
aku melihatmu didalam dirinya. apa aku salah jika menganggap mu adalah dia! apakah aku jahat jika memberi kasih sayangku padamu melaluinya.
kau tetap adikku yang akan selalu kusayang hingga akhir hayatku, apa kau akan marah jika membagi kasih sayangku pada adik yang lain.
aku marah, sedih, kesal melihat keadaannya. wajahnya menampilkan kepolosan, matanya memancarkan kesedihan, kesepian, ketakutan.
tubuhnya gemetar tak mampu mengangkat kepala untuk melihat kedepan. aku ingin menjaganya, ingin memeluknya. _ Lian
Lian membawa nayra makan siang direstoran mewah, nayra makan dengan lahap. lian miris melihat kelakuan nayra saat makan.
"makan nya pelan - pelan, aku tidak akan mengambil makananmu"
nayra tersenyum mendengar nasehat lian.
lian terpesona akan senyum nayra.
"tersenyumlah setiap hari. kamu semakin cantik jika tersenyum"
selesai makan lian mengajak nayra ke super market. nayra membeli berbagai macam makanan. mereka bercanda saat memilih kebutuhan nayra, nayra sangat bahagia. ternyata masih ada orang baik yang peduli padanya. lian mendorong troly menuju kasir. nayra hendak membayar menggunakan kartu pemberian baskoro. lian mencegahnya.
di apartemen.
"nayra, ternyata kamu punya kartu blac card juga"
nayra mengangguk "pemebrian daddy"
"uang dari kartu itu tidak akan habis, pakailah sesuka hatimu"
nayra mengangguk
"sial, aku lupa. bagaimana kamu bisa pakai kartu itu kamu saja tidak di ijinkan keluar.
kamu punya uang banyak dikartu itu nay tapi sayang tidak bisa digunakan"
nayra mengangguk saja
aku akan sering mengunjungimu. mulai sekarang kamu jadi adik ku nayra. aku akan melindungimu"
"kakak. kak lian"
mata nayra berkaca - kaca. nayra berhambur memeluk lian, lian mengelus kepala nayra dengan sayang.
"kamu adikku nayra. kamu adik keciku"
lusa kaka akan pergi keluar negri mengunjungi kedua orang tuaku.
suatu saat nanti aku akan mengajakmu kesana.
mau?"
nayra mengangguk.
"ya sudah. kakak pulang nayra adikku"
nayra tersenyum manis.
saat nayra dan lian makan siang. nayra menceritakan semua kejadian mulai pertemuanya dengan baskoro hingga menikah dengan bian. lian kesal akan kelakuan saudaranya itu.
nayra merapikan semua barang belanjaanya, dengan percaya diri nayra menata rapi.
nayra yakin bian pasti tidak akan marah sebab itu lah yang dijelaskan lian padanya
bian pulang ke apartemenya, mendapati nayra sedang sibuk mengisi lemari pendingin.
praaaannngggg.
bian melempar gelas kelantai.
"siapa yang mengijinkanmu keluar untuk berbelanja. hah?"
tubuh nayra gemetar, dia ketakutan setengah mati.
"persediaan dirumah sudah habis tuan"
"kau pikir aku peduli"
"kak lian yang memaksaku"
"hah. kak lian?"
nayra mengangguk
"sejak kapan lian jadi kakakmu, wanita murahan sepertimu tidak pantas menjadi adiknya"
"apa kau memerasny?"
"tidak tuan"
"lalu darimana uangmu?"
"kakak baik yang membayar"
"itu artinya kau memeras kian. sialan.
kau mengabaikan perintahku, sehingga beraninya kau keluar tanpa seijinku"
nayra menggeleng
"jawab sialan teriaknya dengan emosi"
"ti tidak tuan"
"buang semua barang belanjaanmu"
nayra menggeleng
"aku bilang buang sialan"
nayra tetap menggeleng
"kau menentangku hah?"
bian mendekat. nayra mundur, setiap langkah bian maju. maka setiap langkah juga nayra mundur.
__ADS_1
"kau benar menentangku berengsek"
bian menarik tangan nayra melayangkan tamparan di pipi mulus nya.
plak, plak.
2 x tamparan dilayangkan oleh bian, bahkan jari tangan bian menempel dengan sempurna.
"ini hukuman akibat menentangku"
bian menarik rambut nayra menyerat nya ke meja makan.
"buka matamu dan lihat ini. untuk mendapat sesuap nasi diluaran sana kau harus ijin padaku. bahkan untuk bernafas sekali pun kau harus ijin padaku"
"sakit tuan"
"lebih sakit mana dibanding kau yang menjadi nayra kesayanganku, hanya karena nama mu juga nayra. kau tidak akan pernah bisa menggantikan nayraku"
bian menghempaskan tubuh nayra, hingga kening nayra terbentur disiku meja makan.
kepala nayra berkunang, penglihatanya buram
"tuan tolong aku. tuan sakit"
deg.
"nayra" lirihnya pelan.
bian menoleh, namun tetap melangakah menuju kamarnya.
nayra menangis sambil memegangi kepalanya yang amat teramat sakit. nay berjalan sembari memegani tembok menuju kamarnya.
sementara lian pergi kemansion baskoro untuk ijin akan keberangkatan nya keluar negri.
lian juga menceritakan kejadian hari ini pada baskoro.
baskoro marah mendengar hal itu.
selama sebulan ini baskoro dapat membuktikan kepada istri dan anaknya bahwa nayra bukanlah selingkuhanya. nayra bagaikan hidup kembali didunia ini. itulah alasan kenapa baskoro sangat menyayangi nayra.
walau bian dan santi tetap kekeh bahwa nayra admaja tidak akan tergantikan oleh siapa pun.
dikamar nayra.
nayra menangis dalam kamarnya seakan nayra punya stok air mata yang banyak.
nayra menatap wajahnya dicermin betapa mirisnya wajah itu, sudut bibir nya terdapat robekan kecil, bekas jari terpampang nyata.
hiks, hiks, hiks.
