
"Tapi Nayra memgatakan Bian itu monster mom. Nayra selalu ketakutan saatelihat wajah ku, apa yang harus aku lakukan? Apa perlu Bian melakukan operasi plastik?"
"Nayra takut padamu bukan karena fisik mu melain kan kelakuan mu. Perubahi sikap mu, jangan mengulang kesalahan yang sama.
Jadikan masalah sekarang sebagai pembelajaran."
"Dad. Apa tidak ada cara untuk membawa Nayra kembali? Hati ku sudah lelah dad. Aku tidak tau harus berbuat apa?"
"Sabar lah Bian, jika kamu sungguh - sungguh, kamu pasti akan membawa Nayra kembali pada mu. Jangan memaksa kan sesuatu yang dapat menyakiti hati orang lain."
"Bian lelah dad. Bian takut menghadapi kenyataan ini" lirih nya sendu. Bian pergi menuju kamar nya meninggalkan kedua orang tua nya, Bian harus memeluk boneka Nayra saat mereka masih kecil.
Dalam kamar merebahkan diri sambil baca buku harian Nayra yang belum selesai ia baca.
Dear diary.
Kakak tampan, Nay kangen Nay juha kangen mommy dan daddy.
Nay juga kangen tante dan om serta kakak yang entah siapa nama nya Nay lupa kak.
Kakak tampan hidup Nay tidak lama lagi, Nay lelah kak. Hadir lah saat Nay tidak ada kak, tabur kan mawar putih buat Nayra.
Lembar berikut nya Bian juga membaca goresan tinta hitam yang Nay tulis kan dalam buku kecil.
Setiap kata yang Bian baca membuat hati nya syok setengah mati.Tak ayal membuktikan kekejian ya ia torehan kan pada seorang gadis yang tak bersalah. Gadis lemah yang tak berdaya, menindas seorang lemah mengakibatkan kan penyesalan teramat dalam hidup nya. Bian merasa diri nya sangat buruk memperlakukan istri nya selama ini.
__ADS_1
"Maaf kan aku Nayra, ternyata selama ini kamu juga merindukan ku! Merindukan mommy dan daddy. Bodoh nya aku tidak mengenali mu Nayra. Aku pantas menjadi monster jahat yang selalu menyakiti mu. Aku harus apa Nay. Dengan cara apa aku harus menebus kesalahan ku pada mu Nay. Tolong aku Nay bebas kan aku dari rasa sesak ini. Aku benar - benar tidak sanggup Nayra."
Bian menangisi diri nya sendiri, tak ada yang bisa membuat hati nya tenang selain kata maaf dari Nayra.
Bian terlelap setelah lelah menangis.
Hidup tidak akan berfokus hanya dengan satu tujuan, mempermain kan hidup seseorang lalu menyakiti hati seseorang akan membuat hati puas untuk sementara namun dampak bagi pelaku sangat besar. Menggerogoti pikiran menguras tenaga hingga jiwa raga ini letih.
Kini seorang pria hanya menginginkan kata maaf dari seorang gadis lemah tak berdaya. Apa yang bisa ia lakukan saat korban tak kunjung memaafkan kan pelaku. Biar kan waktu memilih kan segala nya, dengan kerja keras dan hati yang tulus maka ke keikhlasan akan datang dengan sendiri nya.
Saat ini Baskoro kembali ke tanah air setelah mendapat kabar dar anak buah nya jika Bian sudah tidak pernah melakukan pencarian terhadap diri nya.
Dijemput supir saat di bandara tak sabar ingin mencari keberadaan Nayra yang sudah ia anggap cucu.
"Kalian cari cucu ku, kerah kan orang berkualitas untuk mencari nya. Aku tidak ingin Cucuku kenapa - kenapa. Cucu ku sedang sakit. Lakukan dengan cepat."
"Dimana kamu Nayra. Kenapa kamu pergi lama sekali nak? Kakek sudah pulang nak." Brahma sedih tidak mendapati keberadaan cucu nya, khawatir keadaan Nayra yang diri nya tau sedang sakit.
