Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 67 Misi Gagal


__ADS_3

"Cepat periksa kamar inap gadis itu. Selama sepekan gadis itu di rawat disini, 2 hari terakhir aku selalu memantau keadaan. Gadis itu hanya di dampingi satu orang setiap malam nya."


"Kosong."


Kalimat itu lah yang terdengar oleh Ogi.


Ogi dan Odi berencana menculik Nayra malam ini juga. Namun rencana hanya tinggal rencana. Misi gagal, uang pun hilang.


"Bagaimana mungkin kosong. kemaren sore, aku melihat dan mendengar jika ijin pulang gadis itu besok sore." Ujar Ogi pada suster bayaran.


Seakan tak percaya, Ogi masuk melihat langsung kamar inap yang sudah diri nya pantai dua hari terakhir.


"Cari di kamar lain, mungkin gadis itu pindah kamar" ujar Ogi tak mau menyerah.


Kedua orang itu menyelidik setiap ruang rawat di lantai itu, sedang Odi sudah standby menunggu dalam mobil di ujung parkiran.


"Lebih baik kita tanya pada bagian Cs, mungkin mereka bisa membantu kita" ujar Ogi akhir nya.


"Apa? Jadi gadis itu sudah pulang?" ucap Ogi kesal.


"Tidak mungkin. pasti ada yang salah, dua hari yang lalu, aku mendengar sendiri jika gadis itu pulang besok sore. Mengapa semua jadi kacau begini" lirih Ogi dengan sangat kesal.


"Tanya kan dimana alamat gadis itu sekarang" perintah Ogi pada suster bayaran.


**


"Mohon maaf mbak. Kami tidak bisa memberikan data pasien dengan sembarangan, itu melanggar privasi pasien." Ujar petugas CS dengan ramah.


Suster bayaran kembali menghampiri Ogi, menyampaikan semua yang dikatakan oleh pihak petugas CS.


"Sialan, kita kecolongan. harus nya kemarin malam kita beraksi. Kalau begini, tuan Brahma bakalan marah besar."


"Bukan nya dapat bayaran, malah dapat makian dari tuan Brahma" ujar nya lesu.


"Ayo kembali ke mobil, buat apa kita berlama - lama disini. Yang ada akan menimbulkan kecurigaan buat yang lain." Ogi terpaksa membawa suster bayaran itu menemui Odi, mereka gagal melakukan misi malam ini.


Nayra seakan mendapat firasat. Diri nya masa pulang hari itu juga, bahkan Nayra rela pulang ke mansion Baskoro. Nayra memilih pulang ke mansion Baskoro dari pada harus tinggal di rumah sakit walau hanya menunggu 1 malam.


Gadis itu berkeras hati, meminta pulang pada Mami Ratna namun tak bersambut, akhir nya Nayra meminta pertolongan pada Santi, yang saat itu juga menyanggupi permintaan gadis itu.


Malam yang dingin menyapa, Bian berdiri di balkon kamar, memandangi rembulan serta bintang di langit. Diri nya mencoba menenangkan pikiran, kesal bila saat berada di rumah tidak mendapati keberadaan Nayra. Bian berjanji, besok akan memberi perhitungan pada dokter penipu seperti Juan.

__ADS_1


"Huh, dokter itu selalu punya cara untuk membuat ku kesal. Awas saja kau dokter, jangan harap bisa lepas dari ku" monolog Bian seorang diri.


Bian merasa haus, terpaksa keluar mengambil air putih dari dapur. persediaan minum dalam kamar nya tidak ada, kamar itu sudah lebih dari satu minggu tidak di tinggal oleh diri nya.


Berjalan di tangga, bertemu dengan Baskoro yang tersenyum jahil kepada putra semata wayang nya itu.


"Bian, kau pernah janji pada Daddy untuk tidak mengusik Nayra kan?"


Bian cuek, melewati Baskoro begitu saja.


"Ingat Bian, jangan pernah mengusik Nayra, jangan membuat putri ku minggat dari rumah ini akibat ulah mu."


