Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 66 Misi gagal


__ADS_3

Seakan mendapat firasat buruk, pagi itu juga Nayra memaksa untuk pulang. Tidak peduli Nayra berada dimana, asal tidak di rumah sakit. Dengan segala perdebatan panjang, akhir nya keluarga itu menyerah dan mengijinkan Nayra pulang di kediaman Baskoro.


"Hei ganteng. Kau sudah boleh pulang. pergi lah dari rumah sakit ini sekarang juga" ucap dokter Juan tanpa perasaan, Juan dengan berani nya mengusir Bian secara terang - terangan.


"Kau mengusir ku?" Tanya pria tampan itu dengan lugas.


"Tidak juga, aku hanya bosan melihat mu disini."


"Bahkan kau yang menahan ku disini sejak kemaren, aku sudah merasa baikan, tapi kau malah menahan ku disini. Awas saja, setelah aku keluar dari rumah sakit ini. Aku akan membeli rumah sakit ini dan segera memecat mu dokter sialan." Bian kesal karena Juan mengusir nya dengan se enak nya saja.


Menurut nya dari 2 hari yang lalu, Bian sudah minta pulang, namun dokter itu melarang nya. akan tetapi, sekarang dengan gampang nya dokter itu mengatakan bosan melihat nya. Benar - benar dokter membuat pasien bingung tujuh benua.


"Aku akan pulang sore hari, sekarang jam makan siang saja belum waktu nya. Kau tidak bisa mengusir ku, aku harus menunggu kedatangan Kevin" ujar nya kesal.


"Tenang saja ganteng, Kevin sudah disini. Sekretaris handal mu itu sedang mengurus semua administrasimu, kau sudah boleh pulang. Ingat, jangan kembali lagi, jika kau sakit. Cari lah rumah sakit lain, jangan disini." Bian salin kesal di buat Dokter yang satu ini.


"Awas saja kau dokter, tak akan ku lepas kan kau. ingat itu."


Dokter Juan tersenyum mendengar umpatan Bian, Ia senang menggoda Bian. walau terkesan dingin, naik bagi nya sikap Bian unik.Sikap yang keras kepala tapi memiliki maksud tersendiri bagi penilaian dokter Juan.


Tak lama Kevin muncul dari balik pintu. "Nah, ini dia yang di tunggu. Kevin. bawa lah tuan mu pulang, bila kau enggan membawa nya pulang. Buang saja di panti" jompo ujar dokter Juan tanpa di saring dulu bahasa nya, membuat Bian semakin frustrasi.


Kevin bahkan sempat kaget mendengar ucapan dokter pintar itu.


"Terima kasih dokter, sudah merawat tuan saya dengan baik selama disini" ujar Kevin dengan menunduk sopan.


"Untuk apa kau berterima kasih pada nya, ayo cepat pulang." tegas Bian yang tak ingin berlama - lama melihat dokter sialan itu.


Juan mendekat membisikkan sesuatu tepat di telinga Bian.


"Pulang lah ke mansion Daddy mu, Istri mu yang cantik itu sudah pulang ke mansion daddy mu. Aku meminta mu pulang, agar kau bisa melihat istri mu secara langsung."

__ADS_1


Sontak Bian kaget. Menoleh ke arah Juan. Mata mereka bersitatap dengan serius.


Dokter Juan mengangguk, memastikan ucapan nya adalah benar.


"Kevin, kita kembali ke mansion. Sekarang!"


Tanpa magang waktu, Bian segera mengganti pakaian nya dengan pakaian kantor. Bian tidak ingin ada yang curiga dengan kondisi fisik nya saat ini.


Melangkah dengan pasti, tak sabar ingin segera tiba di kediaman nya, melihat istri yang sudah ia talak di Jerman. Ahh! Bahkan Bian tak dapat mendeskripsikan hubungan nya dengan Nayra. Hubungan apa sebenar nya mereka. Suami istri? Tentu tidak, diri nya sudah menceraikan Nayra, tepat 1 tahun mereka menikah.


