Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 55 Aksi Ratna


__ADS_3

"Jangan membantah. Lian sangat penurut pada mami nya. Minggir. Menjauh dari hadapanku."


Briyan cuek, diri nya tetap duduk di sopa bersebelahan dengan Ratna.


Ratna menonton acara pavoritnya, sinetron yang ia gemari saat kembali di tanah air.


"Astaga judul sinetron nya sangat buruk. SUAMI DURHAKA MASUK NERAKA.


Judul nya saja sangat bagus, pasti cerita nya juga bagus."


"Ya ampun, kejam sekali suami nya. Harus nya suami nya tidak cukup dipenjarakan. Masukin kandang buaya baru benar."


"Loh, loh. Kenapa pria ini sangat kejam pada istri nya. Kalau tidak cinta cerai kan saja dong, jangan dipukul."


"Oh Tuhan, malang sekali nasib wanita itu. Aku sumpahi suami nya masuk neraka."


Ratna mengebu - gebu saat melihat adegan demi adegan dalam sinetron itu.


Bian yang kesal merasa tersindir pergi meninggalkan tante Ratna.


Melirik saat Bian pergi, terbit senyum kemenagan di sudut bibir wanita paru baya itu.


"Bahkan dalam sinetron saja suami durhaka di hukum, apa lagi dunia nyata. Kamu harus di hukum Bian." Oceh nya geram sendiri.


"Sial, tante ratna benar - benar keterlaluan. Punya hak apa diri nya menyumpahi ku masuk Neraka." Monolog nya duduk dikursi taman menenangkan pikiran.


"Tante tidak menyumpahi mu. Tante menyumpahi pria di sinetron itu. Kenapa kau jadi sensitif. Apa perlakuan mu menyerupai sinetron itu pada Nayra?"


Bian terkejut mendapati tante Ratna yang menyusul nya.


"Buat apa tante repot - repot menyusulku?"


"Siapa pula yang peduli. Buka mata mu, ini sudah sore, tante hendak memberi tanaman makan dan minum."


Ratna kembali melakukan aksi nya. Bila pria ini tidak dapat di usir dengan kata - kata maka Ratna harus melakukan cara lain.


Dengan sengaja Ratna mengarahkan selang kearah Bian hingga celana basah.


"Tante." Teriak nya kesal.


"Maaf Bian tante sengaja. Bunga - bunga ini tidak suka melihat keberadaan mu disini. Mereka minta tante usir kamu Bian." Oceh nya pura - pura sedih.

__ADS_1


"Sial." umpat nya, beranjak meninggalkan rumah itu dengan kesal.


"Ada apa dengan tante Ratna. Kenapa tante Ratna jadi kejam begini, apa diri nya salah makan saat diluar negri" oceh nya dalam mobil.


"Rasain Bian, itu imbalan karena melukai putri ku."


"Astaga. Seperti nya anak itu belum pulang juga, mobil nya tidak melaju dari tadi." Sungut nya kesal.


Santi bersama Baskoro juga mendatangi rumah sakit. Mendengar berita kepulangan Nayra membuat hati mereka tergerak untuk mbawa gadis itu tinggal bersama mereka.


"Jadi Abi membawa Nayra bersama nya?" Tanya Baskoro pada dokter Juan.


"Dad, kita ke rumah Ratna sekarang." Baskoro mengangguk setuju dengan saran istri nya.


Tiba dirumah Ratna yang asik dengan membaca majalah di ruang tamu.


"Assalamualaikum Ratna." Baskoro dan Santi tersenyum masuk rumah itu. Ratna kesal akan kehadiran sekeluarga ini mengunjungi rumah nya. Baru saja hati nya tenang karena anak nya sudah pergi, malah orang tua nya yang gantian merusak mood nya.


"Eh Baskoro, Santi silahkan duduk. Bi tolong buat kan minuman buat tamu kita."


Baskoro heran, sejarah nya Ratna tidak pernah menganggap mereka tamu, selama ini hubungan mereka bak keluarga.


"Dokter mengatakan jika kalian membawa Nayra pulang ke-"


"Tentu saja, dia putri ku" jawab nya cepat.


"Tapi Rat, Nayra itu istri nya Bian. Harus nya Nayra tinggal bersama kami" Ujar Baskoro mengiba.


