Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 16 Bintaro Grub


__ADS_3

Bintaro Grub


Bian memeriksa setumpuk berkas yang ada di meja kerjanya. Bian memang sudah tidak diragukan lagi dalam urusan bisnis, jiwa bisnis bian menurun dari daddy nya.


kevin menghampiri tuan nya yang sangat sibuk itu.


"Tuan, perusahaan PACINA mengajukan kerja sama di perusahaan kita. Apa kita tolak saja tuan?"


"Kenapa ditolak vin?"


"Tuan, berdasarkan berita yang saya dengar pemimpin cipana grub terkenal dengan kelicikan serta ketamakan nya tuan"


"Apa kau takut padanya"


"Bukan tuan"


"Lalu"


"Sebaiknya ditolak saja tuan"


"Tidak. Ambil kontrak itu, aku tertentang akan pemimpin nya"


"Tapi tuan"


"Lakukan"


"Baik tuan, permisi" kevin pergi meninggalkan ruangan tuan nya.


"Akan kita lihat selidik apa pemimpin cipana grub itu" monolog bian.


Dirumah sakit.


"kakak baik, nay sakit apa kak?"


Tanya nayra seakan ingin tau keadaannya


"Tidak apa, jangan khawatir. kakak akan melindungimu"


Lian menyuapi nayra makan sesuap demi sesuap akhir nya bubur nyara luas masuk di lambung nayra.


"Sekarang minum obat, biar cepat sembuh"


Nayra mengangguk.


Baskoro dan Santi menjenguk nayra ini, lian mengabari baskoro saat nayra masuk rumah sakit.


Ceklekkk. pintu terbuka.


"Nayra putri dadddy"


baskoro menghampiri nayra, memeluk serta mencium kening nya.


Mata nayra berkaca - kaca terharu akan kebaikan om baik hati itu.


"Om baik, eh maaf maksud nay daddy. Daddy apa kabar?"


"Baik nak"


"Cepat sehat nak. Daddy sayang nayra"


Santi hanya menyaksikan baskoro yang mencurahkan kasih sayang serta perhatian nya.


Dalam hati santi merutuki kebodohan putranya yang sangat tega memperlakukan nayra layang nya melebihi hewan.


Hewan saja diberi makan oleh tuan nya.


"Daddy nayra sudah baikan sekarang"


"Pulang dari sini, kamu tinggal dirilah daddy"


"Tapi dad, bagaimana kalau mas bian marah?"


"Biar saja dia marah"


Mereka bertiga berbincang layaknya keluarga bahagia. Santi hanya diam saja tanpa ikut buka suara. Santi memang tidak suka nayra akan perhatian suaminya yang sempat dianggap selingkuhan baskoro, akan tetapi santi juga tidak setega itu memperlakukan manusia dia masih punya hati nurani.


"Nayra, daddy sama mommy pulang ya sayang. Besok daddy sama mommy menjempu nayra pulang kerumah daddy"


nayra mengangguk.


Baskoro, santi pergi meninggalkan rumah sakit menuju parkiran.


"Daddy langsung ke kantor saja biar mommy naik taksi dad"


Baskoro mengangguk


Santi memanggil taksi lalu pergi menuju perusahaan putra nya, sedang baskoro menuju kantor nya.


Ceklek. pintu terbuka.


"Mommy"


Bian beranjak dari kursi memeluk santi


"Ada apa mommy? Tumben mommy mampir?"


"Bian, mommy menjengunk istri mu"


Bian menoleh melihat raut wajah datar mommy nya.


"Lalu"


"Bian, mommy memang tidak suka istri mu. Tapi mommy tidak setega itu nak!"


"Sebaiknya mommy pulang"


"Bian, besok daddy membawa istrimu ke mansion utama"


"Tidak bisa"

__ADS_1


"Bian, jangan menentang daddy mu"


"Mommy pleess. Bukankah mommy suka melihat nayra menderita. Bian tau apa yang mommy lakukan pada istriku sehari setelah menikah. Bian melihat semuanya mom"


"Bian mommy" Santi terdiam membisu


"Bian melihatnya di cctv mom"


"Bian, biarkan istri mu tinggal dimansion. Jika istrimu sampai meninggal, kamu bisa masuk penjara nak"


"Bian tidak peduli"


"Tapi mommy peduli. Cuman kamu putra mommy bian Mommy tidak akan hidup jika sampai itu terjadi"


Setelah mengatakan itu santi pergi meninggalkan perusahaan bian menuju makam keluarga baskoro.


Santi berziarah dimakam pandi serta keluarganya.


"Pandi, persahabatanmu dan suamiku begitu abadi. Walau keluargamu sudah pergi akan tetapi kalian tetap hidup diganti baskoro.


Pandi aku menyayangi putrimu, nayra juga sudah seperti putriku.


Kau tau Pan, baskoro menjadikan gadis lain sebagai nayra. Nayra kita, putri kita.


Apa aku salah jika aku tidak suka gadis itu"


Santi menangis dipusaran kuburan pandi, santi menabur bunga dimakam pandi, cindi serta nayra palsu.


Diperusahaan Bintara Grub.


"Kevin 30 menit lagi adakan meeting. Undang semua dewan direksi serta petinggi lainnya, hari ini akan diumumkan peralihan nama perusahaan"


"Baik tuan"


kevin pergi mempersiapkan segala keperluan meeting.


Ruang meeting.


Segala laporan setiap direksi dipaparkan oleh perwakilan, mulai dari petugas kebersihan hingga proyek dipaparkan satu per satu. setelah semua selesai direvisi bian mengumumkan pergantian nama perusahaan nya.


