Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 43 Dimana kamu sayang?


__ADS_3

Baskoro. Tak bersemangat dalam melakukan aktivitas nya, sudah lebih dari seminggu yang lalu baskoro bersiam diri di rumah.


Bian masuk berlalu begitu saja, sejenak Bian berhenti karena suara Baskoro.


"Berani juga kamu pulang?"


"Jangan mencampuri urusanku dad. Pleesss"


"Kau akan menyesal atas semua perbuatan mu pada Nayra suatu saat nanti."


"Bukan suatu saat nanti dad. Tapi saat ini Bian benar - benar menyesal." Batin Bian, pergi menuju kamar nya.


"Dimana kamu sayang? Pleessss jangan membuat ku takut. Kamu masih hidup kan? Bukan kamu yang mati kelaparan itu kan sayang? Aku mohon maaf kan aku Nayra!"


Bian terus menciumi kalung pemberian nya terhadap Nayra.


"Aku yakin kamu masih hidup. 18 tahun yang lalu, mereka juga mengatakan kamu meninggal. Sekarang manusia tak berguna itu juga bilang kamu meninggal. Itu bohong kan sayang?"


"Maaf kan aku yang tidak mengenal mu? Maaf kan aku."


Hiks, hiks..


***


"Nayra. Kakek minggu depan keluar Negeri, kamu baik - baik di rumah ya."


"Ia kek. Pulang nya jangan lama. Aku rindu kakek."


"Habis kan makanan mu. Makan yang banyak supaya cucu kakek yang cantik ini sehat."


Nayra tersenyum senang akan perhatian Brahma. Karena perhatian lah yang dia butuh kan.


"Apa kamu memang tidak punya saudara sama sekali nak?"


Nayra menggeleng. Nayra anak tunggal kakek.


"Saudara jauh juga tidak punya?"


Nayra menggeleng lagi.


"Tapi Nayra punya keluarga kakek!"


"Keluarga?" Nayra membuat Brahma bingung.


"Keluarga seperti apa nak?"


"Nay miliki om, tante, mommy, daddy dan dua kakak yang tampan. Tapi Nayra tidak tau mereka dimana kek."


"Kenapa nak?"


Dulu Nay masih sangat kecil. Jadi Nay lupa nama mereka siapa, wajah nya saja Nay lupa kek. Nay cuman ingat punya keluarga."


"Keluarga bagaimana nak?" Kakek semakin bingung!


Nayra tersenyum melihat kebingungan Brahma.


Nay juga tidak paham kek. "Papa sama mama bilang, mereka keluarga Nayra."


Brahma hanya mengangguk bingung.


"Makan malam nya di habisin. Jangan lupa minum obat nya."


"Maafkan Nay ya kek. Harus nya Nay yang mengurus kakek, Tapi malah sebaliknya nya."


Brahma tersenyum bahagia akan kejadian Nayra dalam hidup nya.

__ADS_1


"Untuk itu. Kamu harus semangat buat sehat. Kakek semakin tua, kalau kamu pergi siapa yang ngurusin kakek?"


"Nay akan sembuh buat kakek."


Terima kasih sayang. Kakek sangat bahagia."


"Ada apa kau datang ke rumah ku malam begini Bas? Apa kau punya info soal Nayra? Istri ku benar - benar butuh Nayra."


"Aku juga sangat kehilangan anak itu Bi. Entah sihir apa yang dia punya membuat aku sangat sayang pada nya."


"Ketulusan nya yang memikat hati kita Pap." Ujar Lian menghampiri Baskoro serta Abi.


"Ratna mana Bi?" Tanya Baskoro.


"Istirahat dikamar, baru saja minum obat Bas."


"Apa om sudah dapat info dari Bian?"


"Belum Lian. Anak itu sungguh keras kepala."


"Kita berdoa saja agar Nayra tetap baik - baik saja." Ujar Abi berusaha menghibur Baskoro dan Lian.


"Bas. Jika kita menemukan Nayra. Aku yang akan bertanggung jawab atas hidup nya. Nayra tinggal di rumah ku." Ucap Abi.


"Tidak Bi. Nayra harus tinggal bersama ku."


