Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 56


__ADS_3

Bian mengunjungi Lian ke kantor nya meminta dukungan untuk membujuk Nayra. Diri nya bisa hancur jika harus kehilangan Nayra nya.


"Huh. Semoga saudaraku yang satu ini dapat membantu ku!" Lirih nya.


Bian masuk ruangan melihat saudara nya sibuk berkutat dengan labtop nya.


"Hai bro. Sibuk?"


"Udah tau nanya!"


"Kamu jangan terkontaminasi dengan tante Ratna. Pelas aku lelah."


"Lelah kenapa, kau saja tidak bekerja sudah seminggu lebih. Capek apa?"


"Huh." Menarik napas membuang secara perlahan duduk dikursi dengan lesu.


"Bro tolongin aku" lirih nya pelan. "Aku sayang sama istriku aku tidak mau cerai."


"Sekarang saja baru bilang sayang, selama ini kana saja? Cihh, memalukan."


"Lian tolong lah, bantu aku untuk balikan dengan istriku. Aku tidak sanggup jika harus kehilangan diri nya. Aku tidak sanggup Lian."


"Aku tidak tau cara membantu mu Bian, Nayra saat ini kondisi nya sedang kurang sehat. Kau tau sendiri Nayra sakit bukan hanya ginjal saja, apa kau siap menerima kekurangan Nayra seutuh nya?"


"Maksudmu apa Lian?"


"Nayra juga mengalami gagal rahim."


"Apa maksudmu gagal rahim?" Tanya Bian


"Rahim Nayra bermasalah, Hampir saja rahim nya diangkat akibat benturan keras pada perut nya. Seperti nya Nayra pernah mengalami kekerasan pada perut nya. Rahim Nayra memang tidak jadi diangkat namun dokter menegaskan bila Nayra akan sulit memiliki keturunan. Apa kamu siap menerima segala kekurangan nya?"


"Lian, aku sungguh - sungguh mencintai Nayra, apa pun keadaan nya aku tetap mencintai nya. Sekali pun tidak bisa memberimu keturunan, kami bisa mengadopsi anak. Lian tolong bantu aku, aku siap menerima keadaan istri ku apa pun kondisi nya."


"Huh. Aku hanya bisa bilang, tolong jangan ganggu Nayra sebelum kondisi Nayra pulih. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Nayra. Bian mengertilah kondisi Nayra saat ini."


"Aku mengerti Lian, mungkin saat ini aku hanya bisa melihat Nayra dari kejauhan. Aku tak kuat menjalani nya."


"Sabarlah, jika kalian berjodoh pasti bersatu kembali. Jangan menyerah jika kau sungguh mencintai nya."

__ADS_1


"Terima kasih Lian. Aku akan mencoba untuk menjaga jarak sementara."


Seminggu berlalu. Nayra belum mendapat donor ginjal yang cocok untuk nya, dokter mengantisipasi untuk bulan dwpan Mayra harus segara di operasi.


Baskoro saat ini berada di rumah Abi, sudah lama diri nya tidak melihat Nayra. Diri nya yang sayang pada Nayra sedari dulu tapi harus menelan pahit kenyataan bahwa gadis itu begitu takut dengan nya.


"Nayra, daddy kangen nak." Lirih nya, Nayra menoleh mendapati Baskoro tepat digunakan nya seorang diri.


"Nak daddy merindukan mu." Baskoro merentangkan kedua tangan nya berharap Nayra menerima pelukan nya. Berjalan perlahan dengan langkah pelan, Nayra ragu memeluk baskoro, rasa takut membayangi Sanubari nya. Tidak tahan melihat wajah sedih Baskoro akhir nya Nayra memeluk pria itu.


"Daddy merindukan mu sayang. "


"Daddy" lirih Nayra pelan.


"Maaf kan daddy nak, daddy tidak mampu membendung rasa ini, begitu sesak melihat mu menghindari daddy sayang." Baskoro menangis mengelus rambut Nayra dengan sayang.


"Kamu masih marah sama daddy?"


Nayra menggeleng. "Nay sayang daddy" ucap nya tulus menatap mata Baskoro.


