Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 30


__ADS_3

Ketika kita dikecewakan oleh manusia berserah lah kepada Nya, karena hanya Dia yang selalu menopang hidup seseorang tanpa mengecewakan.


Langit hari ini sangat cerah, bertolak belakang dengan suasana hati Nayra. Bagaimana tidak jika dalam satu minggu ini suasana hati gadis itu tertekan.


***


Waktu berlalu begitu saja. Tak terasa Bian bersama Siska akan kembali ke tanah air seperti yang sudah direncanakan.


Selama Bian berada di Jerman bersama tim nya.


Bian menugaskan Kevin kembali ke tanah air lebih dahulu, guna untuk mempersiapkan keindahan nya di mansion pribadinya.


Bian juga meminta kevin untuk mencarikan kontrakan yang akan di tempati oleh salah satu istrinya itu.


Kevin menunggu ke dagangan tuan nya di tempat area jet pribadi keluarga Baskoro.


Kevin yang melihat tuan nya turun langsung menghampiri mereka


"Tuan saya harus mengantar tuan kemana?" Tanya kevin


"Mansion ku"


"Baik tuan!"


Kevin membawa tuan nya sesuai perintah raja bisnis itu.


Saat di lampu merah mobil Bian bersebelahan dengan mobil Brahma. Tak sengaja Bian menoleh ke samping kanan melihat Brahma berada dalam mobilnya berbincang dengan seorang pria asing yang seumuran Baskoro.


Rahang Bian mengeras kala mengingat Nayra sedang mengandung anak Brahma.


"Aku akan membuat anak mu mati tua bangka." Batin Bian dengan tangan mengepal.


"Kevin, putar arah. Antar ke apartemen saja." Perintah Bian.


"Baik tuan." Kevin mengangguk.


**


Apartemen.


Bian bersama dengan Kevin sedang membahas strategi untuk mengambil alih penyelesaian proyek yang ada dirumah kota J.


"Kevin, aku ingin istirahat. Cepat bawa kemari gadis murahan itu!"


Baik tuan. Permisi.


Kevin undur diri melanjutkan setiap tugas dan perintah sari tuan nya.


Siska melihat Bian masuk kamar pribadinya turut serta masuk kamar tersebut untuk mengistirahatkan diri.


"Mau apa kamu?" Tanya Bian melihat siska ada dalam kamar nya.


"Tentu saja ingin istirahat bebi. Aku lelah."


Kilah nya.


"Pergi keluar!"


Perintah Bian dengan wajah dingin nya.


"Bebi. Apa kata orang melihat kita pisah kamar saat baru selesai menikah!" Protes Siska.


Bian diam memikirkan ucapan Siska.


"Kau boleh istirahat dikamarku, tapi ingat. Jangan menyentuh barang - barang ku.


Dan satu lagi. Tidur di sopa."


Siska kesal karena tidak di inginkan tidur diranjang yang sama dengan Bian.


Siska menoleh arah sopa, membayangkan dirinya tidur dengan tidak nyaman.

__ADS_1


"Bebi, bagaimana mungkin aku tidur si sopa, sementara besok aku ada jadwal pemotretan!"


"Bukan urusanku."


Bian lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur nya.


"Sialan. Aku akan melakukan sesuatu agar Bian bertekuk lutut padaku. Lihat saja Bian, akan ku buat kau memohon padaku."


Batin Siska dengan tersenyum licik.


Kevin sedang berbincang dengan Baskoro dijala dirinya menyampaikan niat untuk membawa Nayra ke apartemen milik tuan nya.


"Aku tidak akan mengizinkan Putriku tinggal bersama anak berengsek itu."


Amuk Baskoro.


"Maafkan saya tuan besar. Saya hanya menjalankan perintah."


Jawab kevin dengan posisi tunduk kepala di hadapan tuan besar nya itu.


"Apa yang ada dipikirkan anak itu? membawa ke dua istrinya untuk tinggal bersama."


Baskoro habis akal menghadapi tingkah anaknya itu.


"Daddy, biarkan saja Nayra dibawa Kevin. Biarkan Bian bertanggung jawab terhadap dua istrinya itu."


Bujuk santi untuk membiarkan Nayra tinggal di apartemen.


Dengan segala bujuk rayu santi serta perundingan yang panjang. Akhirnya Baskoro mengizinkan Nayra tinggal bersama Bian.