"Bas come on.Jangan egois, bagaimana jika Bian menyakiti Nayra bila tinggal si rumah mu? Aku tak ingin ambil risiko Bas." Mengerti lah


Baskoro membisu. "Benar kata mu Bi, tapi aku ingin Nayra tinggal bersama ku. Aku sudah menganggap nya sebagai putri kandung ku Bi. Mengerti lah akan keresahan hatiku."


"Ayolah Bas. Jangan egois. Nayra tidak aman bersama mu. Ada bahaya jika Nayra tinggal dengan mu yaitu Bian putramu."


Deg. Baskoro mati kutu, perkataan Abi tepat sasaran mengenai ulu hati nya.


"Om Bas. Kita semua sayang Nayra. Akan tetapi Nay lebih aman jika bersama kami. Papi sama om Bas tidak perlu berebut Nayra." Lian menengahi antar Abi dan Baskoro.


Bian membuka Buku harian Nayra. Mencoba membaca tulisan yang ada disana.


"Nayraku ternyata suka menulis juga. Dulu kamu sangat manja Nay, sakit sedikit saja langsung mengadu padaku."


Bian membuka lembar pertama, tersenyum melihat buku Nayra.


***


Dear diary


keningku berdarah


mataku kabur


tubuhku sakit


hatiku sakit.


Hari ini Nay bertemu orang baik namanya kak lian. Aku bahagia. sangat bahagia.


Hari ini aku dipukuli oleh tuan monster


entah yang keberapa kali monster itu memukul ku. Apa salah ku?


Setiap hari dia selalu menyiksaku.


monster itu membenciku karena namaku Nayra.


Deg.. Tangan Bian gemetar seiring dengan buku bergoyang. Bian menangis, mengingat betapa kejam nya diri nya terhadap Nayra.

__ADS_1


"Maafkan aku Nay. Maafkan aku sayang. Pukul aku. Pukul aku untuk membalaskan perbuatanku padamu.


Hiks. Hiks. Maaf kan aku Nayra.."


Bian ingat saat dia memukul Nayra. Tanpa belas kasih, tanpa peduli sakit yang seperti apa yang Nayra rasakan disekujur tubuh nya.


"Kenapa aku tidak mengenali mu Nayra. Kenapa kamu tidak bilang kalau kau Nayraku. Kenapa Nay?"


Aaggghhhhh. Briyan berteriak dalam kamar nya.


Berlanjut membada halaman berikut nya.


***


Dear diary


Sudah dua hari Nay tidak makan


Nay tidak tau kode apartemen ini


Kakak rindu kakak baik


Kakak baik itu bohong


Kakak baik tidak pernah datang lagi


Perutku sakit


Dadaku sesak


Mungkin Nay akan kesurga.


Deg.. Lagi - lagi Bian ketakutan, tak sanggup melanjutkan bacaan diary Nayra.


"Apa yang sudah aku lakukan?


Tuhan. Tolong pertemuan aku dengan Nayra ku!


Aku mohon mohon Nay maafkan aku.


Maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi. Aku mohon jangan membenciku."


Bian menangis sepanjang malam. Mengingat betapa sadis nya perbuatan buruk yang sudah dia perbuat. Bian terlelap setelah subuh


Sebulan berlalu. Kondisi tubuh Nayra semakin lemah.


"Cucuku. Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang!"


"Tidak kek. Nay tidak akan sembuh. Nay hanya ingin di peluk kakek."


Brahma frustrasi. Nayra tidak mau di ke rumah sakit. Nay memilih pasrah.


"Tuan. Semua nya sudah beres, sudah saat nya kita berangkat." Sopir Brahma menunggu ke siapan tuan nya.


"Nayra. Kakek mohon, kita harus ke rumah sakit. Kakek sudah membuat jadwal dengan dokter terbaik di luar Negeri."


"Kek. Nay mohon, Nay sudah nyaman disini. Nay tidak mau tinggal di rumah sakit kek."


Brahma menangis. Brahma tidak sanggup jika Nayra harus tiada.


"Kek. Dadaku sesak kek."


Nayra semakin memberatkan pelukan nya pada Brahma.


"Kita ke rumah sakit sekarang. Bawa Nayra ke mobil."

__ADS_1


Brahma tidak mengindahkan perkataan Nayra yang tidak mau ke rumah sakit.


Bersambung.


__ADS_2