
Diperusahaan Bintara.
para pegawai kantor berlalu lalang memasuki ruangan mereka.
bian berjalan berdampingan dengan daddy nya.
baskoro membawa bian keruang meeting guna memperkenalkan bian sebagai penerus bintara company.
semua orang bertepuk tangan menyambut pemimpin baru mereka.
diruangan bian.
"boy, mulai sekarang ini ruanganmu. daddy percayakan perusahaan padamu.
daddy serahkan tanggung jawab penuh dipundakmu. ingat boy, ribuan bahkan puluh ribuan karyawan tanggung jawabmu sekarang.
mereka mengais rejeki ditempat ini untuk menghidupi keluarganya, jangan pernah anggap remeh semua itu"
baskoro memberi petuah pada putranya.
bian hanya mengangguk.
"ini kevin sekretarismu yang akan membantumu untuk mengerjakan semua yang harus kau kerjakan"
baskoro memperkenalkan kevin.
kevin membungkukkan badanya memberi hormat.
"kalau bian yang jadi CEO lalu daddy ngapain?
daddy mau menggoda mommy 24 jam"
kesalnya pada baskoro.
baskoro tersenyum menanggapi ucapan putranya itu.
"tentu saja tidak boy. apa kamu lupa siapa daddy mi ini. hem?
daddy tentu saja masih bekerja diperusahaan daddy yang lain. saat waktunya tiba, saat daddy sudah menemukan pemimpin yang tepat dan bisa dipercaya disetiap perusahaan daddy. maka saat itu lah daddy pensiun.
menikmati hari tua daddy bersama mommy mu dan cucu kami kelak"
baskoro tersenyum membayangkan hari tuanya bersama istri serta cucunya.
"sekarang daddy belum terlalu tua boy, masih kuat bekerja"
timpalnya lagi.
setelah mengatakan itu baskoro pergi meninggalkan bian dan kevin.
kevun hari ini kosongkan semua jadwalku, besok saja mulai kerjanya.
aku ada urusan penting.
bian melangkah ingin keluar, namun ia menoleh pada kevin.
"oh ya, satu lagi.
perintahkan pada perempuan yang didepan itu untuk menyusun jadwalku besok, katakan padanya jangan terlalu banyak jadwal untuk besok.
"baik tuan" jawab kevin.
bian pergi mengendarai mobil seorang diri.
bian ingin berjiarah ke makam nayra. sebelum sampai disana bian terlebih dahulu membeli sepucuk bunga mawar putih.
"nayra kesayanganku, apa kabar?
kau pasti bahagiakan bertemu dengan om pandi dan tante cindi.
maaf, baru datang menjengukmu. selama ini daddy mengirimku ketempat yang jauh, sangat jauh.
andai kau masih ada, aku pasti mengajakmu bersamaku.
bukankah dulu kau ingin bersekolah ditempat yang sama denganku!
aku sudah dewasa sekarang, harusnya kita sudah menikah sesuai janji kita"
bian mengeluarkan air mata dipusaran makan nayra.
ya, selama ini keluarga baskoro dan abi percaya kalau nayra sudah meninggal karena dilahap sijago merah.
setelah selesai mengeluarkan isi hatinya bian pergi menuju perusahaan lian, mengunjungi perusahaan sahabatnya itu.
lian sudah jadi CEO disalah satu perusahaan abi. lian menjalankan perusahaan abi yang bergerak dibidang industri multi media,
lian bahkan setiap hari bertemu dengan artis papan atas serta model.
bian sampai diruangan lian.
"hay bro, betah bangat lu diluar negri"
"daddy sempat minta gue kerja jadi stap perusahaan disana"
"what?
stap perusahaan?"
biar mengangguk.
__ADS_1
"kenapa harus jadi stap, kalau perusahaan lu yang punya"
"daddy pengen cari penghianat"
"ketemu?" tanya lian
biar mengangguk.
"good job, saudaraku memang bisa diandalkan"
tok, tok, tok. suara ketukan pintu.
"masuk jawab lian"
seorang model cantik masuk keruangan abi.
model tersebut terpaku melihat pria tampan duduk dikursi menghadap meja lian.
lian yang melihat itu langsung menghampiri siska memintanya duduk untuk membicarakan kontrak kerja mereka.
lian memakai jasa siska untuk menjadi model disalah satu produk perusahaan papanya abi.
abi memang tidak sulit menemukan model jika diperlukan diperusahaanya.
bian masih setia duduk ditempatnya seraya menunggu abi selesai meeting dengan modelnya itu.
bian berniat mengajak lian makan siang bersama, hingga berakhirlah mereka makan siang bersama dengan siska.
satu bulan berlalu bian melakukan tugas kantornya dengan ulet.
bian memang sangat berbakat jadi seorang pebisnis.
"bagaimana kerjaan kamu bian"
"lancar mom" jawab bian singkat.
