
Siang ini siska mengajak bian makan siang direstoran jepang.
"Bebi, kenapa kau suka makan direstoran jepang?"
"Makanan nya enak, sangat cocok dilidahku."
"Bebi, apa kau mau menemani ku belanja?"
"Tidak aku sibuk!"
Siska cemberut
Bian dan siska makan dengan lahap, tak sengaja Bian melihat Brahma juga berada ditempat itu sedang makan siang dengan seorang pria.
"Cihhh. Ternyata selera situa bangka itu bagus juga soal makanan, Not Bad lah lirih nya pelan."
"Ada apa bebi?" tanya siska
"Tidak. habiskan makan mu, aku akan kembali ke kantor. ini. pergilah belanja"
Bian memberikan black cara pada siska, senyum merekah terpampang jelas diwajah gadis cantik nan seksi itu.
"Terima kasih bebi"
Cupp siska mengecup pipi bian
Dimansion Nayra sedang bersiap menuju restoran jepang, Lian hari ini mengajak Nayra makan siang direstoran jepang. Lian berniat menghibur Nayra, sopir mengantar Nayra dengan perintah Lian.
"Kita sudah sampai nyonya"
sopir memberitahu majikan nya.
"Ini tempatnya pak?"
"Ia nyonya"
Nayra turun dari mobil berjalan memasuki restoran jepang.
Pengunjung disana memperhatikan penampilan Nayra, bagaimana tidak. Kepala Nayra sedang diperban. Mata Nayra menyelidik setiap sudut restoran akan tetapi nayra tidak melihat kakak baik nya itu.
Sedang ditempat lain Lian panik.
Bagaimana ini, Nayra pasti menungguku!
Ah, sial. Nayra tidak punya ponsel
" setelah ini aku akan membeli Nayra ponsel" gumam Lian.
"Tuan Lian meeting nya lima menit lagi tuan"
Lian menoleh kearah sekretarisnya itu.
"Ah sial" Umpat nya kesal.
Lian hari ini berniat mengajak Nayra makan siang di restoran pavoritnya, Lian berusaha menghibur Nayra dengan cara membawa Nayra menghirup udara segar, melihat keramaian serta menikmati makanan di restoran pavoritnya. Namun siapa sangka jika Lian harus meeting mendadak dengan klien nya dari luar negri yang tidak punya banyak waktu di negara ini. Terpaksa dengan berat hati Lian pergi meeting dengan klien nya.
Direstoran jepang.
Nayra duduk disalah satu kursi kosong, karena jam makan siang para pekerja sudah berakhir pengunjung restoran sudah berangsur perlahan. Bahkan bian juga sudah meninggalkan restoran itu sebelum Nayra tiba.
"Permisi mbak. Mau pesan sesuatu?"
Tanya pelayan tersenyum ramah.
"Saya menunggu kakak saya datang mbak" jawab Nayra
"Baiklah kalau begitu"
__ADS_1
pelayan itu pergi meninggalkan Nayra.
Sudah dua jam Nayra berada ditempat ini namun Lian tak kunjung datang.
Nayra menghampiri salah satu pelayan restoran.
"Permisi mbak" sapa Nayra
"Ya, ada yang bisa saya bantu"
sambut pelayan itu
"Nanti jika kakak saya. Maksudku jika ada yang datang mencari seseorang katakan saja sudah pulang"
Pelayan mengangguk
"Permisi mbak. Terima kasih"
Nayra pergi meninggalkan restoran. Sampai di parkiran, Nayra bingung pulang naik apa.
Sopir yang mengantar Nayra sudah pulang atas permintaan Nayra, Dia berpikir akan pulang diantar oleh Lian. Akhirnya Nayra memutuskan pulang berjalan kaki.
Nayra menyusuri jalanan trotoar dibawa sinar matahari, keringat bercucuran di seleruh tubuhnya. Nayra melihat taman kecil tidak jauh dari jalan yang dilaluinya.
Nayra berjalan menuju taman itu, melihat ada pohon rindang Nayra menuju kesana. Mengistirahatkan tubuh lelahnya, duduk diatasi rumput dibawah pohon rindang. Angin berembus dari barat membuat rambut Nayra beterbangan ke belakang, nayra bersandar pada dinding pohon menutup mata menikmati hembusan angin sebagai pelepas lelah.
Bruuuggggggg..
