakang, masih beberapa langkah Nayra beranjak bian sudah bersuara.
"Makanan apa ini?"
Nayra berhenti tetapi tidak berani menoleh.
Semua diam
"Panggil koki sialan itu"
Nayra menghampiri bian, takut koki dan para maid beringas akan kesalahnya.
"Saya yang memasak tuan"
"Siapa yang menyuruhnya memasak?"
"Tidak ada tuan"
"Kau merasa nyonya dirumah ini sehingga dengan berani nya kau meriah kebiasaan yang ada dirumah ini. Hah?"
"Tidak tuan. maafkan aku"
Bian marah, seolah nayra melakukan hal sesuka hatinya.
"Siapa yang memintamu memasak?"
"Tidak ada tuan"
Bian berjalan mendekati Nayra, badan nayra sudah bergetar hebat.
Tanpa bubiba, bian langsung...
Plak
Nayra tersungkur dilantai, disaksikan para maid Nayra ditampar oleh suaminya sendiri.
Nayra menangis..
hiks, hiks, hiks.
"ingat, jangan pernah membuatku marah"
Bian beranjak menuju kamarnya mengambil tas lalu berangkat ke kantor.
Nayra menangis dikamar seorang diri.
Melihat wajahnya didepan cermin terdapat bekas jari bian.
Bintaro grub
Hari ini siska membawa bekal siang untuk bian. Bian menyambut kedatangan siska dengan cara memakan bekal siska. Tentu saja siska senang.
"Bian aku dengar sabtu besok ada film bagus. Apa kau punya waktu luang?"
__ADS_1
"Hemm"
Siska tersenyum senang.
"Kalau begitu jemput aku diapartemenku"
"Hemm"
"Baiklah, aku pergi dulu"
Siska pergi dengan wajah berbinar. Seakan mendapat harta karun yang sangat banyak.
Sabtu malam, saat yang dinanti oleh siska ia menunggu pujaan hati diapartemen. Siska menyemprot banyak minyak wangi sebadan nya. Siska melihat mobil bian melintas diarea apartemen, siska menghampirinya lalu masuk tanpa diminta.
Bian melajukan mobilnya. bukan nya nonton malah pergi ke club, siska mengubah acara dating merka malam ini, bian menurut saja bagai anak kucing yang turut tuan nya.
Di club siska selalu menempel bian, merangkul, memeluk bian seakan mengatakan kepada dunia bahwa bian adalah miliknya.
Siska bermanja - manja kepada bian membiarkan siska memeluknya. Siska menawarkan minuman pada bian, bian pun meminumnya. Langkah awal pendekatan siska berjalan sempurna.
"Bian besok hari minggu, kita jalan yuk"
Pinta nya manja
"Aku harus istirahat"
"Aku cemburu kalau kau menghabiskan waktu dengan istrimu, hatiku sakit bian"
"Jangan sebut wanita sialan itu"
Siska heran kenapa bian seperti itu.
Apa bian tidak mencintai istrinya, tak lama kemudian senyum tampak dibibir siska. Siska langsung memeluk bian, seakan senang mendapati fakta hari ini.
Cup
Dengan nuraninya siska mengecup bibir bian.
Bian cuek saja, tidak senang dan tidak marah.
Mansion
Malam ini bian pulang pukul 02 dini hari, bian menaiki tangga dengan terlatih saat pusing mendera dikepala.
Ceklek. Bian membuka pintu mendapati istrinya terlelap.
Bian mendekatinya, tubuh bian jatuh tepat diatasi Nayra.
Nayra terbangun kaget langsung mendorong tubuh bian hingga tersungkur dilantai.
Bian marah akan perlakuan Nayra, dengan amarah yang meledak bian bangkit menarik rambut nayra membawanya kekamar mandi.
"Tuan sakit, tolong jangan lakukan ini"
Nayra menangis.
Seakan tuli. Bian tetap menarik rambut Nayra, mengisi bathup hingga penuh. nayra dibawa dalam bathup, dicelupkan kepala nayra. Tangan nayra memukul air tanda minta tolong
Bian mengangkat kepala nayra.
Nayra terbatuk, seraya menarik napas panjang, belum sempat Nayra bernafas normal bian sudah mengulang aksinya itu.
Bian melakukan hal itu berulang - ulang, tak sampai disitu bian menarik rambut nayra membawanya kedepan cermin yang sering digunakan Nayra.
"Lihat wajahmu sialan, lihat wajah kotormu. Kau tidak akan bisa dibandingkan dengan Nayra admaja. kau tidak akan bisa menggantikan nya berengsek"
Bian mendorong Nayra kedepan hingga kepala nayra terbentur.
"aaagghhkkk. Sakit"
"Tutup mulutmu"
Bian paling tidak tahan jika istrinya mengatakan sakit. Seakan Nayra admaja seolah minta tolong padanya.
"Sakit"
"Aku bilang tutup mulutmu sialan"
Nayra menangis sesegukann
Hiks, hiks hiks.
"Tuan sakit"
"Aku bilang tutup mulutmu sialan"
Bian kembali menghampiri Nayra, semakin dekat, semakin dekat dan...
Bug
Bug
Bian memukuli badan nayra membabi buta, dengan kakinya bian menendang Nayra dengan tega. Badan nayra sudah terlentang dilantai, istrinya masih sadar namun badan nya tidak dapat digerakkan saat rasa sakit mengelar disekujur tubuh. Bian menendang perut dan dada Nayra, bian berhenti saat melihat tidak ada pergerakan minta tolong dari Nayra.
Bian terkejut melihat tubuh nayra yang terlentang, dia pikir posisi nayra duduk, berdiri atau jongkok saat dipukul dan ditendang. Nyatanya tubuh nayra terlentang dengan sempurna seperti orang tidur. Dilihatnya air mata nayra mengalir, matanya memancarkan kepasrahan akan kematian. Mata itu menatap bian, seakan bertanya kenapa berhenti tuan? bunuh aku, bunuh aku tuan! Air mata nayra terus mengalir tiada henti, tanpa suara tanpa gerak nayra terus melihat bian tidak lama kemudain mata itu tertutup. Nayra pingsan.
Bian berjalan menuju pintu, bian antara sadar dan tidak sadar keluar kamar menuju ruang kerjanya bian tidur disana
Bersambung!!
Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari
Ikuti terus kelanjutan cerita ini ya teman
__ADS_1
Jangan lupa liku, vote, komentar.
Terima kasih!!