
"Baiklah jika itu permintaan nyonya.
Mulai sekarang saya adalah keluarga anda nyonya. Anggap saja saya adalah kakak saya.
Mulai sekarang, saya yang akan menanggung semua biaya rumah sakit nyonya."
Nayra melihat mata Kevin tidak ada kebohongan.
"Kakak bolehkah saya memeluknya?"
Tanya nya
Kevin mengangguk
Nayra berhamburan memeluk Kevin.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan dan mengambil gambar mereka.
"Kakak jika saat nya tiba Nayra pergi ke surga mau kah kakak menaburi mawar putih di makamku?"
tanya nya masih dalam pelukan Kevin.
Kevin tak kuat mendengar pernyataan Nayra, Kevin semakin menheratkan pelukan nya. Tak sanggup membayangkan bila suatu saat Nayra benar - benar pergi meninggalkan dunia ini.
"Jangan katakan itu lagi. Kakak akan berusaha membuatmu sembuh. Kakak akan mencari dokter terbaik.
Sekarang ayo kakak antar pulang."
Nayra mengangguk
Mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Bian.
***
Bintaro Grup.
"Tuan saya mendapati gadis itu sedang berpelukan dengan orang terdekat anda."
Memberikan amplop coklat yang berisi potong Nayra dan Kevin sedang berikan di rumah sakit.
Tangan Bian mengepal kuat, emosi semakin merajai hati
"Sialan! Dasar tidak tau malu, sudah selingkuh dengan situ bangka itu sekarang malah selingkuh dengan Kevin."
Bian meminta Kevin segera kembali ke kantor.
Kevin tiba di kantor saat para karyawan sudah selesai dengan aktivitas nya.
"Tuan. Apa tuan ingin saya antar pulang?"
Tanya nya dengan kepala menunduk menghadap tuan nya.
"Ayo cepat."
Perintah tuan nya.
Kevin membuka pintu ruangan Bian mempersilahkan tuan nya keluar dengan hormat.
Disalam mobil sepanjang perjalanan Bian memperhatikan Kevin dengan mimik wajah yang sulit di artikan.
Kevin membuka pintu mobil saat mereka tiba di apartemen itu.
Bian masuk apartemen memperhatikan Nayra sedang memasak.
Menghampiri Nayra tanpa aba - aba menarik rambut Nayra dengan kuat.
Nayra yang terkejut langsung menoleh ke belakang.
"Tuan sakit!" cicit Nayra.
"Apa katamu? Berani nya kau selingkuh dengan pria lebih dari satu.
Katakan anak siapa yang ada dalam perutmu?"
Nayra menggeleng
"Katakan sialan."
Menghempaskan Nayra yang sedang kesakitan.
"Dengar! Malam ini kau tidak boleh makan"
Deg..
Kevin baru saja masuk miris melihat Nayra yang menjerit kesakitan.
"Tuan. Apa yang terjadi?" Tanya nya pada tuan nya.
__ADS_1
"Pulang Kevin." Titah Bian
Kevin masih memotong melihat Nayra yang kesakitan.
"Kevinnnn." Teriak Bian membuat Kevin tersentak kaget.
Kevin pergi tanpa bisa membantu Nayra
"Andai anda tau tuan bahwa nyonya tidak lah hamil karena mual, andai anda tau bila nyonya sakit parah apa yang akan anda lakukan?"
Monolog Kevin saat berjalan menuju parkiran
Nayra melanjutkan aktivitas memasak dengan berlinang air mata.
Setelah selesai memasak Nayra menata masakan nya di atas meja.
Siska baru saja tiba saat Nayra selesai menata makanan di meja makan.
"Bebi, aku lapar. Kita langsung makan saja beb."
Bian mengangguk
Mereka makan dengan berbincang aktivitas mereka hari ini, Siska sengaja membahas kalau hari ini dirinyabpuas berbelanja.
"Bebi, aku beruntung memiliki mu. Kau sangat memanjakanku."
Ucap nya sambil melirik Nayra.
Nayra menunduk kepala dari awal hingga mereka selesai makan.
Nayra duduk makan di lantai di bawah wastafel dapur, Nayra memberanikan diri mengambil sisa makanan tuan nya saat mereka memasuki kamar.
Bian mendapati Nayra yang sedang makan dilantai langsung merampas mangkuk yang berisi sop buatan nya.
"Berani nya kau mengabaikan perintahku. Hah?