Nayra membuka mata kala mendengar seperti suara tabrakan. Nayra melihat kearah jalanan, banyak orang berkerumunan mendapati sebuah mobil menantang tiang papan iklan yang besar.
tiba - tiba saja seorang lelaki tua berjalan mendekat kearah Nayra melangkah dengan kaki terselip - seok.
Nayra mendekati pria tua itu, membawanya bersandar di bawah pohon besar.
"Apa yang terjadi kek?" Tanya Nayra panik.
"Tolong kakek nak, tolong antar kakek kerumah sakit ini!"
"Sebentar kek, Nay panggil taksi ke depan."
Nayra pergi meninggalkan kakek tua itu, tak lama kemudian Nayra datang bersama seorang sopir taksi. Sopir itu menuntun pria tua tersebut berjalan menuju taksi.
Pria tua itu duduk sebagian belakang bersama Nayra, mereka pergi menuju rumah sakit.
"Pak ke rumah sakit ini ya pak"
pinta Nayra memberitahu sopir sembari memberi kartu nama kepada pak sopir.
Sopir hanya mengangguk kepala.
Sampai dirumah sakit, Nayra menuntun pria tua itu dengan menggandeng lengan kananya berjalan pelan menuju kedalaman rumah sakit itu.
"Suster, tolong bantu saya"
pinta Nayra pada suster yang lewat. Suster menoleh, terkejut melihat pria tua yang kesakitan.
"Bawa saya keruangan biasa" pinta pria tua itu.
Suster mengambil alih pria tua itu,lalu meminta Nayra segera pergi meninggalkan rumah sakit.
"Terima kasih nona, sekarang nona pulang. Biar kami yang menangani pasien. Ini sebagai ucapan terima kasih."
Memberikan Nayra uang seratus ribu dua lembar.
Suster langsung membawa pria tua itu untuk segera di beri pertolongan.
Nayra melongo bingung, tidak mengerti dengan maksud suster tersebut. Nayra melihat uang yang diberikan suster itu di telapak tangan nya.
__ADS_1
"Aneh." Gumam nya
"Biar saja lah, yang penting kakek itu sudah ditolong suster, nanti pihak rumah sakit pasti menghubungi keluarganya.
Setidaknya sekarang Nayra bisa pulang dengan uang ini. Terima kasih suster. Suster memang terbaik."
Monolog nya tersenyum sambil berjalan.
Nayra naik taksi menuju mansion baskoro, sampai di mansion Nayra langsung menghampiri mbok Nur.
"Mbok Nur, Nayra pulang"
sapa nya sembari menelisik sekitaran dapur.
"Eh nyonya, sudah pulang toh!"
"Mbok bisa hubungi kakak baik?"
"Buat apa nyonya?"Bukankah nyonya pulangnya di antar tuan Lian?"
Mbak nur keheranan akan permintaan nyonya muda nya itu.
Akhirnya Nayra menceritakan kejadian hari ini, mulai Nayra sampai di restoran hingga mendapat uang dari suster.
"Astagfirulahhh nyonya!" seru mbok Nur.
"Mari nyonya kita telepon tuan Lian."
Mbok menekan tombol telepon rumah..
tutt. tersambung
"Halo tuan nyonya.."
Nayra langsung menyambar telepon dari tangan mbak Nur.
"Kakak baik, Nayra sudah pulang. Kakak baik tidak kenapa - bapa kan?"
"Nayra, astaga sayang. Kakak mencarimu!"
"Nayra menunggu kakak baik, tapi tidak ada disana"
"Maafkan kakak sayang, kakak tadi meeting mendadak. Minggu depan kakak akan mengajak mu makan siang lagi, kakak sendiri yang menjemput."
"Janji?" Tanya Nayra
"Iya sayang, kakak janji"
"Asikkkk. Nay sayang kakak.
Sudah dulu ya kak, Nay mau mandi. Gerah."
"Ya," Tuuttt. Panggilan berakhir.
"Nyonya makan dulu sebelum mandi, nyonya tidak jadi kan makan siang dengan tuan lian. Artinya nyonya belum makan siang, ayo makan siang dulu!"
Nayra mengangguk mengikuti mbak Nur, Nayra memang sangat kelaparan namun juga merasa sangat gerah.
Nayra makan dengan lahap seakan tidak makan selama berhari - hari.
Mbok Nur hanya geleng kepala melihat tingkah nyonya muda nya itu.
Bersambung!
Kisah cinta nayra tayang setiap hari
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya
__ADS_1
mohon like, vote, komen.
Terima kasih teman.