Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 65 Nayra pulang


__ADS_3

Setiap masalah ada jalan keluar nya, setiap penyakit pasti ada obat nya. Umur manusia sudah di tentukan yang maha kuasa. Manusia tidak bisa melawan takdir yang sudah di garis kan.


Nayra menjalani operasi minggu lalu, diri nya sudah di ijin kan dokter Juan untuk pulang ke rumah esok hari.


Saat ini Nayra sedang makan buat apel yang di bawa oleh Baskoro. Mereka dengan setia menanti Nayra selama sepekan ini.


Abi serta keluarga juga turut menemani Nayra selama ini.


"Mami, Besok Nayra sudah pasti kembali ke rumah kita kan mi?" Tanya nya memastikan.


"Sayang, sabar lah. Kau pasti pulang ke rumah kita nak." jawab Ratna menenangkan Nayra.


"Nay bosan di rumah sakit mi. Nay kangen rumah, Nay kangen para pelayan di rumah, Nay kangen pak satpam, Nay kangen semua orang rumah mi" cicit nya pelan.


"Dasar anak nakal, bahkan sama pelayan kau kangen. sama mami tidak. Huh. kesal deh mami." Ratna pura - pura ngembek.


"Nayra. Putri daddy. sabar ya sayang. Besok daddy. pasti kan, putri daddy ini pulang sudah pulang" ujar Baskoro sembari mengelus kepala Nayra.


"Terima kasih daddy. Nay sayang daddy" cicit nya pelan. Nayra memang sudah mulai menerima keberadaan Baskoro, gadis itu sudah tidak takut lagi pada Baskoro, bahkan Nayra sudah tidak menolak saat Baskoro memeluk nya.


Berbeda dengan Santi, Nayra masih enggan untuk lebih dekat dengan ibu mertua nya. Namun rasa trauma Nayra sudah berangsur membaik terhadap ibu mertua nya itu.


"Nay. Makan buah nya lagi sayang. Buah ini baik untuk kesehatan mu nak" lirih Santi dengan lembut. Nayra mengangguk. "Terima kasih mommy."


Santi terharu, mendengar Nayra memanggil nya mommy. Sontak Santi memeluk Nayra dengan erat.


"Nay. kau bilang apa barusan nak?" Tanya Santi memastikan


"Mommy" jawab gadis itu dengan polos nya.


Abi. Baskoro, Ratna, Santi, Lian gemas melihat kepolosan Nayra. Mereka tersenyum senang melihat mental Nayra perlahan membaik.


"Putri ku sayang" hiks, gumam Santi memeluk Nayra dengan berurai air mata.


Santi menangis haru di pelukan Nayra. Wanita paru baya itu berjanji akan memperbaiki kesalahan nya selama ini. Jauh di lubuk hati nya. wanita itu sangat menyayangi Nayra saat gadis itu kecil. Diri nya memanjakan Nayra kala sebelum musibah itu datang.


"Nay. kamu memaafkan mommy nak?"

__ADS_1


Nayra mengangguk. "Terima kasih sayang, kau memang putri ku. Aku sangat menyayangi mu nak."


"Mommy janji, akan menebus semua kesalahan mommy pada mu."


"Maaf kan Nay mom. Nay sudah membuat mommy sedih" ujar gadis itu menghapus air mata Santi.


Yang lain juga turut meneteskan air mata menyaksikan keharusan kedua wanita beda generasi itu.


"Mom. Nay mau pulang." Cicit nya pelan. Gadis itu benar - benar jenuh berada di rumah sakit.


Nayra membisikkan sesuatu di telinga Santi, membuat yang lain mengerutkan kening mereka masing - masing karena penasaran akan bisikan kedua wanita itu.


"Santi, apa yang di katakan putri ku pada mu?" Tanya Ratna penasaran.


"Tidak ada!" Jawab nya cepat, sambil tersenyum.


"Nay, jangan buat mami mati penasaran nak. Katakan. Mami mau dengar" ujar nya memaksa. Nay geleng kepala.


"Daddy. Mommy mau sekarang juga urus kepulangan Nayra" tegas nya tanpa protes.


Semua orang menoleh ke arah Santi. "Apa maksud mu Santi, dokter Juan mengatakan Nayra besok pulang. Jangan memaksa kehendak mu Santi." Ujar Abi sedikit kesal.


