Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 54 Air mata penyesalan


__ADS_3

Tak terasa Nayra menghabiskan waktu selama dua minggu dirumah sakit. Keadaan Nayra sudah cukup membaik namun jauh dari kata sembuh.


Abi membawa Nayra dalam kediaman nya, sesuai janji nya akan menjaga Nayra delapan belas tahun silam pada Pandi. Menitipkan putri nya untuk sementara tapi fakta nya untuk selama nya.


"Mulai sekarang kamu tinggal dengan Papi Abi, mami Ratna dan kakak Lian. Jangan lagi bersedih. Besok Papi akan membawa mu ke makam kedua orang tua mu."


"Tetap lah semangat untuk sembuh. Kami sangat menyayangi mu."


Nayra mengangguk senang mendengar perkataan Papi Abi membawa nya menemui kedua orang tua nya.


"Teratur minum obat sayang." Tutur Ratna. "Mami mohon, Nayra harus semangat untuk sehat. Kita akan berusaha untuk kesembuhan mu sayang."


Nayra mengangguk. "Terima kasih mami, Nay senang bertemu dengan keluarga yang sebenar nya." Lirih nya pelan.


"Mami, Papi. Lalu dimana keluarga Nayra yang lain?" Tanya nya polos.


"Keluarga yang mana sayang?" Tanya Ratna bingung.


"Dulu Nayra punya daddy, mommy juga kakak tampan. Nay sering main bersama kakak tampan dan kak Lian. Apa mereka berada di luar Negeri?" Tanya nya.


"Jadi Nayra tidak tau kalau Baskoro juga sahabat papa nya. Astaga, ada apa lagi ini." Batin Abi semakin pusing. Selalu saja ada fakta baru membuat Abi pusing.


"Nay kangen daddy, mommy dan juga kakak tampan! Bisakah Nayra menemui mereka?" Tanya nya penuh harap


"Mereka berada di tempat yang jauh Nak. Jika bertemu mereka, kondisi kamu harus benar - benar sehat. Saat kau sehat. mami pasti membawa mu bertemu mereka."


"Benarkah?" Tanya nya dengan wajah berbinar.


Ratna mengangguk. Abi diam membisu. "Apa yang harus aku lakukan Nay. Apa kah kamu akan kecewa saat mengetahui kebenaran nya nak? Baskoro pasti sedih saat ini" monolog Abi membatin.


Bian. Pergi menuju rumah sakit, menurut info dari mommy Santi, istri yang sudah ia talak itu sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Berniat membawa istri nya pulang membuat nya bersemangat segera ke rumah sakit.


Bian masuk ruangan rawat Nayra, namun kosong. Bahkan ranjang brankar sudah rapi tanpa ada jejak.


"Permisi dokter! Apa ruangan istri saya pindah?"


Dokter Juan bingung akannpertanyaan pria perusuh ini.


"Apa anda tidak tau jika istri anda sudah tidak di rawat di rumah sakit? Kondisi istri anda sudah sedikit membaik. Istri anda dapat melakukan cek kontrol tiga hari sekali."


"Jadi istri saya sudah pulang?" tanya nya terkejut. Juan mengangguk.

__ADS_1


"Pulang kemana dokter? Nayra tidak punya rumah. Siapa yang membawa nya pulang?" Tanya nya beruntun.


"Nyonya Ratna serta keluarga." Jawab dokter Juan.


"Apa?"


Bian meninggalkan dokter Juan dipotong rumah sakit, betapa tidak sopan nya pria perusuh itu menurut penilaian dokter Juan.


"Tante, Nayra dimana" tanya nya to the point. Menghampiri Ratna sedang bersantai di ruang tamu.


"Nayra sudah berangkat ke luar negeri bersama Lian, mereka akan segera menikah disana." Bohong Ratna berniat memberi pelajaran pada Bian yang sudah ia anggap anak.


"Tidak bisa. Apa maksud tante? Nayra masih istriku tante."


"Sebentar lagi tidak."


"Tante Ratna, jangan ikut campur urusan rumah tangga ku." Teriak nya marah.


"Jika menyangkut Nayra, tante tidak akan tinggal diam."


