Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 62 Operasi


__ADS_3

Perpisahan adalah suatu hal yang di hindari oleh manusi, akan tetapi kita tidak dapat menghindar dari perpisahan itu apa bila sudah di takdir kan untuk berpisah.


Hari dimana Bian Sudah berada di rumah sakit satu hari lebih cepat dari pada Nayra.


Bian melakukan operasi pada dini hari, sedang Nayra melakukan operasi pada pagi hari tepat pukul delapan pagi.


Kini saat nya berada di rumah sakit. Keluarga Abi serta Baskoro tengah menunggu proses operasi Nayra selesai.


Baskoro serta istri nya menunggui Nayra selesai operasi. Mereka tidak tau bila putra nya juga sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"San, mana putra mu yang mengaku mencintai Nayra? Dimana putra mu yang mengaku menyesal? Menyesal yang bagaimana San? Bahkan saat Nayra bertarung nyawa di meja operasi putra mu itu sama sekali tidak peduli. Aku semakin yakin, jika Bian tidak akan pernah berubah!" Seru Ratna panjang lebar.


"Na, Bian saat ini sedang perjalanan bisnis di kota J, Bian pergi dua hari yang lalu Na." Timpal Baskoro membela putra nya.


"Sudah ku duga, Bian tidak pernah peduli dengan Nayra. Bian lebih memilih bisnis dari pada Nayra! Saat Nayra pulih, kami akan mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan."


"Na. pikir kan sekali lagi. Jangan buru - buru dalam mengambil ke putusan Na."


"Mami. Santi. Bas.Sudah, jangan berdebat di sini. Kita di sini untuk Nayra bukan untuk debat." Lirih Abi


Mereka duduk di sandaran kursi menunggu operasi nya berakhir.


Ada perasaan khawatir yang terjadi dalam diri mereka. Berdoa dalam hati masing - masing, berharap operasi nya berjalan dengan sesuai yang di harap kan.


"Pap, sudah 2 jam. Kenapa lama sekali Pap? Mami khawatir terjadi sesuatu pada putri ku Pap." Ratna khawatir, pasal nya dokter Juan sebelum nya mengatakan jika operasi akan berlangsung selama 2 jam.


"Tenang mam, semua pasti baik - baik saja." Abi berusaha menguat kan istri nya, walau sebenar nya hati nya juga tak kalah khawatir nya.


Ceklek. Pintu ruang operasi terbuka lebar, Dokter Juan keluar dengan wajah lelah nya.


Kedua keluarga itu menghampiri dokter Juan untuk memintai keterangan mengenai operasi yang sedang Nayra jalani.


"Dokter, bagaimana operasi nya? Semua nya baik - baik saja kan dok?" Tanya Baskoro tak sabaran.


"Tenang pak, bu. Operasi berjalan dengan lancar. Nona Nayra baik - baik saja. Namun untuk saat ini anda semua belum dapat menemui pasien. Biar kan para perawat memindahkan kan pasien di kamar inap."

__ADS_1


Dokter Juan melihat wajah lega pada setiap orang yang ada di hadapan nya, setelah diri nya memberi kabar baik pada mereka.


"Terima kasih dokter. Kami akan menunggu di sini hingga kami dapat menemui putri kami" sambut Ratna penuh semangat.


Dokter Juan mengangguk tersenyum. "Kalau begitu saya permisi."


Dokter Juan meninggalkan keluarga pasien dengan perasaan lega. Lega karena melihat wajah berbinar terpancar pada mereka.


"Akhir nya Kamu selamat juga Nay. aku sangat bahagia." Ujar Lian yang sedari tadi tegang tak dapat berbicara sepatah kata pun.


"Mami juga lega sekarang Lian, Mami sempat takut, sebelum dokter itu keluar."


"Kita harus merayakan kesembuhan Nayra Abi, aku sangat senang sekali. Rasa nya Pandi seakan hadir bersama kita." Ujar Baskoro dengan berbinar.


"Ya, kamu benar Bas. Kita harus merayakan kesembuhan Nayra, tapi tidak sekarang. Kita harus bersabar menunggu Nayra pulih."


