Kisah Cinta Nayra

Kisah Cinta Nayra
Bab 28 Selalu ditindas


__ADS_3

"Mommy, ampum mom. Apa salahku?"


huhuhuuuui


Hiks, hiks Nayra menangis pilu.


Uegg


Uegg.


Nayra mual, Santi melepas cengkeraman tangan nya dari rambut Nayra.


Nayra Bergegas lari menuju wastafel yang ada di dapur.


Nayra memuntahkan banyak cairan dari perut Nayra. Walau Nayra belum makan tapi masih banyak cairan yang keluar dar mulut Nayra.


Santi melongo melihat Nayra yang mual - mual.


Santi menyimpulkan bahwa Nayra sedang mengandung cucu nya.


Santi pergi kekamarnya mengambil telepon genggam nya guna untuk mengabari suaminya.


"Daddy. cepat pulang, mantu kesayangan daddy hamil."


Baskoro senang mendapat kabar itu, Baskoro bergegas menyambangi anak nya untuk mengucapkan selamat.


Kembali Dimansion.


"Hei mantu sialan, dengar mommy tidak akan pernah suka melihat wajah mu yang sok polos itu.


Mungkin kau bisa menipu suami dan putra ku tapi tidak dengan menipu ku."


"Mommy, Nay.."


belum selesai Nayra bicara santi sudah menimpali nya


"Tutup mulut mu"


"Tapi Nay sakit mom. dada nay rasa nya sa..."


"Tutup mulut mu aku bilang."


Plak. Santi menampar kuat Pipi Nayra sebelah kanan.


Nayra tersungkur dilantai dapur.


Air mata Nayra mengalir tapi tak bersuara. Nayra sudah tidak sanggup mengeluarkan air mata nya sangking rasa sakit menjelajahi dadanya.


Nayra ingin mengadu pada Lian, namun lian tidak pernah lagi berkunjung dikarenakan Lian sedang mengurus perusahaan papa nya yang ada diluar kota.


Nayra berjalan menyusuri tangga menuju kamarnya, Nayra mengambil buku diary nya untuk mencurahkan kesedihanya.


***


Dear diary


Ya Allah, Nay iklas kalau mang ini takdir hidup Nay.


Dadaku sakit kembali. Tidak ada yang peduli akan sakit Nay.


Andai saja Nay punya orang tua. Pasti orang tuaku peduli akan sakit di tubuhku.


Dulu aku sempat berpikir jika om baik adalah sahabat papa yang aku cari, keluargaku yang aku cari selama ini.


Tapi ternyata tidak.


Sahabat papaku itu mereka baik semua.


Tidak mungkin om Baskoro sahabat papa.


Tidak mungkin om Baskoro Daddy yang aku cari.


Yang nay ingat. mommy, istri nya sahabat papa itu dulu baik. sayang sama Nayra perhatian sama Nayra.


sementara istri om baskoro jahat. Dia sering memukuliku, menamparku, menarik rambutku.


Istri om baskoro jahat seperti putra nya.


Tuhan, jika boleh meminta pertemukan Nayra dengan keluargaku. Mereka sahabat papa dan mamaku.

__ADS_1


Akan Nayra ceritakan semua yang terjadi, nay akan cerita kalau Nayra adalah putri nya Pandi Admaja dan Candi Admaja.


Nay harus cari kemana ya Allah.


Nayra Admaja Putri cantiknya papa,mama


Pandi love Candi Forever.


Bintaro grup


Baskoro datang bertandang ke pusat perusahaan nya yang dipimpin oleh putra semata wayang nya.


Baskoro masuk keruangan anak nya mendapati ruangan itu kosong.


Baskoro keluar ruangan anak nya. Melihat fani sekretaris Bian baru keluar dari ruangan meeting.


"Bian kemana Fan?" tanya nya pada sekretaris anaknya itu. Tuan masih diruang meeting Tuan besar.


Baskoro mengangguk lalu kembali keruangan anak nya.


15 menit berlalu Bian masuk ruangan nya mendapati daddy nya sedang duduk di sopa sambil membaca majalah bisnis.


"Ada apa daddy datang?" Tanya Bian berjalan melewati Baskoro menuju kursi kebesaran nya.


Baskoro tersenyum, memandang ke arah anak nya.


Baskoro berdiri langsung memeluk anak nya yang masih duduk dikira kebesaran nya.


Bian sontak kaget dengan tindakan baskoro.


"Selamat yak nak Sebentar lagi kamu akan jadi orang tua. Lalu daddy akan jadi opa.