"Nak, jaga diri baik - baik.


Jaga juga calon cucu daddy. Jangan terlalu lelah."


Pesan baskoro sebelum melepas Nayra.


Nayra hanya mengangguk.


Sepanjang perjalanan Nayra melamun. entah apa yang dia pikirkan hanya author yang tau.


"Nyonya kita sudah sampai."


Kevin menyadarkan Nayra dari lamunan nya.


"Terima kasih sekretaris Kevin. Anda orang baik."


Ucapan nya dengan tatapan sendu.


Nayra keluar dari mobil memasuki gedung apartemen.


Kevin menatap iba pada Nayra. Kevin terus memerhatikan Nayra hingga Nayra masuk dalam lift.


"Kasihan sekali anda nyonya. bila suatu saat anda sudah tidak kuat pergilah yang jauh, tinggalkan segala penderitaanmu."


Monolog Kevin yang turut prihatin dengan nyonya muda nya itu.


Ting tong


Ting tong.


Bunyi bell


Bian membuka pintu apartemen nya dengan Siapa yang berada di belakang nya.


Ceklekkk..


Nayra melihat wajah dingin Bian. Jari jempol dan kelingking Nayra dia remas. Kebiasaan nya sejak kecil saat mengalami ketakutan hebat. Tubuh nya bergetar.


"Sudah datang kamu gadis sialan."


Amuk Bian.

__ADS_1


Bian menarik lengan Nayra dengan kasar masuk dalam apartemen itu, lalu menghempasnya di sopa tempat penyiksaan Nayra saat awal pernikahan mereka.


Bian melihat tubuh Nayra yang bergetar, senyum menakutkan tampak dijajah pria dingin itu.


Siska tersenyum mengejek pada Nayra.


"Bebi. Apa dia istri pertamamu?"


Tanya nya dengan bergelenyut manja di lengan Bian.


"Dia ini gadis murahan yang sedang mengandung benih pria tua bangka."


"Benarkah itu bebi? Astaga aku tidak bisa membayangkan jika orang - orang tau menantu dari keluarga Baskoro seorang wanita tidak bermoral."


Kilah nya memanas Bian.


"Ingat gadis sialan. Kau akan tinggal dirumah ini saat kita bercerai, kau juga yang harus bertanggung jawab untuk kebersihan tempat ini!"


Setiap hari siapkan makanan, jam 07 sarapan sudah harus tersedia. Dan malam hari kau harus menyediakan makan malam.


Ingat jam 8 waktu untuk makan malam.


Ambil kartu ini untuk membeli semua keperluan, kecuali keperluan pribadimu. Bila aku mendapati kau menggunakan uangku untuk keperluan pribadimu saat itu juga jasadmu akan ku lempar ke laut."


Bian menjelaskan panjang lebar pada Nayra, Bian juga melemparkan satu kartu tepat di wajah Nayra lalu pergi meninggalkan kedua wanita tersebut.


Siska tersenyum mengejek melihat Nayra yang malang.


"Kasihan sekali hidupmu. Jika aku jadi dirimu, aku sudah minta cerai dari Bian.


Dasar gadis malang."


Siska pergi setelah mengatakan itu.


Nayra masuk kamar yang dia yang dia tempati sebelum nya.


Nayra menangis pilu meratapi nasib yang dia jalani.


***


Dear diary


"Saat pertama aku melihat wajah tuan Bian, aku seperti melihat malaikat penganut nyawa.


Firasatku benar bahwa tuan Bian seorang iblis.


Mengapa ada monster berwujud manusia?"


"Kakak tampan.


Andai kau tau, bahwa hidupku tidaklah bahagia.


Apa kakak tampan sangat membenciku, sehingga tidak kunjung menjemputku.


Aku lelah menangis, air mataku sudah habis."


*Nayra Admaja*


Pagi - pagi sekali Nayra sudah bangun melakukan tugasnya sesuai perintah tuan monster nya itu.


menu sarapan sudah tersedia di atas meja. Bian menuruni tangga bersama Siska menuju meja makan.


Bian duduk bersama Siska. Nayra sudah menyiapkan sarapan di piring tuan nya itu, Nayra pergi meninggalkan tuan dan nyonya nya itu.


"Tunggu!"


Bersambung!!


Kisah cinta Nayra tayang setiap hari


Ikuti terus lanjutan cerita ini ya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2