
"Huhhh. sudah waktu nya makan siang, aku harus jemput mommy dan daddy di bandara."
monolog Bian sendiri.
Bian beranjak dari perusahaan nya menuju bandara.
Santi melambaikan tangan nya saat melihat Bian berada di lobi bandara.
Bian menghampiri mommy dan daddy nya.
"Anak mommy makin ganteng saja."
Bian menjauh saat santi hendak mencium anak nya.
"Mommy jangan menciumku. Bian sudah dewasa mommy."
Bian kesal akan tingkah mommy nya yang tak berubah.
Baskoro hanya geleng kepala melihat tingkah istri dan anak nya itu.
"Bian, mantu daddy mana?" tanya baskoro
"Dirumah dad" Jawab bian
"Ya sudah, mari berangkat"
ajak Bian terhadap mommy dan daddy nya itu.
Mereka pulang ke mansion.
Bian turun dari mobil. meminta sopir serta satpam yang sedang main catur untuk membawa koper baskoro.
Bian berjalan lebih dulu masuki mansion, entah kenapa hatinya ingin sekali melihat istrinya itu.
Bian melihat Nayra tidur di sopa keluarga sedang merangkul majalah bisnis yang sempat dia baca.
Bian berhenti di pintu masuk saat melihat wajah polos istrinya rebahan di sopa.
baskoro dan santi juga berhenti kala Bian berhenti, mereka juga melihat Nayra yang sedang tuduran disopa.
Bian melangkah mendekat kearah istri nya.
Cup.
Dikecupnya kening istri nya, lalu digendong nya menuju kamar tidur mereka.
Sambil berjalan Bian berbicara pada istrinya yang terlelap.
"Kalau masih ngantuk kenapa keluar kamar. Hem?" Tanya nya pada nayra yang terlelap.
Mbok Nur, para maid melongo melihat sikap tuan nya.
Baskoro dan Santi saling pandang heran akan sikap putra mereka itu.
Tak lama kemudian Baskoro tersenyum, dalam hati dia berkata.
"Sepertinya hubungan anak dan mantu ku semakin baik. Baguslah setidaknya Bian sudah sadar akan kelakuan buruknya itu."
Dikamar Bian meletak kan Nayra di kasur tidurnya, anehnya Nayra tidak terusik sama sekali dari tidur lelapnya itu.
"Dasar kebo, tidur seperti mayat saja."
Cup.
Lagi - lagi Bian mengecup kening istrinya, namun tak terusik sama sekali.
Cup. Cup
Bian mengecup kedua mata istri nya, ditunggunya istrinya membuka mata, tetapi tidak terusik sama sekali dari tidurnya.
CUP
CUP
CUP
CUP
Bian mengecup seluruh wajah Nayra, berharap dengan seperti ini Nayra bangun. Namun tidak seperti yang diharapkan Bian, Nayra hanya menggeliad lalu tidur mencari posisi aman mendekat kan tubuh nya ke tubuh Bian.
Bian tersenyum geli melihat ke konyolan istrinya itu.
Bian pergi menemui mommy dan daddy nya.
Bian makan siang Dimansion nya, walau dia sadar sekarang bahkan bukan jam makan siang lagi, karena hari sudah menjelang sore.
"Mommy, Bian istirahat mom."
Bian berjalan menuju kamar nya saat setelah selesai makan siang.
__ADS_1
"Kamu tidak kembali ke kantor nak?"
tanya Santi
Bian hanya menggeleng sambil berjalan
Bian masuk kamarnya dilihatnya Nayra sudah duduk di meja rias nya.
Bian menghampiri istrinya yang fokus mengambar mawar putih pemberian Bian itu.
Nayra menggambar mawar putih itu di buku Diary nya.
Bian mengintip terus dari belakang, tanpa Nayra sadari jika Bian memperhatikan Nayra mengabar.
Bian jadi teringat Nayra kesayangan nya.
Saat dirinya pulang sekolah dia akan mendapati Nayra sedang mengerjakan PR menggbarnya.
Bian melangkah mundur membiarkan istrinya itu melanjutkan aksi gambarnya.
Bian tidur dikasurnya.
"Kakak tampan, Nayra senang kak
Nayra senang kakak tidak marah lagi
Nayra takut sama kakak tampan
Kakak nakal!" Nayra cemberut.
"Hei. Jangan cemberut, entar kakak bawa coklat yang banyak sekali!"
"Benarkah?"
"Hemm!" Bian mengangguk sambil menepuk pipinya menggunakan jari telunjuknya, seakan meminta untuk di kecup Nayra adik kecilnya.
Bian bermimpi...
"Nayraaaaa.." Lirih nya terbangun..
Bian melihat Nayra masih setia duduk dimeja rias menggambar mawar putih.
***
Dear diary
Jika aku sudah tidak sedunia ini lagi, aku akan kehilangan kakak baik dan om baik.