"apa salahku? ya Allah kuatkan nayra.
nay tidak kuat. mama, papa, kakek jemput nayra"
huhuhuhu. uuuuu
nayra menangis.
setelah tangisan nayra reda, nayra mengambil buku dairy yang dia beli disuper market.
***
Dear diary
keningku berdarah
mataku kabur
tubuhku sakit
hatiku sakit.
hari ini nay bertemu orang baik namanya kak lian. aku bahagia sangat bahagia.
hari ini aku dipukuli oleh tuan monster
entah yang keberapa kali monster itu memukul ku. apa salah ku?
setiap hari dia selalu menyiksaku.
monster itu membenciku karena namaku nayra.
nayra terlelap setelah selesai mencurahkan isi hatinya.
pagi hari bian menghampri mansion utama, karena panggilan urgen baskoro.
bian menemui baskoro diruang kerjanya.
"ada apa daddy memanggilku?"
"bawa nayra kembali ke rumah ini"
"tidak. nayra istriku. nayra tanggung jawabku"
"mau sampai kapan nayra kau sakiti bian"
"sampai hatiku puas"
"bian"
teriak baskoro menggelegar.
"jangan urusi rumah tanggaku dad, daddy sudah menyerahkan nayra padaku untuk ku nikahi"
"apa maksudmu bian?"
"tidak ada yang boleh bertemu dengan nayra tanpa izin dari bian bintaro"
setelah mengatakan itu bian pergi ke kantor.
***
tiga bulan berlalu, nayra sudah semakin lemas pasalnya sudah dua hari nayra tidak makan. nayra hanya minum air kran toilet.
__ADS_1
nayra lemas, tubuhnya seakan mati.
***
Dear diary
sudah dua hari nay tidak makan, nay tidak tau kode apartemen ini
nay rindu kakak baik
kakak baik itu berbohong,
kakak baik tidak pernah datang.
perutku sakit
dadaku juga sesak
mungkin nay akan kesurga.
nayra bejalan menju sopa, nayra duduk dilantai kepalanya ia sandarkan disopa itu.
bian pulang ke apartemen, mendapati tubuh nayra yang sangat memprihatinkan.
malam ini bian tidak pulang sendiri, biar datang bersama lian.
sakit hati lian melihat tubuh lemah gadis yang sudah dianggapnya adik itu.
lian menghampiri nayra, sedang bian berdiri mematung melihat kondisi nayra.
"nayra"
nayra menoleh kearah suara, nayra tersenyum melihat kakak baik nya itu.
"kakak baik"
"apa yang terjadi nay?"
lian beraimpuh dihadapan nayra membawa nayra kepelukanya
"kakak baik bohong, kakak baik tidak melindungiku"
cicit nayra.
"sakit kak"
lian meneteskan air matanya mendengar suara nayra. lian menggendong nayra segera membawanya kerumah sakit. lian meninggalkan bian sendiri ditempat itu.
dirumah sakit.
"dok adik saya baki - baik sajakah dokter?"
"lambung nya bermasalah, kalau dibiarkan bisa mengalami kebocoran.
Deg.
jantung lian tak karuan mendengar ucapan dokter itu barusan.
"bocor" lirih lian
mohon diperhatikan lagi keadaan pasien tuan. sepertinya adik tuan kurang gizi"
dokter berlalu setelah mengomeli lian.
seakan aku debu baginya. manusi bekerja untuk makan.
aku sanggup bekerja untuk makan, tapi tidak mampu melakukanya. ambil saja nyawaku. namun enggan untuk mengambilnya.
bian termenung dikamarnya. membayangkan wajah nayra tersenyum walau tubuhnya lemah
.
"kakak baik berbohong"
"kakak baik tidak melindungiku"
dia butuh perlindungan namun tak ada yang melindungi
dia punya pelindung namun tak ada kesempatan.
esok harinya bian pergi ke makam nayra kesayanganya itu.
"hei kesayanganku, apa kabar?
kau tau, aku selalu menyakitinya.
aku membencinya
daddy memaksaku mencintainya
aku tidak bisa
aku hanya mencintaimu
apa kau membenciku?"
setelah selesai dari makam, bian pergi kerumah sakit menjenguk nayra. dari luar bian melihat nayra terlelap diranjang pasien.
setiap tetes infus masuk ke tubuhnya melalui selang infus.
dihati kecilnya. bian kasihan pada nayra sudrajat. tapi dia menolak akan posisi nayra admaja digantikan olehnya.
setelah baskoro berhasil membuktikan nayra bukan selingkuhanya, mommy mulai menerima nayra. tidak menyukai dan tidak membenci hanya sekedar menerima dan menganggap bahwa nayra ada.
bian pergi meninggalkan rumuah sakit menuju perusahaan.
Bersambung!
hai teman.
kisah cinta nayra akan tayang setiap hari
nantikan kisah selanjutnya
__ADS_1
jangan lupa like, vote, koment
terima kasih.