
Tangan tidak akan bisa meraih sesuatu jika tidak diulurkan. Ulurkan tanganmu untuk mengambilku, ulurkan tanganmu untuk membawaku kembali keduaiaku yang dulu. Dunia yang di inginkan banyak orang, lambaikan tanganmu jika tidak berminat.
pilihan ada padamu.
Mansion utama.
Bian pulang kemansiin baskoro dilarutkan malam. Bian mendapati istrinya yang sedang tenaga dikasurnya.
"Jangan sentuh ranjangku"
Nayra turun dari ranjang menuju sopa
"Apa kau senang tinggal disini?"
Nayra takut badanya gemetar. Nayra memilin jari kelingkingnya untuk menghilangkan rasa takutnya. Bian melihat tindakan istrinya
Itu adalah kebiasaan Nayra admaja dimasak lampau didapat bian memperlihatkan wajah dingin dan dasarnya pada nayra kala itu, atau disaat bian membentak nayra dimasak mereka kecil.
"Jangan harap bisa hidup tenang selama kau masih istriku"
Bian pergi memberikan dirinya. Selesai mandi bian mendapati nayra yang tertidur pulas disopa, bian mendekat mengamati wajah cantik nayra yang pucat pasi. wajah teduh memancarkan kesepian, kesedihan.
Bian tau tindakannya salah, akan tetapi bian hanya tidak ingin nayra admaja digantikan oleh siapapun. Termasuk istrinya sekarang.
Pagi hari nayra bangun disaat bian masih terlelap, mengamati wajah bian bak seperti bayi polos saat tidur. Namun akan menjelma jadi monster saat marah.
Nayra bergegas mandi membersihkan diri lalu pergi kedapur membantu para maid
Mbok nur kepala pelayan yang sukunya masih sangat muda akan tetapi mbok nur yang sekarang sudah tua.
"Nyonya muda sedang apa?"
Nayra mau masak bi"
"Tapi nyonya, memasak tugas kokki"
"Tidak apa bi"
"Mohon maaf nyonya, mohon pengertian nya. Kami akan mendapat masalah jika melanggar perintah"
"Baiklah bi, tapi ijinkan nay melihat aktivitas didapur ya bi" pintanya penuh harap.
"Baiklah nyonya"
Para maid dan koki sibuk melakukan aktivitas masing - masing.
Makanan sudah tersedia simeja makan.
Baskoro dan santi menuruni tangga untuk bersantap mengisi kekosongan lambung mereka.
"Nay bian mana"
tanya baskoro yang melihat nayra ikut menata makanan sinema itu.
"Masih tidur dad"
"Panggil sana"
"Baik dad"
Nayra pergi menuju kamar mereka untuk mengajak bian turut serta sarapan bersama.
Ceklekkk. Pintu kamar terbuka.
Nayra melihat bian masih terlelap, nayra ragu membangunkan bian namun terpaksa dilakukan.
"Tuan, tuan bangun. Tuan tu.."
"Brisikkk"
Bian marah karena nayra mengganggu tidur nya.
"Tuan. Daddy dan mommy sudah menunggu sinema makan. Daddy memintaku membangunkan tuan"
"Pergilah aku menyusul"
Nayra pergi meninggalkan kamar menuju meja makan.
30 menit berlalu, baskoro, santi, nayra sudah menikmati sarapan terlebih dahulu. mereka tidak sabar menunggu bian yang menurut mereka terlalu lama.
Sarapan berjalan dengan akur tanpa adanya perdebatan.
"Nayra putri daddy. Daddy berangkat kekantor baik - baik dirumah"
Nayra mengangguk sambil tersenyum
__ADS_1
Bian pergi berangkat tanpa pamit nayra.
Santi menghantar keberangkatanya hingga diteras lalu pergi menuju kamar.
Tak lama kemudian santi pergi keluar mengendarai mobil miliknya entah kemana, sedang nayra masih setia duduk sinema makan.
Para main sibuk meragukan meja makan, nayra pergi menuju kamarnya mengambil diary teman semuanya itu.
***
Dear diary
Hai kakak tampan, hari ini nay tinggal dimansion daddy.
Nayra senang, nay tidak akan kelaparan lagi, nay bisa melihat sinar matahari.
Diperusahaan Bintaro
"Tuan hari ini pukul 10 tuan meraung dengan tuan brahma"
"Oh, jadi situa bangka itu serius ingin kerja sama denganku, baiklah. Sambut kedatangannya dengan baik"
"Baik tuan"
kevin pergi meninggalkan tuan nya
"Cih, Sudah tua tapi tidak mau pensiun
Akan kulihat betapa liriknya dirimu tua bangka"
Siska melakukan pemotretan diperusahaan lian, usai pemotretan siska pergi menemui sang CEO
Tok Tok Tok. Ceklekkk
Siska masuk tanpa diminta. Lian melihat tingkah model itu.
"Siapa yang mengizinkannya masuk
Jika ada urusan kerja tanya pada atasanmu"
"Lian ak"
siska belum selesai bicara akan tetapi sudah dipotong lian.
"Tuan lian maaf, saya hanya ingin memastikan. Apakah bian sudah menikah"
"Ya"
"Dengan siapa?"
"Adikku"
"What?"
"Bukankah anda anak tunggal"
"Ya"
"Lalu adik dari mana?"
