Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 60


__ADS_3

Lian bersama Nayra menikmati hari sore di taman belakang. Mereka bersenda gurau menyambut hari dimana Nayra akan menjalani operasi. Nayra begitu senang, dimana diri nya akan sembuh walau dokter sudah memvonis diri nya bakalan susah memiliki keturunan. Nayra juga bersyukur telah dipertemukan dengan keluarga yang selama ini dia cari, satu hal yang Nayra harapkan setelah kesembuhan nya yaitu bertemu dengan keluarga nya mommy daddy dan kakak tampan.


Senyum bahagia selalu terbit di sudut bibir nya. Nayra tidak bisa mengungkap kan kebahagiaan nya dengan kata - kata. Setelah melewati begitu banyak kesedihan akhirnya Nayra menikmati ke bahagian.


"Kakak baik, Nay ingin bertemu kakek. Pasti kakek mengkhawatirkan Nayra kak." Lirih nya pelan.


"Jangan khawatir, setelah selesai operasi kita akan mengunjungi kakek baik yang selalu adik ku ceritakan ini."


"Nay sangat merindukan kakek kak. Apakah kakek baik - baik saja?"


Nay khawatir akan keadaan Brahma, yang menurut nya sangat baik. Namun di balik semua itu justru Brahma lah penghancuran hidup Nayra yang sesungguhnya nya.


"Nay, kakak sangat senang memiliki adik seperti mu. Baik, tulus, perhatian. Hati mu sangat lembut Nay, Bian pasti menyesal sudah menyia - nyiakan mu."


"Kapan kamu mengurus perceraian mu Nay? Apa adik ku ini sudah siap bertemu dengan Bian, atau apakah adik ku ini sangat mencintai Bian." Seloroh nya


"Kakak." Sungut Nayra kesal. Aku tidak mencintai nya.


Lian tersenyum berhasil menggoda adik nya, emosi Nayra seakan berangsur membaik. Memang salut buat mami Ratna yang dengan begitu telaten mengurus Nayra dengan baik selama ini.


"Emm, atau mungkin adik ku ini menunda perceraian nya dengan alasan belum siap bertemu Bian! Aku rasa itu hanya alasan saja" ujar Lian tersenyum mengejek adik nya.


"Jika kakak masih menggoda ku, maka akan ku pukul" oceh nya cemberut.


"Hahahahahahaah." Lian tertawa senang melihat ke konyolan Nayra.


"Bagaimana mungkin ada gadis menolak sahabat ku setampan dan sekaya Bian, Huh. Sayang sekali. Kira - siapa sih gadis itu?" Ujar Lian melanjut kan ejekan nya.


"Kakak. Jika kakak tidak berhenti maka aku akan lapor mami ancam nya" membuatLian diam membisu.


"Hahahahahahahah." Nayra tertawa berbahak, diri nya berhasil membungkam Lian yang terdiam akibat ancaman nya.


Tanpa mereka sadari Bian melihat dari jauh dalam mobil nya, hati nya senang melihat Nayra tersenyum. Baru kali ini Bian melihat Nayra tersenyum selama diri nya mengenal Nayra.

__ADS_1


"Maaf, jika aku hanya menoreh kan kesedihan selama ini. Aku berjanji setelah kamu sehat hanya akan ada kebahagiaan dalam hidup mu Nayra cantik" gumam nya tersenyum simpul mengingat kejahatan nya selama ini pada Nayra.


"Bahkan kau menyebutku monster dalam diary mu. Kau mengadu pada kakak tampan mu untuk menghajar monster ini Nay. Jika diri mu tau kalau kakak tampan mu itu adalah monster ini, apa kau akan kecewa Nay?


Cih, benar - benar menyebalkan kau Bian sialan" monolog nya sendiri memukul setir mobil akibat kesal pada diri sendiri.


Tak tahan menahan rindu, Bian akhir nya turun dari mobil menghampiri Nayra dan Lian yang sedang bercanda ria.


Nayra diam seketika saat menyadari keberadaan Bian disana.