Terima kasih sudah memberikan daddy cucu.


daddy sangat bahagia."


Baskoro menitik kan air mata nya, Bian dapat merasakan air mata Baskoro dileher Bian.


"Maksud daddy apa?"


Tanya Bian seraya melepas pelukan Baskoro.


Bian menaikkan sebelah alis nya


"Hamil tanya nya?"


Baskoro mengangguk


"Tadi pagi mommy mu telepon daddy, mengabari istri mu Nayra hamil."


Deg.


Bian terkejut, bagaimana tidak terkejut pasalnya Bian belum menyentuh istrinya itu.


Tangan Bian mengepal mendapati kabar istrinya hamil.


"Tinggalkan aku sendiri dad."


Pinta nya pada Baskoro.


Baskoro mengira putranya itu terlalu bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya itu.


Baskoro pergi meninggalkan Bintaro grup menuju mansion nya.


Bian menatap langit - langit ruangan nya. Tangan nya di kepal, kemarahan tampak terlihat jelas diwajahnya...


"aaaaggggggg. Brengsekkkk."


brakkkkk. peltannggg..


Bian menghancurkan seluruh isi ruangan nya.


"Brahma sialannnnn."


Bian berfikir bahwa anak yang dikandung Nayra adalah anak Brahma sebab Bian pernah melihat Nayra duduk makan siang bersama di restoran Jepang.


Hingga sore melanda Bian tetap duduk termenung, bari saja dia menerima keberadaan istrinya itu. Namun dia Nayra harus menghancurkan hati Bian.


Ceklekkk.

__ADS_1


Kevin masuk ruangan tuan nya saat berniatengajal tuan nya pulang, namun malah membuat Kevin terkejut melihat kondisi ruangan tuan nya.


"Tuan. Apa yang terjadi?"


"Kevin, pulang lah. Tinggalkan aku sendiri."


Kevin pergi meninggalkan Tuan nya karena tidak ingin terkena dampak kemarahan tuan nya.


Bian tetap berada di ruangan nya mencoba meredam emosi nya. Sedikit emosinya teredam Bian beranjak pulang.


Sampainya dimansion Bian melihat seluruh penghuni rumah sudah pada istirahat di kamar masing - masing kala hari sudah sangat larut.


Bian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Ceklek.


Bian muka pintu mendapati istrinya Tidur menyamping menungganginya sandaran sopa


Diperhatikan nya wajah Nayra seakan baru saja menangis.


Rasa iba menyentuh hatinya, namun m,atanya melihat ke arah tangan Nayra yang memegangi perut nya. Emosi Bian memuncak kala mengingat bahwa Nayra hamil anak Brahma.


Tangan nya dikenal, sekuat tenaga menahan agar tidak memukul Nayra. Namun tetap tidak bisa.


"Dasar sialan." Plak.


bian menampar pipi sebelah kiri Nayra.


Nayra terkejut seketika duduk di sopa. Belum pulih bekas tamparan Santi tadi pagi, malam hari nya pipi nya itu sudah harus ditampar oleh suaminya.


Air matanya mengalir begitu saja tanpa mengeluarkan suara tangis.


"Katakan anak siapa yang kau kandung?"


"Ma - maksud tuan apa?"


Tanya Nayra ternyata


"Katakan kau hamil anak siapa?"


"Sa - sa saya tidak hamil tuan."


"Omong kosong."


Bian melepaskan cenkraman nya dari tangan Nayra.


Tiba - tiba Nayra mual berlari menuju kamar mandi.


Ueg. ueg.


Bian semakin emosi, Bian yakin bila Nayra hamil.


Bian menghampiri Nayra dikamar mandi. mencekik leher nayra hingga nayra susah bernapas.


"to-to - long lepaskan tu - tuan."


Bian tak mengindahkan nya.


Nayra menutup matanya mencoba pasrah, mungkin ini akhir dari hidup nya.


Air mata Nayra mengalir dari sudut matanya. Walau mata nya sudah ditutup tetap saja air matanya masih mengalir.


Bian melepaskan cengkeraman tangan nya.


Nayra tersungkur dilantai.


Uhuk, Uhuk. Nayra batuk setelah cekikan dikejarnya dilepas.


Bian pergi meninggalkan Nayra.


Nayra membenamkan wajahnya dikedua lutut nya.


"Papa, mama kenapa sulit sekali untuk kesurga. Nay lelah."


Bersambung!!


Hai teman. Kisah cinta Nayra hadir setiap hari


Ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2