Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 31 Menjadi Pelayan dirumah suami


__ADS_3

"Tunggu!"


Nayra berhenti saat mendengar suara Bian dengan membelakangi sang majikan dadakan.


"Kau harus tetap berdiri di ditempatmu sampai kami selesai makan."


Bian seolah mempermainkan perasaan Nayra.


Para maid saja tidak diperlakukan seperti itu.


Nayra hanya mengangguk dengan segala perintah tuan nya itu.


Nayra berdiri sepanjang sarapan kedua majikan terhormat. Sekuat tenaga Nayra menahan rasa mual dalam perut nya.


Bian pergi bersama siska meninggalkan Nayra sedang membereskan meja makan.


Nayra sarapan dengan sisa makanan tuan serta nyonya nya itu.


"Tak apa mereka memperlakukan ku seperti ini.


Aku bukan lah orang hina, bukan juga penjahat. Aku hanya manusia lemah yang tak kuasa melawan arus kehidupan.


Kelak saat waktunya tiba, aku akan menikmati kebahagiaan bersama papa dan mama serta kakek disurga. Nayra merindukan kalian."


Monolog nya berusaha menghibur hati.


Sepanjang hari Nayra membereskan apartemen tuan nya. Nayra membawa pakai untuk segera di setrika.


Saat sedang menyetrika pakaian hidung Nayra mengeluarkan darah. Nayra melihat darah menetes dipakaian Siska yang sedang dia setrika.


Meraba hidung melihat telapak tangan dengan darah merah segar.


"Ada darah."


Kilah nya


Nayra meninggalkan setrikaan nya menuju dapur, membilas hidung dengan air bersih.


"Aduh kepalaku pusing sekali. Kenapa Nay tidak bisa melihat jelas?"


Monolog nya.


Nay mengedipkan mata nya beberapa kali, menggeleng - geleng kepalanya.


"Mungkin aku kelelahan."


Monolog nya lagi.


"Astaga! Setrikaan ku."


Nayra berlari menuju meja setrikaan nya mendapati pakaian bolong sudah rusak tak dapat diperbaiki.


Nayra menangis, takut akan mendapati hukuman dari tuan dan nyonyanya


Nayra melupakan sejenak kehawatiran nya, melanjutkan aktivitas yang lain.


Nayra menyiapkan makan malam untuk tuan dan nyonya nya.


Bian masuk bersama Siska dengan bergandengan tangan. Mereka tersenyum saat masuk dalam apartemen. Namun senyum itu menghilang saat melihat Nayra yang sedang menyambut tuan dan nyonya nya.


"Selamat malam tuan. Makan malam nya sudah saya sediakan. Apa tuan dan nyonya akan makan malam."


Bian dan Siska tidak menjawab. Bian pergi menuju kamarnya sedang Siska sedang mempermainkan perasaan Nayra.


"Hei gadis kampung. Hari ini suami kita membelikan aku perhiasan mahal. Apa kau mau melihatnya?"


Siska langsung saja merogoh tas nya memperlihatkan perhiasan mahal itu kepada Nayra.


Hati Nayra sangat miris akan hal itu.


"Betapa beruntungnya nyonya siska ini diperlakukan layaknya seorang istri, tidak seperti aku yang selalu di hina oleh suami sendiri."


Batin Nayra sedih.


"Kau tidak layak memakai perhiasan seperti ini, karena penampilannya sangat buruk. Lagi pula Suamiku, eh maaf. Suami kita tidak mencintaimu."

__ADS_1


Nayra hanya menunduk kepala.


"Apa kau tau saat kami bulan madu di Jerman. Bian sangat memanjakanku, bahkan Bian juga sangat, sangat dan sangat memanjakanku di atas ranjang."


Nayra hanya diam saja mendengarkan cerita bahagia nyonya nya itu.


"Apa Bian juga memanjakanmu saat kalian bulan madu?"


Tanya siska seakan mengejek Nayra.


Melihat Nayra diam saja membuat Siska tersenyum puas.


"Atau jangan - jangan Bian tidak pernah memanjakanmu di atas ranjang? Astaga, aku tidak percaya itu."


Kilah nya pura - pura sedih.


"Apa kau tau, suami kita itu sangat nakal jika soal urusan ranjang."


Siska tersenyum sinis pada Nayra lalu pergi menuju kamarnya bersama Bian.


Nayra setia berdiri menunggu kedatangan tuan dan nyonya nya untuk makan malam.


Saat makan malam, Bian melihat Nayra berdiri dengan kepala menunduk layaknya seorang anak kecil yang sedang disiplin.


"Apa hari ini kamu melakukan tugasnya dengan baik di apartemenku?"