"Hari ini Perusahaan kita akan berganti nama menjadi Bintaro Grup. Rapat berakhir, terima kasih"


Biar pergi meninggalkan ruang meeting di ikuti oleh kevin.


"Cihhh. Sombong sekali bocah tengil itu"


umpat salah satu manajer umum, yang tidak suka akan otoriter bian.


"Kevin untuk hari berikut nya kita akan semakin sibuk. percepat pembangunan yang ada dikota K jangan ada lagi hambatan seperti yang saya dengar dibuang meeting"


Sambil berjalan menuju ruangan bian berbincang dengan kevin.


"Baik tuan"


Bian dan kevin masuk keriangan masing - masing.


Bian duduk dikursi kebesaranya, merileks kan otot - otot punggung serta kepala disandara kursi. menutup mata seolah tidak berselera melakukan pekerjaan nya.


"Kevin apa kerja sama dengan perusahaan pacina kau terima?"


"Jadi tuan" jawab suara diseberang sana


"Bagus. Atur segera pertemuanmu dengan mereka"


"Baik tuan"


"Untuk kali ini biar aku menangani. Minta manager lapangan mengerjakan proyek lain"


"Baik tuan"


tutttt. Sambungan diakhiri.


"Bukan kah perusahaan pacuan itu sukunya milik om pandi? Ah sial kenapa aku bisa sampai lupa. Bahkan aku pernah kesana saat ulang tahun perusahaan itu bersama daddy dan mommy dulu saat aku masih kecil"


Dirumah sakit.


Hari ini nayra sudah di izinkan pulang oleh pihak rumah sakit, setelah nayra dinyatakan sembuh.


"Putri daddy sudah sehat"


"Sudah dad"


"Mari kita pulang"


Nayra tersenyum, nayra senang diajak tinggal dirumah baskoro. Setidaknya dirinya tidak akan kelaparan.


"Kakak baik tidak ikut kemansion daddy?"


"Tidak sayang, kakak harus kekantor.


Kakak hanya memastikan kesehatan adik ku ini. jika dokter mengatakan belum sehat sepenuhnya, maka kakak tidak akan mengijinkamu pulang"


Nayra tersenyum tulus pada lian.


"Nay sayang kakak baik" Nayra memeluk lian.


"Ya sudah, yuk berangkat"


Baskoro merangkul nayra menuju parkiran rumah sakit. Santi dan kian mengekori di belakang mereka.


"Om, tante, nay. saya jalan duluan ya"


"Hati - hati, jangan ngebut" nasihat baskoro


Lian tersenyum menanggapinya.


Bersamaan mereka meninggalkan rumah sakit.


Baskoro menyetir mobil sembari mengajak nayra berbincang. Santi duduk disamping baskoro hanya menjadi pendengar yang baik.

__ADS_1


"Nayra, makanan kesukaanmu apa sayang?"


"Spageti dad"


"Kamu memang nayra putri daddy, dari dulu suka spageti"


"Daddy bolehkan kita mampir ke apartemen?"


"Buat apa sayang?"


"Mengambil barang nayra"


"Keperluanmu dimansion daddy sudah ada"


"Tapi nayra punya barang berharga diapartemen dad"


"Ok baiklah kita ke apartemen sekarang"


Mereka mampir ke apartemen sebelum pulang ke mansion. Santi miris melihat keadaan apartemen putranya itu. Pasilitas apastement tidak memadai.


Diperusahaan


Bian dan kevin pergi ke restoran jepang untuk makan siang. disapa mereka bertemu dengan lian yang turut makan siang bersama rekan bisnis nya.


"Tuan, bukankah itu tuan lian?"


Kevin mengarahkan jari telunjuknya kearah lian.


Bian menoleh mengikuti arah itu.


"Sepertinya dia sedang makan siang dengan rekan bisnisnya, aku mengenal pria tua yang disamping lian" ucap bian


Saat bersamaan siska juga makan direstoran tersebut. siska melihat keberadaan bian disapa langsung menghampirinya.


"Bian!" seru siska senang


"Kapan kau kembali ke negara ini?"


"Setahun"


"Setahun? dan kau tidak mengabariku?"


"Buat apa?"


"Bian, boleh aku duduk?"


Bian diam saja, kevin melihat kearah tuan nya seakan meminta kode memberi izin pada wanita cantik didepan nya ini.


"Silakan nona" jawab kevin.


Siska kesal karena yang menjawab kevin bukan bian.


Mereka makan bersama.


"Bian minggu depan ada film bagus. Kau mau menemanku?"


"Jangan menggangguku"


"Aku tidak menggangumu. aku hanya mengajakmu"


"Aku sudah menikah, cari pria lain"


"Apa? me - menikah"


Bian mengangguk


"Kapan?"


"Empat bulan yang lalu"


Apakah tuan sudah mencintai istrinya, tuan mengakui pernikahanya pada orang lain. Batin kevin.


"Kau pasti berbohong"


"Tidak"


"Aku tidak mendengar berita pernikahanmu"


"Pernikahanku dirahasiakan"


"Kenapa"


"Bukan urusanmu"


Lian selesai menyantap makan siang nya bersama rekan bisnisnya. Lian melangkah hendak pulang namun lian melihat keberadaan bian, kevin serta siska.


"Kalian disini ?"


"Hemm" sahut bian


"Tadi pagi istrimu sudah pulang ke mansion om baskoro"


Lian sengaja mengatakan istrimu agar siska tau bahwa bian sudah beristri.


"Hemm" sahut bian


"Kalau begitu saya duluan. Permisi"


lian pergi meninggalkan mereka bertiga.


Bersambung!


Hai teman.


Kisah cinta matra akan hadir setiap hari


Ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.


Jangan lupa liku, vote, komentar.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2