"Apa ia sudah kembali pada suami nya? Ah, rasa nya tidak mungkin. Menurut cerita nya suami nya sangat kejam, lagi pula mereka sudah bercerai. Tidak mungkin cucu ku kembali bersama suami nya" monolog Brahma sendiri.
Berpikir sejenak untuk mencari Nayra, ponsel nya berdering.
"Laporan apa kali ini?" Tegas pria tua itu
"Kami sudah melakukan menemukan keberadaan gadis itu tuan, gadis itu tinggal bersama orang terpandang di kota ini. Akan sedikit sulit untuk menghabisi nya." Lapor Ogi dan Odi.
__ADS_1
"Sesulit apa pun itu, lakukan segera. Habisi gadis itu, jangan menunda waktu lagi. Jika kali ini kalian gagal, maka nyawa kalian taruhan nya."
"Huh. Tidak kompeten melenyapkan satu orang saja. Apa yang bisa ia kerjakan" amuk Brahma membuat nya pusing.
Pusing di kepala memikir kan Nayra yang tak kunjung di temukan pusing di kepala juga memikir kan gadis penghalang kesukaran bagi diri nya. Brahma tidak sadar jika kedua kelompok yang diri nya perintah kan untuk menghabisi nyawa adalah orang yang sama.
Andai diri nya tau jika Nayra adalah putri pandi, cucu yang begitu ia sayangi sebenar nya bahaya bagi diri nya sendiri.
"Papi. Mami dapat telepon dari rumah sakit, minggu depan Nayra sudah dapat melakukan operasi Pap. Seseorang telah mendonorkan ginjal nya pada Nayra. Akhir nya putri kita selamat dari maut Pap, mami senang Pap. Sangat bahagia." Ratna tersenyum senang mendapati kabar bahagia perihal kesembuhan Nayra.
"Kira - kira siapa orang yang sudah berbaik hati mendonorkan kan ginjal nya pada putri kita Pap?" Tanya nya
"Siapa pun itu yang pasti orang baik mam, kita harus berterima kasih pada nya. Imbalan nya juga harus lebih besar dari apa yang mereka minta" ujar Abi terharu masih ada orang berbaik hati untuk menyelamatkan kan nyawa seseorang.
"Mami harus kabari Lian Pap. Mami juga harus beri kabar Baskoro. Nay bukan cuman putri kita saja Pap, bagaimana pun Baskoro harus tau kabar bahagia ini."
Abi meneguk setuju akan usulan istri nya itu. Selagi itu yang terbaik maka Abi akan setuju.
Bian sudah mendaftar kan diri nya perihal jadwal operasi pengangkatan ginjal. Ya, Bian lah orang baik hati yang di puji Abi dan Ratna, Bian merahasiakan perihal donor ginjal yang ia lakukan bahkan diri nya juga merahasika hal besar ini dari keluarga nya. Doktet Juan dan Kevin lah yang tau akan hal itu.
"Anda yakin, tidak akan memberi tahu yang sesungguhnya nya pada keluarga anda?" Tanya dokter juan memastikan.
Bian menggeleng. "Tidak apa dokter, saya melakukan ini dengan iklas. Bila saja Nayra tau siapa pendonor nya maka Nayra tidak akan sudi menerima ginjal ku, ginjal seorang monster seperti aku ini" lirih nya lesu.
"Bersabar lah, semua akan baik - baik saja. Setelah melakukan operasi anda akan hidup dengan satu ginjal saja, tentu banyak yang berkurang dalam hidup anda nanti nya. Mengurangi aktivitas, selama 6 bulan anda tidak di benarkan untuk mengkonsumsi alkohol anda juga tidak di benarkan mengkonsumsi rokok. Pola makan anda juga harus diatur hingga kondisi anda benar - benar pulih."
__ADS_1
Bersambung.