Hanya ketukan palu yang mengesah kan hubungan mereka berakhir. Mampukah diri nya mengembalikan cinta Nayra?


Sebelum Bian sampai di pintu, berbalik melihat dokter yang sempat membuat nya kesal.


"Juan. Terima kasih, Aku harap, kita bertemu dengan keadaan yang berbeda" ujar nya tulus. Setelah mengatakan itu. Bian pergi, di susul Kevin dari belakang.


Juan terpaku melihat kedua nya yang semakin lama menghilang di lorong rumah sakit.


"Semoga yang terbaik buat hubungan mu dengan Nayra." gumam nya


Takut melangkah, akan bertemu Nayra, akan penolakan Nayra, akan trauma Nayra saat melihat nya.


"Tuan yakin?" Tanya Kevin melihat kecemasan di raut wajah tuan nya.


Mengangguk pasti, Bian turun secara perlahan. Kevin mengekor tuan nya dengan setia. Masuk dengan percaya diri.


Deg. Jantung Bian berdetak tak karun, Napas nya tak terkontrol. Bian melihat kedua orang tua nya serta keluarga Lian berbincang. Bian tak melihat keberadaan Nayra.


"Dimana Nayra? Dokter sialan itu menipu ku? Berani nya kau Juan?" Batin nya, Bian merutuki dokter Juan, kesal bercampur emosi menyelimuti hati nya.


Sontak saja perbincangan keluarga nya berhenti saat melihat Bian berdiri di belakang mereka.

__ADS_1


"Bian, kau sudah pulang nak?" Tanya Sakti dengan ramah.


"Masih ingat pulang kau rupanya Bian" ujar Ratna dengan mulut pedas itu.


Bian terus berjalan melewati mereka semua. Diri nya enggan bertanya soal keberadaan Nayra. Bian masuk kamar dengan hati yang kacau.


"Kevin, dari mana saja kalian berdua hampir dua minggu ini?" Tanya Baskoro penasaran


"Tu-Tuan besar, kami sedang perjalanan bisnis" ujar nya menunduk. Kevin takut melihat sorot mata Baskoro. Takut kebohongan nya terbongkar.


"Pulang lah Kevin, kau pasti lelah perjalanan bisnis" ujar Baskoro merasa kasihan pada sekretaris anak nya. Baskoro melihat wajah lelah Kevin. Tak tau saja, jika selama seminggu lebih Kevin tidak istirahat dengan benar.


Siang hari bekerja di perusahaan, malam hari harus menemani tuan nya. Kasihan sekali kau Kevin.


"Saya, permisi tuan." Kevin pergi bukan untuk pulang, namun untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Nayra, saat ini sedang istirahat di kamar sebelah Bian. Kamar kosong yang sengaja di buat apa bila Lian menginap di mansion itu. Bian tidak mengetahui jika Nayra berada tepat di sebelah kamar nya.


Malam hari. Anak buah Brahma, antusias mendatangi rumah sakit, dimana Nayra di rawat. Mereka, dengan persiapan matang, berniat menculik putri Cindi sesuai perintah bos besar.


Berjalan di kegelapan,melewati setiap lorong rumah sakit, suster palsu yang sudah mereka siap kan sudah atau di tempat.


"Segera periksa kamar gadis itu. Cek kondisi di dalam. Aku sudah mengamati 2 hari ini, jika kamar gadis itu hanya di dampingi oleh satu orang wanita tua" ujar ogi pada suster gadungan.


"Masuk dan bawa peralatan ini, jika mereka bertanya, katakan saja ini vitamin. Bius segera gadis itu, jangan sampai menimbulkan kerusuhan."


Suster palsu mengangguk setuju. Mereka berjalan menuju ruang rawat Nayra.


Ceklek. Pintu di buka secara perlahan, suster itu bengong, tak melihat ada nyawa di dalam.


"Ada apa?" Tanya Ogi dari luar.

__ADS_1


"Kosong."


Bersambung.


__ADS_2