"Bian sudah menyesali perbuatan nya, Bian sudah menerima Nayra menjadi istri nya. Biar kan mereka menyelesaikan kesalahan pajakanereka selama ini." Baskoro mencoba menyelesaikan masalah anak nya tanpa harus dengan bercerai.


"Bas, Jiwa Nayra masih terguncang. Apa kalian tidak melihat mental Nayra, jangan egois lah bas."


"Bukan seperti itu maksud kami Rat, kami hanya mencoba meluruskan kesalahan pahaman ini. Kami tidak ingin Nayra menjadi janda dengan usia yang masih terbilang muda."


"Baskoro, Santi. Kita bicarakan saja saat Papi Abi pulang."


Ratna kembali menonton sinetron andalan nya untuk menghabiskan waktu yang tersisa.


Awal nya mereka bertiga menikmati sinetron itu dengan diam, akan tetapi Ratna beraksi memulai bakat akting.


"Astaga perguso. Mengapa ada ibu mertua sejahat ini? Aku yakin hidup nya pasti tidak tenang!"

__ADS_1


Deg. Perkataan Ratna menusuk ulu hati Santi, seakan tertampar dengan sinetron yang tengah mereka saksikan. Benar ada nya jika perasaan Santi tidak tenang saat mengetahui jika Nayra putri Pandi.


"OMG. ibu mertua sama anak tidak ada beda nya. Pasti ujung - ujung nya menyesal. Jika aku wanita itu tidak akan pernah maafkan nya."


Lagi - lagi Santi melongo mendengar setiap untaian yang di kontrakan sahabat nya itu.


"Santi. Bagaimana tanggapan mu dengan ibu mertua jahat seperti itu? Apa masih pantas dimaafkan? Menurutku sih tidak! Biar kan saja dia merasakan penyesalan nya seumur hidup. Jadi ibu mertua kok jahat. JAHAT dipelihara!"


Baskoro kalian melihat kegelisahan istri nya, seolah paham akan tidak nyaman nya saat ini.


"Ratna, sebaik nya kami pulang, kami akan berkunjung besok. Ayo daddy kita pulang." Santi mengajak Baskoro pulang karena tidak sanggup mendengar setiap untaian dari sahabat nya.


"Kenapa buru - buru San, tunggu saja Abi pulang. Sekalian kita makan malam bersama" Tawar nya santai.


"Terima kasih Ratna, tapi kami masih ada kesibukan lain."


"Sayang sekali, padahal aku masih ingin menikmati sinetron ini bersamamu San" Ucap nya sedih.


"Kami permisi Rat, sampaikan salamku pada Abi. Besok kami kembali. Salam juga buat Nayra."


Mereka pergi meninggalkan kediaman Abi, setelah tamu tak diundang itu pulang, Ratna memencet tombol off, beranjak menuju dapur mengawasi para maid mempersiapkan menu makan malam.


"Daddy, mommy takut Nayra tidak akan maafkan mommy selama nya. Daddy tidak dengar apa kata Ratna tadi."


"Mommy, itu hanya sinetron, jangan khawatir mom."


"Tapi mommy beberan takut dad"


Santi menangis ketakutan, diri nya tidak kuat membayangkan Nayra tidak memaafkan kan nya.


"Mom, sinetron tidak ada hubungan nya dengan kehidupan nyata. Tenang lah, semua nya pasti baik - baik saja."


"Nayra sayang, sekarang mandi lah. Mami ingin melihat mu makan. Tidak perlu menunggu papi dan Lian, dua orang sibuk itu biar kan saja makan tanpa kita."


Nayra tersenyum melihat kebaikan hati mami Ratna.


"Mam, Nay harus nya makan malam bersama mereka."


"Tidak perlu, biarkan mereka bekerja mengumpulkan rupiah dan mari kita menghabiskan rupiah mereka."


Nayra tertawa kecil mendengar candaan itu. Hati nya senang diperlukan dengan keluarga yang selama ini ia cari, diri nya hanya menginginkan kesembuhan agar dapat bertemu dengan keluarga nya satu lagi.

__ADS_1


"Mandi lah sayang, mami juga ingin mandi sekarang. Gerah juga hanya dengan nonton sinetron.


Bersambung.


__ADS_2