
"Nayra tidur disopa kak, mas Bian tidak mengijinkan Nayra tidur dikasur!"
"Apa?"
Kaget Lian.
Ada apa lagi ini ya Allah, gamam nya. Lian menarik rambutnya frustrasi.
"Nayra istirahat disini saja kak"
"Tidak"
"Kak, Nayra mohon. Nayra tidak mau dipukul lagi, sakit kak."
Lian langsung menoleh pada Nayra, memperhatikan gadis malang itu. memegang kedua pundaknya.
"Lihat kakak, jawab jujur. Jangan bilang sakit mu ini karena ulah Bian?"
Deg..
Nayra gemetar, takut akan kemarahan Lian yang saat ini mata Lian memancarkan kemarahan yang hakiki.
"Jawab Nayra!"
"Maafkan aku kak"
Nayra menangis lalu menunduk kepalanya.
hiks hiks hiks
"Sial"
Lian pergi meninggalkan Nayra, mencari keberadaan saudara laknatnya itu.
Lian menghampiri Bian diruang keluarga, yang sedang asik bertukar pesan entah dengan siapa dengan tersenyum seakan ada hal lucu yang membuat wajah itu tersenyum.
"Bian, Apa yang kau lakukan pada Nayra?"
"Jadi gadis sialan itu mengadu padamu?" jawabnya tanpa menoleh pada Lian.
"Bro Nayra itu adikku, Nayra kita"
"Dia bukan Nayra ku. Sampai kapan pun gadis sialan itu tidak akan pernah bisa menjadi Nayra ku. ingat itu!"
"Bian, ada apa denganmu?"
"Dengan mudahnya yang ada apa? Dengan mudah nya kau mengatakan gadis sialan itu Nayra kita. Hah? Dimana akal sehatmu?"
"Bro Nayra Admaja sudah tiada, sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa menggantikan nya, sekarang ada seorang gadis yang sudah aku anggap sebagai adikku yaitu istrimu. Lalu apa susah nya kau menerima kehadiran nya?"
Tidak bisa, aku tidak akan pernah bisa menerima kehadiran nya. Bahkan aku akan menceraikan nya"
"Apa?" Lian kaget
"Kau tidak tau kan, aku membuat syarat dengan daddy. Aku hanya menikahinya selama setahun setelah itu aku akan menceraikan nya"
"Biannnn" Teriak Lian marah
"Suatu saat nanti kau pasti akan menyesalinya Bian"
"Tidak akan" jawab bian dengan yakin
Lian pergi meninggalkan mansion Baskoro.
Seperjalanan Lian memikirkan setiap perkataan Bian.
"Semoga kau tidak menyesalinya suatu saat nanti Bian, saat kau menyesal tidak seorang pun yang bisa membantu kecuali Nayra."
Monolog Lian
Bian masuk kamar mendapati Nayra yang sedang menulis diary nya.
"Cihh.
Seperti anak kecil menulis diary, dasar gadis kampung." Batin Bian
__ADS_1
Bian berjalan memasuki kamar mandi guna memberikan diri, setelah selesai mandi Bian pergi mengambil pakaian gantinya di walk in closet.
Bian merebahkan dirinya di dasbor tambangnya sambil bermain ponsel, tapi sebenarnya Bian memperhatikan Nayra yang setia menulis di diary nya.
"Menulis apa dia. Kenapa lama sekali selesainya? Dia menulis atau menggambar?
Mana mungkin menggambar, menggambar itu dibuka gambar!
Cihhh.. Pasti gadis sialan itu mengataiku"
Monolog bian dalam hatinya
Selesai menulis Nayra tidur disopa memunggungi kasur Bian. Bian kesal karena Nayra menungganginya.
"Dasar gadis sialan, beraninya dia memunggungiku. Sepertinya aku terlalu baik padanya, mulai besok kau harus mengurus keperluanku. Enak saja kau dirumah makan tidur sedang aku bekerja seharian dikantor"
Lirih bian dengan suara pelan.
Pagi hari, Nayra masih rebana disopa walau sebenarnya Nayra sudah bangun tidur. Namun mengingat nasihat dokter Nayra harus istirahat selama tiga hari.
Bian membuka mata dilihatnya Nayra masih berbaring disopa kamarnya.
"Bagun"
Nayra menoleh kearah suara, dilihatnya bian duduk bersandar di dasboard kasurnya melihat tajam nayra.
Nayra duduk disopa, takut Bian marah lalu memukulnya kembali.
Mulai hari ini sampai seterusnya kau urus semua keperluanku, tidak ada protes. Siapkan mandianku, siapkan juga pakaian kerjaku.