Aku akan menceritakan kebaikan kalian pada malaikat di surga.
Kakak tampan, Nayra ingin bertemu kakak tampan, walau hanya sebentar saja.
Nay merasa waktu nay sedunia ini tidak lama lagi.
Nay gampang lelah
Nay juga gampang mengantuk
Kakak tampan datanglah walau hanya sebentar.
Jika aku mati sebelum bertemu kakak, apa kakak akan mengingatkan selamanya?
Apa kakak akan datang ke makam ku untuk menabur mawar putih?
**Nayra Admaja**
Nayra menyimpan buku diary nya dalam laci.
Nayra berbalik mendapati Bian bersandar di dasboard kasurnya.
Nayra melangkah menuju sopa kesayangnya itu.
Nayra meletakkan tubuhnya lalu terlelap, entah kenapa Nayra merasa gampang lelah dan sangat mudah sekali terlelap.
Bian membuka mata nya yang pura - pura tidur itu.
"Kenapa dia tidur lagi?" Batin nya.
Nayra menangis, merasakan sakit di dada nya seakan dadanya seperti ditusuk jarum kecil..
Nayra meremas selimut untuk menahan rasa sakit yang dia derita.
Hingga malam tiba Bian berniat membangunkan Nayra namun tak tega melihat nya terlelap. Bian berpikir nayra kelelahan.
Bian pergi menuruni tangga menghampiri mommy dan daddy nya makan malam bersama.
"Mana istri mu bian?" Tanya baskoro
"Tidur dad, seperti nya kelemahan" jawab bian
__ADS_1
Baskoro dan santi saling pandang.
Baskoro tersenyum senang.
"Pantas saja anak ini tidak kembali ke kantor, ternyata dia sedang membuatkan cucu untuk ku," batin baskoro
Sedang santi tidak suka bila bian perhatian pada Nayra. Menurut Santi Nayra tidak pantas buat putra semata wayang nya yang tidak jelas asal usulnya itu.
Mereka makan dengan hening.
Selesai makan Bian langsung meninggalkan mommy dan daddy nya menuju kamar tidurnya. Bian meminta Mbok Nur membawa makan malam ke kamar nya.
Ceklekkk.
Bian melihat istrinya masih pulas di atas sopa.
Bian membopong tubuh istrinya ke kasur tidurnya membaringkan kan Nayra dikasur empuk itu.
Bian terlelap disamping Nayra hingga pagi.
Bian melihat Nayra masih terlelap pagi ini.
Dilihatnya makanalam malam itu tidak disentuh oleh Nayra.
Bian menepuk - beluk pelan pipi Nayra.
"Hei, bangun. Nayra bangun."
Nayra hanya menggeliat, tanpa terusik dari tidurnya.
Bian tersenyum melihat tingkah istri yang di benci nya itu.
Cup.
Dikecupnya kening Nayra, lalu beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri..
Bian menuruni tangga menuju meja makan mendapati mommy dan daddy nya sudah menunggu dirinya untuk sarapan bersama.
"Istrimu disana Bian?" Tanya Baskoro
"Masih tidur Dad" Jawab Bian jujur
"Istri macam apa sudah siang begini masih tidur." Omel Santi
"Biar saja mom, mungkin mantu kita lelah" sambut Baskoro membela mantu nya.
Selesai Bian sarapan dia minta mbok Nur bawa sarapan pada istri nya sebelum berangkat ke kantor.
Santi semakin panas mendengar perhatian putra nya terhadap anak yang tidak jelas itu.
Santi berjalan menyusui tangga menuju kamar Bian. Setelah memastikan putra dan suaminya berangkat ke kantor, Santi mendatangi Nayra ke kamar tidur.
Dilihatnya Nayra masih terlelap diranjang anaknya.
Emosi santi meledak melihat Nayra dengan santai nya tidur memeluk boneka lumba - lumba kesayangan anak nya.
Santi menarik rambut nayra kuat sampai beberapa helai rambut Nayra terlepas.
Nayra terkejut kesakitan.
"Dasar mantu sialan, beraninya kau peluk boneka kesayangan putraku. Boneka itu milik putriku Nayra."
"Turun, sini kamu."
Nayra diseret Santi turun dari ranjang.
"Mo - mom - mommy."
Nayra kaget setengah mati.
Tiba - tiba mertuanya ada di hadapan nya.
"Mom sakit. tolong lepasan rambut Nayra mom."
Pinta nayra dengan menangis pilu.
"Diam. Sini ikut saya ke taman belakang.
Sini kamu mantu sialan."
Bersambung!!
Hai teman, Kisah Cinta Nayra akan tayang setiap hari.
Ikutibterus kelanjutan ceritanya teman
Mohon like, vote, koment
Terima kasih
__ADS_1