"Abi suami ku Papi nya Lian calon mertua nya Nayra sedang di pengadilan untuk menyelesaikan kan perceraian kalian."


"Dalam mimpimu!" Ejek Ratna yang mampu membuat Bian meradang.


"Kenapa tante Ratna berubah, Apa yang terjadi dengan tante?" Tanya nya geram.


"Seseorang akan berubah jika sudah tidak di anggap sebagai manusia. Apa kau sadar Bian putra Baskoro Santi. Saat tante bersujud di kaki mu mengabaikan ku bahkan dengan keji nya dirimu minta petugas keamanan menyeret tubuh tua ini. Kau mengusir ku dari perusahaan mu yang tidak seberapa itu."


"Kau seakan tidak mengenal ku saat itu tuan Bian Bintaro yang terhormat."


Nayra sangat membemcimu


Nayra akan menjadi jandamu


Nayra akan menjadi menantuku


Nayra sangat takut padamu


Lian dan Nayra saling mencintai."


"Stop. Hentikan semua omong kosong ini tante Ratna." Teriak Bian kencang, raut marah tampak jelas di wajah tampan nan sombong nya.

__ADS_1


Mendengar ada keributa membuat Nayra terusik menghampiri teriakan yang belum ia ketahui.


Deg. Nayra terpaku di ujung tangga saat melihat monster menakut kan dalam rumah itu.


Tubuh nya getar jari nya saling membelit untuk meneteskan jiwa nya yang terguncang.


Tak sengaja Bian menoleh ke arah Nayra. Melihat Nayra berada dirumah itu muat Bian tersenyum sinis pada Ratna.


"Kenapa tante berbohong? Bahkan istriku sedang dirumah ini. Cih, sayang sekali selama ini aku begitu menghormati tante. Nyata nya tante tega mbohongiku."


"Sial. Kenapa kamu harus muncul Nay. Aku belum puas mempermain kan bocah tengil ini. Terpaksa mengakhiri semua ini, pada hal durasi nya masih panjang." Batin nya kesal sendiri.


"Sayang, aku datang menjeput mu. Mari kita pulang." Lirih nyaenatap sendu pada Nayra.


"Kau mau bawa putriku di apartemen neraka mu itu? ingin membuat putriku lenyap kelaparan seperti tahun lalu? Apa kau begitu miskin tak sanggup memberi makan istri mu. Kasihan sekali kau Bian. Merasa terhormat ternyata miskin. Palsu, plastik." Ejek mami Ratna. Lagi - lagi Ratna memainkan peran nya untuk mempermain kan emosional pria perusuh satu ini.


"Tante pleessss. Jangan membua ku semakin emosi. Jangan membuat ku lepas kendali pada tante." Lirih nya pelan. Bian menyerah untuk terpancing dengan segala ejekan tante nya itu.


Nayra berbalik meninggalkan Bian serta mami Ratna.


"Nayra, sayang. Jangan mengabaikan ku, kembali lah." Berjalan hendak mengikuti langkah Nayra membuat Ratna lagi - lagi berkesempatan untuk menekan mental Bian.


"Stop. Jangan pernah melewati batas mu, ini rumah ku. Dan aku berhak melarang siapa pun berbuat sesuka nya dalam kediaman ku, jika kau mengabaikan nya maka polisi akan menjemput mu segera."


Bian berhenti, heran akan perubahan sikap tante Ratna pada nya.


"Silah kan keluar dari rumah ku. Aku tidak mengijinkan Monster berada dalam rumah damai ku ini." Ejek nya tersenyum sinis.


Bian tidak menghiraukan tante Ratna, diri nya masih setia berada dalam rumah damai itu.


"Mengapa kau masih disini? Pergilah, jangan pernah kembali."


"Bian menunggu Lian pulang kantor tante, Kami ada urusan bisnis." Kilah nya cuek, duduk di sopa bersama Ratna.


"Bahkan aku akan meminta putraku untuk tidak lagi bersahabat dengan mu, bisnis juga harus segera di akhiri" ujar wanita itu sinis.


"Ada apa dengan mu tante?" Heran menurut nya Ratna sangat berlebihan.


Bersambung.


Jangan lupa vote, dan ikuti jaket biru guys.

__ADS_1


__ADS_2