"Baik tuan" jawab Nayra takut.
Nayra berjalan gemetar melewati Bian. Seakan melewati danau yang dihuni banyak buaya, Bian melihat ketakutan Nayra.
"Sudah tuan" jawab Nayra setelah kembali dari kamar mandi.
Bian beranjak dari kasur menuju kamar mandi, Nayra lalu menyiapkan pakaian kantor Bian.
Nayra menunggui Bian selesai mandi, takut bian membutuhkan sesuatu tapi tidak menemukan keberadaan nya.
Bian keluar dengan rambut basah nya, tubuh bian hanya dililit handuk kecil. Nayra langsung membalikkan tubuhnya menungganginya.
Bian melihat tingkah Nayra merasa kesal, Seolah Nayra jijik pada tubuh Bian.
"Pergi sana. siapkan sarapanku, biarkan aku roti panggang dengan segelas susu"
"Baik tuan" Nayra langsung berlari keluar dari tempat itu.
Bian heran. "Dasar gadis sialan, awas kau"
Dimeja makan Nayra sudah menata sarapan sesuai permintaan tuan nya itu.
"Nyonya mohon perhatikan kesehatan nyonya, ingat pesan dokter" Mbok nur memperingatkan Nayra
"Tidak apa mbok, Nayra baik - baik saja. Jangan khawatir"
Mbok nur hanya pasrah akan kondisi nyonya muda nya itu.
Bian duduk dimeja makan menikmati sarapan dengan tenang. Nayra berdiri dekat bian sesuai perintah tuan nya.
Setelah selesai sarapan bian pergi meninggalkan Nayra.
Nayra bernafas lega setelah tuan nya berangkat ke kantor.
Setidaknya dia aman jika tuan nya tidak ada.
Bintaro grub
"Tuan anak buah saya sudah mendapat info mengenai proyek Brahma yang tertunda"
"Hemm"
"Pemilik sebelumnya sudah meninggal tuan"
"Lalu"
__ADS_1
"Brahma ingin melanjutkan pembangunan itu, akan tetapi brahma ingin mengubah sebagian bangunan nya"
"Memang nya bangunan apa disana?"
"Sepertinya pemilik sebelumnya membuat rumah mewah, beberapa bila dekat puncak, mall, danau buatan yang luas dipulau tersebut"
"Pulau?"
"Ia tuan, proyek itu terdapat disatu pulau, yaitu pulau pribadi milik Pandi Admaja"
Deg..
"Apak katamu?" teriak Bian kaget
Kevin terkejut mendengar teriakan tuan nya.
"Maaf tuan, maksudnya?" Tanya kevin bingung
"Siapa tadi namanya?"
"Pandi Admaja"
"Jadi pemilik pulau itu om Pandi Admaja?"
"Berdasarkan hasil penyelidikan anak buah kita, pemilik resmi pulau itu masih atas nama Pandi Admaja tuan"
Bian mengepal tangan nya
"Kenapa situa brahma bisa menangani proyek om pandi, kalau pulau itu masih milik om Pandi" hujan Bian.
"Cari tau apa hubungan situa bangka itu dengan om Pandi!"
"Baik tuan"
"Maaf tuannn"
"Hemm"
Kevin bingung, melanjutkan pertanyaan nya atau tidak. Tapi kalau di diamkan kevin bisa mati penasaran.
Bian yang melihat asisten nya seperti ragu dan takut.
"Ada apa kevin? "
"Itu tuan, apa tuan mengenal Pandi Admaja? "
"Ya, om Pandi papa nya Nayra"
"Apa? Ja - jadi Pandi Admaja itu orang tua nya Nyonya Nayra?" Tanya kevin kaget
"Bukan Nayra istriku, tapi Nayra yang lain"
"Maaf tuan, kalau begitu saya permisi."
"Hemm."
Kevin pergi meninggalkan tuan nya.
"Apa yang direncanakan dan disembunyikan oleh situa keparat itu?
Kalau kau curang awas saja tua bangka. tak akan kubiarkan hidupmu tenang.
Jangan pernah main - main denganku"
Bian menekan inter phone dimeja nya.
Fani meeting hari ini alihkan pada manajer marketing, minta mereka meeting dengan klien direstoran jepang jam dua siang nanti.
Setelah mengatakan itu, Bian langsung mengakhiri panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari sekretaris nya itu
Tuut. Panggilan diakhiri..
Bersambung!!
Kisah cinta nayra akan tayang setiap hari, ikuti terus kelanjutan nya
__ADS_1