Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 25 Mulai curiga


__ADS_3

"Jadi om Pandi se kaya ini? Monolog Bian sendiri. Bila om Pandi se kaya ini menapa om Pandi bisa bangkrut dengan tanpa sisa sepeser pun hartanya? Daddy bilang om Pandi kecelakaan karena mobil nya blong, lalau daddy bil..."


belum selasai Bian melanjutkan monolong nya Bian sudah menagkap suatu ke ganjilan dari peristiwa yang menimpa Pandi serta keluarga nya.


"Apa? Blong?"


Kenapa aku tidak sadar sedari dulu kalau blong itu artinya... Artinya om Pandi..


Ahhh, sial.."


Bian mengumpat kesal.


"Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Bila mobil om Pandi blong, itu arti nya om pandi sengaja dicelakai oleh seseorang.


Tapi siapa? Aahh. Berengsek, kepalaku pusing hanya karena Brahma situa bangka itu.


Ah ia, Aku paham harus memulai teka - teki ini dari mana seperti nya Brahma situa bangka itu tau soal om Pandi."


"Om Pandi bersabarlah sebentar. Bian akan membersihkan nama om Pandi 18 tahun silam


yang mengatakan om Pandi bangkrut, berusaha kabur lalu kecelakaan mobil."


Dari hasil artikel yang di baca oleh Bian seperti itulah berita tentang kematian Pandi, berawal dari kebangkrutan hingga muncul sosok pahlawan yang membeli semua aset milik Pandi saat itu. Sosok pahlawan itu adalah Brahma.


Bian beranjak meninggalkan ruang kerja nya menuju kamar tidur nya. Dilihat nya nayra tertidur pulas.


Bian melewati Nayra menuju ranjang nya empuk nya.


**


Pagi hari nayra membangunkan Bian, seperti perintah majikan harus melaksanakan tugas sebaik mungkin.


"Tuan, tuan bangun. Ini sudah pagi tuan."


Nayra menggoyangkan - goyang tubuh Bian pelan.


Bian membuka mata, melihat Nayra berdiri disamping nya dengan tangan di remas gelisah karena takut.


Bian bangkit menuju kamar mandi.


Nayra bernapas lega karena Bian sudah masuk bilik mandi nya, Nayra langsung menyiapkan pakaian kantor Bian. Setelah itu Nayra lanjut menyiapkan sarapan situa monster nya.


Bian berangkat ke kantor diantar oleh Nayra hingga pintu mobil.


Bian heran, kenapa istrinya itu berani sekali mengantar nya bekerja hingga sampai mobil.


"Kenapa kau lancang mengantar dan bawa tas ku hingga ke mobil?"


Tanya Bian


Nayra tersenyum tulus.


"Tidak apa tuan, pernikahan kita hanya setahun dan sekarang usia pernikahan kita sudah 8 bulan. Nayra tidak ingin membuat kisah yang indah diantara kita."


Deggg.


Jantung Bian lemah seperti berhenti berdetak.


"Berikan tas ku pinta Bian pada Nayra."


Nayra meraih tangan suaminya lalu mencium tangan itu.


Nayra kembali ke posisi semula berdiri tegap sambil memegang tangan suaminya.

__ADS_1


"Ya Allah, jadikanlah tangan suamiku ini pembawa rezeki bagi banyak orang. Aminnnn"


Nayra mengisi amin kan doa nya sendiri.


Deg..


Lagi - lagi Bian dibuat kandungan oleh istri kecil nya itu..


"Aku berangkat"


Ucap Bian langsung masuk mobil.


Nayra melambaikan tangan nya. Dari kaca spion mobil Bian melihat istri nya melambaikan tangan pada nya, Bian melihat tangan nya yang di cium istrinya itu. Bian menggeleng sembari memutar kemudi mobil masaknya itu.


Sampai dikantor Bian langsung berputar dengan sekumpulan file penting dan berkas yang harus ia tanda tangani.


Sejenak Bian berhenti disaat ia merasa lelah, Bian membaringkan punggung nya disandarkan kursi, kepala nya menatap langit - langit ruangan nya itu.


Bian menutup mata, kejadian tadi pagi muncul dikepalanya. seketika Bian membuka mata nya. Dielusnya tangan yang dicium serta di elus Nayra tadi pagi.


Tangan yang dia gunakan menampar istrinya


Tangan yang dia gunakan menambak rambut istrinya, namun tangan itu pula lah yang di doa kan oleh istrinya untuk mperoleh hal yang baik.


