Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 36 Mendekati Perceraian


__ADS_3

Ratna berhasil membawa Lian bertemu dengan Nayra.


Ratna memang sangat pandai berakting. Air mata yang membuat hati Lian luluh membawa Ratna menemui Nayra dan Bian.


Tak ketinggalan juga dengan Abi si pria paru baya itu sangat antusias bertemu dengan Nayra yang sering di perbincangkan oleh istri nya.


Ting tong


Ting tong


Ratna berulang kali menekan tombol bell namun tidak ada yang membukakan pintu.


"Pap kemana Bian. Apa mungkin sudah berangkat ke kantor?"


Abi hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.


"Lian. Coba telepon Bian. Katakan kita berada di apartemen nya."


Pinta ratna pada putra nya.


Lian mengangguk lalu menelepon Bian.


"Ada apa kau mengganggu waktu pagiku?" Tanya Bian cuek.


"Kamu dimana? Aku, Mami, Papi ada di depan apartemen mu. Buka pintu nya sekarang!"


"Buat apa kalian disana? Aku sudah tidak tinggal disana."


"What??


Lalu kenapa kau tidak bilang?"


Lian kesal tidak mendapati keberadaan Bian di apartemen nya.


"Lebih baik bawa tante Ratna dan Om Abi pulang. Tidak ada guna nya kalian disana."


"Dasar saudara laknat."


Lian langsung menutup panggilan nya.


"Bagaimana sayang? Apa kata Bian?"


Tanya Ratna


"Bian sudah pindah mam."


Jawab Lian


"Pindah keman sayang."


"Entah lah mam."


"Kita ke kantor Bian saja mam."


Kilah Abi membuat sebuah tawaran.


"Bagus juga ide Papi. Ayo berangkat!"


Dengan semangat Ratna menarik tangan anak dan suaminya. Berangkat menuju perusahaan Bian.


Bintaro grup.


Fani menyambut Keluarga Lian dengan tersenyum ramah.


"Ada yang bisa di bantu Tuan Lian?"


Tanya nya ramah.


"Bian ada di dalam?"


Tanya Lian, jari nya menuju arah ruangan Bian.


"Tuan ada di dalam, silahkan masuk tuan."

__ADS_1


Fani mempersilahkan Lian serta keluarga nya masuk ruangan tuan nya.


Ceklekkk. Pintu terbuka lebar.


"Bian anak mami. Mami sangat merindukanmu?"


Ratna memeluk Bian dengan sayang.


"Tante dan om sejak kapan berada di negara ini?"


Tanya Bian hangat, memeluk Ratna dan Abi secara bergantian.


"Kemarin siang Bian. Kenapa pindah dari apartemen mu. Tante kangen sama istrimu.


Dimana istrimu berada? Tante mau ketemu."


Bian diam, tidak menanggapi ocehan Ratna.


"Bian. Kenapa diam saja! Dimana Nayra istrimu?"


"Tante, om. Untuk saat ini Bian tidak mengizinkan suapan bertemu dengan istriku."


"Apa maksudmu?"


Tanya Lian tak terima.


Huuhhh. Bian menarik napas nya panjang.


"Untuk saat ini bahkan sampai dua bulan ke depan Bian tidak mengizinkan siapa pun bertemu dengan Nayra istriku." Tegas nya.


"Alasan nya kenapa Bian?" Tanya Ratna


"Tidak ada alasan." Jawab nya cepat.


"Tante harus ketemu Nayra. Titikk"


"Maafkan Bian tante. Bian tidak mengizinkan siapa pun bertemu dengan Nayra sampai dua bulan ke depan."


"Tapi kenapa Bian? Beri kami alasan yang jelas." Tanya Abi penasaran.


Tegas Bian.


"Apa? Bercerai?"


Mereka bertiga terkejut dengannpernyataan Bian.


"Ia om, tante. Dua bulan waktu nya kami akan bercerai. Bian tidak mencintai Nayra, kami menikah karena paksaan dari Daddy."


"Bian. Apa yang kau pikir kan nak?


Pernikahan itu bukan suatu permainan. Pernikahan itu suci nak sesuatu yang sangat sakral."


"Maaf kan Bian tante. Ini sudah menjadi keputusan kami berdua."


Lian serta kedua orang tua nya pergi meninggalkan perusahaan Bian menuju kediaman Baskoro, Ratna penasaran seperti apa pernikahan Bian dan Nayra..


