Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 22


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Hari ini Nayra akan makan siang bersama dengan kakak baiknya itu. Nayra memakai gaun cantik berwarna hijau pastel, Nayra senang karena kakak baik nya itu menepati janjinya.


Selalu tersenyum menunggu kedatangan sang kakak baik.


Happy bener nih cewek menunggu pria tampan ini."


goda Lian yang sudah berada di dekat Nayra


"Kakak baik" peliknya kegirangan.


"Yuk" berangkat


Nayra mengangguk.


Lian membuka pintu mobil bagian depan, menuntun adik tercinta nya duduk dengan nyaman. Kemudian Lian masuk mobil bersiap untuk menancapkan gas.


"Siap makan siang dengan pria tampan seperti saya?" Tanya lian sambil mengodanya.


Nayra mengangguk.


"Siap pria tampat" Sambut Nayra tersenyum.


Lian dan Nayra sampai tujuan yaitu restoran jepang, mereka memasuki restoran tersebut bergandengan tangan serta bersenda gurau.


Lian mengambil tempat duduk yang paling ujung, Lian sengaja mengambil tempat tersebut agar dapat menikmati suasana out door dekat taman mini.


"Silakan duduk gadis cantik"


Lian mempersalahkan Nayra duduk layak nya putri.


"Terima kasih kakak baik"


Nayra tersenyum bahagia.


Lian mengambil tempat yang berhadapan dengan Nayra.


"Adikku yang cantik ini mau pesan apa. Hemm?"


Nayra melihat kesekeliling, Nayra baru sadar ternyata restoran ini begitu banyak diminati oleh kalangan elite.


Dekorasi serta tempat restoran ini cukup mewah serta elegan, pantas saja banyak pengunjungnya.


Nayra melihat daftar menu, kening nya mengkerut serta bingung.


"Kakak baik!"


"Emmm"


Bukan nya hari ini kakak baik membawa Nay ke restoran Jepang?"


"Tentu. Ini restoran Jepang sayang."


Sebelah alis Nayra naik ke atas.


"Tapi kok, tidak ada makan Jepang?"


"Hahahahahahaahahahahaahah"


Lian tertawa berbahak mendengar pertanyaan Nayra.


"Iiiihhhh, kakak baik menyebalkan."


Nayra cemberut memukul lengan kakak baik nya itu.


"Maaf sayang, habis nya kamu lucu.


Dengar. Restoran ini hanya menyediakan makanan terbaik dan harga nya cukup pantastis, disini menyediakan makanan nusantara, Italia, francis dan negara lain. Tapi direstoran ini tidak menyediakan makan Jepang"


"Kenapa kak? Kok bisa? "


"Entah lah kakak juga tidak tau."


"Lalu kenapa namanya restoran Jepang."


"Itu Karena yang punya Restoran ini Orang Jepang."


"Astaga. Nayra kira hari ini akan menyantap makanan Jepang, ternyata tidak. Penipuan publik sungut nya."


"Awalnya banyak pengunjung yang terjebak, namun pengunjung tersebut bukan nya kecewa tapi makin ketagihan datang ke tempat ini, contoh ini."


Lian meharapkan jari telunjuk nya pada dirinya sendiri sambil menepuk dada nya.


Nayra tertawa kecil melihat kelakuan kakak baiknya itu.


"Hari ini biar kakak yang pesan, kamu pasti suka."

__ADS_1


Lian memanggil pelayan lalu meminta pelayan menyediakan pesanan nya.


Dtr, drt,.


"Sebentar kakak angkat telepon."


Nayra mengangguk. Lian pergi berbincang dengan seseorang.


Saat yang bersamaan Bian dan Siska memasuki restoran tersebut untuk makan siang. Bian memang salah satu pengunjung setia restoran tersebut.


Bian berjalan begitu saja tanpa melirik kearah lain, Bian menuju tempat yang kosong mengajak Siska ketempat yang tersedia.


Mereka memesan makanan sesuai selera masing - masing.


Disaat itu juga Brahma masuk restoran jepang bersama seorang pria, kali ini Brahma memesan tempat VVIP karena rekan Brahma itu meminta tempat privat.


Saat Brahma berjalan menuju tempat VVIP tak sengaja Brahma melihat Nayra duduk sendiri.


"Tuan, silahkan anda duluan. Sebentar saya ingin ke toilet."


Brahma beralasan pada rekan kerja nya itu


Pria tersebut hanya mengangguk lalu berjalan menuju tempat yang dituju.


Brahma pergi menghampiri Nayra.


"Sedang apa kamu disini?"


"Kakek? Nayra kaget. Kakek sudah sembuh?"


Kakek tua yang ditolong Nayra minggu lalu adalah Brahma.


Brahma duduk dihadapkan Nayra, kemudian pramusaji datang membawa berbagai macam makanan sesuai pesanan Lian.