Bian berhenti saat mendengar ucapan ayah nya. Membalik badan, seolah menuntut penjelasan.


"Jangan tunjukkan wajah mu di hadapan Nayra, saat sarapan kau di kamar mu saja. Sebelum Nayra masuk kamar nya, maka daddy melarang mu keluar dari kamar. Kau paham?"


"Maksud Daddy apa? Daddy mengurung Bian? Dad, aku ini putra mu satu satu nya jika daddy lupa."


"Aku tidak pernah lupa memiliki putra nakal seperti mu."


"Dad, aku haus. mau ambil air, pergi lah tidur dad. Jangan mengusik ketenangan hati ku."


"Cih, bahkan hanya mommy mu saja wanita yang dekat dengan mu. Daddy jadi curiga. Apa kau benar - benar seorang pria?"


"Apa maksud mu dad? Daddy meragukan ku?"


Bian marah. akibat Baskoro memancing emosional nya, Bian tak terima saat Baskoro meragukan soal kepekaan nya.


Baskoro yang berhasil memuncak emosi Bian merasa senang. Baskoro meninggalkan Bian seorang diri yang sudah sangat kesal.


"Dasar Daddy, tega nya daddy, mengatakan hal itu pada ku?"


Bian berjalan menaiki tangga sembari bawa air dalam gelas, melewati kamar yang sedang Nayra gunakan saat ini.


Bian melihat salah satu maid keluar dari kamar itu.


"Sedang apa bibi berada di kamar itu? Apa Lian menginap?" Tanya nya


Maid menggeleng patuh. "Nyonya Nayra butuh air hangat tuan" ujar maid.


Deg.

__ADS_1


"Na. Nayra bi?" Tanya nya


Maid mengangguk.


"Nayra ada di dalam?" Tanya Bian ambigu


"Benar tuan, Nyonya Nayra, sedang istirahat dalam kamar. Baru saja bibi bawa air hangat atas perintah nyonya besar" lirih nya.


Saya permisi tuan, Bian hanya mengangguk


"Jadi dokter itu tidak bohong, Nayra memang berada di sini"


Bian yang penasaran membuka pintu kamar dengan pelan.


Ceklek. Masuk berjalan dengan pelan, takut bangun kan Nayra, yang sudah pasti Bian tebak akan menjerit ketakutan saat melihat nya.


Dilihat nya gadis itu dengan sesama, ada rasa lega serta sedih saat melihat Nayra tidur di kamar Lian.


"Pantas saja daddy mengancam ku tadi, ternyata kau disini Nay.


Maaf Nay, aku sangat banyak berbuat salah pada mu, aku tidak tau, seperti apa reaksi mu saat melihat ku di mansion ini."


"Huh, harus nya kau tidur si kamar kita Nay. Kau malah tidur si kamar Lian si kakak baik mu itu."


"Lian, aku bahkan cemburu pada mu, kau dengan mudah nya bisa dekat dengan Nayra, tidak seperti mu, yang harus mencuri waktu untuk melihat nya dari jarak jauh."


"Andai saja dari dulu aku tau kau masih hidup, pasti hidup mu akan bahagia, berlimpah kasih sayang akan kau terima dari kedua keluarga kita Nay".


"Mungkin aku dan Lian akan tersingkir karena mu."


"Masih ada kah maaf buat ku Nay, aku takut bila kau tetap benci ku, aku takut bila kau menjauhi ku Nay. Katakan apa yang harus aku lakukan Nay?"


"Mungkin kah. aku harus menuruti permintaan Daddy, menghindari mu dengan jarak yang sangat dekat."


"Huh, mana mungkin aku bisa mengabaikan. mu Nay, kau tau. Bahkan aku harus bersembunyi hanya untuk melihat mu, Sungguh ironis bukan."


"Katakan pada mereka semua Nay, katakan untuk tidak melarang ku menu mu."


Bian terus bermonolog sambil memandangi wajah Nayra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2