
"Bagaimana kondisi adik saya dokter?" Tanya lian cemas
"Apa kalian keluarga pasien?" Tanya dokter juan mastikan
Mereka bertempat mengangguk. Kening dokter juan mengerut bingung.
"Apa kalian yakin?" Tanya juan memastikan
"Apa maksud dokter?" Tanya Baskoro tak terima di curigai.
"Begini tuan, maaf sebelum nya. beberapa bulan yang lalu pasien ini pernah saya tangani Beliau mengatakan tidak miliki keluarga atau lebih tepat nya sebatang kara di dunia ini. Lalu kenapa sekarang pasien itu tiba saja memiliki keluarga?" Tanya nya bingung.
"Dokter. Kami memang keluarga Nayra, kami baru saja menemukan putri kami waktu yang begitu lama membuat kami terpisah. tolong selamatkan putri ku dokter!" Pinta ratna dengan berurat air mata
"Mari ikut ke ruangan saya tuan nyonya." Juan berjalan menuju ruangan nya di ikuti oleh Lian, Ratna, Abi, Baskoro.
"Begini tuan, nyonya. Beberapa bulan lalu saya sudah menyarankan pasien untuk melakukan tindakan operasi ginjal saat itu pihak rumah sakit memilik donor ginjal yang cocok untuk nya. Namun pasien menolak hal itu!"
"Apa? Ginjal? Maksud nya apa dokter?" Tanya Ratna khawatir.
"Apa kalian belum mengetahui kondisi pasien?" Tanya Juan melirik mereka satu persatu.
"Kami baru mengetahui jika putri kami sakit bulan lalu, namun kami tidak mengetahui jenis penyakit apa yang di derita nya." Lirih Ratna sedih.
"Pasien mengalami gagal ginjal, untuk itu saya menawarkan operasi pengangkatan ginjal beberapa bulan lalu namun pasien menolak."
"Kenapa kau menolak sembuh sayang!" Lirih ratna pelan yang masih di dengar dokter.
"Saat itu pasien sangat sedih. Beliau menjelaskan tidak miliki biaya pada operasi yang akan dilakukan. Beliau juga menuturkan tidak memiliki sanak saudara. Saya tidak dapat berbuat apa pun saat itu tuan nyonya."
Hiks, hiks. Ratna menangis pilu.
"Kalau begitu tunggu apa lagi dokter. Lakukan operasi nya segera. Kami pasti akan membayar biaya nya berapa pun" ucapan Baskoro.
"Maaf tuan. Untuk saat ini belum ada ginjal yang cocok buat nona itu." Ucap Juan yang membuat mereka semua tercengang.
"Mohon kerja sama nya untuk mendapatkan donor ginjal yang cocok buat pasien. Kita tidak punya banyak waktu untuk menunda operasi. Mohon bekerja keras lah mendapatkan ginjal yang tepat."
"Ambil ginjal saya dok." Saran Baskoro. "Saya juga dok ambil ginjal saya" tawar Lian. Mereka berempat menawarkan ginjal nya untuk segera di berikan pada Nayra.
"Maaf tuan nyonya, Jika kalian bersedia mendonorkan ginjal kalian pada nona itu silahkan ikuti prosedur yang berlaku. Kalian perlu dilakukan cek up guna mengetahui kecocokan ginjal masing - masing."
__ADS_1
Mereka mengangguk membenarkan ucapan dokter.
Ditempat lain di kita J dalam suatu pulau Bian tetap melakukan observasi untuk menyelesaikan proyek yang dia yakini milik om Pandi ayah Nayra.
"Tuan. Permisi, anak buah kita mengatakan jika nyonya Nayra sudah di temukan dan.."
"Dan apa Kevin?" Tanya nya tak sabaran
"Dan sekarang nyonya berada di rumah sakit ibu kota."
"Atur kepulanganku ke ibu kota Vin. Aku harus kembali saat ini juga. Perintahkan orang tepercaya mengawasi proyek ini. tetap lakukan pencarian pada Brahma situa bangka itu."
"Baik tuan." Kevin pergi meninggalkan tuan nya mempersiapkan kepulanganku mereka ke ibu kota.
