
Jodoh tidak akan pernah tertukar, suratan takdir tidak dapat tergantikan oleh manusia. Seberapa kuat memisah kan jodoh yang sesungguh nya, namun pada dasar nya akan kembali pada tempat nya.
Begitu pun sebaliknya nya, seberapa keras usaha untuk menyatukan dua insan yang tidak berjodoh, tidak akan pernah kembali pada yang bukan pasangan yang sesungguhnya nya.
Kisah kehidupan setiap manusia berbeda. ada yang mulus saja, ada yang penuh dengan rintangan, cobaan membentuk setiap manusia menjadi kuat serta mandiri.
Saat ini Bian setia membaca setiap lembar buku diary milik istri yang sudah ia talak. Hati yang beku membuat nya tega meninggalkan istri di Negeri asing sendirian, tanpa uang, tanpa tempat tinggal, tanpa ponsel, tanpa ada yang bisa istri nya tanya soal kehidupan yang akan di jalani di Negara asing. Bagaimana mungkin gadis malang itu bertahan hidup di Negara asing yang tak paham akan bahasa. Haus dan lapar di lalui sebelum bertemu dengan Brahma.
Bian merasa diri nya adalah manusia yang paling jahat, mengatakan cinta pada makan Nayra palsu, mengatakan akan mengenal Nayra saat bertemu di surga.
Namun fakta mebuktikan, Bian tidak mengenali Nayra saat pertama kali bertemu. Hati nya yang sangat amat egois membuat nya kehilangan gadis yang sudah ia cintai sejak lama.
"Nay, jangan menghukum ku dengan cara seperti ini sayang. Aku salah! Aku salah yang tidak mengenali mu. Maaf. Maaf kan aku Nayra."
"Kata maaf, tidak akan mampu membawa Nayra kembali pada mu Bian. Bila kau memang menyesal, Maka jangan mengganggu kehidupan Nayra, kau tidak pantas buat putri ku,"
Baskoro mengingat kan putra nya akan setiap kesalahan nya. Hati nya menginginkan kan Nayra kembali pada putra nya, namun diri nya tidak mau egois, tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, yaitu menyakiti Nayra.
"Dad, pelas. Bantu Bian dad. Bian sudah tak sanggup menjalani kehidupan ini. Apa yang harus Bian lakukan dad?"
"Apakah kau akan menyerah dengan cinta mu son? Selemah itu kah putra daddy. Hem?
Kejar cinta mu son, akan tetapi bila Nayra tidak mau jangan pernah memaksa nya. Jangan menghalalkan segala cara hanya untuk mengenang kan hati mu. Ingat son, perasaan itu tidak bisa di paksa kan."
Bian mengangguk lemah, Diri nya mencoba pasrah, namun tak rela. Sedari dulu diri nya begitu menyayangi Nayra kecil.
"Keluar lah dad, aku ingin tidur" pinta nya pada Baskoro yang membuat mood nya semakin buruk.
"Kau ini. Dasar anak tak ada akhlak, pantas saja Nayra tak ingin bersama mu."
***
Nayra merenung, saat malam, diri nya selalu melamun, memikir kan kakak tampan, kakek baik dan kehidupan berikut nya. Ia takut tak akan pernah bisa bertemu dengan orang-orangan orang yang ia kasihi. Tak dapat tidur, akhir nya ia memutuskan kan untuk mengganggu Lian yang sedang berada di ruang kerja.
Ceklek. pintu terbuka lebar, terlihat Nayra masuk dengan senyum mengembang dengan binar bahagia.
__ADS_1
"Ada apa adik ku yang cantik ini menghampiri kakak baik malam begini. Hem? katakan!"
"Kak, Nay mau tanya soal kakak tampan." Senyum Lian mendadak hilang, ia takut salah bicara yang dapat menyakiti perasaan Nayra. Lian ingin keadaan Nayra baik - baik saja hingga operasi selesai.
"Mau tanya apa. Hem?"
"Tapi kakak janji harus jujur, Jika kakak berbohong, Nay tidak mau kenal kakak lagi."
Lian jadi gusar akan perkataan Nayra, seakan Lian terjebak dalam serangan musuh yang dapat membahayakan nyawa nya sendiri.