Semua mengangguk setuju dengan usul Abi, mereka akan merayakan kesembuhan Nayra, berharap setelah ini kehidupan gadis yatim piatu itu berbahagia selama nya.


***


"Nayra sayang, mana yang sakit nak? Katakan pada Mami, mami akan segera panggil dokter." Ujar Ratna.


"Tidak nak, jangan dengar kan mereka. Minta saja sama Papi jika kamu butuh sesuatu. Papi orang pertama yang akan melakukan apa saja yang kamu butuh kan." Abi tak mau kalah


"Nayra. Maaf kan mommy nak, mommy senang! Akhir nya kamu sembuh juga. jika butuh sesuatu minta sama mommy saja. Nayra mau tas, baju atau perhiasan. Katakan saja nak." Perkataan Santi membuat mereka semua geleng kepala, terlebih Lian.


Nayra bingung. Tak paham bersikap bagaimana menjawab setiap pertanyaan dari para orang tua yang menyerang nya dengan berbagai pertanyaan itu.


Kondisi fisik nya masih lemah, bekas jahitan operasi masih terasa perih, perasaan kurang nyaman ia rasakan saat ini.


"Kalian para orang tua! Sudah tua tapi tak berperasaan. Bagaimana Nayra menghadapi kalian, bila kalian menyerang Nayra dengan semua perhatian yang tak bermutu itu."


"Nayra butuh istirahat, jangan mengganggu waktu istirahat nya. Jika kalian ingin membeli makanan atau yang lain nya, beli saja. Sedari pagi aku belum sarapan" gerutu nya kesal akan kelakuan orang tua nya.


"Astaga Lian. Kamu ini tak punya etika terhadap orang tua, Jika kau lapar, cari sendiri makanan buat mu. Jangan menyusahkan orang tua Lian. Ingat kamu itu sudah tua, bukan bayi lagi." Omel mami Ratna yang kesal akibat di tegur putra semata wayang nya itu.

__ADS_1


"Ia nih anak bawel. Kau tidak paham, saat diri mu belum punya anak. Maka nya segera lah menikah. Kamu akan merasakan bagaimana khawatir nya ketika melihat anak mu sakit terbaring lemah di rumah sakit Lian." Omel Abi panjang lebar.


Yang lain hanya mengangguk setuju. Sedang Lian diam terpaku, diri nya salah tingkah saat di minta segera menikah. Lian menggaruk kepala yang tidak gatal.


Nayra tersenyum melihat interaksi mereka, keluarga yang peduli pada nya, keluarga hangat yang di nanti nya sejak dulu.


"Lagian, Kalian para orang tua menawarkan tas, perhiasan, dan apalah itu. Memang nya Nayra mau arisan" gerutu nya kesal.


Sontak saja dia mata tertuju pada Santi. Sebab Santi lah yang mengatakan hal seperti itu.


Ceklek.. Dokter Juan masuk ruang inap Nayra dengan senyum mengembang di wajah teduh.


"Permisi, saya periksa sebentar ya." Dokter Juan melakukan tugas nya layak nya dokter pada umum nya.


"Semua normal, tak ada yang perlu di cemas kan. Saran saya, sebaik nya jangan terlalu banyak penjenguk untuk saat ini. Nona Nayra baru saja siuman, biar kan Nayra istirahat lebih banyak lagi."


"Santi, Baskoro, Papi dan Lian kalian pulang saja. Biar kan mami yang menemani Nayra. Nanti malam terserah siapa saja yang jenguk. Kita gantian" ujar Ratna.


"Tidak. Untuk sekarang biar kan aku saja Ratna" kilah Baskoro.


"Tidak. aku saja"


"Tidak. Biar aku saja."


Akhir nya suasana ruangan itu menjadi tidak kondusif.


Dokter Juan geleng kepala, akhir nya turun tangan untuk menenang kan keadaan.


"Stop!"


Bersambung.


Kisah Cinta Nayra tayang setiap hari


Ikuti terus kisah Cinta nya ya teman.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan beri dukungan.


Terima kasih


__ADS_2