
Malam itu juga jasad pandi dan cindi langsung dikebumikan dipemakanam keluarga baskoro, dibantu oleh tim dokter dan petugas kepolisian.
abi serta ratna turut hadir menghantarkan sahabatnya itu ke tempat peristirahatanya yang terakhir.
baskoro dan abi mengurus semua pemakaman pandi dan cindi, sementara santi dan ratna hanya menangis sambil berpelukan akan kepergian sahabat mereka yang sudah bak keluarga bagi mereka.
baskoro, santi, abi, ratna pulang dikediaman baskoro. mereka sampai pukul 05 dini hari.
para maid sudah lalu lalang mengerjakan tugas masing -masing.
ke empat orang itu merebahkan tubuh mereka disopa ruang tamu.
***
ditempat lain dikota J rumah ayah pandi didatangi oleh sekelompok orang.
mereka mengesor pintu dengan kencang, idri mengintif keluar memperhatikan ada 4 orang berbadan tegap berdiri didepan rumahnya.
idris belum tau akan kematian putra dan menantunya itu.
2 bulan tetakhir ini pandi memang membuka cabang perusahaanya di kota J namun pandi dan istrinya tidak tinggal bersama idris.
mereka tinggal di apartemen, karena kediaman idris rumah masa kecil pandi berjarak lumayan jauh dari perusahaanya. hanya diakhir pekan saja pandi serta istri nya berkunjung kerumah ayahnya, sekaligus menghabiskan waktu dengan cucunya nayra lewat vc.
idris mendengar pembicaraan ke empat orang itu, jantungnya berdetak kencang. tubuhnya lemas seakan tak mampu menopang untuk berdiri.
"sepertinya pak tua itu tidak ada dirumahnya!"
"mungkin saja dia sudah ke ibu kota untuk memakankan anak dan mantunya"
"bisa jadi sih. lalu bagaimana kita harus mencari putrinya itu? bos meminta kita untuk segera membunuhnya"
"kalau begitu kita harus ke ibu kota untuk membunuh bocah kecil itu"
mereka pergi meninggalkan rumah idris.
idris menangis mengingat perkataan para preman itu.
"apa yang terjadi? benarkah pandi dan cindi meninggal? lalu bagaimana dengan cucuku nayra?
aku harus segera mencari nayra, tak akan kubiarkan cucuku dibunuh oleh bajingan itu"
idris segera memasukkan beberapa pakaianya kedalam ransel guna mencari nayra.
selama pandi dan menantunya berada dikota J idris hanya tau nayra dititipkan pada sahabat anaknya, akan tetapi idris tidak tau siapa dan dimana alamat sahabat anaknya itu.
idris hanya bermodalkan nekat untuk mencari nayra kesekolahnya, karena idris pernah mengantarkan nayra kesekolah saat idris berkunjung ke rumah pandi di Ibu kota.
***
dimansion baskoro.
bian sudah bersiap akan ke berangkat kesekolah.
bian melihat ada abi dan ratna dimansion mereka.
"tante lian mana? mau bareng bian kesekolah ya?"
para orang tua itu hanya saling lempar pandang satu dengan yang lain.
bukanya menjawab pertanyaan bian, santi malah menanyai bian.
"nayra dimana nak?"
"masih tidur mom. bian sengaja tidak membiarkan nayra tidur, nayra kan sudah tidak kesekolah lagi"
"tapi nayra harus mengambil berkas dokumen kesekolah nak, bulan depan mommy mau daftarin nayra kesekolah bian"
bian diam saja berjalan menuju meja makan untuk sarapan.
selesai sarapan bian berangkat kesekolah diantar oleh sopir.
"ratna bagaimana ini, aku tidak tau cara menyampaikan kabar kematian pandi dan cindi pada nayra"
"menurutku kita biarkan saja dulu, sekarang waktunya belum tepat" usul ratna.
"lalu sampai kapan na?" tanya santi kawatir
__ADS_1
"kita tunggu sampai nayra dewasa" usul ratna lagi.
"tidak. aku tidak setuju, bagaimana pun nayra berhak tau.
pandi dan cindi itu orang tua nayra, jadi nayra harus tau kebenarannya"
protes baskoro langsung.
"aku setuju dengan baskoro. nayra berhak tau yang sebenarnya" timpal abi
"tapi nayra itu masih terlalu kecil. apa kalian tidak kasian pada nayra"
ratna masih mencoba membujuk baskoro dan suaminya itu
"lebih menyakitkan bagi nayra saat dewasa tau akan keberadaan orang tuanya. apapun yang terjadi nayra harus tau yang sebenarnya"
tegas baskoro.
mereka pergi menghampiri nayra dikamarnya yang sudah selesai dimandikan oleh maid, mendapati wajah nayra yang tidak seceria seperti sebelumnya.