Tanya Bian disela - sela makan nya.


Seketika tubuh Nayra gemetar. Kemari nya dia remas saat mengingat kejadian pakaian bolong itu.


Melihat gelagat ketakutan Nayra, Bian merasakan bawha Nayra melakukan kesalahan.


"Jawab sialan."


Bian membentak Nayra dengan membanting piring di meja.


Nayra melompat kaget ditempat.


"Jawab! Apa kau melakukan tugas mu dengan baik hari ini?"


"Maafkan saya tuan.


"Katakan dengan jelas."


Amuknya dengan suara lantang.


"Saya tidak sengaja merusak pakaian nyonya." Jawab nya pelan.


"Apa? "


Sekarang giliran Siska yang marah.


Siska berdiri, menarik rambut Nayra karena merusak alah satu pakaian nya.


"Kamu sengaja melakukan itu karena cemburu padaku kan?


Kau cemburu karena Bian sangat mencintaiku dan tidak mencintaimu!"


Nayra menggeleng.


"Beraninya kau membantahku, sialan."


Plakkk.


Nayra tersungkur dilantai saat mendapat tamparan keras sari Siska.


Bian hanya diam saja melihat kedua wanita itu.


Bian berdiri beranjak meninggalkan sarapan yang belum selesai. seolah selera makan nya menghilang dibawa angin malam.


"Ingat ya sialan. jika salah satu baju kesayanganku yang rusak aku akan menghukum mu."


Siska pergi meninggalkan Nayra.


Pagi hari Bian melihat meja makan tidak ada sarapan. Bian emosi melihat sarapan yang belum tersedia.

__ADS_1


"Tidak bosan nya dihukum!"


Gumam nya.


Bian pergi mencari Nayra di dapur mami tak muncul sosok gadis mungil yang lemah itu.


Bian masuk kamar Nayra, menendang pintu dengan kaki kiri nya.


Brakkkk.


Pintu kamar terbuka kasar. Melihat Nayra yang masih terlelap membuat emosi Bian semakin menjadi.


Bian menghampiri Nayra menarik rambut gadis malang itu nama tubuh Nayra tidak ada pergerakan sama sekali.


Bian melepas tangan dari rambut Nayra, Bian jadi khawatir terjadi sesuatu dengan Nayra.


Bian meminta Kevin segera ke apartemen nya.


Bian menghampiri tuan nya yang sedang bersandar di sopa.


"Tuan!" Seru Kevin


"Bawa dia keruma sakit." Titahnya


Kevin mengangkat sebelah alisnya menunggu perintah selanjutnya.


"Bawa gadis sialan itu keruma sakit, dia ada dikamarnya. Hari ini aku berangkat sendiri ke kantor."


Setelah mengatakan itu Bian berdiri melangkah keluar apartemen meninggalkan kevin yang mematuhi. Entah apa yang sedang dipikirkan sekretaris itu.


Kevin terkejut dari lamunan nya saat mendengar suara Siska yang mengagetkan nya.


"Sedang apa kau di apartemenku?" Tanya nya.


"Maaf nona, saya sedang berada di apartemen tuan Bian bukan nona." Kilahnya.


Tangan Siska mengepal saat mendengar jawaban memohon Kevin.


"Ini apartemen suamiku yang sudah menjadi apartemenku juga." Tantangnya.


"Maaf nona, Tapi saya hanya menganggap Nyonya Nayra sebagai istri tuan saya. Permisi."


kevin pergi meninggalkan Siska yang sedang kesal menuju kamar Nayra.


Kevin terkejut melihat Nayra yang pingsan.


"Ya Tuhanku. Apa yang kau rencanakan dengan gadis malang ini."


Kevin menyentuh urat nadi Nayra.


"Bertahanlah nyonya. Saya akan membawa nyonya ke rumah sakit."


Kevin menggendong Nayra ala brigal style menuju mobil.


Saat Kevin menyetir, dia selalu memperhatikan tubuh kurus Nayra.


Kini kevin berada dirumah sakit tepatnya berada di depan ruang IGD, Kevin mondar mandir menunggu dokter selesai memeriksa nyonya nya itu.


Ceklek.


Kevin melihat dokter keluar dengan wajah lesuh nya.


"Dokter bagaimana keadaan nya?" Tanya Kevin khawatir.


Bersambung!!


Hai temanku.


Terima kasih atas partisipasinya.


Kisah Cinta Nayra akan tayang setiap hari


Ikuti terus kelanjutan Ceritanya nya ya.


Mohon dukungan nya teman.

__ADS_1


Mohon sertakan like, vote, komentar nya.


Terima kasih..


__ADS_2