Bian terus memikirkan istrinya itu. Bian menyadari belum pernah memberikan sesuatu untuk istrinya, Bian terpikir untuk memberi sesuatu buat istri kecilnya dirumah.


Bian memanggil Kevin melakukan inter phone


"Kevin ke tanganku sekarang"


Tuttt. Panggilan diakhiri.


Tok, Tok . Ceklek.


Kevin langsung membuka pintu tanpa menunggu jawaban dari tuan nya.


"Kevin pesan bunga mawar putih yang sangat cantik."


"Buat apa tuan?" tanya Kevin heran


"Buat istri ku"


"Kenapa harus putih tuan? Biasanya wanita itu suka mawar!" merah saran Kevin


"Karena Istriku suka mawar putih. Aku sering melihatnya ditaman. istriku itu lebih cenderung melihat mawar putih."


Bian tersenyum membayangkan istrinya yang sering melihat mawar putih namun istrinya enggan untuk menyentuh mawar itu. Takut sang tuan marah lalu memukulinya


"Cihhh, Istri. Sejak kapan tuan perhatian pada nyonya. Biasanya juga di abaikan. "


"Jangan mengumpat ku kevin. Lakukan sekarang"


"Baik tuan. Permisi."


Kevin pergi melakukan tugas tambahan tuan nya itu.


6 Jam berlalu Bian sudah memberes kan meja kerja nya.


Ceklekkk Pintu terbuka.


Siska muncul dengan senyum merekah di bibirnya.


Siska melihat mawar putih di atas meja kerja Bian wajah siska berbinar, membayangkan Bian memberi bunga itu pada nya sembari menyatakan cinta.

__ADS_1


Siska berjalan hendak mengambil bunga itu, dengan cepat Bian menghalanginya.


"Jangan Sentuh milik ku."


Siska berhenti, bingung dengan Bian.


"Bebi, itu buat ku kan?"


"No"


"Lalu"


"Istriku"


"Tapi kau tidak mencintai istrimu"


"Bukan urusanmu, sekarang minggu. Aku ingin bertemu istriku. "


Bian pergi meninggalkan Siska, saat yang bersamaan Kevin masuk ruangan itu hendak mengajak tuan nya pulang. Namun Kevin menyaksikan Siska di abaikan begitu saja oleh tuan nya. Kevin tersenyum mengejek terhadap siska.


Tangan siska dikepal se akan Kevin mengejek nya , seolah Kevin mempermainkan harga diri Siska. Kevin meninggalkan Siska menyusul tuan nya, namun tuan nya sudah keburu pergi.


Bian pulang mengendarai sendiri mobil mewahnya. Sampo Dimansion Bian melempar kunci mobil pada sarapan untuk melanjutkan mobil nya. Bian masuk mencari keberadaan istrinya.


Cekkleekkk.


Bian membuka pintu perlahan, dilihatnya istrinya sedang istirahat.


Bian jongkok disamping sopa mensejajarkan tubuhnya dengan Nayra.


"Sudah sore masih tidur. Apa dia kelelahan? gumam nya."


Bian menunggui Nayra hingga bangun.


Akhirnya Nayra bangun membuka mata di lihat nya Bian berada didekatnya dengan posisi Bian duduk dilantai.


Nayra terkejut, Nayra langsung duduk.


"Tu - tuan"


Nayra terbata, khawatir suami monsternya itu nyamuk lagi.


Bian duduk di samping Nayra meraih tangan Nayra memberikan mawar putih cantik ditelapak tangan istrinya.


"Ini untuk mu"


"Hah." Nayra heran tak paham


Bunga ini untuk mu, kalau tidak suka buang saja.


Setelah mengatakan itu Bian pergi membersihkan diri.


Nayra membawa bunga itu diatasi meja rias nya.


Cekleekkkk,


Bian keluar dari kamar mandi dilihatnya istrinya tunduk kepala.


Bian melewati istrinya mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan Nayra.


Bian mengenakan pakaian nya tanpa mempedulikan Nayra setelah selesai pakai baju rumahan, bian menoleh melihat ke arah istri nya yang masih tunduk kepala.


"Ada apa?"

__ADS_1


tanya bian yang melihat istrinya belum beranjak dari kamar, biasanya istrinya itu paling takut serangan dengan dirinya.


Bersambung!


__ADS_2