"nayra anak mommy sudah selesai mandi ya, kenapa wajah putri mommy cemberut. hemm?"
santi membawa nayra kepangkuanya, duduk dikasur nayra.
baskoro dan yang lainya mendekati nayra.
"nayra sayang. putri daddy yang cantik, jangan cemberut lagi ya sayang.
papa sama mama kamu sayang sama nayra"
"daddy bohong" jawab nayra masih cemberut.
"dengarin daddy sayang. mulai hari ini nayra jadi anak daddy, anak kandung daddy baskoro.
daddy yang akan menanggung semua kebutuhanmu nak"
kenapa daddy, memangnya papa sama mama sudah bosan ngurusin nayla?" tanya nayra.
"no sayang. nayra ingat, kemaren saat acara sekolah nayra sebenarnya papa sama mama kamu datang kesekolah nak.
tapi sayangnya mobil papa kamu kecelakaan dan"..
"dan apa daddy?" tanya nayra
"nayra, papa sama mama kamu kecelakaan. papa sama mama kamu sudah disurga nak"
jawab abi cepat, tak tahan melihat nayra yang bersedih.
nayra menangis, nayra paham kata disurga.
saat neneknya meninggal tahun lalu, pandi menjelaskan padanya kalau neneknya sudah berada disurga.
nayra menangis histeris.
santi memeluk nayra dengan erat.
nayra memberontak dipelukan santi.
"nay mau ketemu papa sama mama"
huuhhuu
hiks, hiks
mereka menjelaskan kepada nayra dengan pelan dan lembut. mereka paham nayra masih kecil tapi mau bagaimana lagi. nayra juga berhak tau yang sebenarnya.
sampai dua jam lamanya mereka menenangka nayra hingga bocah itu berhenti menangis.
setelah nayra mulai tenang, mereka membawa nayra ke makan pandi dan santi.
walau masih kecil tapi nayra paham akan kedua orang tuanya yang sudah pergi meninggalkanya untuk selamanya.
nayra menangis histeris disana hingga nayra pingsan dimakam kedua orang tuanya.
baskoro langsung membopong nayra ke mobil.
mereka membawa nayra kembali kemansion. akan tetapi belum sampai mansion nayra sudah siuman, anak itu sesegukan.
__ADS_1
"mommy kita dimana?"
"kita mau pulang sayang"
"nay mau kesekolah mommy"
"baiklah sayang. daddy putar mobilnya kita kesekolah nayra sekarang. mommy akan kabari abi dan ratna supaya mereka menyusul kita ke sekolah nayra"
"ok" jawab baskoro cepat.
mereka masih lelah semalaman tidak tidur mengurus jasad sahabatnya hingga dimakamkan. kini mereka juga belum di ijinkan untuk istirahat sebelum kondisi nayra sedikit tenang.
sesampainya disekolah nayra, mereka sudah mendapati abi dan ratna menunggu di lobi.
"yuk kita masuk bersama keruang kepala sekolah untuk mengambil dokumen nayra"
ajak baskoro pada abi dan ratna.
mereka pergi menuju ruang kepala sekolah, para orang tua dan murid TK yang lainya sudah pada selesai mengambil dokumen.
setelah selesai mengambil dokumen nayra' mereka langsung keluar dari ruangan tersebut.
berjalan melalui koridor sekolah, baskoro masih setia menggendong matra sesekali ia mencium pucuk kepala matra dengan sayang.
abi membuka pembicaraan mereka.
"bas, apa tidak sebaiknya kita langsung mendaftarkan nayra ke sekolahnya anak kita!
buat apa kita menunggu bulan depan"
"bener juga ide ko bro. belum tentu bulan depan kita punya waktu yang bersamaan buat ngantar nayra kesekolah barunya" jawab baskoro.
yang lain nya mengangguk saja, tanda setuju.
"nayra putri daddy, mau sekolah ditempat kak bian?" tanya baskoro.
nayra mengangguk.
"kita kekantin dulu bas, sedari pagi aku belum sarapan. pada hal hari sudah siang" seru abi
baskoro dan yang lainya mengangguk.
mereka pergi menuju kantin sekolah.
mereka menyantap makanan ala kadarnya.
seketika nayra melihat salah satu temanya duduk di dekat pos satpam.
"daddy boleh nay ketemu teman nay"
"kemana sayang tanya baskoro"
"itu daddy tunjuk nayra"
mengarah pada satpam.
"hati-hati sayang jangan jauh mainya"
nayra mengangguk.
pergi menemui temanya.
baskoro dan yang lainya melanjutkan makanya.
setelah idris sampai di ibu kota, idris langsung menuju sekolah nayra.
idris melihat nayra duduk bersama salah satu temanya.
idris langsung menghampiri nayra.
"Nayra"
Bersambung!
hai teman. kisah cinta nayra akan tayang setiap hari.
ikuti terus kisahnya yah.
__ADS_1
dukung terus. agar saya semakin semangat menulis cerita ini.
Terima kasih.