Plakkk
Bian menampar Nayra. Makanan tersebut bertaburan dilantai dapur.
"Maafkan saya tuan, saya lapar!"
"Bukan urusanku sialan!"
"Bersihkan lantai ini dan jangan pernah membantah perintahku."
Nayra membersihkan lantai sambil terisak.
Setelah selesai, Nayra masuk kamarnya dengan berjalan memegang perutnya yang terasa kram.
"Ya Allah kuatkan hamba."
Nayra mengambil kalung pemberian kakak tampan nya saat Nayra masih kecil.
Nayra mencium kalung itu.
"Kakak tampan dimana. Jemput Nay kak, Nay lelah."
Hiks, Hiks
Nayra meletakkan kembali Kalung itu dalam kotak nya.
Mengambil buku kehidupan nya.
***
Dear diary
Kakak tampan Nay kangen.
Nay juga kangen dengan daddy dan mommy
Nay juga kangen dengan tante dan om serta kakak uang entah siapa namanya Nay lupa kak
Kakak tampan hidup Nayra tidak lama lagi.
Nay lelah kak.
Hadirkan saat Nay sudah tiada
Taburkan mawar putih diakan Nayra kak
*Nayra Admaja*
Nayra terlelap sambil menggenggam buku teman sejatinya itu.
**
__ADS_1
Malam berganti pagi, dimana mereka melakukan aktivitas di pagi hari. Seperti Nayra melakukan aktivitas nya menyiapkan sarapan untuk santapan tuan nya.
Walau sakit menggerogoti tubuh tak membuat Nayra bermalas - malasan melakukan aktivitas.
Semua yang terjadi dalam hidupnya sudah ia pasrahkan kepada penciptaNya.
Nayra tetap berdiri menunggui kedua majikan nya sarapan.
"Hari ini kau bisa makan."
Ucap Bian yang baru saja menyelesaikan sarapan nya
"Terima kasih tuan"
Nayra senang si izinkan makan oleh tuan nya.
Nayra buru - buru membereskan meja makan seakan tak sabaran menyantap sarapan nya
Siska kesal melihat wajah berbinar Nayra
"Dasar gadis miskin, baru dikasihinya makan saja sudah senang."
umpat nya kesal.
Bian berangkat ke kantor sedang Siska menuju lokasi pemotretan nya.
Siska berjalan enggak - lenggok disekitaran lokasi syuting nya.
Hari ini Sispa dapat job iklan make - up ternama yang banyak di minat para kaum hawa.
"Kemana saja?"
Seorang lelaki paruh baya menghampiri Siska.
"Om Juno."
Siska kaget melihat keberadaan Juno di lokasi syuting iklan nya.
"Apa tidak lebih baik kita ngobrol di cabe dekat sini?"
Tanya Juno penuh harap.
"Sabar om Juno. Selesai ini kita pergi."
Juno mengangguk tanda setuju.
Selesai syuting Siska pergi bersama Juno makan siang hingga berakhir di hotel.
Malam hari nya Siska tidak pulang ke apartemen Bian.
Bian cuek saja Siska tidak pulang, Bian menikmati makan malam nya dengan tetap di dampingi Nayra yang berdiri di samping Bian menunduk kepala.
Bian melirik Nayra diperhatikan nya gadis itu dari ujung kaki hingga rambut.
Sebenarnya Bian kasihan pada gadis itu, namum emosi lebih mengalahkan rasa kemanusiaan dalam dirinya
"Kau makanlah. Cepat duduk."
Perintah Bian pada istri yang malang itu.
Nayra masih berdiri, dia takut salah dengar.
"Aku bilang duduk dan cepat makan!"
Bian mengulang perintah nya.
Nayra duduk mengambil makanan dalam piring tangan nya gemetar.
Nay menyuap nasi sesuap demi sesuap dalam mulut nya.
Eug. Eug
Nayra berlari menuju dapur memuntahkan makanan yang baru beberapa sensok ia makan.
Tangan Bian mengepal, baru saja Bian ingin berlaku baik pada Nayra akan tetapi mual nya Nayra membuat emosi dengan puncak di ubun - ubun.
"Tak akan ku biarkan anak mu baik - baik saja tua bangka."
Batin Bian mengumpat Brahma yang mengira Nayra tengah mengandung anak dari Brahma.
Bersambung!!
Kisah cinta Nayra hadir setiap hari
jangan lupa like, vote serta komentator guys.
Terima kasih.
__ADS_1