***
Bian berlari masuk lorong rumah sakit tanpa peduli berapa banyak orang yang sudah tersenggol tubuh besar nya.
"Tuan. Sebelah sini tuan, kamar rawat inap nyonya sebelah barat" ujar Kevin melihat tuan nya yang linglung.
Bian berhenti tepat di depan pintu kamar Nayra, mengintip dari kaca gorden terbuka Nayra terbaring lemah mata terpejam dengan tubuh kurus nya
Nayra membuka mata perlahan, menatap langit - langit rumah sakit melihat cat tembok putih serta bau obat yang membuat Nayra tau bila diri nya berada di rumah sakit.
"Eugghhh." Lenguh Nayra merasakan sakit sangat hendak menggerakkan kan tubuh nya.
Bian, melihat Nayra yang sudah sadar ingin sekali mendekap gadis malang yang sudah ia sia - sia kan.
"Nayra, kamu sudah bangun?" Lian mendekat saat dirinya duduk di sopa bersama yang lain nya.
Nayra menoleh melihat Lian menatap nya sendu. Air mata Nayra mengalir di sudut mata saat melihat Lian yang begitu di rindukan.
"Kakak baik!" Seru nya. Lian memeluk Nayra erat menumpahkan rasa resah di dalam dada.
Nayra juga melihat Baskoro yang tersenyum pada nya, mata Nayra menatap sosok Ratna yang tersenyum tulus.
"Mami!" Seru Nayra. Lian melepas pelukan nya saat Nayra menyebut mami.
"Sayang, mami kangen nak! Kamu kemana saja mami mencari mu dimana - mana nak. Mami khawatir." Ujar nya menangis sedih.
Bian hanya menyaksikan dari luar tanpa dapat setengah tubuh kurus kekasih nya.
__ADS_1
Setelah Ratna melepas pelukan Nayra. Tak sengaja Nayra melihat orang asing yang bergabung bersama mereka tersenyum ke arah nya.
"Om!"Lirih Nayra.
"Om Abi?" Lirih Nayra lagi.
Deg.. Jantung mereka semua berdetak cepat
"A-ap-apa nak? Kamu bilang apa barusan. Om Abi?" Tanya Ani memastikan.
Nayra mengangguk. "Apa anda om Abi?" Tanya Nayra sopan?
"Ia nak, saya Abi!" Seru nya senang Nayra mengenal nya.
"Om keluargaku? Om kemana saja, kenapa om meninggalkan Nayra?"
Huhuhuhuhu
Hiks, hiks, hiks Nayra terisak tersedu bertemu dengan Abi.
"Nak maaf kan om, apa yang terjadi nak?"
Abi semakin mendekat. "Nay lelah mencari om. Keluarga Nayra om Abi!" Seru nya sesegukan.
"Nay selalu di keliling orang jahat om, Nay lelah. Nay tidak kuat om. Bawa Nay pergi om. Nayra mohon." Hiks, hiks, hiks.
"Sayang tenang lah." Abi mencoba menenangkan Nayra.
"Om. tolong bawa pergi Om baik Baskoro dari ruangan ini. Nay mohon om" pinta nya dalam pelukan Abi.
Duarrr.. Bagai disambar petir siang bolong, hati Baskoro hancur. Sehancur hancur nya. Diri nya yang sangat khawatir akan Nyara tidak menginginkan keberadaan nya.
"Tapi kenapa nak?" Tanya Abi
"Nayra tidak mau bertemu dengan keluarga itu, mereka jahat om. Putra nya telah menceraikan aku dan meninggalkan ku di Jerman sendirian. Tanpa uang, tanpa tempat tinggal. Nayra kelaparan haus tidak mengenal satu orang pun disana, Nayra tidak mengerti bahasa mereka. Nayra sangat menderita om. Nay mohon tolong bawa pergi om Baskoro menjauh dari ku om." Nayra memohon sesegukan.
Deg. Diluar sana kini gantian yang jantungan. Bagaimana tidak! Daddy nya yang tidak bersalah saja dijauhi Nayra, lalu bagaimana dengan nya?
"Tenang nak om akan selalu melindungimu" Nayra semakin erat memeluk tubuh Abi. Seakan hanya Abi lah orang yang dia percaya.
Bersambung.
__ADS_1