
"Gimana sayang? Pastinya kamu akan menyanggupi permohonan dari orang yang kamu cintai ini kan, mas?" rayu Miho seraya menyenderkan manja kepalanya di bahu Damar.
Damar menarik nafas lalu mengangguk dengan kurang bersemangat. Dirinya merasa gundah. Kalau menolak keinginan selingkuhannya, kehilangan seorang yang mempunyai kecantikan diatas rata-rata seperti Miho akan terjadi. Sampai kapanpun, Damar akan selalu berusaha mempertahankan Miho sebagai kekasih gelapnya. Namun Damar belum ada niatan untuk menceraikan Yaya. Dua orang itu, sama-sama dicintai oleh Damar.
"Besok kita pergi ke dealer mobil ya. Namun kamu pilih, mobil tipe apa yang ingin kamu punya. Pasti aku akan membayarnya untukmu."
"Kamu bener-bener lelaki idamanku mas. Semoga kamu makin sukses ya mas, biar kamu bisa bahagiain aku terus dengan segala kemewahan dunia ini." balas Miho menatap puas kearah wajah Damar. Damar membalasnya dengan senyuman yang manis, lalu, Damar mengecup mesra bibir Miho.
***
Keesokan harinya. Damar pulang ke rumah pagi-pagi sekali. Damar memutuskan mengambil cuti kerja selama satu hari. Yaya sang istri baik hati itu sedang menunggu Damar didepan pintu. Yaya sudah dandan dan juga sudah masak untuk suami. Yaya tersenyum saat melihat mobil suaminya mulai memasuki halaman depan rumah.
Aku melangkah menuju garasi tempat mas Damar menaruh mobilnya. Aku memeluknya dengan hangat. Tidak aku tunjukan rasa curiga, karena yang aku tahu, semalam mas Damar ketiduran di kantor.
"Kata Miho kamu mau pulang jam sebelas, kamu semalaman ketiduran di kantor ya?"
"Iya sayang, maaf. Aku semalam melanjutkan tidurku disana. Capek banget. Spesial hari ini, aku mau ambil jatah cuti kerjaku. Satu hari aja, hari yang spesial untukmu cintaku. Hari ini kita pergi jalan-jalan sepuasnya ya?"
Aku melepas pelukanku kepada suamiku. Aku menatapnya dengan senyuman. Alangkah bahagianya akan berjalan-jalan seharian bersama suami. Dengan hal ini, moodku akan semakin bagus.
"Kamu mandi ya? Aku udah siapin makanan kesukaan kamu tuh mas,"
Mas Damar mengangguk, lalu kita sama-sama berjalan menuju kedalam rumah. Aku tidak mau banyak pertanyaan lagi sekarang. Aku gak mau jadi orang yang terlalu paranoid. Itu tidak baik untuk kesehatan mentalku.
Usai sarapan bersama, aku dan mas Damar siap-siap pergi buat jalan-jalan. Kita akan pergi ke sebuah tempat wisata alam yang sangat indah pemandangannya. Tempat wisata yang sangat aku rindukan. Terakhir kesana tiga bulan yang lalu, waktu hari ulang tahunku.
Bianature nama tempat wisata alam itu. Kita akan mengambil banyak pemotretan disana. Aku sudah siapin kamera yang bagus dan mas Damar yang akan memotretku nanti layaknya seorang foto model.
__ADS_1
Aku memakai baju yang bagus juga. Biar foto kami kelihatan aesthetic nanti. Kami berangkat kesana pukul sepuluh pagi. Oh iya, disana juga ada sebuah sungai yang sangat indah sekali dan sejuk buat dipandang. Dimana disamping sungai itu banyak penggembala kerbau berkumpul. Aku udah dua kali kesana.
Hanya butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai kesana. Aku keluar dari dalam mobil dulu lalu disusul oleh suamiku. Aku memasang topi bundarku. Hari ini, aku harus menikmatinya dengan keceriaan dan juga semangat. Hari ini, hari dimana momen indah yang jarang terjadi karena kesibukan suamiku.
"Mas, kita pergi ke tepi sungai dulu ya. Aku pengen menemui para penggembala hewan ternak itu, udah lama aku ga menyapa mereka dan bagi-bagi roti gratis ke mereka. Aku udah siapin banyak roti didalam bagasi tuh,"
"Oke sayang terserah kamu. Hari ini, kamu adalah ratu yang akan selalu dimanja olehku, raja."