"Mau tanya apa adik ku sayang. Duduk sini dekat ku." Nayra duduk dekat dengan Lian
"Kak, apa kakak pernah bertemu dengan kakak tampan setelah kita dewasa?"
Lian mengangguk.
"Apakah kakak tampan ku masih serapan dulu?"
Lian menggeleng. "Dia jelek, buncit, botak, dan.."
Stop. Kakak, Nay serius kak."
"Bukan kah sedari kecil kakak tampan sedikit egois? tapi walau begitu kakak tampan sangat baik pada Nayra kak."
"Huh, Lian menghembus kan napas berat, diri nya tak tau harus berbuat apa."
"Nay, dengar. Setelah kamu selesai operasi dan sehat, kakak akan menceritakan semua tentang kakak tampan mu yang menyebalkan itu. Bersabar lah Nay, tiga hari lagi kamu bakalan operasi, kamu percayakan sama kakak baik mu ini?"
"Apa. Apa kakak tampan sudah menikah?" Tanya nya dengan hati - hati serta nada pelan.
"Sudah."
Deg. Jantung Nayra lemas seketika, hati nya sakit membayangkan kakak tampan nya sudah menikah.
"Kak, Nay ngantuk. Nay tidur duluan, jangan sering begadang kak. Selamat malam." Nayra pergi begitu saja saat mengetahui kakak tampan nya telah menikah.
__ADS_1
Nayra semakin gusar, hati gelisah membuat nya tak nyaman, diri nya menyesal bertanya soal kakak tampan pada Lian malam ini. Pikiran kacau yang mengganggu pikiran nya.
"Mengapa kakak menikah? Pantas saja mami, Papi dan kalian selalu mengabaikan pertanyaannya saat bertanya tentang mu.
Kau melupakan ku kak. Mana janji mu, janji yang akan menikahi ku saat kita kecil dulu."
"Ku jahat kak, sangat jahat." Hiks, Nayra menangis kehilangan cinta nya, kehilangan harapan yang selalu ia percaya sejak dulu bahwa ia berjodoh dengan kakak tampan dalam mimpi.
"Mengapa semua jadi begini? Kakak tampan, Nay juga sudah menikah kak, tapi Nay sudah bercerai. Suami Nayra jahat kakak, dia seorang monster, dia sering memukul ku."
Nayra terlelap sehabis menangis hingga larut malam membuat diri nya bangun kesiangan. Keluarga Abi menunggu Nayra untuk sarapan, namun gadis itu masih setia dengan tidur nya.
Mami Ratna panik mendapati Nayra masih terlelap, tidak biasa nya putri cantik nya bangun kesiangan. Takut terjadi sesuatu dengan Nayra, bergegas membangun kan anak gadis nya.
"Nayra sayang, bangun nak. Katakan pada mami mana yang sakit nak." Ratna panik dengan Nayra yang tak merespon, Nayra masih tetap terlelap.
"Nay, mami mohon bangun nak."
"Ummmhhhh." Nayra menggeliat, terganggu akan suara mami Ratna yang terlihat panik.
"Mami, Nay masih ngantuk Mam" lirih nya kembali memeluk guling kesayangan yang selalu ia peluk saat tidur.
"Nay, kamu baik - baik saja kan nak?" Tanya mami Ratna khawatir.
"Nayra baik - baik saja mam, Nay cuman ngantuk. Semalaman Nay begadang nonton drakor" bohong nya pada mami Ratna.
"Astaga. Dasar putri mami selalu saja buat jantung mami dag dig dug. Kamu tau Mami sangat khawatir melihat mu jam seguni masih terlelap."
Mami Ratna terus mengomel, membuat Nayra tersenyum senang. Nayra bangun tidak dapat melanjutkan aktivitas tidur nya akibat ocehan mami Ratna.
Memeluk mami Ratna dengan sayang. "Maaf mami, Nay sudah buat mau khawatir, Nay sayang mami."
Bersambung!
Maaf guus lama up liat. Ada pesta dalam minggu kemaren.
__ADS_1
Untuk ke depan nya kita bakalan up liat terus.
Salam sehat buat kita semua.