
"Nayra"
"kakek" nayra senang melihat kakeknya.
nayra mengadu pada kakeknya tentang makam orang tuanya.
"kakek. papa sama mama sudah disurga
tadi nayra ketempat papa sama mama"
nayra bercerita sambil menangis, idris memeluk cucunya.
idris segera membawa nayra pergi dari tempat itu.
idris membawa nayra ketempat yang sangat jauh.
setelah baskoro dan yang lainya selesai makan, mereka mencari nayra namun nayra tak kunjung bertemu.
baskoro meminta pihak sekolah untuk mengecek CCTV namun wajah idris tak terlihat jelas karena posisi idris memunggungi kamera cctv
mereka juga segera melapor kepolisi, akan tetapi polisi meminta waktu 1 x 24 jam baru dinyatakan hilang.
mereka juga sempat mengunjungi kediaman pandi berharap nayra pulang kerumahnya.
akan tetapi hasilnya nihil.
akhirnya mereka pulang kerumah masing - masing hingga waktu sudah malam.
keesokan harinya bian masuk kekamar nayra untuk membangunkannya, bian berpikir bahwa nayra pulang larut bersama orang tuanya.
namun nayra tidak ada dikamarnya.
bian juga melihat dimeja makan namun nayra juga tidak ada.
bian menunggu kedatangan orang tuanya untuk sarapan.
baskoro dan santi datang bersamaan.
dad, mom nayra dimana?
baskoro dan santi saling pandang.
dad mom nayra dimana? tanya nya sekali lagi.
santi menghampiri bian dikursinya.
sayang maafin mommy sama dady, nayra hilang.
apa? bian kaget.
baskoro menjelaskan semua kejadian dimulai nayra wisuda disekolahnya sampai nayra hilang.
santi menangis mengingat kejadian itu.
bian juga menangis mendengar penjelasan daddy nya.
bian pergi masuk kamarnya, bian tidak jadi kesekolah bian mengurung dirinya dikamar.
ditempat lain, idris memeluk erat cucunya.
idris juga menjelaskan kenapa idris tiba di ibu kota.
idris mengganti nama nayra, dari nayra admaja menjadi nayra sudrajat.
idris dan nayra mengurus nayra seorang diri, jauh dari kota mereka memulai kehidupan sederhana.
idris memulai usaha warung nasi dirumahnya.
hari -hari mereka lalui dengan berbagai kasih.
nayra sangat menyayangi kakeknya.
ditempat lain baskoro mendapati info, kalau sahabatnya pandi masih memiliki orang tua yaitu ayahnya.
baskoro begegas pergi kekota J untuk memastikan apakah nayra tinggal bersama kakeknya? namun baskoro pulang dengan tangan kosong.
tiga bulan berlalu, baskoro dan abi masih tetap mencari keberadaan nayra. namun hasil terakhir yang mereka temukan adalah nayra dikatakan telah tewas hangus terbakar api.
baskoro dan abi memakankan jasad nayra disamping makam pandi dan cindi.
bian menangisi kepergian nayra untuk selamanya, bian memeluk boneka yang sempat dia berikan pada nayra.
bian menyimpan boneka itu didalam kamarnya.
kenapa kamu ninggalin aku nayra?
__ADS_1
bian frustasi akan kehilangan nayra, dari saat itu juga bian semakin tak tersentuh, semakin dingin dan kejam.
***
15 tahun berlalu.
"kakek nayra berangkat kerja ya kek.
kakek hati hati dirilah"
cup. matra mengecup pipi idris yang sudah tua.
idris mengelus kepala cucunya itu dengan sayang.
nayra bekerja dirumah makan didesanya, nayra sangat pintar memasak berkat bimbingan dari kakeknya yang sempat membuka warung makan dirumahnya.
namun saat idris sudah semakin tua, idris tidak lagi membuka warung dirumahnya.
berkat dari hasil warung itulah idris mampu membiayai nayra hingga lulus SMA.
akan tetapi idris tidak mampu melanjutkan pendidikan nayra kejenjang lebih tinggi.
idris sangat menyayangi cucu nya itu.
berharap kelak nayra mendapat pendamping hidup yang tulus mencintainya.
ditempat lain.
hari ini adalah kepulangan bian ketanah air, santi menyambut anaknya dengan antusias.
sampainya dimansion santi langsung memeluk dan mencium bian.
"mommy berulang kali aku bilang, jangan cium mommy. bian sudah dewasa"
protesnya terhadap sang mommy.
"sayang, walau kau sudah dewasa. bagi mommy kau tetap putra kecil mommy sayang"
"sudah sampai sayang?" baskoro menghampiri istri dan anaknya itu.
"sudah dad"
"betah sekali kau diluar negri, lian sudah jadi CEO di salah satu perusahaan papanya"
"sayanag, yuk mommy antar kekamarmu" santi menuntun putra semata wayangnya itu kekamar bian.