"Seperti nya, kamu tidak datang sendiri dilihat dari makanan yang kamu pesan?"


Tanya Brahma


"Nayra datang bersama kakak baik kek. "


Nayra tersenyum tulus.


"Kakek sudah sembuh? Tanya Nayra khawatir.


"Seperti yang kamu lihat, kakek sudah sehat walafiat."


"Syukurlah kek, saat itu Nay takut terjadi sesuatu pada kakek" ucap nya sedih


brahma memastikan ucapan gadis itu.


Nayra mengangguk.


Bian yang sedang makan entah kenapa melirik ke arah kiri.


Deg.


Bian terkejut mendapati Nayra makan direstoran mewah pavoritnya.


Bian penasaran, dengan siapa istrinya direstoran ini. Bian melihat pria tua yang duduk dihadapan Nayra yang sedang mengajak Nayra berbincang.


Deg


Seketika emosi Bian memuncak, mendapati istri yang dibenci makan siang bersama pria tua yang ia benci.


"Cepat habiskan makanan mu. Kita pulang!"


Perintah nya pada siska.


"Hah? Bebi kenapa buru - buru?"


"Jangan membantah!"


tatapan bian menyeramkan, Siska merinding melihat sorot mata nya.


Tanpa banyak tanya Siska langsung menyelesaikan acara makan nya.


Bian beranjak mengayun langkah nya di ikuti oleh Siska dari belakang.


"Kalau begitu silakan nikmati makananmu, Kakek pergi dulu."


Brahma pergi meninggalkan Nayra, menemui teman nya di privat room VVIP.


5 menit selanjutnya Lian datang menghampiri Nayra


"Maaf cantik, kakak kelamaan ya?"


Nayra menggeleng

__ADS_1


"Mari kita makan! seru bian."


Mereka makan sambil berbincang, Nayra sangat bahagia. Selama menikah ini kali ke tiga Nayra makan diluar.


Pertama bersama baskoro


Kedua bersama Lian


Ketiga bersama Lian juga.


Dimansion utama/Mansion Baskoro


Bian menunggu ke pulangkan Nayra, bian melihat jam melingkar di pengekangan tangan nya. Dari balkon kamar Bian menatap arah gerbang depan mansion, Bian tidak sabar ingin menghukum Nayra.Kilat emosi kian membuncah di dada bersiap untuk di letakkan.


Bian melihat mobil Lian masuk pekarangan mansion nya, memperhatikan bagaimana Lian memperlakukan Nayra layak nya tuan putri kerajaan.


"by cantik"


Lian pergi menuju perusahaan nya.


Nayra berjalan menuju pintu mansion, senyum terus terbit di wajah cantik nya. Namun tak lama kemudian senyum Nayra menghilang kala melihat Bian berdiri tepat di pintu masuk.


Tanyanya gemetar, meremas jari kelingking nya, seakan menguatkan diri.


Bian menghampiri Nayra langsung menyeret Nayra kedepan kamar mereka. Bian melempar Nayra kesopa tempat Nayra berbaring setiap malam.


"Darimana saja kau. Hah?


Berani nya selingkuh di depanku. Berengsek!"


"Tuan sakit, tolong lepaskan tuan"


Nayra memberontak melepaskan diri dari Bian


"Sialan"


Plak, Plak


Bian menampar pipi Nayra kiri dan kanan.


Tubuh Nayra terlempar di ujung sopa.


Berapa harga tubuhmu kau jual pada situa bangka itu. Hah? jawab!


Hiks, hiks..


huuu, uuuiu..


"Apa salaku tuan? kenapa tuan selalu menyiksaku?"


"Masih tanya apa salahmu?"


Bug


Bug


Bug


Bian menendang punggung Nayra menggunakan kaki kiri nya.


"aaaaaaaaaaaaaaagggg"


Nayra berteriak kencang saat merasakan sesuatu dalam tubuhnya seperti terbentur. Merasakan goncangan dalam tubuh Nayra yang kian sakit tak tertinggal.


"Uhuk"


"Uhuk"


"Ueg"


"Ueg"


Nayra batuk dan mual, memegangi perutnya yang amat teramat sakit.


Nayra tidak menangis lagi, air mata nya seakan lupa menetes kalah dengan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.


Jika biasanya Nayra akan menangis, maka saat ini air mata nya kalah dengan rasa sakit yang luar biasa.


Bian kembali menarik rambut Nayra dari belakang kepala Nayra mendonga seketika.


"Ingat! aku pasti akan menceraikanmu. Ku pastikan kau akan hancur bersama situa bangka itu."


Bian melepas tarikan rambut Nayra dengan kasar.


Nayra lemas, tubuh nya ambruk di sopa itu.


Bersambung!

__ADS_1


Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari


Ikuti terus kelanjutan ceritanya yah.


__ADS_2