Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 34 Obat Penggugur Kandungan


__ADS_3

Saat mata lelah menangis kemana air mata akan keluar?


Saat hati lelah menahan dimana perasaan ini akan bertahan?


Melangkah dengan pasti sampai dimana kaki ini sampai.


"Pergi lah tidur. Minum ini."


Bian memberikan segelas air putih pada gadis malang itu.


Nayra menerima lalu meminum. Nayra masuk dalam kamar nya untuk mengistirahatkan diri.


30 menit berlalu perut Nayra terasa kram, Nayra meremas perut nya dengan keras.


Bian mondar - mandir dalam kamar nya, menunggu suara teriakan Nayra minta tolong.


Ya. Bian mencampurkan obat penggugur kandungan guna memusnahkan benih yang ada dalam perut Nayra.


Bian penasaran akan kondisi Nayra, Bian menuju kamar Nayra mengetahui kondisi gadis malang itu.


Bian melihat Nayra meliuk - liuk badan di atas kasur nya menahan sakit.


"Apa yang terjadi?" Tanya nya


"Tuan. Tolong saya. Sakit!"


Bian masih diam membisu memperhatikan Nayra yang kesakitan.


Bian pergi membawa Nayra ke rumah sakit.


Bian menurunkan Nayra di rumah sakit lalu pergi pulang.


Nayra melangkah dengan tertatih memegangi perutnya.


"Suster tolong saya."


Nayra memanggil salah satu suster yang sedang berjalan di koridor rumah sakit.


"Tolong."


brukkk. Nayra jatuh pingsan dikoridor rumah sakit.


Para suster berlari menghampiri Nayra membawa nya ke ruang IGD.


Sedang Dimansion.


Bian tersenyum senang membayangkan jika Nayra telah keguguran.


Saat makan malam Bian mencampurkan sesuatu dalam minuman Nayra, Bian berniat menggugurkan kandungan Nayra yang di anggap benih dari Brahma.


Apa bian akan menyesal dengan semua yang telah dia lakukan pada Nayra jika saja Bian mendengarkan penjelasan Nayra?


"Situa bangka itu pasti sudah kehilangan benih nya." Gumam Bian.


Dokter yang memeriksa Nayra geleng kepala.


"Buat apa pasien minum obat penggugur kandungan sedang dia tidak mengandung.


Apa dia berniat merusak rahim nya sendiri?"


Dokter bermonolog dengan geleng kepala.


"Suster tolong pindahkan pasien ke ruang rawat inap."


"Baik dokter."


Jawab salah satu suster.


Pagi hari nya Nayra membuka mata. Melihat ruangan kosong dengan cat berwarna putih menandakan bila dirinya berada di rumah sakit.


Nayra mengingat kenapa dirinya berakhir di rumah sakit.


"Pagi nona. Kita berjumpa lagi!"


Dokter juan tersenyum menyapa Nayra pagi ini.


Nayra tersenyum kecil menyambut sapaan dokter juan.


"Dokter. Apa saya sudah boleh pulang?"


Tanya nya


Dokter juan paham akan keras kepala Nayra yang sudah mengetahui kondisi fisik serta finansial nya yang Nayra ceritakan minggu lalu.


Dokter juan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah jika itu keinginan nona, saya tidak bisa memaksa." Kilah dokter Juan.


Dokter akhirnya mengizinkan Nayra pulang.


Nayra pulang ke apartemen Bian di antar oleh Kevin. Bian memerintahkan Kevin untuk membawa gadis malang itu ke apartemen nya.


Bian tersenyum menyambut Nayra di apartemen nya.


"Bebi ada apa denganmu?"


Tanya Siska tak suka melihat senyum Bian.


"Hari ini Istirahatlah.


Aku tidak akan menyakitimu hingga kita bercerai, dua bulan kedepan kita sudah akan bercerai."


Deg..


Jantung Nayra berdebar kencang.


"Kemana aku setelah diusir dari keluarga Baskoro. Aku tidak punya siapa - siapa lagi" batin nya.


Siska tersenyum senang mendengar perkataan Bian.


Nayra masuk kamar menatap sekeliling kamar.


"Nay tidak boleh sedih, harus nya Nay senang bisa lepas dari monster itu.


Masih ada kak Kevin yang melindungi Nay. Kak Lian kapan sih pulang dari luar negeri, Nay kangen!"


Lirih nya.


Bian pergi ke kantor, Siska istirahat dalam kamar saat semalam dia kerja lembur pemotretan, alasan itu lah yang dia katakan pada Bian.