"Nayra, maaf apa kita bisa bicara sebentar saja?" Pinta nya memelas sekilas melirik Lian.


Lian yang melihat Nayra sudah tidak begitu takut lagi seperti biasa nya meninggalkan mereka berdua.


"Nayra. Maaf kan aku lirih Bian pelan. Aku salah, aku tidak tau jika kamu gadis kecil Nayra ku."


"kenapa kau melupakan ku?" Tanya Bian membuat Nayra bingung.


Sepanjang Bian bicara Nayra tetap saja diam membisu, melihat Nayra diam saja membuat Bian sadar diri jika Nayra belum memaafkan diri nya.


"Nayra, aku mencintai mu. Aku tidak pernah menikahi siska, aku hanya mencintai mu Nay. Tidak ada perempuan lain selain kamu.


Kamu satu - satu nya perempuan yang mengisi hati ku. Saat aku mengetahui kau pergi aku bahkan bertekat untuk tidak menikah selama nya. Percaya lah, aku sangat mencintai mu."


Nayra menunduk sambil memilin ujung baju yang ia kenakan. Takut melihat Bian dengan jarak dekat.


"Bian, apa yang kau lakukan disini? Kau ingin melukai putri ku. Hah? Tidak akan ku biar kan Bian. Pergi dari sini." Mami Ratna tiba - tiba datang menghampiri mereka, Bian kebakaran jenggot melihat mami Ratna berada bersama mereka.


"Tante, izin kan aku berbicara dengan istri ku. Aku sedang membicarakan bulan madu kami" ucap nya asal membuat Nayra malu setengah mati.


"Apa? Tidak akan ku biarkan kau mendekati putri ku, pergi sana!"


Bian terpaksa meninggalkan tempat itu karena tidak ingin membuat keributan, ia ingin berbicara dengan Nayra empat mata.

__ADS_1


Nayra bersyukur atas kedatangan mami Ratna, membuat diri nya lepas dari Bian.


"Terima kasih mami. Nay tidak tau harus apa jika mami tidak datang. Nay sayang mami" ucap nya tulus memeluk mami Ratna.


"Sayang, jika monster itu masih mengganggu mu katakan pada mami, tak akan mami biar kan jika monster itu melukai hati mu lagi.


Lian kemana lagi, mengapa anak itu meninggalkan mu seorang diri. awas saja anak itu" omel nya membuat Nayra tersenyum senang mendapat perhatian dari mami Ratna.


"Nay sayang mami" lirih nya pelan dalam pelukan mami Ratna.


Bian yang kesal karena Mami Ratna berhasil membuat diri nya tidak dapat berbicara santai dengan istri nya, meluap kan emosi pada Kevin yang selalu setia menemani nya.


"Kevin, seperti nya ini hari terakhir mu bekerja dengan ku teriak nya kencang."


Deg. Kevin khawatir akan kemarahan tuan nya. Menurut nya diri nya tidak melakukan kesalahan apa pun.


"Maaf tuan, apa salah saya?" Tanya nya takut menunduk kepala.


"Aggghhhh." teriak Bian menggema di pintu masuk mansion Baskoro, Kevin yang setia mengekor tuan nya terkejut mendengar jeritan tuan nya yang tidak tau sebab nya.


"Bian, ada apa ini? Apa yang terjadi?" Tanya nya beruntun. Melihat Bian yang diam saja membuat Santi melirik Kevin sekretaris sekaligus asisten putra nya itu.


"Kevin, apa yang terjadi" tanya nya berharap mendapat jawaban. Kevin hanya geleng kepala tak mengerti dengan perubahan tuan nya.


Bian berjalan melewati mommy Santi yang merasa aneh melihat pentolan putra nya yang acak acakan.


"Ada apa Kevin" tanya Santi.


"Saya tidak tau nyonya, tadi tuan pergi meninggalkan perusahaan menemui nyonya Nayra. Saya juga tidak tau apa yang terjadi dengan tuan" lirih nya menunduk takut salah bicara.


"Dasar anak itu, pasti Ratna menolak nya lagi. Huh, sampai kapan harus begini" gumam nya sedih.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2