
Sejuta kebaikan dilakukan akan menganggap cacat baik nya diri mu. Semakin banyak kesalahan semakin sedikit nilai kebaikan dalam diri seseorang.
Pada dasar nya manusia tidak luput dari kesalahan, Hanya saja kesalahan fatal tidak mungkin dilupakan dengan mudah. Jika kesalahan melenyapkan nyawa seseorang apakah dapat dimaafkan begitu saja. Tentu tidak! Ruang tahanan menanti nya. Namun jika melenyapkan mental seseorang apakah hanya dengan kata maaf semua nya baik - baik saja?
Bian berjalan dengan tatapan kosong menyusuri lorong rumah sakit. Andai saja tidak menyakiti Nayra sejauh ini pasti diri nya tidak akan di benci orang terdekat nya.
Selalu saja kata andai, andai dan andai! Apa maksud dari kata andai bagi Bian?
Dilain tempat. Brahma khawatir akan kondisi cucu kesayangan nya yang belum ditemukan. Anak buah nya tidak menikah keberadaan cucu nya itu.
Drt. Drt.
"Tuan. Gadis itu lolos. kami tidak berhasil melenyapkan nya?"
"Sialan. Cari gadis itu dan bunuh segera, aku tidak terima berita gagal. Jangan menghubungiku jika berita dari mu buruk."
Tut. Brahma mengakhiri panggilan sepihak.
"Aghhhh. Sialan. Nayra hilang, gadis itu kabur. Anak buah payah." Umpat nya kesal
"Dimana kamu Nayra, apa kamu minum obat teratur? Kakek khawatir akan kondisi kesehatan mu Nay. Andai saja bocah sialan itu tidak mengusik ku pasti kakek sudah mencarimu nak." Monolog nya sendiri. Mengingat Nayra tidak teratur minum obat akan memperburuk kondisi fisik nya. Brahma takut membayang kan cucu nya tidak baik - baik saja.
Santi kembali menjenguk menantu nya. Santi merasa bersalah akan semua sikap nya selama ini pada Nayra yang dia anggap sebagai putri nya.
"Ratna. Kamu disini juga?" Tanya nya ramah
"Menurut mu aku harus dimana San? Apa aku harus berdiam diri saat putri sahabat kita tidak baik - baik saja? Pandi dan Cindi tidak akan tenang melihat sikap ku jika mengabaikan putri mereka."
Hati Santi tercubit mendengar kalimat menohok sahabat nya ini. 18 tahun lalu memang keluarga Baskoro terlihat lebih menonjol diantara ketiga keluarga itu. Siapa sangka jika 18 tahun lalu Pandi bahkan sudah memiliki pulau pribadi dimana kedua sahabat nya belum memiliki nya.
Bian bahkan geleng kepala jika daddy nya kalah telak di banding Pandi.
Namun semua sikap Santi yang mengabaikan Nayra selama ini membuat hati nya menangis pilu. Minta maaf saja tidak cukup untuk perlakuan keluarga itu. Baskoro yang selalu melindungi Nayra merasa malu akan penolakan gadis itu.
__ADS_1
"Nayra. Kamu baik - baik saja kan nak?" Tanya Santi lembut.
Nayra enggan menjawab wanita paru baya itu.
Nayra memejamkan mata, tak kuat melihat tatapan mata sendu Santi menyurat kan permohonan maaf pada nya.
"Santi. Maaf sebelum nya, sebaik nya jangan menjenguk Nayra sampai semua nya membaik. Jiwa anak ini masih terguncang. Kita perlu membenahi mental nya terlebih dahulu. Aku harap kamu ngerti kondisi saat ini San." Lirih Ratna tak sanggup melihat kerapuhan sahabat nya.
Nayra hanya diam tak bergeming. Nayra enggan menatap wanita itu.
Santi sadar akan kesalahan nya, sadar akan penolakan Nayra pada nya membuat nya pergi meninggalkan tempat itu.
"Pandi, Cindi maaf kan aku, aku bukan lah ibu yang baik. Aku lalai menjalankan amanah mu. Dulu aku sangat percaya diri menerima Nayra dititipkan padaku. Aku tidak sadar jika ternyata kalian menitipkan putri kalian padaku untuk selama nya. Maaf kan aku Cindi. Aku buka ibu yang baik." Hiks. Menangis di atas pusaran makan Pandi dan Cindi.