**


Disalah satu bandara tanah air seorang pemuda tampan nan baik hati menggerek kopernya bersama kedua orang tua nya.


Ia adalah Lian si pria baik hati nan berkarisma


"Mam. Kita naik taksi saja! Sopir nya entah kemana." Sungut nya.


"Sabar dong sayang. Orang sabar di sayang Allah."


Ratna tersenyum melihat anak nya yang sudah mulai tersulut emosi.


Menunjuk ke arah Yanto.


"Mari kita hampiri."


Abi pergi menghampiri sopir keluarga mereka.


"Apa! Bukankah harus nya sopir yang menghampiri tuan nya."


Batin Lian kesal pada si sopir.


Bian mengikuti langkah papi dan mami nya.


"Kemana aja lo! Bosan tau nunggu."


Lian kesal pada Yanto.


"Maaf tuan tadi saya habis dari bengkel."


"Sudah sana masukan barang mami sama papa ke bagasi."


Sungut Bian


"Ehh anak mami kenapa jadi pemarah sih. Mungkin saja Yanto sibuk di kantor, kamu kan sudah lama ninggalin perusahaan sayang."


Ratna menegur anak nya seperti tidak sopan terhadap sekretaris, sopir sekaligus asisten pribadi nya itu.


Yanto tersenyum senang mendapat pembelaan dari Ratna. Yanto membereskan barang tuan nya masuk dalam mobil menyetir dengan santai.


"Kita langsung ke mansion tante?"


Tanya Yanto sopan.


Ia lah Yanto. Tante harus istirahat, nanti malam tolong antar tante di kediaman Baskoro tante mau ketemu sama putri cantik tante."


Ratna tersenyum membayangkan memeluk Nayra.


"Papi jadi penasaran ketemu dengan putri cantik yang sering mami ceritain."


Timpal Abi.

__ADS_1


"Pokok nya papi harus ketemu dengan putri cantik mami. Mami jadi tidak sabaran."


"Harus dong mam. Putri Papi juga!"


Seru nya


"Putri mami."


"Papi"


"Mami"


"Pap...." Lian menyanggah perdebatan mami dan Papi nya itu.


"Papi sama mami mengapa jadi berdebat. Seperti anak kecil saja." Sungut nya.


"Nayra itu adik Lian. Jadi Lian mohon jangan memperebutkan adik ku."


Peringatan buat mami dan papi nya.


"Eh, eh anak durhaka. Nayra itu putri mami. Titik!"


Yanto hanya geleng kepala melihat perdebatan keluarga tuan nya yang sudah seperti keluarga bagi nya.


"Kita sudah sampai. Ayo turun!" Seloroh Yanto.


"Kamu ini tidak sopan ya Yanto!"


Lian kesal dengan Yanto yang seenak nya memerintah mereka turun dari mobil mereka sendiri.


Ratna menjewer telinga Lian yang membentak Yanto dengan seenak nya.


"Dasar anak tak sopan, membentak Yanto di depan mami."


Sembur Ratna sambil menjewer telinga anak nya dari belakangnya.


Aduh, aduh mami kenapa tarik telinga Lian sih? Sakit tau mam!"


Protes nya pada sang ratu.


"Berani nya kau membentak istriku Lian?"


Abi membentak anak nya yang sudah berani membentak Ratna.


Kenapa pada jadi ribut begini?"


Mami pusing. Ratna keluar dari mobil meninggalkan ke tiga pria itu.


Abi menyusul istri nya meninggalkan anak nya dan Yanto dalam mobil.


"Ini semua salammu Yanti!"


Lian menatap Yanto dengan mata tajam nya.


"Tuan nama saya Yanto bukan Yanti."


Protes Yanto.


"Terserah ku. Dilarang protes."


Lian keluar dari mobil meninggalkan Yanto sendirian.


"Huhhhh. Selalu saja begitu." Kilah nya


Yanto pergi meninggalkan kediaman Lian menuju perusahaan.


Lian menyusul kedua orang tua nya duduk di sopa masih dengan wajah cemberut.


"Ada apa dengan wajah mu? Jelek sekali."


Goda Abi.


"Huhhh."


Lian pergi menuju kamar nya. Meninggalkan perdebatan kedua orang tua nya.


Bersambung!!


Hai, teman.


Kisah Cinta Naira tayang setiap hari


Ikuti terus kelanjutan ceritanya nya yah.


Mohon like vote dan komentar untuk memotivasi kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2