"Baskoro dan santi harus bertanggung jawab akan hal ini."


Kilah Ratna saat berada dalam mobil.


"Tenang dulu mam. Jangan emosi. Kita minta Baskoro menjelaskan maksud dari Bian."


"Bagaimana mami bisa tenang Pap, Nayra putri mami diperlakukan seperti itu. Dijadikan istri setelah bosan dibuang. Mami harus tenang! Begitu?"


Ratna marah akan kelakuan Bian yang seenak nya.


"Kenapa mami jadi marah sama Papi?"


Kelah Abi.


"Mami sama Papi tenang saja. sebentar lagi kita sampai. Jangan bertengkar mam, Pap." Lian menimpali perdebatan kedua orang tua nya.


Mansion Baskoro.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan pada kami, apa maksud Bian mengatakan akan bercerai dalam waktu dua bulan?"


Tanya Ratna tidak sabaran.


Deg..


Baskoro jantungan di cerca pertanyaan yang memohon dalam hati nya.


"Maksud mu apa Ratna?"


Kami pergi menemui Bian di apartemen nya, akan tetapi mereka tidak berada disana. Lalu kami menumui Bian di perusahaan nya.


Bian me..."


"Apa? Bian sudah tidak tinggal di apartemen nya? Lalu mereka tinggal dimana?"


Baskoro kaget mendapat berita itu.


"Jadi kalian tidak tau Bian membawa istrinya pindah?"


Tanya Abi heran


Baskoro dan Santi menggeleng.


"Kalian juga tidak tau Bian pindah dimana?"


Lagi - lagi Baskoro dan Santi geleng kepala.


"Ada apa sebenar nya Bas?"


Tanya Abi penasaran.


Akhirnya Baskoro menceritakan dua nya, di mulai dari Baskoro bertemu Nayra hingga perceraian mereka. Baskoro juga menceritakan pernikahan Bian dengan Siska. Baskoro tidak menutup - nutupi apa pun dari mereka.


Ratna menangis pilu saat Baskoro menceritakan semua yang terjadi pada Nayra


"Apa yang harus kita lakukan Bas?" Tanya Abi


"Bi. Awal nya aku berfikir bila Bian akan jatuh cinta pada Nayra seiring berjalan nya waktu.


Maafkan kelakuan putraku Abi, Ratna. Aku gagal mendidik Bian."


Baskoro lesu.


"Sekarang aku sudah tidak mencegah perceraian mereka, aku akan melindungi Nayra setelah mereka bercerai. Nayra pantas bahagia."


Mereka dua sepakat akan melindungi Nayra saat Bian menceraikan nya.


"Mas Bas. Tolong bujuk Bian menginjinkan kami bertemu Nayra! Aku mohon Mas bas." Pinta Ratna penuh harap.


"Akan saya usahakan. Aku akan membujuk Bian untuk mempertemukan kita dengan Nayra."


"Sekarang sudah siang. Sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu untuk mejernih kan pikiran kita." Bakoro mengakhiri perbincangan mereka mengenai Bian dan Nayra.


Esok hari nya baskoro mengunjungi anak nya di Bintaro Grub.


"Jika niat daddy untukencari informasi soal istriku lebih baik daddy pulang. Sesuai kesepakatan kita dad. Aku akan menceraikan gadis sialan itu setelah setahun pernikahanku.


Daddy jangan lupa untuk mewariskan semua aset daddy pada putra mu ini, bukan pada gadis sialan itu. Bian tidak rela jika daddy berikan harta daddy untuk gadis sialan itu."


Baskoro tidak habis pikir dengan kelakuan anak nya itu.


"Bian dengarkan daddy."


Baskoro berdiri menepuk pundak anak nya itu.


"Nayra itu gadis yang baik. Entah kenapa istrimu itu bagaikan Nayra putri Pandi bagi daddy, Jika kamu akan menceraikan Nayra. Ceraikan lah secara baik - baik jangan menyakitinya."


"Kau harus tau Bian, sejak awal daddy mewariskan seluruh harta daddy hanya untuk kamu nak bukan Nayra.


Daddy hanya ingin melihat ketulusan mu, dan sekarang hati daddy sudah melihat jika Bian anak daddy sudah tidak memiliki hati."


"Sebelum terlambat pikirkan niat mu untuk menceraikan Nayra, jika kamu tidak ingin menyesal."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2