"Andai waktu bisa di ulang, aku tak akan menyakiti putri kalian, aku egois Cin, sangat" lirih nya terus terisak.
"Apa kau memaafkan ku? Apa keluarga ku masih pantas memeluk putri mu Cin? Aku mengakui kesalahan ku? Rasanya sangat sakit mendapat penolakan dari putri kalian! Aku kalut Cin. Katakan padaku, apa yang harus ke lakukan?"
Sepulang dari makam, Santi mengurung diri dalam kamar. Hari ini Baskoro harus menyaksikan bagaimana sangat menderitanya kedua orang yang ia cintai. Putra nya mengurung diri dalam kamar menangis dengan memegangi kalung serta buku, sedang istri nya terisak di atas kasur tidur nya membuat Baskoro enggan menegur sapa kedua nya. Baskoro memilih tidur di ruang kerja nya.
Menjalani hidup saat ini membuat Baskoro merasa putus asa. Merasa bersalah pada diri sendiri, merasa harus bertanggung jawab pada semua yang menimpa Nayra, merasa malu pada sahabat baik nya Pandi, merasa takut tidak mendapat maaf dari Nayra.
Semua itu membuat kepala Baskoro hampir pecah. Selama ini Baskoro lah yang lebih tegas diantara Abi dan Pandi, namun dalam kondisi seperti ini diri nya tak mampu berbuat seperti apa pun, takut kembali melakukan kesalahan.
"Bas, titip anak gue Selama tiga bulan, gue ada pekerjaan si kota J sekalian jenguk ayah. Berat rasanya meninggalkan Nayra jauh dari kami. Tapi seperti nya putriku lebih aman jika tetap berada si ibu kota."
"Pekerjaan apa yang membuat mu harus meninggalkan putri mu Pan? Jangan ngawur kamu, meninggalkan putri cantik mu bersama ku. Kau ingin berbulan madu lagi dengan Cindi? Ingat Pan, kalian bukan pengantin baru lagi!"
Pandi terkekeh mendengar ocehan sahabat nya itu.
"Pekerjaan apa yang menyita waktu mu selama itu Pan?" Tanya Baskoro
"PACINA!" Jawab nya cepat.
__ADS_1
Baskoro terbangun dari mimpi nya. Baskoro mengusap wajah nya kasar. Lagi, lagi dan lagi Pandi muncul dalam mimpi nya. Seakan Pandi tidak mengijinkan nya tidur nyenyak.
"Apa maksud dari semua ini Pandi?" Lirih nya
"Maafkan aku Pan. Aku salah tidak dapat menjaga putri mu dengan baik. Tidak bisa kah kau membiarkan hidup ku tenang.
Ada Abi yang melindungi putri mu dengan baik, Abi jauh lebih baik dari diri ku Pan. Maaf kan aku. Tenang lah disana. jangan menyiksa ku Pan!" Monolog nya sedih.
Drt. Drt. Ponsel Bian berdering, tertera nama Kevin disana.
"Tuan, saya sudah menemukan keberadaan Brahma. Ia kabur di luar Negeri tuan."
Kirim orang kesana, jemput dan seret situa bangka itu hidup - hidup pada ku. Ada beberapa hal yang harus aku ketahui dari nya. "
Tut. Panggilan diakhiri. Rasanya kepala nyaau pecah.
Ting. Ponsel berdering, pesan kembali muncul di layar ponsel Bian.
Siska. "(Bebi, aku merindukan mu)"
Me "( Baby mu bukan aku)"
Siska "(Bebi, jangan bercanda. aku sangat merindukanmu)"
Me "( Ambil Baby mu di laut. Sekali lagi kau mengusik ku. Akan ku lempar tubuh mu di kandang singa peliharaan ku)"
"Aaggghhhhh." Bian melempar ponsel nya hingga hancur.
"Sialan. Jangan mengusik ku wanita iblis" teriak nya kencang.
Bersambung.
Mohon vote nya kakak.
__ADS_1