"Apa?" Sontak saja semua nya kaget, kecuali Santi dan Nayra tersenyum melihat kekagetan mereka.


"Mommy, jangan bercanda. Nayra belum bisa pulang, bersabar lah 1 malam lagi" pinta Baskoro.


"Dad, Nay sudah sehat, Nay sudah kuat." Cicit nya cemberut.


Yang lain nya heran akan tingkah anak gadis mereka.


"Nay, kau mau pulang ke rumah Baskoro?" Tanya Ani memastikan. Nayra mengangguk saja.


"Tidak bisa. Nayra putri ku, Nayra harus pulang ke rumah ku besok" Tegas Ratna tak mau kalah.


"Mami, Nay mau pulang sekarang. Jika Mommy Santi bisa membawa Nay keluar dari rumah sakit, Nay akan pulang bersama mommy Santi" ujar nya lembut.


Baskoro berbinar mendengar ucapan Nayra, dengan segera Baskoro keluar untuk menemui dokter Juan.

__ADS_1


"Bas, kau mau kemana? Jangan bertindak yang tidak masuk akal Bas!" Ujar Abi merasa kesal.


"Sayang, bersabar lah. Hanya malam ini saja. Pleesss" pinta Ratna.


"Mam, tolong mengerti lah, perasaan Nayra tidak enak. Nay tidak tau mengapa, hati ku merasa tidak aman berada di rumah sakit malam ini" lirih nya lesu.


Dengan segala perdebatan, akhir nya mereka mengalah. Mengikuti permintaan gadis cantik itu.


Dokter Juan mengijinkan kan Nayra pulang, akan tetapi Dokter Juan harus memeriksa Nayra besok di kediaman Baskoro.


"Besok, saya akan mengunjungi mu Nayra, sekian lama mengenal mu, aku merasa kita semua bagaikan saudara. Sering lah berkunjung ke rumah sakit, kita jalin hubungan yang baik. Kalian semua sudah seperti saudara bagiku" ujar dokter Juan tulus.


"Dasar, dokter gadungan. Selama mengenal mu, aku bahkan sudah menganggap mu seperti putraku, tapi apa balasan mu. Kau malah mendoakan kami sakit, agar kami datang ke rumah sakit untuk kau periksa! Begitu maksud mu. Hah?" Ratna mengomel dokter Juan, membuat dokter itu gelagapan.


"Bukan begitu maksud ku tante cantik" ujar dokter Juan.


Yang lain hanya tersenyum melihat Ratna yang begitu lugas mengomel dokter Juan.


"Sudah lah mam, dokter Juan hanya bercanda, maksud dari dokter Juan, bukan meminta kita sakit, dokter minta kita mengunjungi nya mam, bukan untuk berobat" kilah Abi merasa kasihan pada dokter Juan.


"Jadi, Nay sudah bisa pulang sekarang dokter?" Tanya nya dengan berbinar. Juan hanya mengangguk pasrah.


Saat itu mereka semua, membereskan barang - barang Nayra. Secara bersamaan, mereka menghantar Nayra di mansion Baskoro.


Dengan perlahan Nayra melangkah kan kaki nya di tumpuan lantai mansion mewah Baskoro.


Seakan mengerti dengan apa yang ada dalam benak gadis itu, Baskoro menggenggam tangan Nayra dengan erat, berusaha menguatkan gadis muda, agar segera melupakan kenangan pahit yang pernah dialami selama berada di mansion tersebut.


"Jangan khawatir, semua akan baik - baik saja." bisik Baskoro tepat di telinga Nayra.


Mereka semua duduk di ruang tamu, berbincang memperebut kan Nayra. Ratna masih ngotot akanenjemput Nayra kembali ke rumah nya.


"Nay, jika kamu bosan di sini. Katakan langsung pada mami, mami akan segera menjemput mu dengan senang hati. Kita akan masak bersama seperti sebelum nya di rumah kita nak" ucap nya dengan lantang.


"Ratna, jangan begitu. Nayra ini putri ku juga. Jangan egois. Kasi kami kesempatan untuk memeluk Nayra" ujar Santi tak mau kalah.


"Astaga, para orang tua ini. Selalu saja ribut, kalian tidak bisa akur sebentar saja. berisik tau." Lian mengingat kan para orang tua nya untuk bersikap tenang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2