"Adikku yang telah lama hilang dan sudah kembali"
"Sial, aku kalah selangkah dari wanita itu. Aku tidak rela bian dimiliki wanita lain, beruntung sekali wanita itu mendapat banyak harta"
Siska membatin sendiri
"Maaf masih ada yang kurang jelas?"
Tanya lian
"Oh tidak, terima kasih. Saya permisi"
Siska beranjak meninggalkan ruangan lian.
Hari ini brahma bertandang keperusahaan bintaro. Brahma penasaran akan gosip receh dikalangan bisnis yang banyak memuji bian bintaro. Brahma bahkan mengajukan lebih dulu kerja sama ke perusahaan bintaro, yang konon nya selama ini brahma bahkan tidak pernah melakukan itu. Perusahaan lain lah yang datang memohon padanya untuk menjalin kerja sama.
"Sehebat apa bocah itu?"
umatnya. berjalan menuju lorong perusahaan bian. Brahma disambut oleh dari sekretaris bian.
"Selamat pagi tuan, mari saya antar keruang meeting. Tuan kevin sudah menunggu tuan"
Brahma mengikuti fani menuju ruang meeting.
Wajah angkuh brahma tampak kesal, pasalnya fani mengatakan kevin yang menunggunya bukan bian. Seakan harga dirinya jatuh saat mendengar itu.
__ADS_1
Ceklekkk. Pintu terbuka.
Kevin beranjak dari duduknya menyambut kedatangan brahma dengan senyum mengembang diwajahnya. Kevin melihat raut wajah tua brahma yang tampak kesal.
"Benar dugaan tuan, pak tua ini begitu kesal" Batin kevin.
Brahma masuk lalu duduk dikira yang telah disediakan. Fani pergi meninggalkan ruang meeting.
Kevin meeting tanpa didampingi sekretarisnya, brahma juga tanpa sekretarisnya. Brahma beranggapan akan meeting berdua hari ini bersama bian tanpa ada orang lain, brahma akan meminta bian untuk tidak mengikut sertakan sekretarisnya. Brahma dengan percaya diri ingin memanipulasi meeting, nyatanya bian lebih dulu mempermainkan brahma.
"Maaf. Saya hanya akan melakukan meeting dengan tuan bian, jika tidak saya tidak akan melanjutkan meeting ini"
"Tuan bian sangat sibuk. Jika saat ini tuan menunda meeting, kerja sama dibatalkan"
tantang kevin dengan licik, tanpa brahma ketahui kevin menyunggingkan senyum kecil disusul bibirnya.
Brahma kesal, seolah bian mempermainkan nya.
Sedang bian tersenyum puas memperhatikan raut wajah brahma diruangan nya melalui cctv.
Cihh, dasar tua bangka umpatnya
Brahma akhirnya meeting bersama kevin. kevin seolah membuat brahma makin kesal. kevin meminta fani bergabung guna membahas kerja sama mereka. Kevin dengan tenang menjelaskan semua yang terkait akan perencanaan mereka sedang fani merangkum semua poin yang dijelaskan mereka. Brahma kebakaran jenggot kala ia tidak didampingi oleh sekretarisnya guna merangkum semua inti dari pembahasan mereka.
Brahma tidak dapat merangkum semua yang dijelaskan oleh kevin, karena kevin hanya punya waktu 1 jam sesuai jadwalnya.
"Waktu meeting sudah selesai, kita lanjutkan meeting selanjutnya" ujar kevin.
Brahma diam saja, kesal akan sok sibuk kevin yang hanya tangan kanan bian.
"Jika tuan brahma menginginkan rangkuman pembahasan kita, fani akan memberikan sof kopi pile pada tuan"
Kevin tersenyum mengejek pada brahma.
"Mari tuan saya antar"
kevin mempersilahkan brahma melewati pintu keluar. Kevin membawa Brahma menuju parkiran hingga mobil brahma melaju.
Kevin menemui tuan nya yang bersantai diruanganya.
"Tuan"
"Duduk vin"
"Tuan brahma menawarkan 15 persen keuntungan kerja sama itu jika tuan menambah modal dalam suatu proyek"
"Tidak. Ambil alih Proyek itu dan jadikan di kerja sama ini perusahaan kita yang berperan, jika situa bangka itu tidak setuju batalkan"
"Baik tuan"
kevin beranjak melanjutkan pekerjaan nya.
"Kau tidak akan menang melawanku tua bangka. Aku tau niat mu mengajukan kerja sama dengan perusahaan, kau ingin mengalahkan ku? jangan harap!"
Bian mengepalkan tangan nya.
Bian melanjutkan pekerjaan nya memeriksa hasil rapatnya dengan brahma.
"Sepertinya ada yang janggal disini. Apa brahma sudah bangkrut sekarang? Bukankah situa itu orang yang sangat kaya. Bahkan dia mampu membeli semua aset om pandi! Ada yang tidak beres"
Bian menekan tombol internet phone.
"Kevin bawakan aku makan siang"
"Baik tuan"
jawab suara diseberang sana.
Tutt. Panggilan di akhiri.
Bian lanjut mempelajari kejanggalan dari angka hasil rapat tadi.
"Siapa sebenarnya brahma, kenapa situa bangka itu repot - repot menjanjikan 15% keuntungan padaku hanya untuk penambahan modal proyek yang belum selesai? Proyek apa yang dimaksud kevin, sementara disini tidak ada pembahasan proyek. Ahhh, menyebalkan" monolog bian sendiri.
Bersambung!
Hai teman.
Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari
Ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.
Jangan lupa liku, vote serta komen
Terima kasih.
__ADS_1