
Hidup itu kejam bagi orang yang mudah putus asa, indah bagi orang yang tabah dan murah hati.
Saat hidup di ambang ke bingungan berserah lah pada Nya. Tak seorang manusia menjalani kehidupan dengan mulus.
Bian kembali menjenguk istri nya, mencoba berdamai dengan istri yang selama ini terpatri di lubuk hati teriakan.
Ceklek.. Pintu terbuka mendapati istri nya duduk bersandar di ranjang pasien sambil menonton televisi.
Deg.. Jantung Nayra kembali bergetar, tubuh nya menggigil melihat orang yang paling menakutkan berada di dekat nya saat ini. Mulut nya tertutup rapat, tak mampu untuk menjerit seakan di bekap oleh lapisan kain. Tubuh nya hampir jatuh jika saja Bian tak segera menopang nya.
"Sayang, hati - hati. Jangan banyak gerak, kamu belum sembuh" Ujar nya lembut.
"Jangan sentuh aku, Pergi. Jangan sentuh aku. Dokter, suster tolong. Ada monster dokter." Nayra berteriak histeris.
Bian dapat merasakan tubuh istri nya bergetar hebat.
"Sayang, ku mohon jangan begini. Maaf kan aku Nayra." Bian menangis pilu melihat kondisi istri nya yang terguncang.
"Dokter, tolong usir monster ini dokter." Nayra terus histeris. Air mata nya membasahi seluruh wajah cantik nya.
Lian masuk bersama dokter saat mendengar jeritan Nayra. Lian menarik tubuh Bian secara kasar.
"Apa yang kau lakukan pada adikku? Jangan mempersulit keadaan Bian, pergilah. Biar kan adikku tenang." Lian memeluk Nayra yang sesegukan.
Bian menggeleng cepat. "Tidak, ku mohon jangan mengusir ku Lian. Bukan kah kita bersaudara, jangan terlalu kejam pada ku."
"Mengertilah Bian, Nayra sedang tidak baik - baik saja. Jangan membuat kondisi nya semakin drop. Pergilah, jangan mengganggu nya untuk sementara. Biar kan Nayra tenang terlebih dahulu."
Bian tetap menggeleng. "Ku mohon Lian jangan mengusir ku, biar kan aku merawat istriku. Aku sangat mencintai istri ku Lian. Mengerti lah."
__ADS_1
"Kau selalu saja ingin di mengerti Bian, Tapi kau tidak pernah mengerti kondisi orang lain, jangan egois. bukan kah selama ini kau mengabaikan nya, membiarkan diri nya seorang diri di Negara asing. Aku saja tidak tau kenapa Nayra bisa tiba di Negara ini sekarang. Tapi kau dengan mudah nya mengatakan ingin di mengerti. Dimana hati nurani mu Bian." Bentak nya dengan suara sedikit meninggi.
"Lian, ku mohon jangan memperkeruh suasana."
"Justru kau yang memeprkeruh suasana Bian sialan." Teriak nya yang membuat tubuh Nayra semakin bergetar hebat. Lian meredam emosi nya saat merasakan getaran tubuh adik nya, bahkan Bian tercengang melihat sikap saudara nya saat ini.
Selama ini Lian selalu bersikap baik pada orang lain terlebih keluarga, selalu santai menghadapi suatu masalah. Namun saat ini fakta membuktikan jika manusia sesabar dan sebaik Lian bisa marah bahkan mengatakan SIALAN pada saudara nya itu.
"Nayra sayang, tenang lah. Semua nya pasti baik - baik saja. Jangan khawatir, Kakak akan selalu melindungi mu. Kamu percaya kan sama kakak."
Nayra mengangguk. "Kakak baik, usir orang itu. Nay takut kak, Nay takut di pukul lagi, sakit kak" Gadis itu Menangis tak kuasa membayangkan saat tubuh kurus nya di pukul manusia monster yang berada dalam ruangan nya saat ini.
"Pergilah Bian. Ku mohon" pinta Lian dengan lembut. Bian semakin tercengang. Bagaimana bisa? Jika dulu Nayra nya selalu meminta perlindungan nya, saat kaki nya lecet Nayra nya selalu merengek sakit, saat haus selalu merengek minta diambil minum. Namun sekarang posisi nya seolah digantikan oleh Lian. Hati nya terkubur mendapati fakta hari ini.