"Haha, bisa aja kamu. Yaudah, aku mau ambil kresek rotinya dulu."
Setelah aku mengambil rotinya, bersama suamiku kita sama-sama melangkah menuju tepi sungai. Sembari melihat indahnya pepohonan hijau di sekeliling kami. Mereka seolah menyapa dan ikut senang melihat kami sepasang suami istri yang sedang berdua bersama.
Sampailah aku dan mas Damar di tepi sungai. Seperti dugaanku, banyak penggembala hewan ternak yang sedang beristirahat di bawah pohon, dibawah teriknya sinar matahari siang. Mereka menggembala hewan seperti kerbau, sapi, dll.
Aku menyapa mereka. Jumlahnya ada enam orang. Aku membagikan roti dan sebotol minuman bersoda. Mereka senang dan mengucapkan banyak terimakasih. Berbagi kepada orang lain memang ada sisi kesenangan tersendiri.
Suamiku duduk dibawah pohon juga, menikmati sejuknya semilir angin yang sepoy-sepoy. Sungguh kehidupan di tepi sungai ini amat sangat biasa indah dan tentram. Suatu saat nanti, aku bermimpi, bisa punya rumah sendiri dan hidup di tepi sungai seperti tempat ini, bersama dengan keluargaku nanti. Rumah kecilpun tak apa, karena aku lebih suka kehidupan yang sepi dari pemukiman penduduk.
"Living in the silence of nature is my wish." batinku seraya menghirup aroma udara yang segar tanpa polusi yang menganggu.
Aku mengambil air sungai menggunakan telapak tanganku, lalu aku basuhkan ke wajahku. Make up aku luntur, tapi aku merasa kecantikan alamiku malah semakin terpancar.
Sebentar lagi aku akan berfoto-foto seru bersama mas Damar. Banyak spot foto yang bagus di Bianature. Hari ini harus benar-benar seperti apa yang kuharapkan! Menikmati momen yang jarang terjadi ini, bersama dengan suami tercinta.
Aku kembali menatap kearah mas Damar. Sepertinya dia sedang melihat ponselnya. Aku bergegas duduk disampingnya. Tapi kenapa, mas Damar langsung terlihat gugup dan buru-buru menekan sesuatu saat aku tiba-tiba datang menghampirinya?
Apa ada yang dia sembunyikan lagi? Kenapa sih?
__ADS_1
"Boleh aku lihat ponsel kamu mas?" pintaku.
Mas Damar menatapku sejenak, dia menggeleng. Dia tidak mau aku tahu isi ponselnya?
"Adakah suatu privasi didalam ponsel kamu? Diantara hubungan suami istri? Kamu mau lihat isi ponselku gak mas? Aku ga malu loh kalau kamu baca chat-chat aku bersama teman-temanku, hehehe. Aku juga jamin tidak akan ada hal yang aneh-aneh di dalam ponselku. Jangan sampai ada rahasia di dalam pernikahan kita. Kita harus saling terbuka satu sama lain, sayang?"
Mas Damar malah mengalihkan perbincangan.
"Yuk ke air terjun. Aku gerah, aku mau mandi disana?"
Aku kecewa karena itu. Tapi aku juga gak mau bersedih di momen liburan kita. Aku gak mau merusaknya.
"Yaudah ayo kita kesana." jawabku mengiyakan saja.
***
Di dalam ruang kerjanya. Miho si pelakor sedang duduk dengan memasang wajah cemberut. Miho cemberut karena menunggu janji Damar yang katanya akan pergi ke dealer mobil bareng hari ini, tapi Damar malah ambil cuti dan ga jelas lagi ada dimana.
"Sialan! Kenapa mas Damar malah cuti sih. Apa alasan dia lakuin itu? Jangan-jangan pergi ke dealernya ditunda deh! Barusan aku telpon juga ga diangkat. Kirim chat cuma di read doang! Ih, sebel!" gerutu Miho emosi.
Karena iseng daripada bete, disela jam makan siang, Miho iseng-iseng melihat story WhatsApp teman-temannya. Dan saat membuka story terbaru dari Yaya, Miho mendelik kaget karena ternyata, Damar sekarang lagi happy-happy bareng Yaya didepan air terjun yang sangat indah. Apalagi Yaya kasih caption di storynya,
"Ratunya mas Damar yang selalu ia prioritaskan. Satu hari cuti untuk membahagiakan istri tercintanya!"
"Apa ini? Mas Damaaaaaar!" teriak Miho geram.
Bersambung...
__ADS_1