"Terima kasih nak"


"Mami, Nayra tidak di paksa. Daddy itu om baik mami."


"Terserah saja, ingat jangan pernah dekat dengan anak nya mami tidak suka."


Nayra meneguk saja. "Nayra tidak dekat - dekat dengan nya. Nayra sudah cerai mami."


"Tapi kalian belum resmi bercerai, Bian itu masih suami kamu. Dia juga ingin membawa mu kembali untuk disiksa." Cerocos nya keceplosan, mami ratna seakan lupa jika jiwa Nayra masih terguncang.


Deg. Jantung Nayra berdetak cepat, tubuh bergetar hebat terbayang akan kekejaman Bian selama ini pada nya. Nayra trauma akan semua perlakuan Bian pada nya. Takut di tinggal Dinegara asing.


Melihat Nayra menggigil buat mami Ratna sadar akan perkataan nya.


"Nayra, maaf kan mami nak. Mami hanya tidak ingin kamu disakiti lelaki tidak bertanggung jawab itu nak." Ratna memeluk Nayra dengan erat.


Nayra menangis dalam pelukan mami Ratna, Nay takut mam. Nay takut di pukul tua Bian.


Tenang lah sayang, ada mami melindunginya, tak akan membiarkan siapa pun memukul atau apa pun itu.

__ADS_1


"Nayra takut mam, Nay takut."


"Sttt. Tenang lah, ada Papi, ada Lian yang akan melindungi mu dari siapa pun."


Sedang Baskoro tersenyum bahagia saat pulang.


"Ada apa daddy senyum sendiri" tanya Santi penasaran.


"Daddy baru saja memeluk Nayra putri daddy"


Bian langsung menoleh saat mendengar nama istri nya di sebut.


"Benarkah?" Tanya Sakti memastikan.


Baskoro mengangguk. "Daddy bahkan berbincang bersama, daddy sangat bahagia mom. Nayra kembali menerima daddy. Putri ku itu memang berhati lembut." Lirih nya.


"Mommy juga ingin melukai Nayra dad, ajak mommy besok bertemu Nayra." Pinta nya penuh harap.


"Tunggu saat Nayra pulih, daddy takut Nayra masih trauma akan sikap mommy selama ini."


"Dad, tolong Bian untuk bawa menantu daddy kembali. Bian janji tidak akan menyia - nyiakan istri ku lagi dad" mohon nya dengan lesu.


"Terima akibat ulah mu Bian. Daddy tidak akan mengijinkan kan mu untuk kembali pada Nayra. Mau Nayra istri mu atau tidak Nayra tetap putri daddy." Tegas nya membuat Bian lesu.


"Dad, Bian sangat mencintai Nayra, daddy tau itu. Dari dulu hingga kini hanya Nayra yang selalu dalam hati ku dad."


"Jangan konyol Bian, kamu pikir Nayra masih mau sama kamu dengan semua perlakuan buruk mu. Berlaku kasar melakukan KDRT, memberikan madu pada Nayra. Pakai akal sehat mu Bian. Jangan egois." Baskoro marah akan sikap ngotot anak nya.


"Daddy, jangan emosi. Ingat jantung daddy lemah" ujar Santi mengingat kan suami nya.


"Bian, jangan terlalu memaksa kehendak mu nak. Sesuatu yang di takdir kan buka milik mu sekeras apa pun kau berusaha makan tidak akan kamu dapat. akan tetapi jika Nayra memang jodoh mu, Nayra tidak akan kemana - mana."


"Mommy akan selalu mendoakan yang terbaik buat mu. Mungkin saat ini kau fokus lah pada istri kedua mu. Mommy sudah lama tidak melihat nya, apa dia tinggal di apartemen mu seorang diri?"


"Dia bukan istri ku mom" jawab nya cepat.


"Maksud mu? Kalian sudah bercerai? Bian baru beberapa bulan kau menikahi nya dan kau sudah mencerai kan nya?" Santi geleng kepala melihat sikap anak nya, entah apa yang ada dalam pikiran anak nya itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2