"sayang istirahatlah, besok daddy akan memperkenalkan mu sebagai penerus Bintara company"
"ya mom" jawabnya singkat.
santi pergi meninggalkan bian untuk istirahat.
santi mendapati suaminya duduk dibalkon kamar mereka. santi melihat baskoro membaca koran lusuh yang sudah kusut pula.
ya, koran tersebut adalah koran berita kecelakaan yang menimpa sahabatnya 15 tahun yang lalu.
setiap tahunya baskoro pasti akan mengenang sosok pandi, setiap ulang tahun pandi baskoro akan mengurung dirinya dikamar.
"dad, sudah 15 tahun loh. daddy harus ikhlas!"
"ya mom" sahut baskoro.
"kadang daddy bingung mom.
kenapa pandi dan cindi celaka? kenapa mobil mereka blong?"
"sudahlah dad, itu sudah takdir. mommy jadi sedih kalau daddy selalu mengingat hal itu. mommy jadi membayangkan nayra putri kecil kita dad"
santi menangis dipelukan suaminya.
"maafkan daddy mom"
santi mengangguk pergi meninggalkan suaminya seorang diri dibalkon kamar mereka.
baskoro masih termenung dengan setiap kejadian yang menimpa pandi.
"apa yang sebenarnya terjadi Pan?
dan kenapa perusahaanmu dikatakan bangkrut, sedang yang aku tau bisnismu berkembang pesat saat itu.
semua asetmu disita, bahkan rumahmu juga.
siapa sebenarnya pak brahma itu? kenapa dia yang mengambil semua asetmu?
apa benar semua berita itu, kamu bangkrut lalu tuan brahma yang membeli semua asetmu?
__ADS_1
aku harus bertemu abi untuk bicarakan hal ini"
monolog baskoro dibalkon kamarnya.
baskoro pergi menemui abi, mereka ketemu disalah satu cafe pavorit mereka.
"ada apa bas memintaku bertemu? apa ada hal penting?"
"aku masih belum yakin bi dengan semua laporan yang kita temukan tentang perusahaan pandi!"
"apa yang harus kamu raguan, nyatanya semua benar adanya begitu.
memangnya kalau hasilnya ada yang melakukan hal curang, apa yang akan kau lakukan? menguasai harta pandi?" timbal pandi
"bukan bi, aku tidak terima kalau sampai pandi dibunuh, aku akan membuat perhitungan dengan orang itu"
"tapi bas, kita sudah berulang kali mengangkat kasusnya pandi hasilnya tetap sama bas"
"tapi hati kecilku ragu dengan semua itu bi"
"apa yang membuatnya ragu bas. bahkan polisi berulang kali mengulang pemeriksaan kasus pandi namun hasilnya tetap sama"
"lalu apa kau yakin dengan bangkrutnya perusahaan pandi hingga koleps?"
"kita sudah menerima kebenaran tentang itu bas, bukti sudah ditangan kita, lalu apa yang kau raguan?"
"entahlah"
baskoro menyandarkan tubuhnya disopa.
"kalau seandainya perusahaan serta semua aset pandi itu masih utuh, apa kau berniat menguasainya?"
tanya ani harap cemas.
"tentu tidak, aku akan mendaftarkan aset pandi kepemerintah, biar pihak pemerintah yang mengelolanya."
"syukurlah. aku takut kau berubah jadi serakah bas, "
ucap abi sambil terkekeh.
"sialan"
baskoro memukul pelan lengan sahabatnya itu.
"kita akhiri pembahasan tentang pandi, biarkan pandi serta keluarganya tenang disana. mengenai aset pandi, biarkan waktu menjawabnya. jika memang ada yang menjebak panji semua akan terungkap dengan sendirinya"
abi mengeluarkan isi hatinya, tak tega yang melihat baskoro sering memikirkan pandi.
"ya sudahlah. mari kita pulang, sudah sore pula. besok hari pertama bian masuk kantor"
"benarkah? kapan bian sampa ke negara ini bas. dan kenapa kau tak beri kabar. lian pasti senang dengar kabar ini"
"ya sudah, ayun pulang" ajak baskoro sekali lagi.
"jawab dulu bas, kapan abu pulang ke indo?"
"hari ini, baru beberapa jam yang lalu. sekarang bian sedang istirahat dirumah"
mereka pergi meninggalkan tempat itu, menuju kediaman masing masing.
malam hari mansion baskoro.
"bian. bagaimana perusahaan disana, semua aman kan?"
"aman dad"
"besok daddy tunggu dikantor, jangan telat"
"ia dad"
mereka yang berbincang diruang kerja baskoro, meninggalkan tempat itu menuju kamar tidur.
dikamar bian.
bian melihat boneka nayra yang masih tersimpan rapi, diambilnya boneka itu dipeluknya lalu tertidur.
Bersambung!
hai teman. kisah cinta matra akan hadir setiap hari.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya.
jangan lupa liku, vote, komentar.
Terimakasih kembali.
__ADS_1