"ingat kesehatan bian, jangan kerja mulu.
jangan keseringan lembur dong" pinta santi
"iya mom" awab nya cuek
bian berangkat kekantornya seperti biasa, melakukan pekerjaanya dengan baik.
bian sangat pekerja keras bahkan bian sering melewatkan makan siang nya.
siska sesekali mengunjungi bian dikantornya, semenjak pertemuanya dikantor lian berlanjut dengan makan siang, bian dan siska pernah beberapa kali makan siang bersama.
lian mengetahui kedekatan mereka, namun lian membiarkanya saja.
siang ini siska datang menyambangi bian diperusahaanya, siska mengajak bian makan siang bersama.
siska selalu mencari perhatian bian, namun bian cuek.
direstoran mewah, siska dan bian makan siang bersama. mengisi kekosongan perut masing masing.
"bian, bagaimana kelanjutan hubungan kita.
papa mamaku mengundangmu makan malam dirumah kami nanti malam"
siska memulai obrolan mereka.
"buat apa orang tua mu mengundangku makan malam. ada apa?"
tanya bian to the point.
"memperkenalkan mu sebagai teman dekatku"
"maaf siska, kita tidak terlalu dekat.
aku sudah punya kekasih, jangan berharap lebih"
"apa. kau sudah punya kekasih?
lalu bagaimana denganku? apa selama ini kau mempermainkanku?"
"mempermainkan apa maksudmu"
ucap dian dengan dingin
"kita sudah beberapa kali jalan bareng, kau anggap apa aku selama ini bian"
siska merajuk menampilkan wajah sok imutnya.
"sepertinya kau salah paham.
biar kujelaskan. kita bukan teman dekat, bahkan ini pertemuan kita yang ke tiga kali dalam sebulan ini, bahakn kau yang selalu memaksaku untuk pergi makan siang bersama. jadi berhenti mengejarku, karena aku tidak akan pernah tertarik denganmu"
setelah mengatakan itu bian pergi meninggalkan siska.
"sial. dia benar - benar susah didekati.
awas kau bian, kau pasti akan jadi milikku"
bian pergi melanjutkan aktivitasnya dikantor.
satu jam berlalu bian pergi beristirahat dikamar pribadi dirungan tersebut, bian mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
"kak bian, apa kau merindukanku?
__ADS_1
aku selalu merindukanmu kak.
kenapa kakak tidak pernah menjemputku, aku kesepian"
huuu huuuu. anak kecil itu menangis.
apa kakak sudah punya banyak uang?
kakak akan mengajakku ke istana disney.
ayo kak jemput aku"
bian bangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya, bian bangun dari mimpi buruknya itu.
bian bergegas pergi meninggalkan kantornya menuju pemakaman.
"apa kau marah padaku karena kita sedang berjauhan?
kau sabar saja menungguku disurga.
kau pasti sangat cantik sekarang.
saat kita bertemu nanti aku pasti langsung mengenalimu, karena aku selalu ingat dengan kesayanganku.
bersabarlah. tunggu aku disurga sayang"
bian pulang kerumahnya dikala hari sudah senja.
diruang kerja bian.
"boy, sampai kapan kau menangisi nayra, tadi daddy melihat mu disana samapi sore.
iklaskan kepergian adikmu boy, nayra sudah tenang disurga"
"nayra bukan adikku, nayra istriku"
"tapi nayra sudah tiada boy! sadarlah"
"prgilah dad, jangan menggangguku"
baskoro pergi meninggalkan putranya itu seorang diri, setelah baskoro menutup pintu.
bian berteriak keras sambil memecahkan benda yang ada di meja kerjanya itu.
"aaahhhhjhkkkk. berengsek.
kenapa kau pergi nay. kenapa?"
hiks, hiks, hiks
bian menangis. tidak bisa mengungkapkan isi hatinya yang sangat kehilangan.
baskoro masih berada didepan pintu mendengarkan suara tangis bian.
"maafkan daddy nak, andai saja waktu itu daddy tidak membiarkan nayra pergi begitu saja. mungkin nayra masih bersama kita"
baskoro beranjak menuju kamarnya.
bian pergi kekamarnya memeluk boneka cantik nayra, diciumnya boneka tersebut.
"nayra sayang maafkan aku. maafkan aku"
kata maaf yang bian ucapkan hingga dia terlelap.
5 bulan berlalu.
"boy perusahaan kita yang ada dijerman sedang bermasalah, sebaiknya kau pergi untuk menangani masalah yang ada disana.
sudah waktunya kau tendang para penghianat itu, kau pasti masih ingatkan dengan mereka"
bian mengangguk.
bian sempat menjadi pegawai stap diperusahaan ayah nya yang ada dijerman.
bian sudah mengetahui akar permasalahan di perusahaan itu, maka akan dengan mudah jika bian yang berangkat kesana.
"kapan berangkatnya dad?" tanya santi
"minggu depan" jawab baskoro.
"daddy putra kita belum lama pulang, tapi daddy sudah memintanya pergi lagi"
kesal santi pada suaminya itu.
"kenapa sih mom, anak kita pergi tidak lama kok"
"kalau mommy kesepian bagaimana dad?"
kan ada deddy mom?" baskoro menggoda istrinya supaya tidak cemberut.
bian hanya geleng kepala melihat tingkah orang tuanya itu.
brian beranjak dari ruang keluaga menuju kamarnya. bian meninggalkan kedua orang tua yang masih setia menonton acara talk show di televisi.
Bersambung!
Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.
jangan lupa liku, vote, komen.
__ADS_1
terimakasih teman.