Hati nya sangat membutuhkan maaf. Apakah diri nya tidak pantas mendapat kan maaf dari istri nya.
"Lian ku mohon bujuk Nayra memaafkan ku. Pelas!" Pinta nya memelas.
"Dia mantan suamiku kakak baik. Dia sudah menceraikan aku di tempat orang asing, tempat orang berbicara yang tidak Nay mengerti."
Deg.. Lidah Bian kaku tidak dapat memungkiri kenyataan pahit yang ia torehan kan pada gadis ini.
"Maaf kan aku Nayra. Maaf, aku akan menebus semua kesalahan ku padamu sayang. maaf kan aku." Pinta nya menangis bombay.
"Kakak baik, Nayra mohon. Usir monster itu kak. Nay takut kak."
Dokter bingung melihat situasi saat ini. Bagaimana bisa seorang suami menceraikan istrinya di negri orang lalu meninggalkan nya begitu saja. Dokter Juan saja tak habis pikir.
"Tuan, sebaik nya anda keluar demi kebaikan pasien, saya harap anda mengerti dengan kondisi pasien yang tidak baik - baik saja. Kembali lah saat kondisi pasien sudah stabil." Papar dokter Juan menimpali situasi saat ini.
__ADS_1
Bian yang keras kepala serta egois tidak mengindahkan perkataan dokter.
"Jangan ikut campur dokter, istri ku sedang sakit tentu saja aku akan merawat nya disini."
"Dokter dan perawat yang akan merawat Nayra dan aku yang akan menjaga nya hingga Nayra di ijin kan pulang." Jawab mami Ratna yang baru saja masuk ruangan Nayra.
"Tante. Tante tolong Bian tante. Aku- aku ingin menjaga istriku tante."
"Putriku bukan istri mu lagi. Pergi lah, sebelum petugas keamanan menyeret mu" tegas Ratna marah akan ke egoisan Bian.
"Nayra. Sayang, istriku. Aku minta maaf sayang, ku mohon jangan mengusir ku." Bian semakin menangis melihat penolakan gadis yang sangat ia cintai. Sedang Nayra semakin membenamkan wajah nya di pelukan Lian.
"Aku akan membawa mu berobat ke luar Negri. Aku akan mencari kan dokter terbaik sayang. Percayalah, aku tidak akan menyakitimu, aku sayang kamu Nay. Aku-aku cinta kamu Nayra." Ucap nya menangis pilu.
"Kau akan membawa Nayra keluar Negri? Kemana Bian? Ke Jerman lagi? Lalu kau akan meninggalkan putri ku disana? Membiarkan nya kelaparan? Membiarkan nya kedinginan? Itu yang kau mau Bian?" Teriak Ratna semakin emosi melihat keras kepala nya anak sahabat nya ini.
"Pergi Bian, sebelum aku memukul mu." Ratna mendorong tubuh Bian keluar, mengunci pintu dengan kasar.
Dokter Juan tersenyum geli melihat keberanian mami Ratna.
"Nyonya tolong jangan terlalu kencang membanting pintu nya. Tetap harus menjaga kenyamanan pasien. Ucapan dokter Juan tersenyum ramah."
"Maaf dokter ganteng, saya emosi" Kilah nya cuek.
Lian tersenyum melihat mami nya, jika menyangkut soal Nayra pasti mami nya akan sangat posesif.
"Huhhh." Membuang napas perlahan berjalanenuju Nayra.
"Tenang sayang selama mami ada kamu aman. Termasuk jika Lian menyakiti mu akan mami lempar dia dikandang buaya" Canda nya sambil melirik Lian yang membuat dokter serta Lian tercengang.
__ADS_1
Dokter Juan tersenyum. "Nyonya sangat hebat, saya sangat kelimpungan mengatasi pria tadi. Setiap hari pria itu selalu mengusik nona Nayra. Membuat keributan seperti nya hobi pria tadi" ujar nya sambil memeriksa kondisi Nayra.
Bersambung.